Jatuh cinta pada penumpang ojek online

Table of Contents

 


Seperti biasa khanif sedang main hape berkumpul dengan teman sesama gojek ketika sebuah notifikasi masuk.

"Wah, ada orderan nih Nif?" Tanya Agus temannya yang juga dari tadi menunggu penumpang.

"Iya mas." Jawabnya singkat.

"Udah buruan datengin Nif. Jangan membuat konsumen menunggu lama." Saran teman satunya lagi yang namanya Herman sambil makan tempe goreng yang ada di meja.

"Siap mas." 

Pemuda berusia 25 tahun itu lalu langsung menstarter motor Honda Vario 150cc milik nya. Setelah 10 menit sampai lah ia ke tempat yang di tuju.

"Kak Chelsea ya?" Tanya khanif pada seorang wanita yang ada di depan sebuah gerbang rumah.

Wanita itu hanya mengangguk.

Pemuda itu melihat wanita itu dengan seksama. Seorang wanita muda yang mungkin seusia dengannya tapi sayangnya wajahnya di tutupi masker. Tapi khanif yakin wanita itu cantik, terlihat dari kulitnya yang putih bersih terawat.

Setelah wanita itu naik maka motor pun melaju.

"Mau beli hp kak?" Tanya pemuda itu membuka obrolan ketika tahu tempat yang ditujunya adalah Rita Supermall Tegal. Tempat itu selain mall juga pusat alat elektronik lengkap, termasuk tentu saja hape.

"Ah enggak, hanya mau nonton bioskop."

Dari obrolan itu pemuda itu tahu kalo customer nya hendak nonton film Wonder Woman bersama temannya.

"Kebetulan aku juga mau nonton film Wonder Woman, pengin lihat aktingnya Gal Gadot sama Chris Pine, cuma belum ada waktu aja."

Chelsea makin asyik diajak ngobrol karena nyambung.

Tapi sayangnya obrolan itu harus terhenti karena mereka sudah sampai di depan mall dekat jalan raya itu.

Khanif lalu menebalkan muka." Kak, ijin save nomor nya ya, siapa tahu pulangnya kakak belum dapat gojek tinggal WA aku aja. Aku biasanya ada di sekitar sini."

Chelsea hendak membayar 15 ribu tapi ditolaknya. Gratis buat kakak gombal nya. Gadis itu mengucapkan terima kasih lalu pergi.

Sebagai pengemudi ojek online sebenarnya khanif sudah banyak membonceng wanita, baik yang cantik atau bahenol, yang masih muda atau janda tapi entah kenapa dengan Chelsea hatinya tertarik.

* * *

Pemuda itu lalu ngetem di depan mall sambil beli sebuah kopi di sebuah warung makan. Aplikasi gojek sengaja ia matikan karena ia takut kalo nanti dapat order yang jauh lalu tiba-tiba Chelsea nelpon.

Khanif menghitung, film dimulai jam 3.30 sore sementara durasi nya 2 jam maka sebelum Maghrib seharusnya sudah selesai.

Tapi ini sudah mau Maghrib kok belum nongol atau nge WA. Apa mungkin ia lagi belanja atau nongkrong dulu kali ya.

Tiba-tiba sebuah pesan masuk, pemuda itu tentu saja senang bukan main.

Kami mengundang anda untuk mengunjungi situs gampang menang http:// dewazeus.com. Main kan dan dapatkan uang jutaan secara mudah. Depo minimal cuma 20 ribu.

Asuuu, ternyata spam judi online. Buru-buru ia menghapus pesan tersebut.

Akhirnya setelah selesai sholat magrib ia memberanikan diri mengirim pesan.

Jawabannya mengecewakan, ternyata ia sudah pulang bareng temannya tadi.

* * *

Beberapa waktu setelah itu khanif menjalani kehidupan sehari-hari seperti biasanya. Nongkrong di pangkalan ojek dengan Agus dan Herman.

"Akhir akhir ini kok sepi banget yang order ya, aku baru dapat 3 orderan nih, mana pada dekat pula. 50 ribu aja belum dapat." Kata Agus yang sedang senderan di pohon waru. Pangkalan ojek itu memang ada beberapa pohon yang rindang agar adem.

"Ekonomi lagi lesu ya gini, duit pajak bukan buat menaikkan ekonomi tapi malah buat MBG yang mubazir." Herman yang sedang makan gorengan menimpali. Khanif sendiri hanya mendengarkan saja.

Tiba-tiba sebuah pesan WhatsApp masuk. Hati khanif berdesir karena pesan itu dari Chelsea.

"Mas, lagi Go-Jek ngga. Bisa jemput aku tidak di Slawi Wetan, aku tadi ditinggal jemputan."

Hati anak muda berusia 25 tahun itu tentu saja berdesir, enggak salah nih pesannya. Tentu saja jawabannya adalah BISA.

 "Sori mas, aku ada jemputan. Misi dulu ya." Katanya pada mereka berdua lalu segera pergi.

Sebenarnya jaraknya dengan Slawi lumayan jauh, ada 20 km lebih, tapi terasa dekat karena faktor Chelsea hihihi...

Ada sekitar 30 menit baru lah ia sampai di tempat tujuan, yang ternyata sebuah pabrik sepatu yang cukup besar dengan karyawan mencapai 1000 lebih. Gadis idamannya itu ternyata kerja disitu.

Chelsea kali ini tidak pakai masker dan seperti dugaan nya, wajahnya cantik khas oriental, apalagi dengan seragam biru putih tempatnya bekerja.

Khanif mengangguk yang dibalas dengan anggukan oleh-nya.

Sepanjang perjalanan kami ngobrol karena jaraknya memang cukup jauh. Ia ternyata berasal dari Pemalang, kota di sebelah timur Tegal.

"Kok ngga kerja di Pemalang saja dek, di sana kalo ngga salah banyak pabrik juga." Pemuda itu memanggil adek karena ia lebih muda darinya.

"Kakakku kerja disini mas, makanya aku ikut kesini juga."

Pemuda itu mengangguk-angguk mengerti.

Akhirnya setelah setengah mereka sampai juga. Orderan kali ini juga digratiskan oleh-nya biarpun gadis itu memaksa membayar.

Semenjak hari itu maka khanif mulai berani chatting, yang dibalas Chelsea dengan cepat. Pemuda itu tentu saja senang apalagi obrolan mereka juga nyambung.

Setelah itu ia juga mulai rajin jemput gadis idamannya itu di pabrik biarpun tempatnya jauh.

Akhirnya setelah beberapa kali antar jemput maka suatu hari anak muda itu memberanikan diri untuk mengajak gadis idamannya nonton film pada suatu malam Minggu, yang di iya kan oleh nya, Asyik.

Ia lalu mengajak untuk menonton film Agak Laen.

Beberapa tahun sebelumnya khanif pernah pedekate dengan seorang gadis yang diincarnya dan dengan polosnya mengajak ke bioskop juga untuk nonton film Prometheus, karena ia hobi dengan franchise film Aliens.

Bodohnya ia tidak paham kalo perempuan itu bakalan bosan nonton film dengan tema berat seperti Prometheus apalagi ini genrenya Sci-fi. Benar saja, tak sampai setengah jam gadis yang hendak di incarnya sudah minta keluar karena tidak paham jalan ceritanya. Minggu depan ketika pemuda itu kesana lagi untuk mengajak jalan-jalan ditolaknya.

Kini ia sengaja mengajak nonton Agak Laen karena filmnya ringan, mudah dicerna apalagi ini film komedi.

Pilihan yang tidak salah, Chelsea sepertinya enjoy dan ketawa terus selama nonton film. Habis nonton ia ajak gadis pujaannya itu makan steak di sebuah warung tendaan di dekat alun-alun.

Setelah itu mereka jalan-jalan di alun-alun.

Minggu depannya ia ajak kembali gadis itu untuk makan di pasar esuk Kota Tegal. ia langsung mengatakan cinta gadis itu karena ia merasa gadis itu juga menyukainya, Alhamdulillah Chelsea menerima nya. 

* * *

"Sayang, naik perahu yuk." Kata Chelsea sambil menunjuk deretan perahu yang ada di sebuah danau. Pacaran kami memang sudah satu tahun lebih dan ia juga tidak canggung memanggil sayang kepadanya.

Saat ini kami sedang ada di danau Beko di Margasari Tegal. Danau dengan hamparan air luas ini menyewakan perahu untuk para wisatawan yang berkunjung.

Selain khanif dan Chelsea, Agus juga ikut kesini, katanya ingin rekreasi juga agar tidak jenuh.

"Ngga apa-apa nih, bukannya kamu takut air." Ujar pemuda itu mencoba mengingatkan.

Ia tahu betul kalo kekasih nya itu fobia air yang luas seperti laut atau danau. Alasannya takut tenggelam karena ia tidak bisa berenang. Alasan lainnya, sewa perahu itu mahal, 100 ribu cuma untuk 30 menit.

"Ngga apa-apa, sekali kali pengin nyobain."

Oke, aku lalu ajak Agus untuk ikutan naik juga biar bayarnya tidak terlalu berat. Ia setuju dan kami bayar patungan 50 ribu.

Kami lalu pakai baju pelampung untuk keselamatan dan juga helm.

"Dji sam soe." Aku dan Agus lalu mendayung memperagakan sebuah iklan perahu naga seperti di televisi.


Perahu mulai menuju ke tengah danau dan seperti dugaan ku, Chelsea menjerit ketakutan karena perahu goyang kekiri dan ke kanan karena tidak stabil.

"Sayang, udahan nih." Katanya setengah menangis.

Lah, baru juga 3 menit kok sudah minta udahan. Agus sebenarnya ngga mau tapi aku paksa ia untuk mendayung ke tepi. 

"Kembalikan uang 50 ribu ku." Kata Agus kesal tapi dengan mimik lucu. Chelsea hanya tertawa sambil menahan malu. 

* * *

"Sayang, aku ingin kerja di Jakarta." Ujar Chelsea ketika kami sedang jalan-jalan ke taman wisata Guci di pegunungan. Hawa dingin menyapu wajah kami berdua.

"Oh, kenapa dek?"

"Aku ingin meningkatkan karir sayang, tak mau stuk disini saja. Minggu lalu aku sudah di interview sebuah perusahaan di Jakarta dan diterima, Minggu depan aku sudah mulai kerja. Aku di gaji 7 juta perbulan dan bisa naik lagi. Disana perusahaan nasional mas, banyak cabangnya di Indonesia."

Tentu saja khanif agak berat melepas nya, tapi memang kalo kerja di Tegal saja maka penghasilan nya memang cuma UMK 2,5 juta perbulan, mentok 3 juta kalo banyak lembur.

Akhirnya dengan berat hati pemuda itu merelakan kekasihnya pergi ke Jakarta.

Bulan pertama anak muda itu pergi ke Jakarta sebanyak 2x karena jauhnya jarak yang ditempuh. Maklum, sekali jalan bisa 10 jam lebih dengan naik motor, kalo pakai bis memang lebih cepat cuma 8 jam tapi tiketnya mahal 200 ribu, tidak cocok untuk tukang ojek seperti dirinya. 

Awalnya kekasihnya senang dan mereka bisa jalan-jalan seharian, dari Ancol sampai ragunan.

Bulan berikutnya ia hanya bisa sekali karena keterbatasan biaya biarpun untuk video call rutin tiap hari.

Tapi sayangnya sikap Chelsea mulai berubah . Ia kadang ogah di ajak video call terus, alasannya capek banyak kerjaan sehingga khanif memaklumi.

Bulan selanjutnya makin jarang mereka video call bahkan paling hanya seminggu sekali dan makin lama ia merasa pacarnya makin berubah.

Akhirnya ia putuskan untuk ke ibukota sekali lagi. Disana pemuda itu membahas hubungan mereka, apakah masih lanjut atau bagaimana. Chelsea hanya bersikap pasif, ia hanya bilang capek pacaran jarak jauh seperti ini. Ia meminta agar pacarnya itu pindah ke Jakarta saja.

Khanif keberatan karena ia masih memiliki orang tua, apalagi ibunya bilang jangan ke Jakarta kalo tidak punya keahlian kerja, jadi tukang ojek online itu penghasilan nya tidak menentu.

Dan seperti perahu yang terombang-ambing di danau Beko, akhirnya hubungan mereka pun karam terkena ombak dan angin.

TAMAT

Posting Komentar