Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Percakapan dengan anak indigo


Anak indigo adalah anak yang memiliki kemampuan khusus, misalnya bisa berbicara dengan makhluk halus. Berikut ini kisah percakapan dengan anak indigo.

Sore itu Heni berjalan-jalan ke terminal Rajabasa bandar Lampung. Tak banyak orang yang lalu lalang disekitarnya, kalaupun ada yang lewat maka kebanyakan memakai masker. Saat ini memang orang diwajibkan memakai masker jika hendak keluar rumah karena ada wabah Corona termasuk juga Heni.

Rajabasa terlihat suram, apalagi dengan adanya virus Corona yang makin hari makin parah. Hanya sedikit orang yang berani keluar. Selain manusia, beberapa sosok tubuh hitam legam juga tampak di pojok terminal, terutama di sebuah area warung, yang selain menjual makanan juga kadang jadi tempat bermain judi ilegal, konon pula kalo malam jadi tempat remang-remang.

Ia acuhkan beberapa sosok hitam menyeramkan itu karena memang hanya ia yang bisa melihat sosok tak kasat mata. Dulu sih ia sangat takut melihatnya tapi kini ia biasa saja.

Sudah sejam lebih ia menunggu di terminal itu, tapi orang yang ditunggunya tidak datang juga. Akhirnya ia datangi juga sebuah bis Arimbi jurusan Bandar Lampung ke Jakarta. Perlu diketahui, selain bisa melihat sosok gaib dan juga bisa melihat masa depan ia juga punya kemampuan lain yang tidak banyak orang tahu.

Bis Arimbi yang ia datangi tampak sudah berumur, terlihat dari beberapa tambalan di bodynya yang agak samar. Selain itu di kaca depan selain huruf yang menampilkan jurusan Bandar Lampung Jakarta ada juga huruf lain dibawahnya yaitu Satria. Entah satria itu siapa, tebakannya mungkin pemiliknya. Ia tempelkan tangan ke bis tersebut.

"Halo." Begitu mata batinnya berkata.

Ajaib, tak lama kemudian bis itu menyahut.

"Halo juga. Kenapa kamu membangunkan ku sih." Gerutu bis Arimbi tersebut. Mungkin ia sedang enak-enak tidur tadi saat ia membangunkannya.

"Maaf aku mau bertanya. Apakah kamu melihat bis Arimbi yang datang dari Jakarta. Aku sedang menunggu temanku yang dari sana." Begitu jelas Heni agar bis angkutan antar kota antar propinsi ini tidak ngambek.

"Lho, memang kamu tidak lihat berita. Semua bus AKAP (antar kota antar propinsi) itu tidak boleh masuk ke Jakarta. Yang dari Jakarta juga sementara ini diliburkan dulu." Jelas bis Arimbi itu panjang lebar.

Heni menggelengkan kepalanya. Sejak banyak berita tentang Corona itu memang ia sudah malas melihat televisi, takutnya melihat berita malah makin parno.

"Idih, cantik cantik kok kudet." Begitu ledek bus tersebut.

Heni tentu saja keki, segera saja ia berniat pergi tapi kendaraan roda empat itu sepertinya tahu kalo ia ngambek sehingga ia membujuknya agar mau ngobrol dengannya. Maklum, sudah lama tidak ada yang berbicara dengannya, bis Arimbi yang seumuran dengannya sudah banyak yang pensiun, tapi majikannya yang pelit masih memaksakan agar ia terus bekerja. Ia menamakan dirinya Satria.

Ia menolak disebut sudah tua biarpun mesinnya sudah tidak memungkinkan untuk dibawa diatas 130 km perjam." Langsung meriang badanku kalo digeber 100 km perjam, apalagi kalo diatasnya. Tahu sendiri jalan trans Sumatera itu banyak yang jelek." Keluhnya.

"Jalanan sangat keras ya Bang Sat." Kata Heni.

"Aduh, jangan panggil aku Bang Sat doonggg!" Katanya marah, terlihat dari mesinnya yang menggerung-gerung dan asam keluar dari knalpotnya.

"Ok, memang kamu maunya dipanggil apa."

"Panggil saja Kang Satria, Udha Satria, atau Bro Satria juga boleh." Begitu katanya sambil nyengir. Busyet, sudah tua begini maunya dipanggil Bro, batin Heni.

"Ok Bro, memang jalanan keras banget ya."

"Pasti, apalagi untuk bis sepuh seperti saya. Kalo dikebut 100 km perjam saja pasti langsung amsiong mesinku, belum lagi badanku langsung gemetaran. Yang enak itu kalo jalan 60 km perjam, tapi majikanku selalu menggeber 100, soalnya ngejar setoran katanya, akhirnya aku yang empot-empotan." Bis Arimbi itu menghapus peluh yang meluncur di kaca depannya." Yang nyebelin itu bis bis muda. Saya Keki setengah mati. Pernah aku jalan 90, eh disalip oleh bus muda itu. Pas nyalip itu mereka teriak." Mbok jalannya kencengan dikit pak, sampeyan itu kan bis, bukan odong-odong. Bajingan kan."

Heni sebenarnya pengin tertawa mendengar ceritanya tapi ia tahan, tidak enak padanya walaupun sebenarnya ceritanya lucu. Tidak baik tertawa didepannya bukan.

Bis sepuh itu lalu melanjutkan ceritanya. " Sebenarnya aku ini lagi pusing lho. Gubernur Jakarta sudah melarang BIS AKAP untuk ke Jakarta, tapi keesokan harinya menteri perhubungan malah menganulir keputusannya, bisa menggerus ekonomi katanya. Duh dek."

Ia lalu melanjutkan ceritanya." Sebenarnya aku ini hanya ingin kepastian gitu, apakah dilarang ataukah diperbolehkan ke Jakarta. Kan ngga enak digantung gitu, emangnya lagi LDR apa."

Heni manggut-manggut karena ia memang juga pernah begitu. Cintanya digantung oleh si dia yang ada di Jakarta.

Keputusan Kemenhub yang menganulir kebijakan larangan bus AKAP dari dan ke Jakarta oleh Pemerintah DKI Jakarta beberapa hari yang lalu cukup menjadi dilema tersendiri. Termasuk bagi Bro Satria AKAP Arimbi ini.

Ia ingin berangkat ke Jakarta tapi takutnya malah dilarang bawa penumpang karena takut menyebarkan virus ke daerah lain. Tapi tidak ke ibukota, kok hati jadi ragu karena larangan itukan sudah dicabut oleh Kemenhub.

"Pucing Pala Satria." Begitu katanya.

"Terus bagaimana pendapat bro Satria kalo ternyata dilarang?" Pancing Heni.

"Kalo memang dilarang agar memutuskan mata rantai penularan virus Corona, ya saya sih setuju-setuju saja. Biar bagaimanapun tidak dilarang juga penumpang agak sepi. Belum kalo ternyata ada yang bawa virus. Duh, jadi ikut merasa bersalah akutu." Katanya sedih.

"Bro Satria baik hati ya."

"Iya dong. Biarpun ekonomi bagus tapi warganya banyak yang kolaps sama juga bohong." Jawabnya. Jawaban yang cukup menyentil beberapa pihak.

"Wah, kalau dilarang berarti bro Satria nanti nganggur dan bisa pensiun dong."

"Etdah. Begini begini aku juga banyak job lho." Katanya dengan nada agak meninggi.

"Job ke daerah lain di Sumatra maksudnya?" Tanya Heni.

"Ya ngga dong, daerah lain juga sepi." Jawabnya." Job saya itu banyak lho mbak. Ada yang dari FTV dengan judul 'juragan cantik naik bis' atau dari film juga ada yaitu ' ada cinta di bis kota'."

"Wah, bro Satria terkenal juga ya." Heni jadi kagum.

"Iyalah. Akting saya didepan kamera bagus soalnya. (ya iyalah bagus karena cuma nongkrong doang jadi bis, batin Heni) sumpah deh (idih, pakai sumpah lagi)."

"Itu masih belum seberapa." Ceritanya lagi." Tahun 2018 kemarin, aku dapat tawaran job dari Justin Lin. Kenal tidak dengan Justin Lin?"

Heni hanya menggelengkan kepala. Ia kenalnya hanya Justin Bieber atau Justin Timberlake.

"Dia itu sutradara film Fast and Furious 9 lho. Bayangin aja, Justin Lin email aku untuk tanya apakah aku mau jadi pemeran di film terbarunya atau tidak. Luar biasa bukan."

"Wah, pasti kamu ambil itu job ya." Heni jadi kagum.

"Sayangnya tidak." Katanya lesu.

"Lho kok tidak diambil, kamu bisa go internasional kayak Agnes Mo lho."

"Tadinya sih mau aku ambil tapi setelah baca naskahnya tidak jadi. Bayangin aja, aku jadi pemeran bis yang ditembaki sekujur bodinya oleh lawannya. Ntar jadi saringan dong saya. Habis itu juga kena bom pula."

Hampir saja Heni tertawa tapi masih bisa ditahannya.

"Gagal Go internasional dong."

"Kata siapa." Bro Satria membusungkan bagian depan bisnya." Begini-begini aku juga pernah main film internasional lho. Saya bermain di film Tayo The Little Bus. Tapi cuma sebagai Guest star sih. Hanya jingkrak jingkrak di jalan tol ceritanya."

Lagi lagi Heni hampir tertawa.

"Tapi dibalik semua ini, pandemi Corona ini tidak bisa dilawan dengan Ego masing-masing. Yakin deh sama saya yang lulusan Jepang (Bis Arimbi seperti bro Satria ini memang buatan Jepang). Harus duduk bersama lalu sinkronisasi antara kepentingan pusat dan daerah, selesaikan bersama. Urusan dapur saya mah urusan mudah. Yang susah itu mengurus ribuan warga Jakarta. Mau pulang kampung dilarang karena takut membawa virus, stay at Jakerdah mau makan apa karena nganggur. Kan harus dikaji bersama itu. Kalo memang harus tidak boleh pulang, mbok ya dikasih makan secukupnya. Manusia itukan butuh makan, bukan pohon trembesi yang bisa fotosintesis. Kalau ternyata boleh pulang, saya siap kok mengantar kemana saja. Ke Sumatra boleh, mau ke Jawa juga oke. Yang penting ada bensin biar ngebul plus oli mesin terbaik agar bisa ngacir jalannya."

"Bijak sekali bro Satria." Heni kagum.

"Usia mungkin membuat saya jadi bijak." Sahutnya. "Sudah sebaiknya kamu pulang. Temanmu itu sepertinya tidak kesini. Sebaiknya pulang karena sudah hampir Maghrib. "

Heni pun segera pulang.

Tamat
Agus Warteg
Agus Warteg Hanya seorang blogger yang ingin berbagi pada dunia terutama tentang film dan serial tv, suka nonton film tapi lewat gadget terutama handphone

143 komentar untuk "Percakapan dengan anak indigo"

  1. Wow aku mlongo nganti, sekarang tokoh satria dijadikan nama bis, yakni bis AKAP Arimbi...jurusan bandar lampung jekardah

    Mas agus, dirimu makin piawai aja ngolah skill nyerpennya...makin kreatip..., bukan kere aktip ya tapi kreatip hueheheh #standing applause

    Btw ini aku ngakak pas bagian bus Satrianya dipanggil bang sat...hahhaha, untung ga jadi ya, akhire dipanggile malah bro aja

    Tapi kocak loh, malah di terminal Tokoh Mba Heninya akhirnya ngobrol aja dengan Bis Arimbinya

    Mana bis arimbinya banyak pengetahuan lagi, pinter nih nganalisa berita yang sedang marak saat ini bisnya #maklum jam terbang bisnya udah tinggi, pan uda sepuh bisnya hahahhah...

    Terus aku ngakak lagi pas dia jadi bis di tayo hahahha, kenapa pula malah jadinya akting di tayo ketimbang ditembakin di fast n furious....trus yang si ftv asli bikin ngakak, terutama pas bagian yaiyalah keren, orang aktingnya cuma ngejogrog aja sebagai bis wakakka (kebanyang gimana tokoh heninya ngempet tawa dalam hati)

    Keren mas agus, cerpen kali ini aku suka


    BalasHapus
    Balasan
    1. Wow, makasih banyak mbak mbul atas apresiasinya, komentar seperti mbak ini yang bikin semangat nulis cerpen.😁

      Penginnya sih ngasih pulsa, apa daya kuotaku juga kadang ngga ada, maafkanlah.πŸ˜…

      Waduh, jangan dipanggil BangSat dong, nanti dia tahu dan bisnya nyeruduk.πŸ˜‚

      Begitulah, bro Satria memang pengetahuannya sangat luas, sehingga bisa kasih solusi kalo ada masalah seperti korona ini.

      Katanya bro Satria itu selain ditembaki sampai bolong juga nanti diledakkan bom, amsyong kan jadinya. Mendingan main di Tayo, aman mbak.😁

      Hapus
    2. Santuy aja mas agus, hahahhaha
      Orang kita kita komen tuh karena antusias aja n pengen meramaikan blog teman teman. Buat seseruan dan fun aja gitu. Ga perlu ada hadiah ataupun giveaway juga no problemo hahhahahah

      Oh iya ya, klo di fast n furious pasti akhire jadi babak bundas alias amsyong hahahha dibawa ngetril vin diesel atau jason statham

      Hapus
    3. Ok, makasih banyak mbak mbul. Semoga mbak sehat selalu agar bisa komen terus di blog ini. Mbak salah satu komentator yang aku tunggu selain mbak Rey, mbak Roem, mbak Eno, mbak Pipit, mbak Ella, mbak Tari, mbak Heni,, mas Herman mas Himawan, dan tentunya raja sue.

      Eh, mas khanif dan mas Morishige juga, dan teman blogger lain yang tidak bisa aku sebut semuanya. Makasih sudah berkomentar.😊

      Soalnya selain ditembaki, busnya katanya juga di bom hingga bannya lepas, habis itu busnya ditabrak tank nya Vin Diesel juga, maka nya bro Satria ngga mau.🀭

      Hapus
    4. Iya ya, terus konsisten Mas, jarang loh yang nulis cerpen kayak gini.
      Jujur saya kurang suka baca cerpen di blog, mungkin karena kalau baca di cerpen itu butuh memaksakan mood biar menyatu dengan ceritanya.
      Jadi kalau di blog rasanya kurang ada gregetnya gitu.

      Tapi cerpen di blog Mas Agus sama Kang Sat itu beda, kalian pinter mencuri perhatian dengan hal-hal remeh tapi bikin pembaca jadi tertarik membaca semuanya.

      Misal, pemakaian nama blogger lain sebagai tokohnya, terus temanya itu ganti-ganti, nggak ketebak, jadinya orang nggak bosan.

      Padahal ya, kalau ditangkap cerita di atas itu sederhana, lebih ke masalah Corona dan PSSB kan ya, tapi karena dijadikan cerita gini jadi beda.

      Nantinya bisa banget nih, kalau ada job teruslah menulis kayak gini, lebih soft selling :D

      Hapus
    5. Makasih banyak suhu Rey udah kasih masukannya, silahkan ambil hadiah sebuah sepeda motor di dealer terdekat, jangan lupa bawa duit buat DP.😊

      Konsisten menulis itu yang aku ngga bisa, apalagi menulis cerpen yang bagus. Nulis juga kalo ada waktu, tapi diusahakan seminggu sekali, penginnya sih 3x.

      Soalnya aku kuli, jadinya harus mentingin kuli dari pada blog, kalo ngga, istri saya bisa ehm ehm.πŸ˜‚

      Iya sih mbak, aku memang sengaja tiap bikin cerpen itu yang beda temanya tiap buat, biar ngga bosen. Eh, tapi bini tiap hari sama juga ngga bosen sih soalnya masih.., sudahlah ngga enak ngomong.🀭

      Nanti aku bikin cerpen mbak Rey sebagai tehnik mesin, tapi sepertinya akan banyak yang salah, soalnya aku ngga sekolah di tehnik mesin, tapi SMP aja, itu juga ngga tamat. Jadi asal ngarang saja tehnik mesinnya.🀣

      Hapus
  2. INDIGO ( ingin digoyang Rondo ) Dah gitu aja...πŸ˜‹πŸ˜‹

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksudnya bus nya di goyang ama rondo? hahahaha

      Hapus
    2. Bus bro Satria digoyang rongdo, sepertinya cocok sama orangnya ya mbak.πŸ˜…

      Hapus
  3. Berarti si Heni Ngobrol sama Dajal dong Alias Belis...😳😳

    Terus Belisnya Gw gitu..😬😬

    Suuuueeeeee..😬😬😬

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lha, kan keren kang jadi belis gitu, mana dapat omprengan tiap hari, fulus dapat terus dan anteng kalo mau mangkal.😁

      Hapus
    2. Tapi kan kasian diajak ke jalan yang berkelok dan jelek hahaha
      Mending terima aja deh lamaran go internasionalnya :D

      Hapus
    3. Tahu tuh, kalo bolong kan bisa dibuat gilingan ya mbak.😁

      Hapus
    4. Setuju. Mending diambil aja job go internasional nya. Siapa tau jadi makin terkenal, mas. Ada Agnes mo juga lho.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Hapus
    5. Selain ada Agnes Mo, ada juga artis Roem Wi juga lho.😱

      Hapus
  4. kasihan ya satria, semoga kau tetap tegar dan kuat sebagai seorang satria

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, apalagi dia itu ksatria baja hitam, harus kuat itu.😊

      Hapus

  5. Wah ? Top banget cerpenya aku suka , aku suka ,daya imajinasimu mas Agus ? Tingkat dewa sama seperti daya imajinasi nya udha satria . Dah gitu? Aku baca ending terakhir udha ya itu lho? Bijaksana banget salut aku. 🀭🀭🀭🀫🀫

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih kalah akutu, kang satria itu yang level dewa, dia kalo nulis adegan hot itu benar benar detil, jelas aku kalah telak mbak.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Hapus
  6. Hmmm... Saya coba mencerna. Jadi percakapan itu sungguhan ada?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Namanya cerpen kok dipikirkan serius kang.πŸ˜‚

      Hapus
  7. wah haha kembali tulisan agak serem.. dengan memunculkan indigo wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, sama seremnya dengan yang baca judulnya aja.😱

      Hapus
  8. Waduuh si heni lagi di terminal raja basa? Koq tua ( tau ) πŸ˜‚...kayaknya bus Arimbi ga da yg ke bandar lampung deh, adanya bis Damri 😁..lagian jalan tol trans Sumatra udah ada doooonk muluuz lagi... Eh si bang Sat itu ngapa ya khayalannya ketinggian mulu, udah ditawar ama sutradara film fast and furious... Eh pake ngayal juga di flm Tayo... Kereen eui cerpennya...antara ketawa ama serem, tapi banyak ketawanya πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh, jadi adanya bis damri bukan Arimbi ya mbak.πŸ™ˆ

      Cocoknya dia memang main di film tayo aja ya mbak, soalnya unyu unyu busnya.😁

      Hapus
    2. Damri sama Arimbi beda tipis sama-sama berakhiran i

      Hihihi

      Hapus
    3. Soalnya disini adanya bis Arimbi, padahal bis DAMRI lebih terkenal ya karena sudah ada sejak zaman pak Harto.

      Hapus
    4. Masa sih di Cikande gak ada bis DAMRI atau jangan-jangan bis DAMRI nya takut sama si Corona..hihihi

      Hapus
    5. Ngga ada mas Herman, Cikande itu kecamatan kecil mas, bukan seperti tanjung priok atau Kemayoran yang rame. Terminal saja ngga ada.😊

      Hapus
    6. Berarti nyelip yaa saking kecilnya 😱

      Hapus
    7. Emang duit nyelip di dompet.😱

      Hapus
    8. Sama, di Palmerah juga gak ada terminal adanya pangkalan ojek..hihihi

      Hapus
    9. Itu tempat mangkalnya suhu Herman sama suhu Satria ya? πŸ€”

      Hapus
  9. wah si bang sat jadi gaol nih minta di panggil bro.. lucu si bang ceritanya, dan kreatif banget, kayaknya pengen aku bisa nulis kayak gini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo nulis mas khanif. Tinggal ketik ketik doang ini.😊

      Hapus
    2. Eh aku juga jadinya pengen bikin cerpen deh kalau abis baca blog ini hahah, tapi temanya horror thriller...kapan kapan bikin ah

      Hapus
    3. tapi kalo harus nulis cerpen kayak gini harus ada bakat nulis mas.. aku gak ada bakat, blogger ecek-ecek :D

      Hapus
    4. wah mbak nita pengen juga nulis cerpen, belajar sama mas agus mbak :D

      Hapus
    5. Ayo mbak mbul bikin cerpen horor thriller nya, pasti panjang cerpennya, soalnya nulis masakan juga bisa panjang, mbak mbul kalo nulis ngga panjang ngga sreg 🀭

      Ini aku juga nulis aja mas khanif, kalo bakat ngga tahu juga, soalnya dulu waktu pelajaran bahasa Indonesia juga kadang ketiduran sampai kadang disuruh nyapu sebagai hukuman.πŸ˜‚

      Hapus
    6. palagi gw mas, dulu pelajaran matematika yang sering ketiduran wkwkw

      Hapus
    7. Salah, aku justru klo bikin fiksi singkat loh ahahah

      Hapus
    8. Wah, kalo matematika aku sih ngga tidur, soalnya gurunya suka bawa penggaris, habis sudah kalo ngantuk.πŸ˜‚

      Singkat juga gpp cerpennya mbak, asal jangan ada 90++ kayak tetangga sebelah ya.😱

      Hapus
    9. wah kepala bisa abis ya kena penggaris tiap matematika :D

      Hapus
    10. Nggak habis, cuma bonyok doang.πŸ˜‚

      Hapus
    11. Wah cemen doonk kalian... Saya mah paliiiing suka ama matematika... Paling suka mau muntah gitu kalo liat gurunya gebrak meja krna sy bego πŸ˜‚

      Hapus
    12. Berarti kalo mau sekolah harus bawa kantong plastik dong mbak kalo pas pelajaran matematika.🀭

      Hapus
    13. Iyak.. Bawa kresek warna item itu, kalo kresek putih ntar dikira bawa bubur ayam πŸ˜‚..iih jorok 😷

      Hapus
  10. ckckc udah bayangin cerita kayak kkn penari ada korban ,ternyata salah prediksi diriku ini haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wow, bayangin nya pasti cerita horor ya mbak.🀭

      Hapus
  11. Bro sat ini bukan bus kecil kayak Tayo berarti ya mas. Lintas pulau soalnya trayeknya.
    btw.. mas Agus ini tinggal di Lampung ya? kok latarnya terminal Rajabasa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, bro Satria itu bis gede, kan Arimbi memang bis besar, muatlah buat orang satu RT.

      Bukan mbak, latarnya Lampung karena mbak Heni kan orang Lampung.😊

      Hapus
    2. Terminal raja basa yang ada lampu merah dulu itu tempat Agus mangkal nggun....🀣🀣

      Jadi beliau ini sedang mengenang kisah pangkal memangkalnya menjadi sebuah kisah cerita.😊😊😊

      Hapus
    3. Oh pantesan, jadi ini terinspirasi dari kisah nyata ya.. (manggut-manggut)

      Hapus
    4. Betul suhu...Yaa begitulah kalau orang sudah hobi mangkal memang .


      Sungkum Huu..πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ™πŸ™

      Hapus
    5. Bis nya kan namanya satria, berarti itu kisah mangkalnya sampean di terminal kang.🀭

      Hapus
    6. Wow jadi sekarang mangkalnya bukan di lampu merah lagi tapi di terminal, hebat peningkatan mangkal yang sangat drastis.. hihihi

      Hapus
    7. Betul Hu, itulah hebatnya kang satria dalam mencari pangkalan. Dari lampu merah sampai terminal, dari Antartika sampai Alaska juga ada tempat mangkalnya.😁

      Hapus
  12. Ini apa Bang Sat yang suka ngomong sueeee itu? :)))
    Ternyata bang sat bijak sekali ya... Seharusnya dia jadi menteri kesehatan.

    Btw, besok besok kalau ada orang lairan, akan tak sarankan jangan pakai nama satria. Panggilannya seeerem

    Demikian juga dengan nama jingga, saya sarankan juga jangan.
    Eh, murid saya ada yg namanya jingga, pas temannya teriak manggil dari samping saya.. Astagfirulloh.. Kaget saya, saya kira misuhi cikgunya ini
    Wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan, kalo bang Sat yang suka ngomong sueee itu mah novelis ganteng yang ke Italia, kalo ini bro Satria, Bis AKAP gitu Bu guru.

      Emang nama jingga kenapa kesannya jelek Bu?

      Wah, muridnya ada yang nakal ya, sabar ya Bu guru.😊

      Hapus
    2. Bantu jawab, yang aku tangkap, andaikata ada yang namain jingga, lalu dipanggilnya penggalan kata depannya saja, maka kedengarannya akan terdengar "Jing..." gitu...

      hihihi

      Hapus
    3. Nggak sekalian Jaing....Hahaaaa...Suuueeee..😑😑

      Hapus
    4. Jing, itu berarti kalo depannya dikasih kata an memang jadi sueee sekali.πŸ˜‚

      Hapus
  13. Keren banget nih, Mas Agus. Menghibur sekaligus sarat pesan. :D Kalau pesan-pesannya disampaikan seperti ini, pasti publik luas bakal mengerti. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga saja ngga ada yang merasa tersindir ya bang Morishige, gawat kalo ada.πŸ˜‚

      Hapus
    2. Wah, cocok buat iklan layanan masyarakat nih, mas.🀭

      Hapus
  14. hahaha sianjir, kreatif amaaat yaaak :D

    saya belom bisa nih, bikin cerpen beginian :'

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga baru pertama kok kang, masih banyak yang belepotan nulisnya.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Hapus
    2. juara emang dirimuuuu mas :D

      Hapus
  15. Judul yang menjebak..hihihi

    Waktu itu motor sekarang bus besok-besok mungkin kapal tanker dikasih nama satria..hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh ada suhu Herman, sungkem dulu biar dapat berkah, eh tapi ada Corona ngga boleh ya.πŸ˜…

      Besok bukan kapal tangker tapi kalong atau kampret yang aku namain satria hu.😁

      Hapus
    2. Wkwkwkk.. mantap
      Oke ditunggu cerpen kalong atau kampretnya.. wkwkwk

      Hapus
    3. Oke, aku tunggu hu, semoga suhu cepat menulis cerpen.😊

      Hapus

    4. Maklum laa Huu...Efeck kaga mangkal2 di lampu merah jadi begitu deh.😊

      Hapus
    5. Ya udah, sana mangkal kang satria.😁

      Hapus
  16. Iiikhhh .. mbok yaa ndak pa paaa .. tadinya diterima aja tawaran jadi pemeran supir bis yang ditembakiiin ..., kan lumayan loh honornya.
    Daripada mangkal terus dibawah lampu kuning πŸš₯πŸ˜†πŸ€­ ..
    Udah kedinginan, cekak pulak honornya wwkkk πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan supirnya tapi jadi bis nya gitu mas, dia ngga mau soalnya habis ditembak nanti busnya juga di bom.😱

      Ngga apa honornya dikit katanya kalo mangkal, yang penting banyak penggemar katanya.🀭

      Hapus
    2. Wah, bis ini berarti sudah punya banyak fans nya ya, mas, dari anak-anak sampai nenek-nenek. Kan doi sudah jadi bintang di tayo sampai FTV. Hehehe.

      Hapus
    3. Luar biasa memang bis bro Satria banyak yang suka, dari nenek lampir sampai Miss K juga pernah naik ke gunung Merapi.😁

      Hapus
    4. Hahaha bener kan, kalau bocor kena tembakan gampang, di masukin bengkel aja, nanti pas keluar malah jadi bus super keren 😁

      Hapus
  17. kalau bis bisa ngomong... hanya ada di blog sarilahmwb...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masa sih, di blog nya mas Sugiarto juga bisa ada kalo bikin.😊

      Hapus
    2. Nganu, tayo juga bisa lho.πŸ˜‚

      Hapus
  18. Wahahaha pernah jadi bintang tamu di Tayo dong. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitulah, bro Satria banyak job nya kang.😁

      Hapus
  19. Busyet dah... Nih bus paling bijak yang pernah aku tau. Tapi tengil dan ngeselin juga. 🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus dikempesin bannya saja kalo ngeselin bang, kalo dijitak malah jari kita yang sakit, soalnya kan bis.😁

      Hapus
  20. Keren mas Agus, meski dikemas fiktif dan lucu tapi pesan moralnya dapat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih banyak bang day, semoga saja virus Corona cepat berlalu ya

      Hapus
    2. Aamiiin... cek balasannya di blog mas satria mas hehehe

      Hapus
  21. dibalik sosoknya abang satria yang kadang njawabnya ngeselin, koplak juga apalagi ya... tapi bisa bijaksana, luar biasa... selalu apdet berita pula... juarakk abang satria ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, bang satria memang is the best ya mbak.😊

      Hapus
  22. Astagaaaaa, saya ngakak wakakaakakakakakak
    Kaciaaannnn.. si Bang Sat eh salah Lang Sat eh salah lagi si Kang Sat jadi bis kota, antar daerah pula! Udah tua pulak!

    Saya kok jadi pengen bikin cerpen, dengan tokoh utama sikat WC wakakakakakakak.

    Enak banget ya kalau jadi penulis, selain bisa kirim orang ke Wakanda, pun juga bisa sihir orang jadi apa saja :D

    Btw, kenapa coba si Kang Sat menolak go internasional di film sekeren itu, ya nggak apa-apa kan jadi saringan, nanti diperbaiki lagi bahahahahaha.

    Daripada jadi pajangan doang di sinetron, sama di Tayo :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya tahu kenapa mbak Rey pengin bikin cerpen tentang sikat WC, pasti karena pengin nyikatin punya pak su.🀭

      Ayo buat cerpennya mbak, pasti panjang dan bagus. Menulis biasa saja udah bagus apalagi nulis cerpen.😊

      Tahu tuh, dia lebih suka mangkal daripada go internasional.πŸ˜‘

      Hapus
    2. Padahal kalau go internasional bisa dapat honor banyak dan bisa minta foto artis internasional lho ya. πŸ€”

      Hapus
    3. Paling dia mintanya foto sama artis kebanggaan nya yaitu kakek Sugiono.🀭

      Hapus
    4. Hahahaha gara-gara Bangday tuh, pakai kasih ide sikat gigi WC πŸ˜‚πŸ˜‚

      Iya ya, Kang Satria lagi sibuk, mempersiapkan novel khusus 91+++ 🀣

      Lucu juga ya, kalau kalian disatukan dalam novel, dan si Kang Satria tetep dengan perannya sebagai bus tua hahaha

      Hapus
    5. Bang day lagi yang kena getahnya.πŸ˜‚

      Iya, tumben betul sudah beberapa hari ngga keliatan dia, mungkin lagi bikin cerpen yang akan mengguncang dunia perbloggeran.πŸ˜„πŸ˜ƒ

      Hapus
  23. Duh kasian ya ternyata Heni, pernah digantung sama seseorang yang ada di Jakarta. Heuh lagi-lagi ini cerpen, hampir ku kira sungguhan yak :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Disini memang isinya hanya cerpen orang koplak mbak Kus.πŸ˜‚

      Hapus
  24. serem juga yah jadi anak indigo,,cuma sendirian bisa liat dunia lain,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul, apalagi kalo memang cuma baca judulnya saja, serem itu.🀭

      Hapus
    2. Hahaha.. termasuk hebat mas Agus ini bisa menerawang dan tahu kalau hanya baca judulnya saja

      Hapus
  25. Serem anak indigonya πŸ˜‚

    Ta tunggu2 di endingnya kirain bakal pacaran, eh taunya obrolan biasa antara anak indigo dan anak indihome πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa aja suhu jaey, anak indigo dan anak Indihome.🀣

      Hapus
    2. Dan kalau digabung jadi anak Gohome, selalu diluar rumah :D

      Hapus
  26. Waaah alurnya nggak ketebak hahaha, saya kira indigo yang horor lagi, ternyata indigo kali ini karena bisa bicara sama bus :))))) fresh idea lho ini, saya suka karena out of the box hehehehehe. Mas Agus juga pintar sekali menempatkan bumbu-bumbu informasi terupdate sekarang, even connected to Corona. Super lavvv ~ ini kayaknya cerpen ter-thebest yang pernah saya baca di blog mas :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masa sih, aku malah ngga terlalu berekspektasi sama cerpen ini, kalo aku malah bagusnya yang mobil Ayla.πŸ˜…

      Hapus
  27. Tumben bener, mas? Pasti habis minum obat ya. Hehehe. Bercanda.

    Nganu, mas. Cerpen yang kali ini lurus banget. Penuh dengan segala opini yang nyambung dengan fenomena belakangan ini. Alhamdulillah opininya lurus-lurus aja, gak neko-neko seperti biasanya. Atau karena tokoh satria memerankan peran sebagai bis tua? Hehehe.

    Ngomong-ngomong bis nya itu sudah go internasional lho, Mas. Dari Jepang go ke bandar Lampung.🀭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh, kok tahu saja kalo saya habis minum obat, yaitu mie ayam, obat anti lapar.😱

      Nganu mbak Roem, sesekali lurus, soalnya kalo belak belok kanan kiri takutnya kejedot tiang listrik.

      Ya ada untungnya juga Corona, bisa buat bahan cerpen ya.πŸ˜‚

      Begitulah, bis bro Satria memang sudah go internasional.😁

      Hapus
  28. bagus mas, ini kayak aku bayangin Tayo beneran lo
    kasian juga ya pas disalip bus bus muda malah disamain kayak odong odong
    ya kali odong odong ...

    alurnya asik mas, cuma kalau bisa dirapihin lagi tentang tanda petik dua pada kalimat langsung akan lebih ciamik lagi. Ini usul aja ya mas.
    Nulis cerpen kayak gini lagi mas, ringan tapi mengena

    semangat ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih atas masukannya mas Ikrom, tanda petik dua yang buat komentar atau ngomong bukan?

      Di hape android tanda petik nya cuma itu saja, sebenarnya ada empat sih, cuma entah kenapa yang bisa dipakai cuma satu doang. Yang tiga kalo dipencet hilang sendiri

      Hapus
  29. cerita indigo emang selalu asik dibaca wkwk :v serem tapi penasaran gituloh apalagi kalo plotnya twist gini hha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya plot twistnya ada di belakang, kalo ini ada di depan ya.πŸ˜‚

      Hapus
  30. Seru banget kalo udah ke sini, dapet ngomennya udah paliiiiiiiiiing bawah...
    Asik banget ni Heni, sepertinya saya pernah liat dia di Rajabasa deh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngga kok mbak, masih ada tuh dibawahnya lagi.😁

      Hapus
  31. Udah siap2in mental bakal baca cerita serem yg bikin deg2an n merinding disko. Maklum saya bukan pencinta cerita horor, tp kadang penasaran mengalahkan segalanya jd ttp aja dibaca 😁

    Eh tau2nya ga bikin merinding ceritanya. Mantab cerita bus akap nya mas agus, menghibur sekligus kritis. Sering2 aja bikin cerita kaya gini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya, kadang rasa penasaran mengalahkan segalanya, jadinya ngintip ceritanya, eh ternyata beda cerita indigo nya.🀣

      Hapus
  32. rada gimana gitu bayangin mba heni ngobrol sama bis XD jadi yang gerak apatuh saat bis nya ngomong. spion? wkwk keren sih. bisnya curhat. idenya liar banget wkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan, kalo lihat tayo sih, yang ngomong itu bagian bawah kaca depan.😁

      Hapus
  33. Wahahaaha auto nyanyo hei tayo hei tayo.. Makin yahud aja ini alur cerpennya. Ajarin dong mas agus. Uhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hei tayo hei tayo, kok jadi latah kayak anak saya.🀣

      Waduh, kalo ajarin bikin cerpen sama suhu saya aja yaitu kang satria, dia lebih jago bikin cerpen, terutama cerpen nganu.😁

      Hapus
  34. ngakak deh ah

    tapi ini bener banget loh sosialisasi corona lewat cerpen bagus juga ya ternyata. ku sendiri nggak pernh kepikiran haha

    ditunggu cerita lainnya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya kalo buat artikel tentang Corona secara biasa, takut orang bosan bacanya, jadinya diubah jadi cerpen aja.

      Hapus
  35. indigo sama indihome apa bedanya sekarang ? hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bedanya apa ya? Aku rasa bisa tanya pada rumput yang bergoyang.πŸ˜‚

      Hapus
  36. Hahahaha kisahnya kekinian banget ya. Baik tentang corona, maupun tentang indigo. Sebelum tahu hal beginian, dulu sering nganggap bahwa orang yang suka ngomong sendiri sama 'sesuatu' itu orang yang gak waras. Tapi kalau orangnya masih kecil sih, sayanya yang malah jadi takut sendiri :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenapa malah takut sendiri bang Adie? Apa karena dia ngomong sama bis.😱

      Hapus
  37. Saya yang masih remaja aja klo jadi penumpang dibawa dengan kecepatan 100km pasti merem melek sih saking takutnya, masih mending klo kosong ini mah sambil salip-salip. Pengen jadi Vin Diesel kali yah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul bang, kalo naik diatas 100 terasa jadi Vin Diesel kali.πŸ˜‚

      Hapus
  38. kalau Satria ngambil job film action go internasional itu, yang ada langsung pensiun dia, bisa remuk2 badannya wkwk. btw, Satria juga nama seorang yang bahas pengakuan indigo di twitter kmrin2..

    -Traveler Paruh Waktu

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu bisa jadi job sampingan paling mas hehe

      Hapus
    2. Nah lho, berarti satria sudah dapat job sampingan di Twitter ya? 😊

      Hapus
    3. nah, diam2 satria yaaa, menyamar menjadi manusia..

      Hapus
  39. Hahaha... Bisa aja nyambungin cerita soal bis-bis, sampai ke Tayo lho ya Kak.

    Kang Satria udah go internasional, tapi aku nggak tahu. Ah, aku harusnya minta tanda tangan sebelum dia go internasional. Kalau sekarang pasti susah. Titip Heni ah... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo buruan ke blognya mbak Shandy, sebelum dia terkenal dan go internasional.😱

      Hapus
  40. Pnjang tapi saya baca. Enak bacanya.
    Si heni nya harusnya liat masa depan bro satrinya dong.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harusnya begitu ya mangs, jadinya kan tahu apakah bro Satria jadi saringan apa jadi go internasional.😊

      Hapus
  41. Awal baca ini saya kira bakal horor lho, Mas. Untungnya baca pas ada bapake, hehehe. Jebulnya kok bikin ketawa. Asli, saya ketawa.

    Bang Sat (ria), jadi bus di fast n furious, ama tayo. Lucu Mas. Bahasanya ringan.

    Saya sukanya itu kadang isu2 terkini disampaikan lewat cerpen dengan jenaka. Keren pokoknya. Khas.

    BalasHapus
  42. Ha..ha.. Bisa aja bikin cerita kayak giniπŸ˜‚
    Lucu, menghibur, ada ilmunya juga.
    Btw itu nama panggilannya yang pertama bener juga. Tapi bikin salah paham yakπŸ˜‚

    BalasHapus