Menemukan pasangan selingkuh

Table of Contents

 


"Selamat malam pak, apa benar tujuan kita Delta Spa di jalan cendrawasih?" Tanya khanif pada penumpang nya yang duduk di belakangnya. Customer nya itu seorang bapak paruh baya yang ia jemput di sebuah hotel. Pemuda itu memang kerja sebagai tukang ojek online.

"Iya." Bapak itu hanya menjawab singkat.

Khanif jadi maklum, mungkin bapak tersebut malu atau mungkin lagi malas bicara. Delta spa sudah terkenal di daerah nya sebagai tempat spa sekaligus pijat plus plus. 

Motor baru sampai setengah jalan ketika hp customer nya berdering.

"Iyah mah, ini papa lagi mau cari makan dulu di rumah makan Pring Sewu. Papa udah lapar, mama tenang saja, besok papa pulang kok. Ini papa lagi naik gojek, Iya kan mas?" Katanya sambil memberikan kode.

"Iya Bu." Terpaksa anak muda itu mengiyakan. Toh memang benar ia lagi naik gojek biarpun tujuannya beda.

Lima belas menit kemudian mereka sampai di tempat tujuan.

"Lho, kok sepi mas. Apa tempat spa nya tutup?" Tanya bapak tersebut ketika melihat tempat yang ditujunya sunyi sepi padahal biasanya cukup ramai ada beberapa orang yang jaga dengan lampu menyala terang plus beberapa wanita cantik mejeng. Tapi kini hanya ada sebuah lampu lima Watt yang menyala.

"Kurang tahu pak."

Kebetulan ada seseorang yang lewat. Pemuda itu lalu bertanya.

"Dua hari lalu tempat itu ditutup polisi mas, melanggar ijin katanya makanya ditutup."

Tentu saja tamunya kecewa.

"Ada tempat pijat plus lain ngga mas?" Tanya nya padanya.

"Kurang tahu pak."

Akhirnya bapak itu minta diantar ke rumah makan Pring Sewu, persis seperti yang dikatakan pada istrinya. Ia membayar uang 22 ribu seperti di aplikasi. Biasanya kalo Delta Spa buka sih ia dapat lebih.

* * *

* * *

Tiinggg, sebuah pesan masuk ke ponsel miliknya ketika ia sedang ngetem di alun-alun Tegal. Pemuda itu yang sedang streaming film Wonder Woman di LK21 menghentikan kegiatan nya.

Ia cek pesan tersebut, ternyata sebuah orderan Go-Food.

Orderan nya adalah sebuah bolu pandan kukus seharga 38 ribu yang ada di sebuah toko kue di depan stasiun kereta api oleh lelaki.

Orderan itu khanif ambil karena toko kue itu hanya berjarak 500 meter dari tempatnya sekarang, sedangkan titik antarnya ada di hotel Prime Bahari. Ongkosnya hanya 8700 tapi lumayan lah karena hotel itu juga tidak terlalu jauh dari alun-alun, hanya ada dua lampu merah yang jadi kendala.

Selamat malam pak Faizal, ini bolunya sudah aku beli, tempat nya di lobi hotel Prime Bahari kan, pemuda itu chat dulu agar customer nya siap.

Lama chat tersebut tidak dibalas tapi pemuda itu kalem saja sih, barang kali pemesannya lagi sibuk atau hal lain. Rating customer nya 4,7 yang berarti lumayan bagus, tak mungkin ia dikerjai.

Lampu merah di jalan Gatot Subroto sudah dilewati tapi ia lihat chatnya belum dibalas juga. Jangankan dibalas, di lihat juga belum, masih centang dua abu-abu, belum hijau.

Halo kak, ini aku sudah ada di lobi hotel. Pemuda itu kembali chat ketika sudah memarkirkan motornya.

Tetap saja tidak ada balasan.

Akhirnya iapun menelpon.

"Halo pak Faisal, aku sudah ada di lobi hotel. Aku sudah bawa bolu pesanan bapak."

"Lho, Aku tidak memesan kue kok." Kata suara diujung sana, suaranya adalah seorang perempuan.

"Ini dengan pak Faisal kan?"

"Iya benar itu suami saya. Ini siapa ya?"

Khanif lalu menjelaskan siapa dia, pesanannya dan juga dimana dia sekarang. Ibu itu kaget lalu terjadilah percakapan singkat. 

Ternyata oh ternyata, pak Faisal itu ngibul sama istrinya, bilangnya ada lembur di kantor ternyata malah cek in di hotel. Akun gojek itu memang benar akunnya tapi memakai nomor istrinya, tentu saja kalo ditelpon ya nyambung ke hape istrinya.

Istri pak Faisal lalu memintaku untuk stay di hotel tersebut sampai ia datang. Bicaranya tersengal-sengal bertanda ia sudah marah sekali merasa dibohongi.

Agus dan Herman teman ngojek nya memberikan nasehat, apapun masalah rumah tangga orang lain jangan pernah ikut campur, dan nasehat itu kini ia lakukan.

" Aduh maaf Bu, aku ngga bisa tinggal disini karena ada order lagi. Ini bolunya aku kasih ke resepsionis di lobi ya." Katanya. Pemuda itu lalu menyebutkan nama hotel dan juga alamatnya.

"Bolu nya bawa saja buat mas, nanti uangnya aku transfer ya. Mas berikan no rekening nya."

Pemuda itu mengucapkan terima kasih.

10 menit kemudian khanif sudah nongkrong di sebuah kafe sambil menikmati bolu pandan ditemani kopi sachet an. Ia hanya bisa membayangkan bagaimana ricuhnya lobi hotel nanti setelah istri pak Faizal datang.

TAMAT 


Posting Komentar