Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Salah sangka


Sebuah mobil Avanza warna putih berhenti di pinggir sebuah mall yang terletak di pusat kota. Beberapa perempuan muda dengan dandanan mencolok turun.

"Mas Herman, nanti sore jangan telat lagi kayak kemarin ya." Seru gadis ditengah yang memakai topi dengan merk sebuah rokok terkenal kepada seorang lelaki berusia 30 tahun berwajah ganteng yang mengendarai mobil tersebut.

"Iya." Herman menjawab singkat. 

"Awas, kalo telat lagi Lina nanti ngambek lho." Kata gadis di sebelahnya yang bernama Rohmah ikut nimbrung sehingga suasana jadi cerah. Yang dibicarakan hanya senyum lalu masuk kedalam gedung itu bersama teman satunya lagi. Herman hanya geleng-geleng kepala saja lalu pergi menuju kantornya.

*Ilustrasi SPG, Gambar dari google.

Setelah masuk ke dalam maka Marlina dan sahabatnya Aprilia menuju ke lantai dua dimana mereka biasanya bekerja sebagai SPG.

Jam 11 mall mulai ramai. Lia menawarkan produk nya pada seseorang yang lewat.

"Mas, mau beli rokok?"

Yang disapa, seorang lelaki paruh baya dengan perut buncit tampak tertarik, bukan tertarik dengan rokok yang ditawarkan tapi dengan yang menawarkan karena dandanan Lia memang agak seksi. Pakaiannya agak ketat dan rok nya di atas lutut, kulitnya yang putih membuatnya tambah menarik.

"Ngga neng, mas lebih tertarik dengan mu. Bagaimana kalo nanti malah kita check in neng." Jawabnya tanpa basa-basi.

Tentu saja gadis itu terkejut. Walaupun hatinya marah tapi mulutnya tetap tersenyum." Maaf mas, aku hanya menawarkan rokok. Kalo minat silahkan beli, kalo tidak ya tidak apa-apa."

"Ngga neng, rokok mah banyak di rumah. Gimana tawaran Abang, mau kan nanti malam hehehe." Katanya lagi sehingga membuat ia ketakutan tidak bisa menjawab. Mau pergi juga entah kenapa tak ada tenaga.

"Ada apa Lia?" Seru seseorang dan ternyata yang datang adalah Marlina. Tentu saja gadis itu lega.

Melihat yang datang lebih menarik tentu saja lelaki itu jadi kegirangan." Neng geulis, nanti malam kita jalan-jalan yuk, ntar Abang traktir maunya apa, asal abis itu kita senang-senang ya."

Lina jawab dengan senyum." Boleh saja pak, asal setelah main denganku jangan salahkan saya kalo nanti bapak kena HIV dan mungkin beberapa bulan kemudian mati sekarat."

Tentu saja lelaki kurang ajar itu terkejut bukan main, mukanya sedikit pucat." Eh maaf, aku baru ingat ada janji dengan teman."

Buru-buru ia kabur.

Lia tentu saja lega lelaki bajingan itu pergi." Eh, beneran kamu kena HIV?" Tanyanya tidak percaya, soalnya ia kenal temannya itu bukan cewek nakal.

"Tentu saja tidak, aku hanya membodohi dia saja hahaha."

* * *

Sore harinya seperti biasa herman datang menjemput mereka dengan kendaraan roda empat dari kantor. Mitha, Rohmah , dan Aprilia duduk di kursi tengah sedangkan Marlina disebelah supir.

 "Kurang ajar bapak botak tadi, sudah grepe grepe tapi malah beli rokoknya cuma satu slop. Botak sialan." Maki Rohmah sambil menyalakan rokok dengan rasa berry. Ia menghembuskan asap untuk menenangkan diri.

"Rese memang orang-orang. Kalo ngga mesum ya biasanya pada ngeremehin kita." Mitha ikut nimbrung sambil mengambil sebatang rokok. Lia ditawari tapi menolak.

Suasana mobil seperti di pasar karena obrolan Mitha dan Rohmah.

Herman hanya senyum saja mendengar percakapan mereka, sudah biasa tiap hari begitu.

" Ya udah, kita makan dulu yuk sebelum ke kantor." 

"Ngajak kita semua apa cuma Lina mas?" 

Yang digoda hanya diam saja di kursi depan sedangkan Herman hanya tertawa." Semuanya dong, tapi nanti bayar masing-masing ya."

"Sialan." Yang di bangku tengah kompak menyahut.

* * *

"Lina, kamu ada waktu malam Minggu ini enggak?" Tanya pemuda ganteng itu kepada orang di depannya. Setelah mengantar tiga cewek lain sengaja ia membawa gadis yang diam-diam ditaksirnya itu paling akhir, agar bisa bicara dengannya.

Herman memang menyukai gadis itu soalnya sikapnya berbeda dengan teman-teman SPG lainnya. Ia memang memakai pakaian seksi karena itu tuntutan pekerjaan nya. Ia berani bertanya karena cewek cantik itu sepertinya juga suka padanya. Kalo diajak ngobrol dalam mobil nyambung.

"Boleh saja bang. Emang malam Minggu mau ngapain?"

"Ada deh."

Esok harinya Lina bersikap biasa sedangkan Herman sedikit memberi perhatian. Kalo istirahat maka ia kadang ke mall hanya untuk sekedar ngobrol atau sambil membawa makanan ringan. Gadis itu juga seperti memberi hati, ia banyak senyum kepadanya bahkan kadang bercanda sehingga membuat pemuda itu senang.

Akhirnya hari Sabtu datang juga, tapi sayangnya ada perintah dari bos nya.

Bro, kamu kumpulin tim kamu ya. Ada acara konser musik di daerah sono. Aku sudah bicara sama panitia nya. Kamu kesana ya, jangan sampai telat. 

Kampret batinnya tapi karena namanya perintah atasan maka ia turuti. Sebenarnya event seperti ini sudah sering tapi karena ia ada acara dengan gadis yang diincarnya jadinya ngedumel. Ah, setidaknya ia masih bisa malam mingguan sama gadis yang disukainya biarpun tidak cuma berdua.

Herman segera mengirim pesan WA ke tim-nya, sedangkan khusus Lina ia menelpon.

"Na, ntar jam 5 gue jemput ya." Katanya. Ada sekitar 30 menit menggombal.

"Oke bang, Abang atur saja ya." Jawabnya kalem.

Seeppp!

Ternyata jalan menuju tempat kost Lina macet parah karena sedang ada pertandingan sepakbola antar kampung di tempatnya. Herman baru sampai hampir Maghrib, itupun setelah adu ngotot dengan seorang warga karena motor yang ditumpangi nya hampir kesenggol oleh mobilnya.

Tapi rasa capeknya hilang begitu melihat dia. Lina sudah menunggu cantik, lengkap dengan seragam SPG nya yang menggoda.

Hadeeuuh, tambah hot saja.

"Udah siap Na, setengah jam lagi kita cabut." Kata pemuda itu sambil duduk di kursi sofa.

"Oke bang. Mau minum apa? Air putih ya hehehe." Kata dia sambil senyum membuatnya tambah cantik dan menggoda.

Baru Herman mau menjawab adzan Maghrib berkumandang. Ia hanya diam menunggu tapi pikiran kemana mana, pikiran nakal tentunya.

Tak lama kemudian adzan pun berhenti.

Lina menggandeng tangan nya. Oh my God.

"Abang ambil wudhu dulu ya, Lina mau ambil mukena, nanti kita sholat bareng."

Ya Allah, kirain mau apaan.

TAMAT 

Agus Warteg
Agus Warteg Hanya seorang blogger biasa

73 komentar untuk "Salah sangka"

  1. wkwkwk cwo emang pikiranya kemana-mana yah kalo deket cwe yang hot :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngga juga Nif, kalo cowoknya belok malah sukanya sama cowok ganteng.🀣

      Hapus
    2. @Agus Warteg saya setuju, wkwkwk....yang belok sukanya yg ganteng, hahaha

      Hapus
    3. Selain yang belok juga ada yang campuran, baik ganteng maupun cantik semuanya disikat.πŸ˜‚

      Hapus
    4. Paham bener mas soal yg belok2? 🀣

      Hapus
    5. Belok kanan atau kiri, kan belokan cuma ada dua.🀣

      Hapus
  2. Cakep nih endingnya..wkwkwk, tapi bisa ngga ditambah satu paragraf lagi setelah salat langsung ke penghulu..wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah tumben bilang cakep, soalnya biasanya endingnya ngenes ya mas.🀭

      Nanti juga ada kelanjutannya mas, tapi biasanya di blog kang Jaey.πŸ˜„

      Hapus
    2. Nah itu.. wkwkwk. Mungkin bikinnya habis salah makan kali ya.. wkwkwk

      Hapus
    3. Sebenarnya mau nulis "Abang wudhu dulu ya, Lina mau ambil sarung dan peci." 🀭

      Tapi ngga jadi takut ngga dapat transferan.🀣

      Hapus
    4. Padahal lebih bagus seperti itu..wkwkwk

      Hapus
    5. Bagusan yang mana mas, sebelah kanan apa kiri?

      Kata kang jaey bagusan yang tinggi saja.😁

      Hapus
    6. Yg tengah juga bagus kok, semuanya bagus 🀣

      Hapus
    7. Kalau menurut saya yang paling bagus itu yang nomor lima dari kanan.. wkwkwk

      Hapus
    8. Bukan Asep, kalau Asep itu mah yang nomor lima dari pojok kiri atas.. wkwkwk

      Hapus
    9. Set dah pada ngerebutin photo gambar ilustrasi.🀣🀣🀣🀣🀣

      Hapus
    10. Kok ngga ada yang ngerebutin kang satria lagi ya.🀣

      Hapus
    11. Skrg sdh ada yg ngerebutin Satria di cerpen terbaruku mas wkwk promo

      Hapus
  3. Setelah aku zoom kayaknya aku pilih yg ujung yg paling tinggi, hihi..

    Klo gada suara azan, mgkn Herman akan menjawab "Num cucu ajah.." hihi..

    Ngga jadi konser kah Herman, cocoknya vokalisnya Satria, drumer Jaey, Agus Keyboard, Khanif Basis, Herman gitaris. Cewenya kan ada 4, nah Khanif ga kebagian πŸ˜…πŸ˜…

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo yang paling ujung itu maharnya rumah di Pantai Indah Kapuk sama mobil Pajero kang.😁

      Kayaknya bukan Herman yang pengin Mimi cucu tapi kang Jaey.

      πŸƒπŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨

      Hapus
    2. Mending si A aja klo gitu, kasi coklat sepotong jadi 🀣

      Cucu coklat 🀣

      Hapus
    3. Si A, apakah Anton atau Ariel kang.😁

      Hapus
    4. Bukan Anton atau Ariel tapi Asep..wkwkwk

      Hapus
    5. Si Asep main judi muluh ngga mau mandiin anaknya.. wkwkwk

      Hapus
    6. Lah, apa hubungannya Asep sama kiper? πŸ˜‚

      Hapus
    7. Asep bukannya anak dari hasil hubungan Herman sama Lina..πŸƒπŸƒπŸƒπŸ’¨

      Hapus
    8. Habis lihat video anak kecil yang ngedumel tentang bapaknya yang bernama Asep yang hobi judi dan ngga mau mandiin dia.. wkwkwk

      Hapus
    9. Bapa, aku pigi mandi dlu ya disungai..
      Jgn, tdk ush kau mandi, hanyut kau nanti, bapak kau yg repot..
      Kalau hanyut ya bpk tolong lah..
      Eh, mana bisa bpk kau berenang, bisa2 bpk kau yg nanti minta tolong..

      Begitu bukan dialog videonya mas 🀣

      Hapus
    10. Bukan, kurang lebih dialognya seperti ini:

      "Punya bapak main judi muluh, ngga mandiin anaknya"

      "Mana bapaknya"

      "Ini"

      "Siapa namanya"

      "Asep"

      "Kalau dapat duit bagi kamu ngga?"

      "Iya"

      "Berapa?"

      "Dua rebu"

      Hapus
    11. Belum lihat videonya, bolehlah kasih link downloadnya tapi jangan pakai tusfiles.🀣

      Hapus
    12. Saya lihatnya di Instagram, Mas

      Hapus
  4. Si satria udah kegeeran aja,..bis otaknya udh jalan kemana"aja... alhamdullilah si Lina mlahan ngajak sholat😁..kecele pan satria

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lho, emang namanya satria ya mbak? πŸ€”

      Hapus
    2. Eeh koq satria sih..wkwkwk si Herman 🀦😁..maklum biasanya tokoh yg rada ngeres salah satunya satria...wkwkwkkk

      Hapus
    3. Ntar orangnya datang, lalu baca komen mbak, bisa gigit bangku atau rak piring nanti. 😁

      Hapus
    4. Sebangsa rayap ya mas Agus πŸ˜‚

      Hapus
    5. Kurang tahu mbak, ntar tunggu satria jawab saja.πŸ˜‚

      Hapus
    6. πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ˜³πŸ˜³πŸ˜³πŸ˜³πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜

      Hapus
    7. 🀣🀣🀣

      Hapus
    8. Keluar dah emot andalannya yg juling keatas 🀣🀣

      Hapus
  5. Asik nih, dapat makmum neng Lina....

    BalasHapus
  6. Lah kok tumben bener endingnya mas 🀣🀣🀣. Plot twist sekaliiii ini πŸ‘πŸ‘πŸ‘. Ga nyangka endingnya diajak solat bareng hahahahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekali kali bikin plot twist yang bener mbak.😁

      Hapus
  7. Ohh mungkin Lina ngajak Herman sholat biar pikiranya waras dan nggak Dooll lagi kalau liat anu? 🀣🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul kang, biar ngga panas terus didinginkan pakai wudhu.🀭

      Hapus
  8. saya cari nama nama tokohnya...seperti tidak asing

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pakai nama teman blogger bang, makanya tak asing.πŸ˜„

      Hapus
  9. nah bentar lagi marlina dan herman akan menghadap ke penghulu 🀭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum pacaran masa langsung ke penghulu. Harus wakuncar dulu lah.🀭

      Hapus
    2. Apa itu wakuncar, mas agus? Istilah tahun berapa? Wkwkwk πŸƒ‍♀️πŸƒ‍♀️πŸƒ‍♀️πŸƒ‍♀️

      Hapus
    3. Wakuncar, apel malming, nge-date, kalau jaman skrg apa istilah barunya? 🀣

      Hapus
    4. Cie, yang habis ngedate sama Amanda nih.🀭

      Hapus
  10. Hai herman, kembali lah ke jalan yang benar..wkwkk
    Kalau lagi berdua itu yaa tetap ibadah. Jangan terlalu fokus sama hal lainnya. Emang kalau lagi berdua pikiran sering kesana kemari :P

    BalasHapus
  11. Ah ....Lina. Religius juga, ya.

    BalasHapus
  12. "Iya deh, Abang ambil wudhu dulu, ntar kita sholat jamaah yaa" .... πŸ˜‰πŸ˜‰

    BalasHapus
  13. Endingnya emg ngegocek banget. Pikiran saya padaha juga dah ikut kemana2

    BalasHapus
  14. Pikiran sudah ke mana-mana ya, hahaha....

    BalasHapus
  15. pas aku baca ini nggak asing sama alur ceritanya, karena di dunia SPG yang jualan rokok rata-rata ya bisa cinlok antara PIC talent dan talentnya.
    Temen temenku juga ada yang SPG rokok dan ya cukup sering mendapat godaan seperti itu dari pembeli

    BalasHapus
  16. endingnya kirain mau ngapain hayooo

    BalasHapus
    Balasan
    1. sekarang ada spg parfum juga lo

      Hapus
    2. Kok tahu, apa mas Rezky pernah jadi SPG parfum? πŸ˜‚

      Hapus
  17. Duh Herman pikirannya yaaaa πŸ˜…. Lina gadis shalehah tuh. Sana cepet dilamar. Jangan digombalin doang. 🀣🀣🀣

    BalasHapus
  18. Cuma mau nanya, diantara ke empat SPG berbaju putih itu yang bernama Rohmah yang mana ya? Wkkwwwkkkwkkw

    BalasHapus
  19. pintar juga tu cewek pura2 kena hiv

    BalasHapus
  20. yess, jempol sepuluh buat Neng Lina...

    BalasHapus