Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Beratnya kerja sebagai supir

 


Setelah menganggur selama dua bulan akhirnya Herman dapat pekerjaan juga sebagai supir truk pengantar barang. Awal mulanya ia yang tidak ada kerjaan karena di PHK curhat pada temannya Jaey. Kebetulan dia sedang mencari orang untuk jadi kenek, karena orang sebelumnya berhenti sebab ingin dagang. Jaey sendiri adalah seorang bos sayur mayur yang sudah terkenal di Jawa Tengah, hampir semua sayuran pasar di daerah Tegal, Brebes, Pemalang dan sekitarnya dipegang olehnya.

Dasar Herman otaknya encer, setelah tiga bulan ikut sebagai kenek ia akhirnya bisa membawa truk sendiri. Jaey yang jadi juragan seringnya mempercayakan pada temannya itu, apalagi selain orangnya pintar, Herman juga jujur.

Hasil kerja sebagai supir cukup lumayan. Herman yang masih bujangan lalu menikah dengan anak tetangganya yang bernama Ningsih. 

Tapi nasib tak dapat diterka. Suatu hari ada pelanggan yang bawa kabur hasil sayur mayur. Jadi biasanya juragan jaey akan kirim dulu sayuran, setelah habis barulah setor. Tapi sialnya ia kabur. Teganya, saat ditagih lewat telepon ia bilang ke Jaey kalo uangnya sudah diberikan ke Herman. Tentu saja Herman marah dan berdebat sengit dengan bos nya itu. Setelah jaey menelusuri sendiri, pedagang bedebah itu ternyata sudah banyak berhutang pada orang lain, rumahnya sendiri sudah disita oleh bank.

Akibat pertengkaran itu Herman memilih untuk pisah dengan temannya. Beruntung ia memiliki keahlian sebagai supir truk sehingga diterima oleh sebuah perusahaan besar di daerahnya yang memproduksi besi baja.

Sebagai supir truk barang ini adalah pengalaman baru. Soalnya jika sebelumnya ia hanya berputar di daerah Jawa tengah bagian barat seperti Tegal Brebes Cirebon, Herman kini kadang mengirim barang sampai ke Tanjung Priok Jakarta. Kadang juga ke timur di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Jika sebelumnya ia bisa pulang pergi ke rumah tiap hari untuk berduaan dengan istrinya Ningsih maka sejak bekerja sebagai supir barang bisa seminggu sekali pulangnya karena jaraknya jauh plus barangnya jug berat, maklum besi baja sehingga kendaraan nya pelan jalannya. Untungnya perusahaan membawakan uang jalan yang banyak sehingga soal duit ia tidak khawatir. Sebagian uang jalan itu kadang masuk ke kantongnya karena Herman suka irit.

Kerja berhari-hari jauh dari istri merupakan tantangan tersendiri, terlebih Herman belum ada setahun menikah dengan Ningsih. Tak heran kalo pulang ke rumahnya ia langsung melampirkan hasratnya ke istri tercinta.

Tapi sialnya kadang saat masih di perjalanan birahinya sudah tidak terkontrol apalagi kalo habis lihat cewek bahenol atau montok, maklum masih muda. Biasanya jika sudah begitu maka terpaksa Herman jajan karena tidak mungkin muatan ditinggal di pelabuhan.

Seperti hari ini, karena lama menunggu muatan di bongkar maka ia main hape dan sialnya malah nonton film bokep. Setelah muatan dibongkar maka ia melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi, maklum makhluk yang mengemudikan sudah tidak sabar ingin menuntaskan hasratnya. Tujuannya apalagi kalo bukan gang Dolly.

Karena sudah cukup hafal maka penjaga disitu membiarkannya masuk. Ia lalu ketemu Mami Elok yang merupakan pemilik tempat tersebut.

"Walah cah Bagus, lama kamu tidak kemari, kirain sudah lupa sama mami. Makin tambah ganteng saja kamu ini." Kata mami menyambut tamunya.

"Mami juga makin cantik, dan jarinya makin lentik."

"Bisa saja kamu cah Bagus. Jariku ini lentik buat nabok lambemu sing kakean cangkem hihihi."

"Udah mi, aku lagi birahi dan pengin kelon sekarang. Tolong kasih aku cewek yang jelek dan tubuhnya gendut ya mih." Kata Herman sambil memberikan uang.

Melihat uang yang diberikan tamunya Mami Elok mendelik karena ia yakin jumlahnya lebih dari sejuta." Oalah, kamu lagi kesambet apa gimana cah Bagus. Uang ini mah bisa untuk dua cewek yang cantik dan seksi, kok kamu malah pengin yang jelek, gendut lagi. Emang kamu sudah tidak suka cewek cantik lagi ya?"

"Bukannya aku tidak suka cewek cantik mih, tapi aku lagi kangen sama yang di rumah."

TAMAT 


Agus Warteg
Agus Warteg Hanya seorang blogger biasa

32 komentar untuk "Beratnya kerja sebagai supir"

  1. Lhaa terus gimana??? Mungkin si mamik kasih Herman dua wanita yang sudah jadi nenek2 kali yee kang.不不不


    Atau juga Herman tergoda sama mami Dolly yang memiliki ilmu jerat sukma asmara.不不不

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngga apa-apa kasih nenek tapi kulitnya masih mulus kayak Monica Bellucci 不

      Ngga apa-apa tergoda sama mami Doly, yang penting jangan sama gadis berbaju merah nya khanif.

      Hapus
    2. Siapa tuh Monica Bellucci, kedengerannya legit 不

      Hapus
    3. "Cari saja" atau "Cari Monica"? 不

      Hapus
  2. Haha jajan, lain kali bawa aja bininya ikut nyupir atau titipkan bininya ke mami 不

    BalasHapus
  3. hehehe.....
    ketahuan, bagaimana yang di rumah....

    BalasHapus
  4. Ini adalah contoh perilaku sopir yang tidak patut ditiru , kasihan Ningsih, kasihan Hermannya juga ‍

    BalasHapus
  5. jajan apa tow ini, kok gw gak paham, kalo gw sukanya jajan mie ayam bakso aja 不

    BalasHapus
  6. Kok ceritanya hapal banget hahahaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dapat bisikan dari tetangga sebelah kang.

      Hapus
  7. Wadidaw sekali ya Bang hehe, baru paham artian 'jajan' itu yang begini ya Bang hehe.

    Ceritanya ringan dan seru untuk diikuti.

    BalasHapus
  8. percayalah
    mami mami di gang dolly masih Ok (lahhh)

    ngomongin Gang dolly habis ini ada rute baru Trans Semanggi Suroboyo ke sana
    mayan bisa jajan sekalian berkonten heheh
    jajan cilok maksudnya

    BalasHapus
  9. kalau sopir rutenya tanjung priuk sampai tanjung perak , seandainya giliran mampir rumah ternyata lagi ketemu "tanggal merah" sepertinya perasaaanya seperti herman, kangen yg dirumaah,,, hahaha

    BalasHapus
  10. waakakakkaka, maksudnyeeehh, yang di rumah kayak gitu kah?
    Beneran emang minta ditabok tuh lambenya yang kakean cangkem wakakaka.

    Makanya, kalau mau ke mana-mana itu, istrinya mbok ya dibawa, tapi jangan dititipin ke si Mami ya :D

    BalasHapus
  11. Ini agak ambigu yaaa. Aku mikirnya utk mengurangi rasa bersalah Ama istri, makanya Herman minta yg jelek aja, biar ga berdosa banget ke istri di rumah yg sudah menunggu 不. Tapi setelah baca komen Rey, ini artinya si istri jelek juga ?

    Dasar Herman... Ga bisa onani aja apa wkwkwkwk

    BalasHapus
  12. ngeselin bangeettt endingnyaaa.. !!! ku ingin berkata kasar.. wakakakak

    BalasHapus
  13. wkwkwkw endingnya, kan jadi ketahuan kalau gini, duh kenapa harus jujur sih herman :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lain kali kalau jajan diem diema bae, Herman jangan diajak.wkwkwkwk

      Hapus
  14. Tega banget ngatain istri sendiri :D

    BalasHapus