Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rejeki bulan Ramadhan

 "Mas, motornya tidak dicuci mas?"

Seruan istriku membuyarkan lamunanku yang lagi asyik berselancar di dunia maya. Aku menengok motor Honda Astrea yang dimaksud, memang sudah kumuh seperti mukaku kalo tanggal tua. Motor asal Jepang ini memang jarang aku cuci. Lha masih musim hujan, dicuci sebentar lagi juga langsung kotor karena kena jalan kampung yang sebagian masih berlubang. Tak sampai setengah hari juga pasti kotor lagi.

"Ntar sajalah, aku mau narik dulu." Kataku lalu segera keluar rumah. Istriku hanya geleng-geleng kepala saja, sudah biasa mungkin melihat kelakuanku yang bandel kalo disuruh.

Setelah melewati jalan kampung yang bikin sakit pinggang karena shockbreaker sudah mentok akhirnya sampai juga aku di jalan raya. Memang jalan desa yang bergelombang, belum lagi dengan banyaknya polisi tidur membuat shockbreaker cepat mentok.

Siang ini cuaca terik tapi biasanya kalo menjelang sore hujan atau mendung. Sudah beberapa menit menunggu tapi belum ada penumpang yang dibawanya. Beberapa angkot yang lewat kebanyakan kosong penumpangnya, kalaupun ada yang turun biasanya rumahnya dekat jalan raya, kalaupun jauh biasanya sudah ada yang menjemput, entah suaminya atau pacarnya.

"Gus, kamu mudik tidak tahun ini?" Sebuah suara terdengar di belakangku, ku menengok dan ternyata mas Parman. Kawanku dulu saat masih kerja di pabrik tapi sama sama kena PHK tahun kemarin.

"Sepertinya tahun ini tidak mudik lagi mas."

"Lha, berarti dua tahun dong tidak mudik."

"Mau gimana lagi mas, kalo pertengahan bulan sudah pulang kampung berarti hampir sebulan nganggur. Ngga punya duit banyak mas, jadi terpaksa lebaran disini lagi." Jawabku dengan agak bersungut-sungut. 

Sebenarnya selain duit buat makan di rumah, kalo pulang kampung lebaran itu harus bawa oleh-oleh untuk silaturahmi, ini yang agak memberatkan karena biaya untuk oleh-oleh itu hampir sebulan gaji, maklum keluarga besar, dulu waktu masih kerja sih oke saja karena dapat THR dari pabrik, tapi sejak nganggur ya berat, belum lagi ongkos pulang kampung yang kalo lebaran naik gila-gilaan.

"Wah syukurlah Gus, jadinya aku ada teman lebaran disini." Katanya sumringah, mas Parman sendiri dari Purwokerto yang merantau disini. Tapi biarpun cuma dua jam dari Tegal, aku belum pernah ke rumahnya disana.

"Oh, jadi mas tidak ikut pulang kampung toh." Kataku manggut-manggut sambil sedikit ceria.

"Sudah nyari kerjaan lagi ngga Gus? Katanya si Alan ada lowongan kerja di pabrik besi di daerah Cikande Modern." Alan adalah seorang calo yang suka menawarkan pekerjaan ke pabrik-pabrik di daerah sini.

"Ngga lah mas, katanya Alan uang administrasi nya 5 juta. Ngga kuat aku kalo segitu, mana cuma jadi karyawan harian lagi. Takutnya baru sebulan di keluarkan kan rugi." Jawabku. Sebenarnya selain uang DP yang besar, alasan lainnya yang masuk minimal ijazah harus SMA atau STM, hal yang tidak bisa aku penuhi.

"Hah 5 juta, katanya padaku cuma 3 juta." Jawab Parman.

"Kampret, berarti ngambil untung dia ya. Terus kamu ambil ngga mas Parman?"

"Ngga lah Gus."

"Lha, kok ngga mau?" Kataku heran.

"Umurku sudah 40 Gus, kalau mau nyari kerja di pabrik jangan di pabrik besi yang berat, ngga kuat. Mendingan ngojek atau dagang saja di pasar kalo disuruh masuk pabrik besi. Masih mending di proyek sajalah, kalo di pabrik besi itu kata temanku yang kerja disana debu besinya banyak, berbahaya buat paru-paru, lebih capek dari kerja proyek."

Aku hanya manggut-manggut saja mendengar penjelasannya.

"Mas, anterin aku ke pasar ya." Sebuah suara perempuan menghentikan obrolan kami berdua. Aku segera menghampiri nya.

"Ayo mbak."

Perempuan setengah baya yang tubuhnya tumbuh subur itu tampak memandangi motorku." Ini motornya kuat nyampe pasar ngga mas?"

Busyet, ngece tenan nih. Jangankan cuma ke pasar yang jaraknya 4 km, pulang kampung bolak balik yang 400 km juga pernah, tapi itu dulu sih waktu motornya baru beli walau seken dan masih fit.

* * *

"Mas, bangun mas. Sudah jam 5." Seru istriku sambil menggoyangkan badanku.

Aku menggeliat tapi tak segera bangun, maklum masih setengah mengantuk.

Sore itu sehabis ngojek memang aku pulang dulu ke rumah lalu tidur karena sudah bawa duit yang lumayan, apalagi badan juga sudah lemas, maklum bulan puasa.

"Bapak, ayo bangun pa." Kata anakku ikut membangunkan ku.

"Iya, bapak bangun." Kataku, biasa kalo istriku tidak mempan membangunkan ku maka anakku yang disuruh dan ia tidak akan berhenti kalo aku belum beranjak dari kasur.

"Masak apa untuk buka nanti sayang." Kataku pada wanita yang telah memberikan aku seorang anak yang lucu menggemaskan tapi juga kadang ngeselin kalo soal jajan.

"Masak sayur asem, telor, sama tempe goreng mas. Sana sholat ashar dulu mumpung masih ada waktu." Jawabnya sambil membalikkan gorengan tempe di wajan.

Aku hanya manggut-manggut saja, tapi bukannya ke kamar mandi tapi aku malah ke depan, niatku mau leyeh-leyeh dulu sebentar.

Begitu sampai di depan dan aku mau duduk tiba-tiba aku melihat sesuatu yang tidak biasa. Motor kesayangan ku yang biasa terparkir rapi di halaman depan raib entah kemana.

"Sayang, siapa yang minjam motorku." Kataku setengah berteriak.

Sarilah istriku yang sedang sibuk memasak keluar dari dapur." Ngga ada mas, memang siapa yang mau minjam motor kayak gitu."

Asem, tapi memang benar sih, sejak aku beli motor itu jarang sekali orang yang meminjamkannya. Berarti, berarti motorku hilang dong.

"Mas, kuncinya ada tidak, jangan-jangan lupa lagi masih nyantol di motor kayak kemarin."

Aku terkejut, segera saja aku masuk kedalam, kunci motor legendaris itu ternyata masih ada. Tapi kenapa motornya hilang ya. Segera saja aku keluar keliling rumah, barang kali saja ada di samping, tapi tetap nihil.

Dengan lemas akhirnya aku menuju rumah Dahlan ketua RT setempat.

Tentu saja pak RT kaget dengan kedatanganku." Maaf Gus, bantuan BLT atau bansos belum cair, mungkin bulan depan."

Asem batinku. Mentang-mentang aku sering nanya bantuan pemerintah itu jika datang langsung ditodong pernyataan seperti itu." Aku bukan mau tanya BLT pak RT."

"Oh. Bantuan UMKM juga sepertinya sudah tidak ada Gus."

Ya Allah, jika bukan bulan puasa pengin rasanya nonjok ketua RT yang kebangetan ini." Motor ku hilang pak RT."

Hah, pak RT Dahlan pun sama terkejutnya denganku." Kok bisa Gus."

"Ya bisalah pak, apalagi ini mau lebaran, maling pada beraksi cari mangsa." Kataku sewot.

" Maksudku, kok bisa motor mu yang reyot gitu ada yang ngembat. Pasti malingnya itu sudah kepepet beneran."

Ya Allah, tabahkanlah hati hamba mu ini.

"Motor Astrea ini lagi ngetrend pak, coba bapak buka internet, harganya mahal lho, bisa sampai puluhan juta bahkan kemarin ada yang laku sampai 100 juta."

"Itukan kalo motornya bagus dan dirawat Gus. Lha, motormu itu udah bulukan, reyot lagi. Eh tapi benar sih, motormu masih laku kalo dijual kiloan di tukang rongsok."

"Pak RT ini sebenarnya mau ngurusin tidak sih." Kataku sambil berteriak, Akhirnya emosiku meledak. Masa bodoh lah lagi puasa.

Pak Dahlan akhirnya bangkit juga." Oke Gus jangan teriak-teriak, malu dong lagi puasa. Terus sebaiknya gimana Gus?" Ia malah balik bertanya.

"Lha kok malah tanya, kita harus lapor polisi pak, agar malingnya bisa tertangkap."

Tentu saja pak RT kaget. "Hah, motor Astrea bulukan mu itu mau kau laporkan kehilangan."

"Ya iyalah pak RT, kalo ngga lapor ke polisi masa ke KUA, kalo ngga ada motor itu gimana aku nyari makan." Jawabku sengit.

Ia geleng-geleng kepala." Ya sudah, nanti habis isya saja kita lapor, sekarang sudah mau Maghrib, waktunya berbuka puasa."

Akhirnya dengan lemas aku terpaksa pulang lagi karena memang ada benarnya juga. Belum sampai ke rumah ditengah jalan aku melihat seseorang menuntun motor kesayangan ku.

"Wooiii berhenti!!!" Teriakku keras. Orang itu memang berhenti dan ketika aku melihatnya betapa terkejutnya aku ternyata ia adalah Herman.

Melihat aku berteriak kasar Herman tak kalah marah." Gus, apa-apaan kamu ini. Kalau memang mau diantar kunci motornya ditinggal dong. Aku capek jalan kaki dorong motor mu ini dari tempat cucian motor tahu. Tempat cuci sudah mau tutup tapi kok belum diambil motornya, mau ku tinggal di tempat kerja takutnya ada yang nyolong."

Astaghfirullah aku langsung tepok jidat, baru aku ingat sebelum pulang aku membawa motorku ke cuci steam karena hari ini dapat rejeki lumayan banyak dari ngojek. Karena baru bangun tidur jadi tadi lupa.

Aku lalu minta maaf padanya bahwa aku tadi lupa. Herman masih saja marah-marah tapi akhirnya diam setelah kuberi dua bungkus kolak dari penjual di pinggir jalan.

Untunglah aku belum lapor polisi, wah bisa gawat kalo Herman ditangkap polisi gara-gara mencuci motorku.

Sarilah istriku tentu saja senang ketika motornya kembali. Ia bertanya bagaimana caranya kok motornya bisa cepat ketemu, tapi ia hanya geleng-geleng kepala ketika ku ceritakan.

"Mas pesan apa di internet?"

Tentu saja aku jadi terkejut dengan pertanyaan nya yang tak ada hubungannya dengan motor." Lha pesan dari mana, duit buat lebaran juga pas-pasan, masa mau dihamburkan dengan pesan paket."

"Ini lho mas, tadi ada paket datang, jadinya ku kira mas beli sesuatu gitu." Jawabnya terus ia masuk kedalam mengambil sebuah paket yang cukup besar.

"Coba buka sayang." Kataku padanya, tapi dalam hati sudah menduga siapa yang kirim paket karena aku beberapa kali dapat kiriman biarpun tidak pesan.

"Wah, dari Mbak Eno mas." Katanya istriku.

Alhamdulillah, dapat rejeki lagi di bulan Ramadhan.




Makasih banyak ya mbak Eno atas kirimannya, semoga mbak Eno sehat selalu dan diperbanyak rejekinya, amiin.

Agus Warteg
Agus Warteg Hanya seorang blogger biasa

125 komentar untuk "Rejeki bulan Ramadhan"

  1. wuih romantis banget....:)

    keluarga yang harmonis dan bahagia :)

    indahnya bulan ramadhan ditutup dengan paket kue lidah kucing :)

    lupakan sejenak pelik hidup yang ada
    yang penting kumpul dengan keluarga tercinta, biarpun tidak bisa mudik ke kampung halaman ya

    baru tau mbul kalau mau masuk pabrik ternyata kudu ada DP ya.. kirain seleksi jalur biasa
    :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya kalo ijazah S1 bisa sih lewat jalur seleksi tapi ngga ada jaminan masuk juga. Tapi pernah ada karyawan pabrik sini lewat jalur seleksi, pulangnya ia dihadang , dimintai uang atau suruh keluar.

      Akhirnya keluar juga duit.😂

      Eh, tapi ngga semua begitu sih, ada yang masuk ke pabrik yang sama tanpa uang DP dan aman aman saja.😀

      Hapus
    2. Kue lidah kucing baru tahu gw...🙄🙄🙄🙄🥴😲😲😳😳😳😔

      Hapus
    3. Aku juga baru tahu kang, biasanya asal makan saja.😀

      Hapus
    4. di tempatku ada kue namanya kuping gajah :D

      Hapus
    5. Kalo kue namanya kue khanif ada ngga? 🙄😄

      Hapus
    6. Kalau di kompleks industri tempatku kerja dulu juga ada calonya, Mbak Nit. Jadi kalau ngelamar kerja lewat calo, harus bayar sekian rupiah gitu. Tapi tepatnya habis berapa rupiah aku gak tau, soalnya aku masuk jalur seleksi. 🤭

      Hapus
    7. Saya juga baru kalau mau masuk kerja di pabrik ada calonya dan harus bayar sekian rupiah biar bisa masuk yang udah-udah berita yang saya baca yang pakai calo seperti itu biasanya penipuan.

      Hapus
    8. kayaknya sih lebih aman jalur seleksi cuma ketat ya...susah masuknya hihihi

      Hapus
    9. Sebenarnya pakai calo itu juga ngga jaminan masuk sih, ada juga calo yang nipu lalu kabur setelah dapat duitnya, tapi ada juga calo yang orangnya kerja dulu baru bayar.

      Kalo jalur seleksi minimal S1, kalo ngga S21, eh itu mah Samsung galaxy ya.😂

      Hapus
    10. Yang saya baca beritanya yang pakai bayar itu pasti penipuan atau jangan-jangan memang benar ada dan karena memang benar jadi ngga ada beritanya.

      Hapus
    11. Kalo masuk berita memang biasanya yang penipuan mas, soalnya duit ilang kan geger.

      Tapi ada kok calo yang masuk kerja dulu baru bayar dan ini biasanya ngga masuk berita.😁

      Hapus
  2. Waahh dapat bingkisan thr lebaran dari mbak Kareen...Mantap kang..👍👍👍

    Jadi nanti sisa uang lebarannya bisa ditransfer kesaya saja yang kang..😆😆😆🤣🤣🏃🏃🏃🏃

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tinggal nunggu THR lebaran dari kang satria, semoga saja dikasih uang segepok buat mudik.🤣

      Hapus
    2. mbul juga dapat kue dari mba eno hihihi

      Hapus
    3. Wah berarti mbul anak Sholeh, dapat rejeki juga.😄

      Hapus
  3. Nggak minat gw jadi ketua RT gus...Mungkin Herman minat kali jadi ketua Rt...🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul kang, jadi RT mah duitnya kecil, mendingan jadi calo saja kayak siAlan.🤣

      Hapus
    2. sengaja nulisnya didempetin si---> Alan

      Hapus
    3. Oalaaaaah alaaaaah, ternyata ini to arti di balik nama si Alan. Apakah gara-gara si Alan benar-benar siAlan? 🙈🤣🤣

      Hapus
    4. Saya juga ngga minat jadi RT, kalau jadi pemimpin galaksi ada minat sedikit..hihihi

      Hapus
    5. Mas Herman ngga cocok jadi pemimpin galaxy, cocoknya kerja di air mas.😁

      Hapus
    6. Yang kerja di air cocoknya mah Aquaman alias Himawan..hihihi

      Hapus
    7. Itu mah tukang galon kalo mas Himawan, kalo mas Herman jadi tukang getek kali Ciliwung.😁

      Hapus
  4. Senasib sama suami temen saya Mas, tapi motornya ilang beneran, pas lagi diparkir di masjid, kasian banget motornya itu buat nganter2 barang dagangan soalnya.

    Ini sekalian curhat kan Mas Agus, bingung saya 😂 soalnya pas baca endingnya ngetwist banget, karena awalnya cerpen pas endingnya curhat 😂

    Pa kabarnya Yah Mba Eno sekarang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bikin cerpen sekalian curhat colongan mbak Rin.😂

      Semoga mbak Eno baik-baik saja sih, katanya lagi fokus sama pekerjaan jadinya rehat sejenak.😀

      Hapus
  5. Mas, itu kenapa banyak polisi tidur sih? Suruh bangunlah, mentang2 tidur di bulan puasa = ibadah.. kok malah tidur terus.. 👀

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh ngga berani bangunin polisi tidur mbak, ntar berabe bisa diomelin orang sekampung.😂

      Hapus
    2. Omaigat, Mbak Naia bisa-bisa aja. 🤣🤣🤣

      Hapus
    3. Kalau ngga berani banguninnya minimal disuruh pindah tidurnya di hutan aja biar ngga ngerepotin, mas..hihihi

      Hapus
    4. bukan diomelin orang sekampung, tapi pak polisinya bangun beneran dan ngimelin mas agus hihihi...#kan ceritanya yang dibangunin manusia beneran, bukan gundukan aspal

      Hapus
    5. Benar juga tuh mas Herman, suruh pindah saja polisi tidurnya di hutan ya mbak Nita dan mbak Roem.😁

      Hapus
    6. Iya lupa mbul, kebiasaan soalnya.😂

      Hapus
  6. Romantis dan harmonis banget sih :D wkwkw sukak syukaaaak.

    Alhamdulillah ya, rezeki di bulan ramadhan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah dapat rejeki kang di bulan Ramadhan.😄

      Hapus
  7. rejeki anak sholeh mas, dapet kiriman paket kue buat lebaran ananti :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya mas khanif dapat juga nih, soalnya mas khanif kan anak Soleh. :D

      Hapus
    2. di tempat mbul juga ada kuping gajah, unthuk cacing, lidah kucing...apalagi ya? kayaknya masih ada lagi cuma mbul lupa

      Hapus
    3. Kue kuping gajah di sini udah jadi kue langka tuh.

      Hapus
    4. kok aku komen yang di kolom ini ya, haruse reply komen mas nif yang di kotakan atas ngonongin kuping gajah...bisa lompat gini komenanku hahahhahahah...

      mas her di kampungku banyak mas, yang item ada uwer uwer pola garis putih

      Hapus
    5. Kayaknya karena kurang Aqua jadinya nyasar komennya.😁

      Disini jarang sih kue kuping gajah, tapi kalo di Tegal banyak. Kalo disini kebanyakan kue ulang tahun.😂

      Hapus
    6. Kalau di Jakarta biasanya adanya yang warnanya putih susu ada pola garis coklatnya, mbak

      Waduh kue ulang tahun, kalau kue ulang hari ada apa ngga, mas?

      Hapus
    7. Kurang tahu juga mas, coba tanya pada rumput yang bergoyang.😄

      Hapus
    8. Adanye kue ulang bulan Huuu....Sama kue datang bulan.😆😆😆😆

      Hapus
    9. adalagi namanya kue kuping tikus, tapi kalo di tempat gw kurupuk kuping tikus :D, gw heran emang siapa yang ngasih nama makanan-makan kayak gini :D

      Hapus
    10. kerupuk kuping tikus? 🐁🐁🐁

      Hapus
  8. aku dulu juga punya motor astrea star buatab tahun 86
    kalau dipake bunyinya nyit nyit lucu banget
    sayang udah aku jual laku 1,5 jeti
    eh sekarang katanya lagi in lagi wkwkwk

    duh kok bisa lupa si sama motornya
    maklum ya tapi bulan puasa

    yang penting dapat kiriman dari mbak eno
    alhamdulilah rejeki engga ke mana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, sekarang motor Astra eh Astrea mahal lagi, kalo yang kondisinya bagus laku sekitar 20 juta, kalo yang biasa 10 juta juga laku.

      Maklum baru bangun tidur jadi masih loading otaknya mas.😂

      Hapus
    2. jadi ingat dulu panggilan mbul juga nyit nyit pas SMa...ada seorang teman yang memanggilku dengan sebutan nyit nyit ahahhaha..kok motore bunyi nyit nyit mas ikrom..

      mas agus mbul baru tahu honda astrea ngetrend lagi...keren

      Hapus
    3. Nyit nyit itu kalo ngga salah suara lampu sein nya mbul, soalnya aku juga ingatnya itu, waktu itu mikirnya keren amat ya, mau belok saja ada bunyinya.😄

      Entahlah, itu beneran Honda Astrea ngetrend lagi apa ngga aku juga ngga tahu mbul.🤣

      Hapus
  9. Wah mayan mas, ada lidah kucing. Enak tuh. Jadi pengen beli juga nih pengen makan kue2an

    BalasHapus
  10. Nah, saya baru tahu kalo istri mas Agus namanya Sarilah. Apakah itu asal usul nama blog ini?

    Bantuan UMKM gelombang 3 kayanya masih berlaku deh, tapi sudah masuk pekan terakhir, duh, riweh banget di fotokopian.

    Selamat atas rezeki bulan Ramadhan nya 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar Bu guru, nama blog ini mengambil dari nama istriku biarpun ia tidak tahu isinya apa.😄

      Alhamdulillah dapat rejeki, Bu guru juga dapat rejeki yaitu tempat fotokopi nya laris.😃

      Hapus
  11. waduh kasian mas Herman, udahlah ndorong motor jauh2 dari pencucian motor, masih diteriakin pula sama mas Agus yang lama loadingnya gara2 kelamaan bobok siang.

    Semoga tahun depan ada rezekinya kita semua buat mudik ke kampung halaman masing2 ya Aamin YRA

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, sebenarnya kalo dipaksakan bisa mudik sih, tapi takutnya nanti dicegat oleh polisi dan putar balik bis nya.😂

      Kasihan Herman ya, sudah susah payah nyuci motor malah disangka maling.🤣

      Hapus
    2. Nasib jadi pemain figuran ya begitu deh bikin ngenes..hihihi

      Hapus
    3. iya ga pernah happy ending perasaan ya di cerpennya mas agus...selalu dibikin ngenes kalau ga nyeseg huhuhu

      Hapus
    4. Ayo mbul, bikin cerpen yang tokohnya mas Herman yang happy ending, nanti dikasih hadiah Honda Astrea.😱

      Tapi suruh kasih DP 2 juta sama cicilan sejuta setahun.😁

      Hapus
    5. gurunya atas saya 🙊🙈🙃🤭🤭

      Hapus
  12. wow.... Rp5 juta hanya untuk admin kerja di pabrik?.... luar biasa!!

    kue kuenya sungguh menggoda....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu pabrik biasa pak, kalo pabrik yang bonafid itu bisa minta 10 juta padahal gajinya sama.

      Hapus
    2. oh.... sudah beda jauh dengan jaman saya dulu ya.... nggak nyangka.

      Hapus
    3. Sekarang pekerjaan saja ada calo nya pak, kalo ngga lewat calo susah masuk terutama bagi yang tidak punya ijazah SMA atau dibawahnya.😂

      Hapus
  13. Bersyukur belum sampai lapor polisi 😂 nanti kalau udah keburu lapor dan ternyata motornya ada di tempat cuci motor, raib lagi uang untuk biaya lapornya 🤣

    Kak Eno baik bangettt, saat sibuk aja masih memikirkan para teman bloggers 🥺. Semoga Kak Eno baik-baik saja ya, Kak Agus.

    Kak Agus kampungnya jauh nggak dari tempat tinggal sekarang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jauh ibu peri...Harus melewati 2 planet pluto dan mars...Itupun harus pake Apolo kesananya..😊😊😌😌😌

      Hapus
    2. Tenang mbak Lia, kan ada pak RT Dahlan yang ngasih duit buat biaya lapor.😁

      Benar mbak, semoga mbak Eno baik baik saja ya.😃

      Nah itu sudah di jawab sama kang satria, kampungnya ngga jauh kok, cuma jarak 5 cm waktu kulihat di peta pulau Jawa.

      Hapus
    3. Wkwk jauh sekali kampung Kak Agus kalau sampai ke Pluto 🤣. Keburu tua di jalan itu mah 🤣

      Hapus
    4. Ya ngga lah, kan ke Pluto nya pakai pintu kemana saja Doraemon.😁

      Hapus
    5. Sepertinya Ibu peri mau ngasi bingkisan juga nih buat Mas Agus 😅😅🏃‍♂️

      Hapus
  14. Wwkkkk, kocak banget adegan dialog esmozeh jiwaah ketika motor dibilang lakunya cuma dijual kiloan di tukang rongsok

    ԅ( ͒ ۝ ͒ )ᕤ

    Met berbuka dengan yang manis, semanis lidah kucing
    [Tapi nama kueee ..., kalo lidah kucing asli mah ..ngga ngerti rasanya kayak gimana, wwkkk, belum pernah nyobain]

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul tuh, pak RT Dahlan keterlaluan, harus di demo berjilid jilid.😬

      Tanya kang satria saja mas, kayaknya pernah ngerasain lidah kucing, waktu tidur habis makan ikan asin mulutnya dijilati sama kucing, untung ngga digigit.😂

      Hapus
    2. Bwwu..ahaha ..kiss-kiss_an sama meong dong kang Satria 😻.
      Kayaknya sengaja tuh .. soalnya udah bosen sama rongdo.

      Hapus
    3. Wkwkwk, masa kang satria bosan sama rongdo, sungguh mencurigakan.😱

      Hapus
    4. Bisa jadi dia bosan sama rongdo karena keasikan mangkal sama meong..wkwkwk

      Hapus
    5. 🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🤔🤔😏😏😏😏😏

      Hapus
    6. Atau .. , malahan kang Satria lagi demenan sama ..., Duda.

      Hahaha ..., Kaaboooor .. sebelum kena timpuk 🕺🤸

      Hapus
    7. Wuih selain sama meong juga demen sama duda.😱

      Hapus
  15. Mas, aku kok gregetan ya sama pak RTnya, beneran pengen nonjok wkwkwkwk, kok bisa gitu sih HAHAHAHA.

    Tapi emang benar adanya, bulan puasa tingkat kriminalitas meningkat, banyak copet dll, di kampungku udah sering terjadi soalnya.

    BalasHapus
    Balasan

    1. Ooaahlaaa pie toh mbak Met.😳😳😳

      Jangan ditonjok mbak Met, ...Berikanlah pak Rt senyum manismu.😆😆😆😆🤣🤣🤣🏃🏃🏃

      Hapus
    2. Jangan ditonjok mbak meta kasihan, gimana kalo didemo saja berjilid jilid biar kapok.😁

      Hapus
    3. kasih senyum aja si kang dahlan meta, itung itung ibadah wkwkkwkw

      Hapus
    4. tapi mbul baru sadar baca pas bagian ada ertenya emang ngeselin wkkwkwkw...untung ga jadi gelut ya mas agus ama kang dahlan....

      kemaren aku bacane agak kesusu..barusan takbaleni lagi..trus agak ngakak pas bagian itu hohoho

      Hapus
    5. Oh aku tahu kenapa mbul bacanya kesusu.
      Karena....

      Batere nya sudah lowbet.😋

      Hapus
  16. Wah, semoga bulan ini membawa rezeki baik yang berlimpah untuk mas sekeluarga, terutama rezeki kesehatan dan keselamatan dari segala macam penyakit.

    Saya sampai tahun 2015 masih memakai motor Astrea Grand keluaran tahun 1998. Awet dan bandel banget mesinnya. Tapi sejak Ibu saya meninggal, dan motor Varionya tidak ada yang pakai, akhirnya saya titip Grand di adik saya. Belakangan saya tau, motornya malah dia jual. Motor yang setia sama saya selama 30 tahun, malah dijual. Pengen nangis rasanya, hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kadang kehilangan motor yang banyak kenangan nya malah nyesek ya bang, lebih nyesek dari kehilangan mantan pacar.

      Hapus
  17. sama ma cowok gantengku. Pulang sekolah solat, makan, terus tidur. Ketika bangun baru sadar kalau tadi dia pakai Motor. He he he .... Untung di sekolah ada penjaga 24 jam. Semat malam, Mas Agus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah untungnya ada penjaganya ya Bu, kalo ngga bisa ilang motornya.😂

      Hapus
  18. Kasian Herman lg puasa malah hrs dorong2 motornya Agus. Eh agus nya malah enak2 tidur, sampe mau lapor polisi lg. Hahaha..
    Selamat puasa ya buat Mas Agus dan keluargaa.. Kira2 cemilan dr mba eno bakal sampe lebaran ga mas agus? Klo di sini kayaknya ga, begitu nyampe udah lngsung dicemilin anak2. Curiga sebelum lebaran udah abis duluan ini ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitulah nasib pemeran figuran, apes melulu.😂

      Kayaknya sih ngga nyampe lebaran juga sudah habis mbak Ica, maklum langsung dimakan.😋

      Hapus
  19. Ahahahaha... Pak RT nya kocak juga ya Mas.
    Dan syukurlah motornya kagak hilang. 🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo hilang kasihan Agus, ntar ngga bisa ngojek.😂

      Hapus
  20. Cieee cieeeeee, panggilnya sayang, cieeeee. Gak nyangka Mas Agus romantis juga sama istri 🤭. Padahal udah bukan manten anyar lho. 😁

    Ngomong-ngomong, kasihan banget Mas Herman sampai dorong-dorong motor gitu. Padahal lagi puasa. Tapi untungnya Mas Herman baik, mau anter motornya walaupun harus jalan dorong-dorong motor. Coba kalau gak mau. Alamat Mas Agus lapor polisi beneran. 🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukannya baik tapi terpaksa daripada ngga dapat peran, lumayan kan biar sedikit bisa beli kolak..hihihi

      Hapus
    2. Ah kata siapa, masih pengantin baru kok, baru 20 tahun ini hihi...

      Begitulah, biasanya mas Herman jadi peran utama tapi apes, sekali kali jadi figuran tapi jadi orang baik.😁

      Hapus
    3. Walaupun figuran tapi mas Herman tetep dapet fee dong 🤭? Wah, kayaknya bakal ada syukuran nih. 😆

      Hapus
    4. Kan itu udah dikasih fee yaitu kolak dua bungkus.😄

      Hapus
  21. Waah? Asik nih dapet oleh - oleh ramadhan lidah kucing, lidah kucing makanan yeeee? Bukan lidah kucing beneran lho? Tambah nikmat menyantapnya pa lagi gratis tinggal makan yeeee mas Agus ???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku malah baru tahu kue nya namanya lidah kucing, unik juga.

      Hapus
  22. Dialog yang sama pak RT natural banget, jangan-jangan mas Agus ketua RT atau mantan ketua RT nih?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lah kan kemarin suhu yang bisikin dialog nya begini begitu, aku cuma nulis saja hu.😄

      Hapus
    2. 😳😳🙄🙄🙄🙄😏🤔

      Hapus
    3. Kayaknya suhu Herman ketularan lupa nih kayak aku.😂

      Hapus
  23. Hahahah. Astaga.. bisa2 nya lupa kalau motornya ditinggak di steam.. Kasihan Herman derek2 motor pas puasa.. 🤭

    Ahhh So Sweet banget.. luar biasa ya Mas Agus Mba Eno ini. Ditengah2 kesibukannya masih aja mikirin kita. Teman2 mayanya.. aku smpe terharu. 🥲

    Semoga beliau selalu dalam keadaan sehat dan dalam perlindungan Tuhan YME. Aminn..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Namanya juga pelupa, jadi nyuci steam motor pun lupa.😂

      Mbak Eno memang luar biasa, selalu ingat teman blogger biarpun sementara ini rehat dulu, semoga beliau baik baik saja ya mas

      Hapus
  24. Agak2 mirip kisah nyata ya, pakai nama asli bini, nama RT juga asli, nama pencuci motor juga asli, lupa juga asli, dibangunin anak asli, hadiah dari mbak eno asli, semua asli. Yg palsu cuma bagian manggil bini dgn sebutan sayang, aku sangsi sama itu, agak kurang yakin? 😅😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 Kata sayang biasa buat manggil Rongdo yeee kang Jaey.😆😆😆😆😆

      Hapus
    2. Beha sue sue sueee, begitu kata kang satria.😁

      Hapus
  25. Wkwkwkwk.... kok bisa sich lupa? naruh motor di tempat cucian tapi lupa ngambil.. udah gitu ngira sepedanya dicuri...
    Pak RT orangnya ceplas ceplos.. sepeda motornya Agus katanya nggak laku dijual mahal karena nggak dirawat..wkwkwkwk
    Wah mas Agus dapat hadiah lagi dari mbak Eno.. selamat menikmati.. Met menjalankan ibadah puasa semoga lancar..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maklum namanya pelupa jadinya ya lupa mbak.😂

      Pak RT nya memang cocoknya jadi pengacara ya, soalnya pintar ngomong.😁

      Amin, semoga mbak Fidy puasa lancar juga

      Hapus
  26. wih, asik sumpah cerpennya. Menginspirasi mas. Ga ada rencana buat bukunya. Btw lucu lucu cerpennya. Masa iya, nyuci motor lupa ngambil wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo rencana bikin buku sih ada tapi entah kapan jadinya mas.😄

      Namanya pelupa ya nyuci steam motor juga lupa, disangka hilang lagi.😂

      Hapus
    2. Sependapat dengan usulan dari mas Supriyadi buat dibukukan cerpen2nya ..

      Keren2 soalnya, mas.

      Hapus
    3. Bukannya lebih enak baca online mas, soalnya gratis, kalo sudah jadi buku kan harus beli, eh itu kalo aku yang suka gratisan sih.😄

      Hapus
  27. widih dapet kue, lumayan buat berbuka tuh mas Agus, he-he

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah dapat kue koh, dari pada dapat tagihan hutang warung.😄

      Hapus
  28. Alhamdulillah ternyataa rezeki anak sholehh yahh mas dapett kiriman...hhhehe

    BalasHapus
  29. Aku baru kemarin ngalami lupa kalau motor di servis, ambil motor waktu servisan mau tutup lagi. Pake ditelepon bapaknya juga. Duuhkah, malu2in.
    Motor kok sampe lupa.

    Hehe...

    Wih, dapet parcel.

    Selamat puasa ya Kak!

    BalasHapus
  30. Alhamdulillah ternyata gak ilang ya motornya.. ah, dasar pelupa.. wkwkwk..
    btw, mba eno udah balik ngeblog lagi kah? Alhamdulillah dapat bingkisan dari mba eno, semoga berkah ya..

    BalasHapus