Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips menghadapi tetangga atau teman yang suka hutang membandel

 Dalam kehidupan bermasyarakat maka kita mengenal yang namanya tetangga kecuali kalo kita tinggal di tengah hutan atau laut. Dan yang namanya manusia banyak wataknya, ada Jiran yang baik, cuek, atau bahkan bikin dongkol setengah mampus.

Tetangga yang bikin dongkol setengah mampus itu biasanya tetangga yang hobi ngutang tapi ogah bayar. Walaupun berhutang bukanlah dosa tapi kalau susah ditagih padahal kita sedang butuh duitnya jadinya kan keki.

Selain tetangga, ada juga teman yang punya hobi sama, suka ngutang tapi malas melunasinya.

Tenang saja, admin akan bagikan tips menghadapi teman atau tetangga yang suka hutang membandel, selamat membaca.

* * *

Setelah sampai di tempat kost maka khanif langsung mandi untuk membersihkan badan agar capai nya setelah bekerja di proyek hilang. Setelah itu ia duduk santai sambil bersandar di dinding sambil bermain hape untuk menghilangkan kegalauan karena cintanya ditolak oleh Miranda sang janda muda. Dilihatnya temannya Satria juga sedang asyik bermain YouTube sedang melihat musik koplo Sera kesukaannya di bawah pohon mangga.

"Nif, aku pinjam uang 200 ya." Tanpa basa basi, Bagus yang merupakan salah satu teman sekaligus tetangga kostnya langsung meminjam uang.

Khanif yang sedang asyik bermain game jadi berhenti." Kan saya belum gajian mas Bagus, tahu sendiri gajian proyek tanggal 15, sekarang baru tanggal 10."

"Alah, aku yakin kamu punya uang di dompet, kan kamu jarang jajan Nif."

"Tapi..." Khanif terasa berat karena baru beberapa hari yang lalu ia juga baru pinjam dan kini sudah hutang lagi.

"Udah Nif, cepat ambil, nanti Hendra keburu datang dan nanti aku ketinggalan. Nanti kalo kamu kekurangan uang juga boleh gantian pinjam aku."

Satria yang sedang asyik menonton hanya melihat saja dari jauh.

Khanif tak dapat menolak, ia segera masuk ke dalam dan dengan enggan mengeluarkan 2 lembar uang kertas berwarna merah bergambar bung Karno yang langsung disambar olehnya, lalu tanpa mengucapkan terima kasih ia langsung cabut keluar kontrakan.

Pemuda berusia 27 tahun itu hanya diam mematung, sementara Satria langsung menghentikan kegiatannya dan menuju dirinya.

"Emang Bagus sering ngutang sama kamu ya Nif?"

Khanif menengok dan senang temannya itu bertanya, kebetulan ia memang sudah sebal sama Bagus tapi tidak tahu harus bagaimana. Kebetulan ia bisa bertanya padanya, siapa tahu dapat solusi.

"Sudah sering kang, hampir tiap gajian ia selalu pinjam uang, udah gitu sekarang belum gajian juga sudah ngutang, padahal kang satria tahu sendiri, uangku juga pas pasan."

"Lha, sudah tahu begitu kok kamu malah ngutangin?"

"Yah." Pemuda itu lalu bercerita." Tiga bulan lalu kang satria kan tahu kalo istrinya Bagus itu lagi hamil dan mau lahiran. Ia lalu pinjam uang 500 ribu dengan alasan buat melahirkan. Sebagai teman, aku rasa jahat lah kalo bilang tidak punya uang padahal aku punya. Ku pikir kalo mau orang lain baik sama aku, aku juga harus baik sama orang lain. Jadi tidak ada salahnya membantu kan."

Satria diam menyimak.

"Kemudian setelah itu ia pinjam lagi uang dengan alasan untuk beli keperluan bayi. Tentu saja aku beri, tidak ada salahnya menolong orang kan apalagi aku memang punya uang, mau berbohong juga tidak enak."

"Tapi setelah itu Bagus mulai pinjam uang untuk keperluan yang sebenarnya tidak penting mas, misalnya untuk beli baju, padahal kang satria tahu sendiri, bajunya masih oke, malah baju ku ini lebih parah. Aku sebenarnya tidak ingin minjami tapi kadang tidak tega. Sekarang aku menolong, siapa tahu nanti gantian aku ditolong dia kalo sedang kesulitan uang."

"Dan ia pernah nolong ngasih uang kamu Nif? Terus utang selama ini sudah dibayar?" Tanya temannya.

"Boro-boro kang, yang ada ia malah tambah sering ngutang. Di saat duit mepet dan aku irit-iritan ia malah tega pinjam duit hanya untuk ke kafe bareng temannya. Kalo di total, sudah empat juta lebih hutangnya, hampir sebulan gajiku. Kadang pengin nolak tapi kasihan, tapi kalo ngasih malah geregetan karena ia makin tambah ngelunjak."

Tentu saja Satria kaget karena tidak menyangka hutangnya Bagus sudah sebanyak itu. Lebih kaget lagi karena belum pernah bayar tapi kok masih dihutangi terus.

"Nah kang Satria ada ide tidak. Saran apa dari mu kang agar aku tidak ngutangin lagi ke Bagus. Kata Herman sih aku ini goblog karena tidak bisa melihat teman mana yang patut ditolong dan yang dicuekin saja." Tanyanya penuh harap pada temannya tersebut.

"Lha, Herman memang benar Nif, kamu ini goblog."

Tentu saja khanif terkejut bukan main mendengar jawabannya.

"Lha sudah jelas kalo teman atau tetangga yang parasit seperti itu tidak usah ditolongi lagi. Kamu inikan bukan malaikat yang tidak bisa mangkel dan juga anak sultan yang hartanya tidak habis-habis. Kalo memang kamu merasa antara gaya hidup Bagus sekeluarga  dan keuangannya Ra Masyook ya udah biarin saja itu jadi urusan mereka, kamu tidak usah sok-sokan jadi pahlawan."

Tentu saja penjelasan Satria membuat khanif merasa ditempeleng.

"Gini lho Nif. Aku tahu kamu ini baik dan tidak enakan, menolong minjamin duit untuk orang yang kepepet itu juga perbuatan mulia tapi jangan sampai kebaikan kamu ini dimanfaatkan oleh orang macam dia. Sudah jelas dia itu cuma morotin kamu tapi kok masih ditolong terus."

"Aku... Aku hanya berpikir dengan nolong dia, siapa tahu saat aku kesusahan nanti gantian Bagus nolong aku kang."

Tentu saja Satria jadi tertawa mendengar alasan temannya itu.

"Khanif, khanif. Kalo semua orang yang ditolong itu balas menolong, tidak akan ada peribahasa air susu dibalas dengan air tuba. Orang sikapnya saja begitu kok kamu masih ngarep ditolongnya."

Melihat sahabatnya itu sepertinya kecewa maka Satria menepuk-nepuk pundaknya." Kamu ngga usah khawatir Nif, orang baik dan lugu macam kamu ini kalo kesusahan pasti akan ada yang nolong. Cuma aku kasih saran, mulai sekarang kamu jangan lagi ngutangin Bagus. Kamu kan kerjanya di proyek bangunan yang mana berat, harus ngaduk semen, ambil barang berat dan lainnya. Bahkan Minggu lalu kalo ngga salah kamu hampir celaka ada besi jatuh dari atas, untungnya tidak kena. Ingat, cari duit tidak gampang. Kalo kamu memang mau ngutangin, kasih orang yang gampang balikin nya."

"Tapi... Gimana caranya nolak kalo dia mau ngutang lagi ya kang?"

"Ya tinggal tolak saja, bilang tidak ada duit Gus. Tak usah ngeles receh misalnya belum gajian atau apa. Bilang saja duitnya sudah kamu anggarkan untuk nonton bioskop, buat langganan Netflix setahun atau ngopi di Starbucks. Tolak saja secara kejam gitu, sebab kalo kamu lembek terus seperti tadi, uang kamu bisa habis."

"Aduh, makasih banyak ya kang atas sarannya, jadi aku tahu harus bagaimana." Wajahnya langsung ceria.

"Sama-sama Nif, tapi ngomong-ngomong kuota internet ku hampir habis karena sering youtuban terus. Aku pinjam 100 ribu ya."

Pemuda berusia 27 tahun itu hanya bisa geleng-geleng kepala saja, ternyata ada maunya juga.

Agus Warteg
Agus Warteg Hanya seorang blogger biasa

28 komentar untuk "Tips menghadapi tetangga atau teman yang suka hutang membandel"

  1. Kalo aku sih biarin saja, soalnya kadang ditolong malah ngelunjak, kecuali yang butuh banget misalnya sakit baru aku kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terserah masing-masing kang, kalo memang tidak mau meminjam kan sebaiknya terus terang ya.

      Hapus
  2. Ujung2nya pinjam seratus wkwk..

    Serba salah memang urusan utang mengutang ini, ngutangin salah ga ngutangin salah, tapi klo yg ngutang sdh lebih dari sekali mgkn sebaiknya suruh ngutang ke pinjol aja πŸ˜…

    BalasHapus
    Balasan
    1. Agar silaturahmi tidak putus, pinjam dulu seratus.😁

      Hahaha betul, tinggal utang pinjol saja, cuma KTP doang syaratnya ya. Bebas mau pinjam berapa juta. Tinggal bayarnya nanti yang pusing.πŸ˜…

      Hapus
  3. Podo ae 11-12 kang Satria sama Agus..eh Bagus...kalo ketemu temen model Bagus ni emang sekali"harus tegas..kalo gak ngelunjak...ntar keenakan karena ada yang bisa di andalin..sementara Khanif sendiri amsyong😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh itu Bagus apa Agus.πŸ˜‚

      Betul mbak, dari pada ngedumel di belakang mending tegas ya.

      Hapus
    2. Bener ..soalnya ni pengalaman pribadi juga 🀣

      Hapus
    3. Ternyata mbak Heni punya teman yang suka ngutang juga.πŸ˜…

      Hapus
    4. Aku sih lebih ke tetangga mas ..temen mah ga da...tetangga sampe nitipin sertifikat rumah segala...ya ku tolak lah...😁

      Hapus
    5. Kalo butuh uang banget mendingan ke bank ya mbak kalo sampai kasih sertifikat rumah.

      Hapus
  4. masalah utang pihutang sama temen itu hal yang rawan sih mas, bisa hubungan sama temen hancur karna hutang duit :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe betul banget mas. Teman jadi jauh gara gara ga bayar hutang.

      Hapus
  5. Ternyata satria sama kayak si Bagus, cuma lebih Alus mainnya.πŸ˜…

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harap maklum, satria sudah pro.😁

      Hapus
    2. Wah mantap sudah pro, kira kira belajarnya berapa lama ya, pengin juga ngutang tapi secara halus kayak dia.😁

      Hapus
    3. Kurang tahu juga, nanti kalo kang satria datang silahkan tanya.😁

      Hapus
  6. "Biar youtubeanku tetap mulus, boleh pinjam dulu seratus?" ujar Satria kepada Khanif :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mirip temanku, biar silaturahmi tidak putus, pinjam dulu seratus.πŸ˜ƒ

      Hapus
  7. walah-walah Khanif kasian tenan malah dimanfaatin begituu. Aku sih ga pernah mau dah ada pinjam meminjam antar teman. Biasanya yang sudah-sudah tuh jadi ribut dan ga enak hubungannya. Mending dari awal nolak bilang ga suka minjem-minjemin uang. Kalo memang ga tegaan, ya kasih aja sumbangan seikhlasnya.. jadi uda ga akan ngarep lagi uangnya kembali..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya mbak, mendingan ngasih seikhlasnya saja yang penting tidak ngutang, jadi kalo ngga dibalikin ngga ada beban.

      Daripada ngutang tapi malah ntar berabe, apalagi kalo yang ngutang lebih galak.πŸ˜‚

      Hapus
    2. Nah iya! Biasanya kan lebih galakan yang ngutang daripada yang ngutangin hehehe

      Hapus
  8. stress kalau fikir tentang hutang... hunhuhuhu.. kita memang si pemiutang, dari dulu sampai sekarang.. huhuhuhu.. sukar untuk kata NO walaupun diri sendiri tidak empunya wang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak, apalagi kalo orangnya tidak enakan seperti khanif.

      Hapus
  9. hiks endingnya hahahaha
    cerita ini memang relate banget sama kehidupan disekitar, kalau kitanya lembek dan merasa kasihan terus, besok-besoknya juga ga bakalan tega kalau ga minjemin.
    terus yang minjem merasa ada bala bantuan gitu, dan terus-terusan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi malah kayak di manfaatkan ya mbak, mendingan jauh jauh dari tetangga kayak gini

      Hapus
  10. Aku tipe yg ga mau kalo minjemin duit. Drpd pertemanan rusak kan. Jadi mending tolak atau ga ksh celah samasekali. Cuma mau pinjemin ke sahabat yg aku udh kenal bgt atau saudara kandung. Itu aja. sepupu aja aku ogah πŸ˜„. Banyak kejadian memang amnesia langsung mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak, apalagi kalo kita banyak uang biasanya amnesia. Soalnya bilangnya uang kita masih banyak. Lha, apa ngga tau untuk dapat uang banyak itu butuh perjuangan.

      Hapus
  11. Jangan dikasih lagiii... πŸ₯Ί

    BalasHapus