Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Daihatsu Ayla, mobil impian generasi millenial


Agus hampir saja ingin menangis. Impiannya untuk memiliki mobil akhirnya bisa kesampaian juga walaupun itu hanyalah Daihatsu Ayla. Maklum ia biasanya hanya naik motor Astrea tapi kini akhirnya ia bisa menaiki juga sebuah mobil. Sebagai generasi millenial yang cenderung ingin sesuatu yang simpel, hemat, irit dan juga miskin, maka pilihannya pada mobil LCGC keluaran Astra ini adalah pilihan yang tepat.

Dan seperti kebanyakan orang yang baru punya mobil. Agus tentu saja ingin pamer pada semua orang terutama pada saudara dan kerabatnya di kampung. Untuk itulah, pagi-pagi sekali ia sudah menggeber kendaraan barunya tersebut untuk diajak pulang kampung.

Jalanan masih agak sepi ketika Agus mengeluarkan mobilnya dari garasi. Rumahnya sendiri termasuk perumahan mewah (mepet dekat sawah) yang mana hanya bisa dilalui lewat gang kecil. Tak apa saudara-saudara, karena Ayla adalah kendaraan imut yang bisa menaklukkan hati setiap sudut gang. Beda dengan tetangga sebelahnya, punya Fortuner tapi parkirnya selalu di jalan raya.

Sebelum melewati pom bensin ia cek ke kemudi, tampak indikator bensin masih tiga bar sehingga ia lewati. Mobil ini memang punya keistimewaan pada keiritan bahan bakar, sehingga cocok untuk anda yang ngirit bahkan menurut kabar burung, mobil ini telah bikin beberapa SPBU bangkrut saking iritnya. Entah burung siapa itu yang sok tahu.

Dibandingkan dengan mobil sejuta umat Avanza, Ayla jelas lebih irit. Meskipun masalah keiritan itu tergantung jati diri supir masing-masing.

Taruhlah kalo sang sopir itu adalah orang yang golput kemarin di pilpres 2019, maka hanya dengan tiga bar tersisa ini ia bisa membawa mobilnya melaju dari Jakarta ke Tegal, bahkan mungkin hanya dengan doa kedua orangtuanya bisa sampai ke Surabaya terus ke pulau Sumbawa.

Lain misalnya kalo ternyata ia pendukung Prabowo atau Jokowi bersumbu pendek. Jangankan sampai Tegal, sampai Bekasi saja dengan selamat sudah untung. Apalagi kalo ia dengar keadaan negara yang saat itu katanya lagi 'gawat', mungkin tiang listrik se Jakarta sudah punah kena seruduk.

Tapi untunglah Agus bawa Ayla, bukan Fortuner seperti yang dipakai dewan rakyat yang terhormat nyeruduk tiang listrik. Aslinya jangankan menabrak tiang listrik, kena tabrak air liur Mak Lampir aja bodinya langsung mengkerut seperti 'anumu' kalo pagi hari.

Kalo ngomongin soal bodi, sepertinya memang bodi mobil Ayla itu sangat tipis tidak seperti bodi Raisa. Agus rasa beberapa meme yang mengatakan mobil ini adalah kaleng Khong Guan berjalan ada benarnya juga. Kalo mogok malah parah, didorong takut penyok, ngga didorong maka ngga jalan-jalan. Jika mobilnya sudah jalan maka suara angin akan kerap terdengar biarpun semua jendela mobil sudah ditutup.

Biarpun begitu, karena bodi tipis inilah maka salah satu keuntungannya ialah ia bisa mendengar bisikan tetangga sampai gosip artis Korea . Jadi, jika jika tidak ingin rahasia anda tersebar, jangan pernah ngomong soal selingkuhan disamping mobil tersebut.

Pukul 9 pagi Agus sudah mulai masuk jalan tol Cipali yang jalannya mulus, semulus pipi Dian Sastro dan hari sudah mulai panas. Untuk menghibur, ia menyetel lagu dangdut Rhoma irama seperti lagu kegagalan cinta biarpun aslinya dia suka pop. Habis mau bagaimana lagi, jika menyetel pop maka suaranya akan kalah oleh deru mesin tiga silinder 1000 cc yang masuk ke kabin. Lebih mirip suara bisikan mantan dibandingkan suara merdu junjungannya mbak Nike Ardilla.

Untuk kecepatan, Agus rasa mobil ini bisa diandalkan...

... diandalkan kelambatannya. Akan tetapi dengan naik mobil ini Agus bisa merasakan sensasi berkendara yang luar biasa. Ayla sangat kencang kalo dirasakan, walaupun hanya dalam perasaan. Mobil ini hanya enak jika dipakai jika kecepatannya 60 km/jam, soalnya jika dipaksa 100 km perjam, sensasinya seperti Aladin naik permadani terbang, mengambang gitu. Itulah sebabnya Agus selalu memilih lajur kiri saja, sebab jika pilih lajur kanan niscaya bisa terjadi antrian panjang, sepanjang penantiannya pada sang mantan yang suka ogah diajak kawin.

Jam 11 siang ia baru keluar dari tol Pejagan Brebes. Jalanan yang baru ditambal seadanya membuat badannya pada pegal karena getaran masih terasa.

Agus sampai di kampung kelahirannya setelah habis dhuhur. Mulai dari pertigaan jalan ia sudah mulai diperhatikan. Rasa percaya dirinya tumbuh karena bisa membawa sebuah mobil Ayla ke kampung halaman biarpun ia tahu tetangganya banyak yang memiliki mobil lebih mahal seperti Avanza, Xenia, atau Nissan Terra tapi kebanyakan dari mereka sudah berumur. Dan umur mempengaruhi tingkat kesombongan seseorang. Jika anak SD sombong dengan sepeda BMX-nya, anak SMA dengan Ninja-nya, maka Agus bisa sombong dengan Ayla-nya.

"Lho, itu Agus kan. Sudah sukses dia ya di Jakarta, pulang bisa bawa mobil. Daripada Bambang, pulang-pulang bawa kabur anak orang." Begitu kata beberapa tetangganya saat berpapasan di tengah jalan yang membuat Agus cengar cengir.

Mendekati rumah, ia melewati rumah mantannya. Agus pelankan mobil supaya dia bisa tanpa sengaja melihat mobil yang dibawanya. Dia tentu akan menyesal telah meninggalkannya dulu, apa enaknya berkendara menggunakan mantel saat hujan. Apa enaknya memakai helm yang dapat merusak rambutnya, dan apa enaknya kalau kena angin roknya keangkat.

Sampai rumah maka Agus langsung mandi. Setelah makan masakan ibunya yang terharu anaknya bisa pulang bawa mobil, ia bergabung dengan ayahnya dan juga beberapa tetangga yang tampak mengerumuni mobil barunya.

"Mobil ini kelihatannya kecil tapi dalemnya luas ya Gus." Begitu kata paman setelah melongok ke dalam yang kursinya terdiri dari dua baris. Agus tentu saja bangga, tidak salah memang ia pilih mobil. Setidaknya mobil ini lebih luas dari Honda Brio ataupun Karimun Wagon.

Agus masih cengar-cengir sambil menyantap soto babat kesukaannya di teras rumah, sampai datang sebuah pesan WhatsApp.

"Mas, kapan mobilnya balik lagi ya. Soalnya sewanya kan sudah mau habis. Masalahnya besok sudah ada yang mau rental lagi nih."

Agus buru-buru menghapus pesan yang merusak suasana hatinya itu. Buyar sudah impiannya untuk memiliki mobil Ayla, mobil impian para kaum muda.

TAMAT
Agus Warteg
Agus Warteg Hanya seorang blogger yang ingin berbagi pada dunia terutama tentang film dan serial tv, suka nonton film tapi lewat gadget terutama handphone

108 komentar untuk "Daihatsu Ayla, mobil impian generasi millenial"

  1. si bambang ko kelakuannya ndak berubah ya... si bambang suka banget dipanggil namanya dengan intonasi teriakan. dasar bambang..
    apapun mobilnya bersyukur ya mas,, masih banyak juga yg pulangg kampung naik sepada motor.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah mas Heri, daripada naik motor kehujanan ya mas, mending naik mobil sewaan.😊

      Hapus
  2. Hehehee... akhir cerita yang menyenangkan ya mas, semoga saya juga segera ada mobil buat jalan-jalan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, plot twist nya memang ada di akhir cerita.🤣

      Semoga mas Roni bisa segera punya mobil mas.😊

      Hapus
    2. Sepertinya lebih menyenangkan kalau akhirnya si Ayla punya sendiri ya, Mas. Tapi plot twist nya oke, sukses bikin ngakak.😂

      Hapus
    3. Cerpen tanpa plot twist rasanya hambar, seperti tanggal muda tapi ngga gajian.😂

      Hapus
    4. Eh, tapi ada yang gajiannya tanggal tua lho, mas 😂

      Hapus
    5. Oh, itu mah yang main adsense, tapi aku belum pernah gajian padahal sudah setahun.😁

      Hapus
    6. Tapi Alhamdulillah lho, mas, sudah lolos adsense. Aku sih gak lolos-lolos 😂

      Hapus
    7. Ngga daftar kali makanya ngga lolos 😬

      Hapus
  3. Ya ampun mas Agus, sungguh terlalu hehehehe, saya kirain ini artikel review benaran tapi teryata review cerdas, cerdasnya karena memang ada aspek promosi tetapi dibuat dengan gaya komedia sehingga tidak terkesan 'jualan gitu" ini cerdas, tetapi baca bagian terakhir kok saya jadi linglung, ini semacam sinetron di Indosiar saja hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sengaja aku buat guyonan soalnya ini review asal-asalan, ngga ada yang bayar ini jadi bebas.🤣

      Waduh, suka juga nonton sinetron Indosiar ya, ngga nyangka.😱

      Hapus
    2. Tapi coba mas pertahankan gaya ini, tetapi jangan terlalu kocak ya, saat review kok saya merasa ini elegan, pembaca tidak merasa diajak untuk beli tetapi diajak diskusi dan memutuskan, gaya reviewnya menarik, tapi kalau review benaran jangan terlalu kocak ya hehehhe, keren...

      Hapus
    3. Insya Allah nanti kalo ada yang minta review pak guru, tapi sayangnya job masih sepi aja.😊

      Iya juga ya, kalo terlalu kocak nanti disangka stand up komedi. Makasih masukannya pak guru.😊

      Hapus
  4. Pake mobil ini dah ampir 5 taun.. dan alhamdulilah tetap yang terbaik dan ga boros bensin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah mbak Vika sudah punya Ayla.😊

      Hapus
  5. Besok-besok saya mau nempel pinggir mobil Ayla, siapa tahu dapat gosip bagi-bagi pulsa gratis. Lumayan, bisa buat hemat kuota kala kondisi harus di rumah saja, hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh, kalo dipinggir nah ngga bisa dengar bisikan tetangga mbak.😂

      Hapus
    2. Kalau di tengah nanti bisa ditabrak, hehehe

      Hapus
  6. Heeheeeeh....Heeeheeeee!!..

    Sepertinya ada yang gosipin saya...Heeeheeheee...������

    Oohh Tuan Agus barangnya suka kisut toh kalau l
    Pagi2....Heeeheeee..Heeeheee..

    Oohh soal itu urusannya mak Erot yaa, Jadi jangan gosipin saya Heeeheeee...

    Haayaaa!! ...Celita ini pelnah luh posting woldpress....Memang menarik tetapi masih montok Raisa ketimbang Ayla...Tapi kalau luh mau boking keduanya buat mangkal boleh2 saja Gus....Heeehheeee...Heeeheeee.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh, kang satria sekarang sudah ganti kelamin ya jadi Mak Lampir ya.😱😱😱

      Hapus
    2. Berarti Raisa bodinya lebih lebar daripada Ayla gitu ya maksudnya, Mak?🤭

      Hapus
    3. Tahu tuh, Mak satria mikirnya itu melulu, mungkin belum mangkal kali.😔

      Hapus
  7. Wakakakka koplak bagian endingnya nih, ternyata ditagih tukang rentalnya
    Memang sih kadang kala lebaran itu digunakan sebagai sarana mencari pengakuan (ya ga semuanya, sebagian orang aja), kadang ada yang nekad pulang bawa mobil, tapi ga taunya cuma rental, hohoho, maksudnya kalau jujur ngrental sih ga pa pa, la kalau malah ngaku ngaku punya, wakkakak, itu yang kadang agak gimana

    Kalau soal cerpennya, agaknya permainan kosa katanya ada yang mulai tambah lagi nih, malah beberapa ada yang sedikit vulgar ya #wakakak #just komen doang ini

    Tapi masa iya sih tingkat umur mempengaruhi kesombongan, manalah perumpamaannya kalau sd sepedanya bmx, gile mahal amat, aku mah sma aja cuma ngonthel sepeda mini, lalu sma ninja, bahahah ini mah mungkin andaikata uda anak orang tajir dari sononya kali ya

    Tapi kalau dibanding ayla, untuk kelas mobil imut imut aku masih milih nissan teana, kalau yang agak gedean lebih senang alphard klo ga yang lebih murahnya ford express etdah kayak yang punya aja gw hahahh, padahal ga punyaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak, mudik lebaran pulang bawa Avanza tetanggaku, dia pamer kemana-mana. Setelah itu kok tahu baru ngilang, aku iseng iseng tanya sama tetanggaku itu, katanya dibawa maling. Eh, setelah tanya istrinya ternyata mobil nyewa rental doang.🤣

      Waduh, itu terlalu vulgar ya, kirain biasa aja.😱

      Kalo tingkat umur mah cuma bercandaan saja, tapi memang jika umur dibawah 30 sudah punya mobil Ayla sepertinya keren.😊

      Hapus
    2. E ga terlalu vulgar deng, sebetulnya jatohnya lumayan kocak sih hahah, semacam perumpamaan tapi perumpamaan yang ngenes gitu mas agus :D

      Hapus
    3. Dikit doang vulgarnya, tidak seperti novelnya kang satria yang terinspirasi dari penulis favoritnya yaitu Eny Arrow.😅

      Hapus
    4. Lah memang di kisah nyata ada kah? hahaha
      Mungkin sering diremehkan kayaknya, jadinya kalau pulang nggak bawa mobil dia selalu takut diremehkan hahaha.

      Hapus
    5. Ada mbak, tanya saja tuh mbak mbul, sepertinya tetangganya atau mungkin tetangga sebelah kali ya.😂

      Hapus
  8. mudah mudahan nanti bias benar benar punya sendiri, sekarang, ya nyewa dulu…

    # Stay safe and virus free

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, makasih doanya kang, semoga nanti bisa punya sendiri.😊

      Hapus
  9. Saya senyum pas bagian sensasi mengambang seperti karpet Aladin itu, Mas Agus. Ditiup angin sedikit saja olengnya luar biasa kali, ya?

    Ah, itu Agus yang dalam cerita kenapa nggak matiin paket internet aja supaya bisa konsentrasi halu di kampung halaman. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, kalo kena angin agak kencang dikit emang oleng kayak adminnya kang.😂

      Kirain Agus yang chat mantannya kang, ternyata tukang rental.😥

      Hapus
    2. Agus di sini rada susah move on dari mantan ya, mas. Untung adminnya gak gitu. Hehehe.😂

      Hapus
    3. Alhamdulillah tumben komentarnya bener, pasti habis minum obat ya.😊

      Hapus
  10. enakan naik motor aja sih, klo hujan ga kepanasan dan klo panas ga kehujanan. Daripada naik mobil rentalan cuma buat dihujat tanpa pujian di artikel ini :'(
    Oiya klo naik motor juga bisa ngerasain deg-degan helm jedukan gitu sama ehm-nya. eakk :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini cuma cerpen saja mbak.😱

      Bisa aja nih, kalo hujan ya ngga kepanasan lah.😂😂😂

      Hapus

    2. @Anggun.....

      Apanya sih NGun...Yang Deg2gan..😲😲

      Kita naik sepeda aja yuk berdua biar bisa ajrut2tan.😲😲😲 🤣🤣😋😋

      Hapus
    3. Sudah kang, mangkal dulu sana kang, lu rese kalo ngga mangkal.😁

      Hapus
  11. wkwkwk, bisa aja nih ya bikin cerpennya. untung agus nggak terdesak soto saat menerima pesan wasap dr rentalan mobil, ahahaha

    BalasHapus
    Balasan

    1. Haahaaa!!! Bisa saja Neng Ella...🤣🤣🤣

      Padahal lebih bagus kesedak batu kali yee..🤣🤣🤣🤣

      Hapus
    2. Idih, atas saya ngarep saya tersedak soto ya.😑

      Hapus
  12. Duh.. kelakuan si Bambang keren kali. 😂😂

    BalasHapus
  13. Loh, ayla ada yang dirental juga ya? Kirain rentalan itu hanya sediakan avanza/xenia aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kurang tahu juga mas Anggie, soalnya ini cuma cerpen.

      Eh, memang mobil rentalan cuma Avanza Xenia ya?

      Hapus
  14. Wk wk.. Ga taunya ngerental tu mas Agus. 😁, ga apalah meskipun itu hanya dalam khayalan suatu saat moga" kesampean bli aylanya yaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih doanya mbak Heni, semoga saja kesampaian minang mbak Ayla.😅

      Hapus
    2. Mau nambah lgi yaa 😆😂

      Hapus

    3. Biase emang ngarep kawin katenye, Kalau bisa sampai 3 kali...🤣🤣🤣🤣🤣

      Hapus
    4. Salah tulis tadi, mau nulis mobil Ayla kenapa jadi mbak Ayla ya.😂

      Hapus
    5. Jempolnya mblibet juga yak. 😂

      Hapus
    6. Kayaknya grogi kalo ngobrol sama mbak Heni.😂

      Hapus
  15. Mobil anak sekolahan dan kuliahan ini biasanya. Atau bisa juga buat rental gitu. Mobil kecil enak cucinya ga capek wkwkwkkw :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, ngga capek nyucinya soalnya tinggal ke tukang cuci mobil mbak Nurul.😁

      Hapus
  16. Yah pas mau baca ada suara azan, komen dulu aja ah 😆

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah sholat dulu kang jaey. Adzan isya ya?

      Hapus
  17. Kirain punya sendiri. Ternyata masih nyewa ya, Mas? Terkadang memang benar, sewa terlalu lama membuat mobil berasa milik sendiri. Hehehe.

    Tapi miris juga aku baca bagian anak SD sombong dengan sepeda BMX nya, anak SMA sombong dengan motor ninjanya, sementara aku hanya bisa sombong dengan hape kentangnya. Sedih banget aku tuh. Seumur-umur pegang sepeda BMX sama motor ninja aja gak pernah. 😭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha kenapa nangis mbak, itu cuma perumpamaan saja kok. Aku juga tidak punya sepeda BMX apalagi ninja, itu mah anak sultan aja kali yang punya.😂

      Pernah nyewa mobil juga ngga mbak? 😁

      Hapus
    2. Gak pernah, mas. Kalau sewa mobil harus sewa sopirnya sekalian soalnya, kan aku sama suami gak bisa nyetir mobil. Ntar mahal malahan. Mending naik transportasi umum aja deh. Ntar duit sisanya bisa buat beli kacamata baru.😂😂😂

      Hapus
    3. Coba latihan mbak suaminya, jadinya kalo punya tidak kagok, misalnya pakai game android gitu, misalnya Need for Speed, Ashpalt, atau Real Racing.😂

      Hapus
    4. Hahahaha, saya dulu pernah naik sepeda BMX, punya adikku tapinya ahhahahaha

      Hapus
    5. Berarti mbak Rey lumayan sultan juga ya mbak orang tuanya.😊

      Hapus
    6. Nah, emang nyetir mobil lewat game sama beneran sama, mas? Ada-ada aja deh.😂

      Hapus
  18. ternyata mobil sewaan wkwkw.. kalo gw bilang mobil ini kayak tipe mobil di jepang, kecil kecil gitu mobilnya hahah.. tapi memang slim banget sih mobil seperti ini, jadi gak memakan banyak ruang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul kang, jadinya kalo mau parkir enak soalnya ngga perlu tempat yang luas.

      Hapus
  19. Semoga aila nya tidak lagi sewaan ya gus, agus.
    Agus itu apanya dahlan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin mantannya, Mbak. Hehehe. *Kabuuuur 🏃🏃🏃

      Hapus
    2. Tuh kan, belum bayar baksonya sudah main kabur aja.

      *Kejar pakai ambulans.🚑🚑🚑

      Hapus
  20. haha tapi balik lagi. milenial harus bisa nyicil selama 5 tahun jg mas :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Serba salah ya, nyewa ngga bebas, nyicil juga berat di kantong.😂

      Hapus

  21. Meski hanya mobil sewaan, moga suatu saat jadi mobil pribadinya mas agus.btw? Kenapa tuh si novelis handal tuh di sangkut pautkan dengan cerpen diatas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Novelis handal yang mana mbak? Maksudnya kang satria ya? 😱

      Hapus
  22. Aiiihhh dasar bambang... wkwkwkw
    Ini mah mobil saya,, bagus emnk mobilnya.. seneng saya pakai kalau lagi tidur... hahahahahahaah 😁😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenapa malah pada bahas Bambang ya.😂

      Hapus
  23. Made in Astra juga ya, sepabrik berarti sama Astrea 😆

    Knp merusak suasana hati, kan bisa sewa lagi besok2, sewa tiap hari aja biar brasa punya sendiri 😆

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tekor bos kalo sewa tiap hari, soalnya lumayan mahal, kecuali dibayarin anak sultan sih ngga apa-apa.😅

      Hapus
  24. cengar cengir kalau mampir di blog ini, selalu ada yang kocak.

    mengingatkan sebentar lagi mudik butuh mobil belum punya mobil..he...he...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya mudik tahun ini ngga ada kang, pemerintah sudah melarang mudik untuk menekan virus Corona.😰

      Hapus
  25. Pantesan paham sama semua spesifikasi merek mobil. Ternyata dia hobi sewa mobil?

    Tapi ya pandangan masyarakat kita mah, memang begitu ya? Orang bisa dibilang sukses kalai udah bawa mobil ke kampung halaman. Ya, semoga bisa beneran bawa mobil "punya sendiri" ya gus. Biar keren maksimal. Bisa ngecengin mantan. Hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, makasih doanya kang Wisnu. Tapi enak juga kalo sewa mobil, kalo ada yang rusak tinggal di balikin sama yang punya.😂

      Hapus
  26. Astagaahhhh, saya keselak kopi wakakakakakakaka.
    Bisa ajaaa, klimaks ceritanya paling ujung hahahaha.

    Btw, saya kok lebih suka Karimun ya.
    Kalau Ayla, kaki saya kelipat-lipat rasanya kalau di dalamnya hahaha.

    Atau mending Atoz, tapi udah nggak ada yang keluaran baru ya.
    Saya pecinta mobil-mobil imut sebenarnya, cuman ya gitu, kaki saya panjang, kalau terlalu sempit repot sendiri di dalamnya :D

    Etapi, kalau sewa juga nggak apa-apa sih ya.
    Kan daripada ngehek bayar cicilan mobil.
    Banyak kok sekarang orang milih nyewa ketimbang kredit.

    Apalagi sekarang banyak taxol, jadi kalaupun punya mobil sendiri, jadi jarang kepakai :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo ngga ada klimaksnya nanti mbak Rey ngga keselek kopi dong.😅

      Kalo kakinya panjang itu enaknya naik Alphard mbak, soalnya dalemnya luas, kalo ngga, bisa juga naik angkot.😂

      Waduh, mendingan pakai tacol saja ya dari pada nyewa, soalnya kalo tacol ada yang nyupirin.

      Hapus

  27. Setuju kata mbak Rey.Sekarang banyak Taxol Jadi sewa saja dan anggap punya sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo tacolnya punya sendiri memang enak kang.😆

      Hapus
  28. Balasan
    1. Aku juga ngga terlalu ngerti kok sob, ini cuma cerpen

      Hapus
  29. Aku kok malah kesengsem sama body tipisnya si Ayla, ya .. dibandingin sama tukang kreditnya 😁
    Kenapa aku bisa gitu ya 🤔 ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin karena sering mangkal bareng satria jadinya ketularan penyakitnya tuh, 😱

      Hapus
  30. Sedang mulai menabung, mudahan segera bisa kebeli. Ayla sangat cocok buat kantong dan gaya, keluarga pemula... hihihi, salam kenal mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. HAHAHAHA ternyata mobil rentalan. Lucu banget ceritanya, kok ya kepikiran ending-nya demikian :)) semakin kreatif saja mas Agus ini ternyata ~ hehehe.

      Eniho, saya doakan semoga Agus (tokoh pada cerita di atas) dan Mas Agus (penulis cerita di atas) bisa punya rejeki untuk beli mobil Ayla :3

      Hapus
    2. Amin ya rabbal alamin, makasih banyak atas doanya mbak Eno.,😊

      Hapus
  31. Mas Agus tolong bilang sama Agus untuk bersyukur walaupun hanya mobil ayla. Saya mah sampai setua begini belum kebeli juga. Alhamdulillah masih jadi langganan sopir angkot saja...hehehe

    Btw, sebelum pensiun saya bekerja di pabrik komponen otomotif. Salah satu yang diproduksi adalah headlining (atap dalam) untuk ayla dan agya, hasil produksinya di kirim ke daihatsu di Sunter, karena ayla dan agya diproduksi di daihatsu. Sama seperti avanza dan xenia yang diproduksi di daihatsu sunter juga dan pabrik tempat saya kerja juga memproduksi headlining untuk avanza dan xenia.

    Salam,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya pak, semoga saja Agus bersyukur biarpun cuma mobil rental.

      Wah, karyawan pabrik mobil tapi ngga punya mobil, sepertinya ironi ya pak. Kita yang bikin, orang lain yang naik.

      Hapus
  32. Ya Alloh udah bayangin lagi enak2nya makan dan bangga, ternyata endingnya selalu bikin ketawa. Hehe.

    Btw tahun ini diimbau untuk ga mudik ya. Jadi aman uang rentalan, hehe.✌

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tukang rentalnya memang rese, ngga boleh lihat Agus seneng dikit 😂

      Hapus
  33. Meskipun kecil, mobil ayla enak buat jalan di kota, gang perumahan. Gak makan banyak tempat buat parkir.

    Duh, endingnya bikin sangat menghibur. Iya aku butuh hiburan ditengah derunya info wabah ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah kalo terhibur mbak. Memang ini salah satu tujuan saya yaitu ada hiburan ditengah wabah ini.😊

      Hapus
  34. Waduh kasian Mas Agus. Belum juga beres sewanya udah ditagih. Bisa dituntut tuh yang nyewain :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuk kita tuntut, siapa tahu kalo tuntutan dikabulkan nanti Ayla nya jadi milik sendiri.😁

      Hapus
  35. Td aku pikir kamu mau mempromosikan Ayla :p. Tp kok rada2 pas nulis setipis kaleng Khong Guan dan ngambang kayak karpet Aladin wkwkwkwkwk. Ya Allah sumpah ngakak :p. Awas dimusuhin Ama komunitas Ayla :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh, masa sampai segitunya mbak Fanny. Kan cuma cerpen.😱

      Hapus
  36. Ini reviewmya jujur amat ya. Pihak Ayla baca ini pasti langsung naik tensinya ya. Mungkin pihak sananya bilang gini,"Uang itu tidak pernah bohong. Mau mobil bagus ya uangnya jangan mepet." 😂😂😂

    BalasHapus