Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Danu Situ Terate dan hadiah dari Fanny Nila


 Aku sudah bosan bermain hape di pinggir jalan dan hendak memasukkan ponselku ke kantong ketika ada seorang wanita muda yang memanggilku.

"Mas, antarkan aku ke danau situ terate ya." 

Aku mengangguk lantas memberikan helm padanya. Alhamdulillah akhirnya ada juga penumpang, setidaknya ada tambahan duit untuk buka puasa nanti.

Aku lalu memacu motor Honda Supra milikku ke arah barat untuk menuju tempat yang dituju, tempatnya tidak terlalu jauh, hanya sekitar 5 km saja dari pangkalan ojek ku. Cuma sayangnya jalan yang sudah dibeton sebagian ada yang rusak, mungkin semennya terlalu sedikit dulu waktu ngecor.

"Mau ngabuburit ya teh disana." Aku memulai obrolan, sekedar pengisi waktu agar tidak terasa lama kesana. Maklum, biarpun cuma 5 km tapi karena jalan rusak agak makan waktu.

Tak ada jawaban dari sang penumpang, mungkin ia tidak dengar karena sepertinya sedang sibuk mengetik di handphone nya. Aku juga tidak kecewa, sudah biasa penumpang tidak mau diajak bicara, mungkin lagi tidak pengin ngobrol, mungkin juga malas karena lagi puasa, mungkin juga karena sedang sariawan.

Setelah 15 menit akhirnya sampai juga aku di danau situ terate yang terletak di desa situ terate kecamatan Cikande, yang sekarang menjadi objek wisata.

"Mas, masuk kedalam ya." Penumpang ku akhirnya bicara. Aku mengangguk lalu segera menuju pintu masuk. Seorang pria menghadang kami sambil tersenyum.

"5 ribu mbak." Katanya pada wanita muda dibelakang ku. Penjaga tempat wisata itu tentu saja sudah kenal denganku sebagai tukang ojek sehingga tidak menarik bayaran. Wanita itu mengeluarkan dompetnya lalu memberikan uang.

"Woi Gus, kamu sekarang ngojek ya." Seru seseorang yang tadinya duduk-duduk saja. Aku menengok dan memperhatikan, ternyata ia kang Parman, teman satu pabrik dulu.

"Wah kang Parman, kirain siapa, lagi rekreasi disini nih?"

Parman tertawa." Rekreasi gundul mu, aku sekarang jaga disini, mulai sekarang tiap kamu masuk harus bayar karcis lho."

Tentu saja itu hanya gurauan. Enaknya jadi tukang ojek kalo masuk tempat wisata ya gratis.

"Lho, katanya kamu sudah kerja di pabrik besi di kawasan modern." 

"Iya, tapi sayangnya habis kontrak tidak diperpanjang, sudah dua bulan tidak ada pekerjaan. Daripada nganggur mendingan nongkrong disini sajalah."

Aku baru hendak menyahut ketika penumpang dibelakang ku protes." Mas, tolong antarkan aku ke dalam, temanku sudah menunggu di sana."

Aku mengangguk lalu pamit dulu pada teman ku. Beberapa saung dan warung makan tampak buka, tapi hanya beberapa orang yang tampak, sepertinya tempat wisata ini belum pulih benar karena lama tutup. Motorku berhenti di sebuah saung dan kulihat ada dua orang seumuran dengan penumpang ku yang sudah menunggu.

Setelah membayar iapun masuk ke dalam. Aku sendiri tidak langsung pulang. Mau ngobrol dengan temanku tapi kulihat ia sudah tidak kelihatan di pos penjagaan, entah kemana. Akhirnya aku duduk selonjoran di pinggir danau untuk melepas lelah sejenak.


"Om, cinderamata nya om." Seru seorang anak kecil kepadaku. Aku menggoyangkan tanganku pertanda tidak mau beli.

Tapi rupanya anak kecil itu tidak gampang menyerah." Ini tasbih bagus om , cuma 10 ribu saja."

Aku memperhatikan sekilas, tasbihnya biasa tidak ada yang spesial, seperti tasbih di rumah tapi bentuknya kecil, karena jumlahnya cuma 33 biji saja, bukan 99 biji seperti pada umumnya.

"Maaf aceng, om lagi tidak pengin beli." Kataku pada anak kecil, yang mungkin berusia 10 tahun. Aceng disini biasanya panggilan untuk anak kecil laki-laki.

Anak itu langsung menunjukkan raut muka kecewa, ia lalu pergi.

Melihat raut mukanya aku sedih juga, tapi mau bagaimana lagi, aku juga harus hemat. Kulihat ia duduk lesu di bawah pohon pinggir danau.

Entah kenapa perasaanku jadi sentimentil, aku teringat ketika aku seumuran dia juga pernah jualan, tapi tentu saja bukan jualan tasbih karena desa kelahiran ku tidak ada objek wisata.

Dulu waktu kecil, agar dapat uang jajan maka aku harus berusaha sendiri, bukan karena orang tuaku mengajarkan agar mandiri sejak kecil tapi karena memang ekonomi susah. Aku lalu jualan es lilin bersama temanku. Kami berdua mengambil es lilin dari orang yang punya toko sembako dimana ia jualan es lilin karena punya kulkas.

Satu es lilin modalnya 40 rupiah, dijual 50 rupiah, lumayan untung 10 rupiah. Satu termos seingatku ada 25 es lilin, kalo habis semua aku dapat Rp 250, tahun 1990an 250 rupiah itu gede banget, bisa buat jajan dua atau tiga hari.

Tapi sayangnya sangat jarang jualan es lilin habis semua, paling hanya laku 10 biji, yang berarti dapat upah 100 rupiah, lumayan buat jajan sehari. Pernah juga sudah keliling kampung tapi satupun tidak ada yang beli. Kalau tidak ada yang beli, biasanya aku balikin ke toko, Alhamdulillah dikasih satu atau dua es lilin sih.

"Om, beli dong om, aku belum jajan dari pagi." Anak kecil itu entah dari kapan tahu-tahu sudah ada di sampingku lagi, sambil tangannya memperlihatkan tasbih kayu itu lagi.

Mendengar bahwa dari pagi ia belum jajan maka aku merogoh saku, kulihat ada selembar uang 50 ribuan dan dua lembar 10 ribu. Aku lalu membelinya satu buah, biarpun jujur aku tidak tahu buat apa, yang penting ia senang.

Benar saja, anak kecil itu langsung girang bukan main dan mukanya sumringah." Makasih banyak ya om, makasih banyak."

Aku hanya mengangguk saja sambil memasukkan tasbih kayu yang baru kubeli. Kulihat waktu masih jam 5 sore, masih agak lama untuk buka puasa. Aku putuskan untuk leyeh-leyeh disini dulu, syukur-syukur barang kali ada yang mau ngojek lagi, barang kali mau pulang ke rumah setelah ngabuburit di danau situ terate.

Tiba-tiba aku dengar suara anak kecil tadi bersama anak kecil lainnya, kurang lebih ada 7 anak." Itu om nya disana yang beli tasbih ku, ayo kesana, pasti dia beli." 

Waduh, waduh, bisa tekor aku. Buru-buru aku cabut lalu kabur sebelum anak-anak itu mengejar ku.

* * *

Setengah enam akhirnya aku sampai di rumah. Istri ku sudah selesai memasak untuk buka puasa, ada sayur labu siam, ada tempe goreng dan juga telor dadar kesukaan ku, biarpun habis makan telur biasanya aku gatal-gatal sih.

Aku lalu memberikan uang 50 ribuan untuknya, yang 10 ribu aku simpan buat jajan. Tentu saja aku tidak beritahu soal beli tasbih.

"Mas, tadi ada paket datang, mas pesan makanan di internet ya."

Aku tentu saja kaget, kalo pesan baju lebaran buat anak sih iya, tapi perasaan tidak pesan makanan. Istriku lalu datang sambil membawa kardus yang sudah terbuka, anakku rupanya penasaran sehingga ia membuka kardusnya. Hadeh, anak kecil memang kadang suka penasaran, main buka saja, mungkin dikira baju pesanannya kali ya.

Alhamdulillah, ternyata paket makanan itu berasal dari mbak Fanny Fristika Nila, admin Dcatqueen, seorang teman blogger yang biasa aku kunjungi dan mbak Fanny juga sering berkunjung kesini.

Aku lalu buka, ternyata isinya kurma dan jambu mete yang dilapisi coklat, ada juga yang berbentuk seperti pizza.


Alhamdulillah dapat rejeki

Ku buka box nya. Wah, langsung ngiler lihat coklatnya.πŸ˜‹

Yang puasa harap tahan godaan ya.

Setelah adzan Maghrib maka aku langsung mencicipinya, rasanya enak dan lezat. Coklatnya premium, pokoknya uenak.

Untuk mbak Fanny sekeluarga, makasih banyak ya atas bingkisan cantiknya, semoga mbak diberikan rejeki yang berlimpah, dan semoga sehat selalu.

Agus Warteg
Agus Warteg Hanya seorang blogger biasa

104 komentar untuk "Danu Situ Terate dan hadiah dari Fanny Nila "

  1. Aceng di situ panggilan buat anak kecil ya mas? Mbul juga dulu kecil disuruh antar jualan es lilin buat dititip di warung kecil dekat rumah. pagi mbul anter, magrib waktu mau ngaji di mushola mbul ambil termos esnya. Ibu yang bikin sih, tapi kadang laku kadang engga, jadi nostalgia. Kalau tasbih yang 33 mau wiridannya berarti dibaleni aja ya mas ngitungnya hehehe, enak mas sayur labu dan telor dadar, tapi habis makan telor jadi gatal gatal alergi? padahal telor dadar enak xixixi

    semangat iya mas agus mencari nafkah untuk keluarga, mbul doakan mas agus en family selalu diberikan kelancaran rejeki dan kesehatan ya, amiiiin...

    ᕦʕ •α΄₯•Κ”α•€(✪Ο‰✪)/

    btw kang parman..namanya kayak sodaranya mbul gegegegkkk...

    danau situ teratenya kenapa agak kotor ya mas?

    beydewey...kok mbul ndiri ya yang belum pernah kirim paket ke temen temen blogger wkwkwk...coba kalau mbul yang kirim paket, misalnya kirim paket ke mas agus, kira2 isinya apa mas? kabooor

    δΈ‰δΈ‰α••( ᐛ )α•—

    mas kotak komennya sekarang suka ngezoom ndiri hoho

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbul, Aceng itu nama panggilan untuk anak kecil, sama dengan Tong kalo di Jawa.😁

      Oh berarti sejak dulu ibu mbul sudah punya kulkas ya. Terus kalo es nya ngga laku paling mbul bagiin pada teman-teman kali ya πŸ˜„

      Amin, makasih atas doanya, semoga mbul juga sehat selalu dan banyak rejekinya, biar sering bagi-bagi hadiah sama aku.πŸ˜„

      Anu, sebenarnya danau situ terate itu dulu nya cuma rawa rawa buat pembuangan air dari perumahan, dulu banyak Enceng gondoknya tapi sekarang sudah dibersihkan, tapi air kotor mah tetap jalan terus.πŸ˜‚

      Entahlah, kenapa begitu, apa ini karena template atau gimana, aku kurang tahu, kadang zoom sendiri, ngga enak bacanya

      Hapus
    2. amiiin amiin ya robbal alamin. Begitu pula dengan mas agus n keluarga, semoga selalu banyak rejeki and bahagia hehehe, biar bisa ngasih hadiah angpao xixixix #canda mas...

      udah bikin kue apa mas?

      Agak ngguyu aku mas baca aliran air kotor situnya tetep ngalir wekekek...tadi ku ngekek soalnya liat emotikonnya mas agus hahhaha

      tau ga mas...tadi sih mbul baca terate ga kayak teratai loh malah ga ngeh kalau aslinya teratai...kirain terate cara bacanya terate...bah loh bingung kan e nya gimana. Coba kalau bersih mbul bisa latihan berenang. Eh ga deng...latihan mancing mangsudnya hahahhahah

      ^_____^

      δΈ‰δΈ‰α••( ᐛ )α•—

      Hapus
    3. Wah kue lebarannya udah habis mbul.🀣

      Sebenarnya dibilang danau situ terate juga kurang tepat sih soalnya sejak aku disana belum pernah melihat bunga teratai atau bunga lainnya, yang ada malah Enceng gondoknya.πŸ˜‚

      Kadang ada anak anak berenang disini, lumayan ramai, mana gratis lagi.😁

      Hapus
    4. tapi jeru mas kalau ada enceng gondoknya biasanya wekekekek...aa ga
      lhooo kok kuehnya dah abis, blom juga mbul dibagi kue nastar dan putri salju hahahha

      Hapus
  2. Wkwk itu yg bikin kapok klo mau beli2 jualan si aceng itu ya mas, klo dibeli dia ngajak2 temannya 🀣🀣

    Btw selamat mas dapat kiriman kurma coklat dan jambu mete coklat dan pizza coklat juga kah.

    Btw kenapa kolom komentar berubah ya, pertama di blog mas agus, kedua blog saya juga ikutan berubah kotak komentarnya, tapi saya cek blog kang satria kolom komentarnya blm berubah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kang, tapi ngga semua Aceng begitu sih. Tapi kebanyakan begitu, ini mending ada tasbih dijual, pernah aku ke masjid agung Banten, ada anak kecil minta, karena kasihan ku kasih 2.000, eh temannya lebih dari 10 langsung menodong ku πŸ˜‚

      Alhamdulillah dapat dari mbak Fanny kang, lumayan dapat rejeki di bulan puasa. Mungkin karena sering minum es kelapa muda.🀣

      Kurang tahu kang, kalo pakai Opera memang kolom komentar suka zoom, tapi kalo pakai Chrome enggak sih. Ini terpaksa pakai Chrome.

      Hapus
    2. Mungkin ente berdua banyak dosa jadi kolom komentarnya suka nge Zoom sendiri...Ketawan dah sering buka situs XXXXXXXXXXXXXXXX πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸƒπŸƒπŸ’¨

      Hapus
    3. Sdh normal kembali nih kotak komentarnya πŸ˜…πŸ˜…

      Hapus
    4. Iya betul, mungkin blogspot mau dijual apa ya, kok sering eror.😱

      Hapus
    5. Ga.. justru malah dia memperbaiki mgkn.

      Google Analytics (GA) naik versi menjadi GA4, sebagian kode template sepertinya harus dirubah, kemungkinan errornya disebabkan GA4 ini. Saya nunggu para mastah saja ngeshare cara ngubahnya baru saya ikutan ngubah 🀣 klo mas mgkn bakal mendapat update dari Sugeng πŸ˜…

      Hapus
    6. Saya dapat template gratisan kang, bukan beli.😁

      Hapus
    7. Iya tapi sdh normal lagi kotak komentarnya di chrome 🀣

      Hapus
    8. Kemarin mungkin lagi update jaringan makanya sempat eror

      Hapus

  3. Emang Cikande Aceng juga kang..πŸ€”πŸ€” Kirain di Baduy Banten doang yang pake sebutan Aceng.


    Waah Alhamdullilah dapet Bingkisan juga dari Mbak Fanny kang.😁😁


    Gue malah Keppo sama Setunya..Enak kayanya buat jalur sepeda... Sayang jauh yee.😁😁


    Situ Teratai ....Masuk bayar goceng...πŸ™„πŸ˜³πŸ˜³ Danau Ui gratis kang....Parah nih Situ Teratai.🀣🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kang, disini anak kecil panggilnya Aceng, waktu pertama dengar kirain nama anak, eh ternyata panggilan.🀣

      Alhamdulillah dapat rejeki kang.πŸ˜„

      Ngga ada jalur sepeda kang, kalo jalur sepeda adanya di Depok, disini mah berebutan sama mobil dan motor.πŸ˜‚

      Bisa gratis sih kang, muter lewat pintu belakang.😁

      Hapus
    2. Aceng bukan panggilan nama cina kah 🀣

      Hapus
  4. kayaknya disemua tempat wisata kayak gitu deh mas, kalo ada satu yang mau beli pasti langsung diserbu sama penjual lainya.. kalo ngasih pengemis gitu emang harus liat situasi dan kondisi sih, di tempat wisata paling rawan kalp ngasih satu pasti di serbu pengemis lainya :D

    waa enaknya dapet cokelat, beda ya rasanya sama harga cokelat 2000 an :D.. cokelat harga 2000 an apa ya, bengbeng yaa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang, sebaiknya di tempat wisata tidak usah ngasih duit sih, lainnya langsung pada datang, kalo punya duit banyak kayak mas khanif sih enggak masalah, kalo sedikit kan repot 😁

      Hapus
    2. aminn mas, makasih doanya punya banyak duit :D

      Hapus
    3. Ikutan berdoa semoga mas Khanif banyak duit, Amin YRA

      Hapus
    4. Ikut doakan juga biar mas khanif banyak istrinya. :D

      Hapus
  5. Ngiler. Aku mau minta dikirimi sama Mbak Fanny juga ah. he he ... Salam sehat buat keluarga di sana, ya Mas Agus salam sehat selalu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga Bu Nur dapat hadiah juga.πŸ˜€

      Hapus
  6. Alhamdulillah untuk rezeki hari ini, ada setoran buat istri, buat disimpan sendiri, dan berbagi dengan si Aceng, penjaja tasbih. Juga bingkisan cantik, dengan aneka coklat, yummyyy.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah mbak, ada setoran buat istri, dapat rejeki juga yaitu bingkisan.😊

      Hapus
  7. aku itu ga bakat dagang mas sedari kecil
    dulu pernah diminta tolong ibu kasih dagangan ke kopsis sekolah
    lah aku makan dong separuh hahahahaha
    wah baik sekali Mbak Fani
    senang ya mas dapat paket
    smeoga berkah semuanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngga apa-apa dimakan separuh, setidaknya modal ngga habis.😁

      Hapus
  8. Aceng panggilan anak kecil laki-laki sama seperti panggilan Ujang yang lebih familiar kalau di daerah Sunda. Mereka sepertinya terpaksa berdagang, ada juga yang mengemis, bahkan mengajak teman-temannya kalau dikasih dan itu sangat membuat risih pengunjung. Biasanya akan muncul saat ziarah kubur ke daerah-daerah dan pastinya ada yang mengkoordinir

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar pak, mungkin kalo Ujang daerah sekitar Bandung kali ya. Kebanyakan anak kecil dagang buat jajan saja sih.

      Wah, berarti tempat wisata dan ziarah banyak pedagang dan anak kecilnya ya pak, kadang bikin risih kalo agak memaksa.

      Hapus
  9. Ada ya penjual model si Aceng ini, kalau seperti itu orang jadi malas beli takut diserbu..hihihi

    Kurma lapis coklat pasti rasanya yummy banget tuh..hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali mas Herman, makanya aku jarang ke Banten lama, disana pedagang maupun anak kecilnya lebih parah.

      Udah habis kurma coklatnya mas, kalo mas Herman mau ngasih bolehlah.😁

      Hapus
  10. mau donk coklatnya...
    sekarang jamannya serba mainan hp ketika senggang ataupun menunggu seseorang.
    Tidak seperti dahulu, kita saling coba berkenalan dengan lainnya hanya untuk teman ngobrol.
    Sekarang...ngobrolnya dan sibuk dengan hp.
    Harus bijak pakai gawai.

    Alhamdulillah tuh ada penumpang.
    Hati2 dalam perjalanan
    selamat sampai tujuan yang utama

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang memang semuanya hampir kecanduan hape, baik anak kecil maupun orang dewasa.πŸ˜‚

      Hapus
  11. asiik dapat hadiah coklat...
    semoga rezekinya lancar selalu

    BalasHapus
  12. Ada aja sih penjual model si Aceng gini, heran hahahha.

    Yummy banget ya kayaknya kurma berlapis coklat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di tempat wisata lain juga sepertinya hampir sama mbak, penjual rata rata sedikit maksa biar laku.πŸ˜€

      Hapus
  13. Mas Agus jadi korban marketing si Aceng ::)

    BalasHapus
  14. Aku kira di akhir bakal ada horrornya. Ternyata malah jadi cerita mengharukan πŸ˜…
    Wahhh kayaknya paketnya menarik, Alhamdulillah rezeki. Semoga rezeki kita semua selalu lancar ya Allah aamiin

    BalasHapus
  15. Adminnya lagi berburu lailatur kodar kah, belum bikin pos baru 🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngendon dirumah Janda Huu.🀣🀣🀣 Tapi memang bilangnya berburu lailatur kodar.🀣🀣🀣

      Hapus
    2. Adminnya lagi Ngendon Dirumah Janda Huu...Tul Huu lailatur kodar buat alesan.🀣🀣🀣

      Hapus
    3. Wkwkwk.. ternyata adminnya suka ngendon di rumah janda, baru tau saya.. wkwkwk

      Hapus
    4. Yaa begitulah Huu...Trend zaman Now.🀣🀣🀣

      Hapus
    5. 3x puasa 3x lebaran.. abang ga pulang2 ngendon di rumah janda kembang 🀣🀣

      Hapus
    6. Itulah kehebatan mas Agus...Kan dulu bergurunya sama Bidadari Jalang..🀣🀣🀣

      Hapus
  16. Minal Aidin wal Faizin, Mohon Maaf Lahir Bathin πŸ™πŸ™πŸ™

    BalasHapus
  17. Wah rejeki anak sholeh niih.
    Lama tidak updet cerita nih ,mas agus. Mungkin masihsibuk lebaran yaa.
    Selamat idul fitri ,mas Agus. Maaf lahir batin yaa :)

    BalasHapus
  18. Serem Ama si Aceng, ngajakin temen2nyaaa 🀣🀣🀣🀣. Dikira kita zikiran pake tasbih beda2 apaaa πŸ˜…πŸ€£..

    Syukurlaaah sampe selamat Yaa coklat kurmanya 🀣. Aku udh was was apalagi ga ada nomor rumah itu mas, sama kayak khanif πŸ˜„. Tapi ternyata bisa aman sentosa paketnya hahahaha.

    BalasHapus
  19. ihiy... asyik.. btw Maaf lahir batin ya, Mas Agus.. Maaf baru sempat berkunjung

    BalasHapus
  20. wahaha.. untung segera kabur ya mas.. kalo engga, bakal diserbu sama anak2 penjual tasbih.. yakali mau beli lagi.. mehehehe..

    BalasHapus
  21. alhamdulilah paket mbak fanny memang manis dan enak ya mas Agus
    aku tadi udah mengira kalau yang dibonceng "bukan manusia beneran" hahaha, udah ketar-ketir bacanya ini
    huuu aku kangen es lilin, di jember jarang nemuin, mungkin kalau ke kantin sekolah SD ada kali, soalnya itu jajanan anak-anak yang emang banyak disukai

    BalasHapus
  22. Aceng yang setia kawan. Ga sungkan ngajak temannya untuk menjual barang jualannya ke orang lain biar ikutan laku. Sungguh teman yang baik yaa mas agus..wkwkwkkwk

    Anak kecil sekarang emang gtu. Suka unboxing paketan. Dikira paketan untuknya. Emang suka penasaran. Tapi kalau yg di unboxing barang aneh² malah jadi masalah tersendiri...wkwkwkkwk

    Coklat isi kurma :D

    BalasHapus
  23. Lamaa banget nih mas agus tidak updet cerita cerita baru yang bikin deg deg ser & lucuu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lagi belum pengin ngeblog lagi mbak, entah kenapa masih malas padahal di draf mah sudah ada beberapa cerpen.😊

      Hapus
  24. Kemana adminnya nih....Sepertinya masih ngendon dirumah Janda..πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸ’¨

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lagi ngirit kuota kang, jadi tidak update dulu.πŸ˜‚

      Hapus
    2. Kebetulan lagi ngomongin kuota, saya mau tanya mas cara main koin shope gimana, ini saya install shope, main ga dapat apa2 🀣

      Hapus
    3. ayo semangat menulis lagi mas, mas agus banyak dikangenin cerpennya sama kita kita, kemaren dikangenin pak vicky, khanif, kang satria, aku dan yang lain kan. Semangat ya mas. Maap blom bisa ngasi kuota sebage pembaca setia...kabooor πŸ˜‚

      Hapus
    4. Harus main shopee games biar dapat koin shopee kang kalo cuma install saja dapatnya voucher doang.

      Hapus
    5. Ini semangat menulis, menulis komentar saja. Kalo nulis artikel entah kenapa masih malas.πŸ˜‚

      Hapus
    6. Sudah saya mainkan mas, main pohon, jepit2an, susun kata, bom2an, tapi ga dapat koin, cuma dpt diskon2 belanja 🀣

      Hapus
    7. Kalo untuk dapat koin main pohonnya harus sampai panen kang, tidak bisa kalo cuma tanam saja.😁

      Pilih saja tanam pohon koin yang tanpa modal, sehari dapat 60 koin.🀣

      Hapus
    8. Iyaa kalau koinnya nggak dipakai hangus juga...🀣🀣🀣

      Hapus
    9. Aku suka main yg capit, main yg capit bayar 200 koin, kapan terkumpulnya, koin yg didapat dari menanam malah dibuat bayar yg capit 🀣

      Hapus
    10. Cuma muter-muter doang dapat capeknya ya kang, ngga dapat koinnya. Giliran dapat koin lama ngga dipakai hangus.πŸ˜‚

      Hapus
    11. Entahlah mas, kalau ditangan saya sepertinya bukan hangus tapi habis saya pakai buat menukar dgn permainan yg koinnya lbh besar 🀣

      Saat ini saya masih menikmati, baru beberapa hari, padahal ini game sdh lama banget ya? 🀣 klo capek gampang tinggal uninstall 🀣

      Hapus
    12. Perkiraan ku sih paling ngga sampai sebulan sudah uninstall.🀣

      Hapus
    13. Iya mas 🀣 itu habis komen diatas aku langsung berenti gamain lagi, masa disuruhnya capit linggis, linggisnya berat tiap dicapit lepas, emosi gua 🀣

      Hapus
    14. udah pada pindah ke tokonya mbul aja ...hahhahaha...#eh mbul emang punya toko mbul

      Hapus
    15. Sabar kang, memang kalo main game shopee harus punya stok sabar unlimited.🀣

      Hapus
    16. Sebenarnya toko ijo bagus, aku lihat disana banyak yang jual buku seken tapi bagus, beda dengan toko oren, lebih sedikit.πŸ˜‚

      Hapus
  25. Jadi teringat es lilin saya, hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kan masih banyak yang jual es lilin kang.πŸ˜„

      Hapus
  26. Waaahhh cerita Mas Agus mengingatkan saya pas lebaran kemaren, sempat beberapa kali naik ojek, dan jujur saya nggak biasa naik ojek karena takut nanti jatuh, biasanya saya kalau dibonceng harus pegangan soalnya hahaha.
    Nah pas saya udah mati-matian pasang kuda-kuda biar nggak jatuh, eh si Mas ojeknya ajakin ngobrol aja, mana kuping saya tuh sekarang rada-rada budek ya, doh sampai saya jawabnya kayak teriak-teriak, wakakkaka.

    Jujur, saya lebih suka diam-diaman di ojek, karena nggak dengar juga apa yang diomongin :D

    Oh ya, btw cokelatnya bikin ngiler dong, untung bacanya pas bukan lagi puasa :D






    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti kalo penumpang ojek diajak ngobrol ngga nyahut kemungkinan karena kupingnya tidak dengar atau budek ya mbak.πŸ˜‚

      Hapus
    2. Bukannya budek...Pura2 budek karena nggak biasa naik ojek....Kecuali tukang ojeknya ganteng atau bule..🀣🀣🀣

      Hapus
    3. Faktor helm mgkn, coba pakai J-Helm, ada WhatsApp dlm dlm J-Helm 🀣

      Klo tukang Ojeknya ganteng/cantik mgkn bakal diajak selfi πŸ˜…

      Hapus
    4. Harusnya tukang ojek dikasih J-helm ya, jadi biar tambah banyak penggunanya, soalnya kaca helmnya bisa untuk lihat internet.😁

      Hapus
    5. Berarti kang Satria cocok jadi tukang ojek nya.🀣

      Hapus
  27. Gimana ya kira-kira Situ Terate setelah Lebaran, tetap rame barangkali ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepi mbak, jarang yang masuk kesini, kecuali hari libur agak rame.

      Hapus
  28. Udah lebih dari sebulan masih belum update, kayaknya ini jeda terpanjang dah atau jangan-jangan adminnya lagi ikutan ODOP?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas lagi ikut odol, one day one letoy.πŸ˜‚

      Lagi nunggu baterainya mas, hape saya batrenya rusak, udah di cas full 100% tapi baru pakai lima menit sudah turun 80%, pakai lagi 5 menit langsung turun 50%, habis itu langsung nol dan mati.🀣

      Ada hape satunya, tapi udah pakai tiga tahun udah mulai ngedrop juga biarpun tidak separah Xiaomi, bisa dipakai dua tiga jam lah, tapi takutnya kalo sering dipakai ntar eror juga.πŸ˜‚

      Hapus
    2. Kalau dipakai sambil dices mgkn bisa, tapi ga enk mgkn ya, ga bebas, siku telilit kabel πŸ˜…

      Hapus
    3. Takutnya meledak kang, soalnya sepertinya baterainya agak kembung, kasih belakang agak nonjol dikit.πŸ˜‚

      Hapus
    4. Iya bahaya juga kalau sudah gembung begitu bisa2 meledak πŸ˜…

      Hapus
    5. Makanya blog walking saja, kalo nulis kan lama, kalo blog walking bentar doang.😁

      Hapus
    6. Bukankah kalau yang menonjol dan gembung gondal-gandil enak dilihatnya...🀣🀣🀣

      Hapus
    7. Pepaya kah kang πŸ˜…πŸ˜…

      Hapus
    8. Lonceng kali kang.😁

      Hapus
  29. Waaah, Cikande ini ga jauh dari tempat ku om.. πŸ˜€

    Untuk bagian2 awal, aku mengira bakal cerpen horor. Ntah si penumpang yg tiba2 ilang atau ternyata penumpang nya kuntilanak wkwkwwk... ternyata itu cerita beneran yaaakk.

    Dan untuk beli tasbih, om agus bilang ga cerita sama istrinya. Eh tapi skrg udah tau dong beliau kalau baca blog ini hihiii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti Dodo klo bukan di Cilandak di Cikampek ya? Haha sok tau gua πŸƒ‍♂️πŸƒ‍♂️

      Hapus
    2. Bukan kang, sepertinya Dodo di daerah sambal terong, Samarinda Balikpapan Tenggarong.😁

      Hapus
    3. Haha sambal terong, klo di Jakarta Jabodetabek klo di Kalimantan Sambal terong πŸ˜…

      Hapus
    4. Tapi sepertinya Dodo dari Palembang sih.

      Palembang, pacaran lama tapi sayangnye tumbang.πŸ˜‚

      Hapus
    5. Jiaaah 🀣🀣🀣

      Hapus
  30. Niat baik bantu si anak dgn beli tasbih, eh gak taunya dapat kirimin paket dari sahabat. MasyaAllah

    BalasHapus
  31. semoga sehat sehat saja...
    πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus