Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menjajal Toyota Fortuner dari Cikande ke Anyer


Siang itu saya berteduh di emperan toko. Hujan bulan Februari memang sedang deras-derasnya. Saya terpaksa berteduh karena lupa membawa jas hujan karena tadi pagi cuaca cerah dan jas hujannya buat menjemur karak. Begitulah, saya terpaksa berteduh kedinginan sambil menunggu hujan reda, sementara Honda Astrea saya biarkan diguyur hujan karena emperan tokonya kecil.

Duh, coba kalo saya punya mobil, pasti tidak akan senelangsa ini. Ya Allah, semoga saja ada mobil datang membawa saya agar tidak lama kedinginan.

Tak lama kemudian datang sebuah mobil Avanza. Mobil itu jalannya kencang sekali sehingga ketika lewat, air trotoar yang menggenang itu langsung tanpa permisi mengguyur mengenaiku. Otomatis bajuku basah kuyup.

Jiancuk, apa ngga lihat ada orang apa. Matane picek yo.

Tak lama kemudian ada sebuah mobil lagi yang hendak lewat. Kali ini adalah Toyota Fortuner. Karena dendam kena ciprat mobil sebelumnya, aku mengambil pempes yang kebetulan hanyut terbawa air, jika tuh mobil sampai nyipratin, akan langsung aku timpuk, urusan perkara belakangan.

Ajaib, entah pemiliknya tahu aku mengambil pempes hingga takut mobilnya lecet atau memang ia orang baik. Mobil itu pelan saja lewat di depanku. Bukan cuma pelan, bahkan langsung berhenti di emperan toko itu.

"Agus, disini toh rupanya." Pemilik mobil itu membuka jendela dan aku kaget ternyata itu satria, teman akrabku di blogger.

"Lho kang satria, tumben angin apa datang kesini."

"Ada perlu penting sama kamu."

Ternyata ia kesini agar aku kembali mengulas atau review mobil barunya ini yaitu Toyota Fortuner. Aku hanya bisa mengelus dada duo serigala ketika tanya Nissan Terra yang dulu aku review ternyata masih ada di garasi. Dia sebenarnya blogger apa anak sultan sih, kok beli mobil mahal seperti ganti baju saja. Lha, saya bayar cicilan motor 600 ribuan tiap bulan saja masih megap-megap.

Tapi sebagai blogger yang profesional, saya akan tetap mereview, tentu saja setelah menunggu hujan reda dan aku mengganti baju.

Sebagai mobil yang mengusung konsep SUV (Sport Ulitily Vehicle), Fortuner menurutku secara desain tidak mencerminkan kepribadian seperti itu. Jika tidak punya pembanding atau dibandingkan dengan Avanza Xenia, mobil ini memang seakan memiliki karakter macho, gahar dan maskulin. Tapi jika kita sandingkan dengan Mitsubishi Pajero ataupun Nissan Terra, jelas mobil keluaran Toyota ini masih kurang kekar. Coba saja jika ketiganya disandingkan, anda akan tahu mana yang lebih gahar.

Ok, mungkin Toyota Astra Motor bermain aman dengan desain mainstream seperti itu, mungkin karena konsumen disini tidak mau desain yang ekstrim walaupun aku yakin banyak juga orang yang mencari desain yang gahar, buktinya banyak juga Pajero lalu lalang di jalanan, sekaligus membuktikan kalo perekonomian Indonesia masih lumayan baik biarpun nyari duit aku makin susah.

Setelah masuk ke kabinnya, kesan mewah memang langsung terasa. Soundnya juga bagus, iyalah harganya setengah miliar. jumlah kursinya ada 7 seater, mirip dengan Pajero atau Terra. Tak ada masalah sih, cuma kalo memang mengusung konsep sport, idealnya kursinya cukup 4 seat saja, seperti Nissan X-Trail luar ( Nissan X-Trail Indonesia tetap tujuh seat karena menyesuaikan dengan konsumen yang hobi bawa keluarga besar), jadi untuk akselerasi dan kecepatan kendaraan lebih maksimal kan.

Mungkin Fortuner mengusung konsep semi sport, jadi selain bisa untuk balapan dan gagah gagahan, tapi jika ada kondangan bisa bawa anak istri plus cucu dan menantu, lumayankan ngirit biarpun amplopnya cuma satu.

Ok, sekarang saatnya tes mesin. Aku dan satria pun menuju ke barat, bukan dalam rangka mencari kitab suci, cuma ingin ke Banten. Soal tenaga, jika untuk orang yang tidak neko-neko sudah lebih dari cukup. Tarikan mesin ok dan bisa melibas jalanan. Akselarasi juga oke, untuk menyalip kendaraan lain tinggal goyang dikit maka langsung lewat walaupun ini tergantung supirnya ya. Di daerah Ciruas ada sedikit banjir, cuma dengan ground clearance ( jarak antara bodi dan tanah) tinggi maka ia libas saja, pokoknya mantap lah. Itu semua berkat mesin bertenaga 136 HP (horse power) atau tenaga kuda. Entah kuda mana yang digunakan hingga tenaganya sekuat itu, mungkin kuda Sumba atau Madura, tapi yang jelas bukan kuda lumping.

Setelah melewati Kramat watu, cuaca berubah panas. Aku lantas menyalakan AC agar lebih semriwing. Eh, ternyata AC nya kurang dingin. Aku lantas putar ke nomor tiga, barulah hawa panas hilang, tapi satria malah misuh misuh, terlalu kencang katanya. Heran juga, mobil harganya hampir lima ratus juta tapi kok AC nya kurang dingin, tapi melihat satria marah, aku jadi sadar, mungkin dia beli Fortuner karena gampang masuk angin, jadinya nyari mobil yang AC nya tidak terlalu dingin.

Agar lebih leluasa mereview, aku lantas pindah ke kursi tengah setelah melewati Cilegon. Joknya tentu saja sangat enak, apalagi masih plastikan. Niatnya sih ingin tiduran, tapi entah karena jalanan yang agak jelek atau apa, kok perasaan kepala agak puyeng. Ketika mobil berkapasitas 2500 cc ini mengisi pertamak di Carita, aku lalu keluar. Beberapa burung emprit lantas berputar-putar di kepalaku sambil berkicau, piye rasane naik Fortuner, esih penak naik Honda Astrea dewek toh. Sial, ini pasti karena masuk angin sebab tadi kehujanan, sebab dulu naik Terra nya juga ngga begitu.


Habis dari Anyer kamipun balik lagi ke Serang. Iya, cuma muter-muter saja. Kali ini lewat tol karena hari sudah sore. Saat tiba di Cikande, Saya coba lihat, ternyata bensinnya sudah turun tinggal tiga perempat. Lumayan boros juga apalagi mesinnya 2500 cc, lebih irit Ayla tetangga saya yang nyampai Merak juga belum turun bensin nya, apalagi dengan Honda Astrea saya, jangan tanya ya, beda kelasnya. Selama perjalanan tadi, iseng-iseng saya nanya, kenapa sih tidak beli Pajero saja yang lebih gahar.

"Harga jual kembalinya bagus Gus "

Eh eh buset, sebenarnya dia beli mobil buat di naiki apa buat dijual lagi sih? Ok, kalo Avanza Xenia atau Ayla wajar ya karena kendaraan roda empat untuk ekonomi menengah ke bawah, tapi jika Fortuner, mobil kelas atas, bukannya yang penting driving experience sport, pengalaman mengendarai mobil sport, apalagi penghasilan adsense nya puluhan juta tiap bulan. Eh, tapi ngga ada salahnya juga sih, nyoba mobil sport tapi harga jualnya ngga turun drastis.

Waktu sudah lewat Maghrib ketika saya turun dari mobilnya. Setelah basa basi sebentar satria pun pulang. Saat itulah, saya baru sadar.

Motorku, motor Astrea ku mana!

Tamat


Agus Warteg
Agus Warteg Hanya seorang blogger yang ingin berbagi pada dunia terutama tentang film dan serial tv, suka nonton film tapi lewat gadget terutama handphone

118 komentar untuk "Menjajal Toyota Fortuner dari Cikande ke Anyer"


  1. Kalau menurutku sih mobil Nissan terra sama mobil Pajero bagusan Pajero lah? Kalau di bawa dalam jarak jauh khususnya di jalan berkelok itu nyaman dan tak berisik. Btw, itu mas Agus cius ? Baru ketemuan sama udha satria secara langsung ? Aku aja belum pernah lho ketemu langsung sama udha satria, suaranya kayak apa, karakternya kayak apa juga aku tak tahu. 🤭🤭🤭🤭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lho, kenapa Tari ngga ke Depok aja, kopi darat sama kang satria, ajak juga teman blogger yang lain di daerah mbak Tari.😊

      Maaf mbak Tari, aku review nya Toyota Fortuner, bukan Nissan Terra.😂

      Hapus

    2. Kemarin tari kopi darat, tapi bukan sama blogger mas Agus tapi sama grub BBMnya yayasan. Tar kalau ada dek malang kontak tari ya ? Ikut tari ya?

      Hapus
    3. Seneng juga dong kopi darat, pasti banyak cerita seru.😊

      Hapus
    4. Assalamualaikum....Mampir Aku maneh Kang Agus...Sillaturahmi.

      Kang, Kopi Darat itu per kilo-nya berapa? dijual kagak di Bukalapak?

      Salam Hormat buat Mbak Tari...sesama warga plat AG

      Hapus


    5. Assallammualaikum Mase? Apa kabar selamat datang di blognya om agus. Maaf mas healty ,Tari bukan warga plat AG lho ?

      Hapus
    6. Wah maaf Mbak Tari, saya pikir njenengan dari Blitar

      Hapus
    7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus

    8. Mase healty, saya memang orang Blitar asli tapi bukan berarti anda sok tahu tentang saya ya? Kok tahu nama saya Tari dari mana ?

      Hapus
    9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    10. Mohon maaf sebelumnya, sekedar klarifikasi. Saya memang tamu di blog Kang Agus. Saya hormat sesama blogger. Saya tidak berperilaku sok kenal dengan njenengan mbak Tari. Saya hanya lihat profil blogger Mbak Tari dari Blitar. Maka dari itu saya ucapkan salam hormat sesama warga plat AG. Saya dari Tulungagung mbak Tari. Maaf ya Kang Agus... kolom komentar jadi kurang enak dibaca. Sekali lagi mohon maaf.

      Hapus
    11. Aduh sudah dong. Aku pikir ini hanya salah paham saja.

      Hapus

    12. Mas Agus maaf,bukan marah - marah sayanya lho? Cuma sedikit trauma sama laki - laki blogger takut nyakitin kayak hino temanya si udha satria .

      Hapus
  2. Ealah bujug nih admin mengigau lagi ....Gerobak bukan Fortuner.🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekali kali mbak Tari ikut disuruh jajal mobilnya juga kang, yang Alphard ya 😱

      Hapus
    2. Wkwkwkk.. Fortuner aja dibilang gerobak apalagi Honda Astrea.. wkwkwk.. kaburrrrrrrrr

      Hapus
    3. Anak sultan emang beda mas Kal El. Honda Astrea paling buat ganjel doang.😂

      Hapus
    4. Wow hebatnya si anak sultan..

      Hapus
    5. Begitulah, siapa dulu dong. Anak sultan kerajaan agung sejagat mas.😁

      Hapus
    6. Udah udah ngga perlu disebutkan nama kerajaannya..hihihi

      Hapus
    7. Woiiii ak anak honda astreaaaaaa

      Hapus
    8. Segitu sultannya mas satria sampai Fortuner dikata gerobak. Hehehe. *Kaboooor*🏃🏃🏃

      Hapus
    9. Begitulah, orang tajir melintir mah bebas.😂

      Hapus
    10. Sebebas nyebut Fortuner jadi gerobak..wkwkwk

      Hapus
    11. Mas satria benar-benar blogger panutan.😂

      Hapus
    12. Bener mbak, kita perlu belajar banyak sama dia

      Hapus
  3. Astrea ente disita sama Pamela Safitri gara2 ente nganu kang..🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Omelin aja mbak tari, kang satria sudah punya anak istri tapi masih suka nyari janda yang bohai.😁

      Hapus

    3. Lho? Kok tari yang dimarahin, tari tahu kok udha sudah punya anak istri lagian tak mungkin lah tari godaain udha satria ada - ada saja om Agus ini

      Hapus
    4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    5. Lho, yang marahin tari juga siapa, kadang aku bingung?

      Hapus

    6. Gini lho om Agus jangan binggung , gini ya om Agus tari itu statusnya gadis remaja takut dianggap macem -macem sama temanya om Agus . Sumpah tari tak bermaksud centil atau genit ke udha satria kok ? Cuma milik mobilnya aja. 🙏🙏🙏🙏

      Hapus
    7. Aduh mbak, siapa juga yang mikir gitu. Ngga ada pikiran sama sekali seperti itu kok,

      Hapus

    8. Ya, udah kalau gitu cuma takut tar tak bisa blog walking lagi sama teman blogger sedih hati ini. 😤😤😤😤

      Hapus
  4. Padahal mau tanya juga itu astrea dimana eh sekalinya bingung juga tenryata dimana. Saya kira di angkut di atas mobil di ikat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lupa, ditaruh begitu aja di emperan toko.😂

      Hapus
  5. Siang mas Agus warteg dan cs mwb, udh bbrpa hari ga mampir dimari, maafkeun krn blog sy yg kmren udah awarahum alias koit 😭 jadi sy terpaksa buat yg baru dr nol lagi... Btw sedih amat tu jas ujan dipake buat jemur karak 😆

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenapa bisa koit mbak, emang apa salahnya?

      Hapus
    2. Biasalah mas.. Ada masalah dengan yg buatin blognya.. Jadi sy log out aja 😱 jadi buat lgi yg baru... Kejer setoran artikel :D.

      Hapus
    3. Udah sempat di back up belum mbak blognya? Kalo sempat back up kan bisa di upload lagi artikel nya.

      Hapus
    4. Udah ga mau diinget lagi 😁

      Hapus
    5. Ok, santuy aja kayak di pantuy.😁

      Hapus
  6. Kalau mobil kelas atas jangan ditanya dan diragukan soal interior maupun eksterior nya. Ok punya semuanya.
    Kadang saya heran, saya mau kridit motor saja tak berani bayar cicilan, apalagi mobil
    Ah rezeki orang mah emang beda. Anak sultan seh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sabar kang, yang penting nyaman dengan apa yang kita punyai saat ini biarpun cuma motor.😊

      Hapus
    2. Naik motor lebih "jantan'" mas ;)

      Hapus
    3. Naik bebek 70 aja, mas. Unik dan antik itu keren. Aapalagi vespa tua hahaha :D Btw mobil impianku sih teteup Fortuner :)

      Hapus
    4. Wakakkakaka, samaaa nih, saya sering ngiler lihat teman-teman bolak balik ganti motor, lunas kreditannya, ganti lagi.
      Saya mah tetep setia dengan motor butut saya, soalnya paling sebeeeelll bayar cicilan :D

      Hapus
  7. Cuma lagi ngebayangin endingnya itu loh, gimana ya kira-kira raut muka si Agus pas lihat motor Astreanya hilang pasti lucu dan bikin ketawa seharian..hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya bayangin nya itu seperti mas Kal El diputuskan cintanya sama mas satria.😁

      Hapus
    2. Senyam-senyum sendiri dong

      Hapus
  8. Boros sama bikin pusign yak naik fortuner inih. Gak jadi beli ah kalo gitu, soalnya gak cukup duitnya :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cukup naik Nmax terbaru aja ya kang, sama sama bisa buat jalan jalan ini.😊

      Hapus
  9. Om agus ini yang comen kok banyak memang ikut follow love ya ? Soalnya kalau tak ikut itu blog sepi kayak blogku. 🤭🤭🤭🤭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngga mbak, cuma rajin blog walking saja dan komentar di blog.

      Emang follow love apa sih?

      Hapus
    2. Follow loop kali mas Agus.. Kebanyakan blogger cewek yg ikutan gitu.. Supaya saling follow gitu.. Ada aturannya, kalo ga ngikutin biasanya di kluarin gitu

      Hapus
    3. Serem juga kalo gitu ya mbak Heni, kalo cuma follow tapi ngga komentar, ngga dikeluarin kan dompetnya eh orangnya? 😱

      Hapus
    4. hihihihi, Mas Agus mah brandingnya keren, paling rajin komen di hampir semua blog ada jejaknya, dan komennya emang terniat.
      Semoga istiqomah yaaa, saya sedih sering kenal blogger cowok kayak Mas Agus gini, tapi akhirnya menghilang :(

      Hapus
  10. Cuma mau tanya itu mobil kalau beli cash-nya berapa, ada cebanan lecek nih cukup apa gak ya buat beli pentilnya aja?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cukup kalo itu mas Herman, kalo beli tutup plat nomernya kurang dikit.😁

      Hapus
    2. Ini akunnya juga kah 😆

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    4. Kata-kata tak baik, yang mana kata-kata tak baiknya? (Aneh)

      Hapus
  11. lumayan bagus kayaknya….

    # kami sudah terbiasa dengan Toyota sedan dan kijang

    BalasHapus
  12. Hati2 lho kang kalau ada yg jemput pas hujan begitu. Jgn sampe kyk nasib Herman, kecipratan dijalan trs dia diajak dosen pulang kerumahnya, trs Herman dianuin.. hihii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wow, bahaya juga dong. Ngga nyangka kang satria hobi begitu.😱

      Untung aku ngga di apa-apain, selamet selamet.😁

      Hapus
    2. suuueeee loh..😠😠

      Hapus
  13. kebetulan kang gw kemaren juga baru beli mobil ini baru semingguan, belinya di dalem mimpi wkwk :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih mending bang biarpun dalam mimpi, kalo saya, di dunia nyata maupun mimpi ngga bisa beli.😂

      Hapus
  14. Aku lebih tertarik mas nya pas keujanan sama kemuncratan air comberan. Soalnya belum bisa nyetir. Dan mobilpun kupikir mengurangi kesan romantis dalam suatu hubungan. Apaan sebelahan. Mio dong. Satu jok, rem dikit nyosor 🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wow, pengalaman suka disosor nih kang.😁

      Hapus
  15. waduh ada curhatan juga dengan bayar cicilan motor 600/bulan :D semoga dilancarkan mas rejekinya hiihi dan motornya jgn dicertain hilang dong, bikin sedih di akhirr

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngga hilang kok, cuma dipindahkan sama yang punya toko bang.😃

      Hapus
    2. Itu dipindahin sama yang punya toko apa dipindahin sama tukang parkir, mas? 🤭

      Hapus
    3. Kayaknya dipindahkan sama atas saya nih.🙄

      Hapus
  16. Wow harganya setengah milyar? Weeww tetanggaku kemarin juga beli fortuner nih, wah duitmnya banyak juga hahahaha. Untuk kesangaran atau gaharnya sih emang masih sangar pajero ya, tapi aku juga mau sama fortuner itu. Desainnnya simpel tapi terlihat mewah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo ada uang beli sja mbak, kalo saya paling bisa belinya dalam cerpen.😁

      Hapus
  17. Wuuuih sekarang sudah kelas Fortuner nih mainannya mas Agus :D mungkin sebentar lagi Porsche ya mas, hihihihi AMIIIIIIIN ~ detail banget penjelasannya, siapa tau ada bos sport car yang berminat minta diulas :D

    Honestly, saya suka Fortuner dibanding beberapa mobil sekelasnya. Desainnya lebih bagus menurut saya :)) shape-nya itu lhooo, mevvah hehehe. Tapi, sekarang rasa suka saya ke Fortuner sudah tergantikan oleh Nissan Juke karena shape-nya lebiiiih indah untuk dilihat :D siapa tau nanti mas Agus ketiban rejeki bisa beli Nissan Juke, jangan lupa review-nya yaaa :>

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, semoga saja bisa kebeli baik Fortuner maupun Nissan Juke mbak.😃

      Hapus
  18. Jadi pengen beli fortuner, biar kembaran ama Mas Satria, lagian AC nya ga gitu dingin, ga bakal kembung di perut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mobil ini katanya AC nya dingin, kalo sebenernya ngga tahu juga sih, ini cuma cerpen soalnya.😂

      Hapus
  19. fortuner mobil impian.. semoga suatu saat bisa beli hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, biar bisa nyaingin kang satria.😁

      Hapus
  20. Kapan ya bisa beli mobil hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kapan kapan mas, nanti juga ke beli,😄

      Hapus
  21. yang penting bisa tiba dengan selamat, ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah sampai Cikande dengan selamat mbak

      Hapus
  22. Gagal fokus sama kata-kata mutiara yang muncul gara-gara baju basah kena guyuran air genangan hujan. 😂😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kata kata mutiara yang mana sih mbak? Emang ada? 🤔

      Hapus
    2. Ada, mas. Hanya saja saya masih kurang bijak untuk menyebutkan kata-kata mutiara itu. Sungguh kata-kata yang terpuji 😂

      Hapus
    3. Owh, yang habis kesiram air itu ya mbak.😂

      Hapus
  23. Kalau blogger yang bener2 mereview seperti ini enak banget. Ga kaku, lucu, dan kayak baca cerpen, hehehe.

    Alhamdulillah ini ga horor. Sayang banget motor Astreanya ga ada. Waduuh, gimana ini, hahaha.

    Btw motor astrea termasuk generasi lama ya. Dan kayaknya kuat motornya. Ada astrea prima dan Legenda kayaknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aslinya itu memang cerpen, review- nya cuma sampingan..hihihi

      Hapus
    2. hehe harus dibuat santai mba dngan mas agus :D

      Hapus
    3. Iya mbak, ada Astrea prima,grand dan juga legenda.

      Ini aslinya memang cuma cerpen, naik Fortuner aja ngga pernah, kalo lihat sih kadang ada juga yang lewat desa sini.😃

      Hapus
    4. Hihihi, dulu suami saya motornya Grand, eh motor bapaknye tepatnya, bapaknya memang suka yang antik-antik hihihi

      Hapus
  24. duduw, keasikan jalan2 naik fortuner sih mas agus..
    motor astrea nya kemarin aku yang ambil masss.. #eh.. hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh kok diambil mbak, padahal belum lunas tuh cicilannya.😂

      Hapus
    2. Jual aja motornya, Mbak Thya😂

      Hapus
  25. kalau saya bisa nyetir mobil dalam keadaan sekarang? saya ogah nyetir Fortuner, soalnya duit saya masih dikit, nanti makin abis dong beli BBM (mamak kok ya mikirnya duiittt mulu hahahaha)

    Dulu waktu masih kerja, mobil kantor banyakan yang jenis gede-gede gitu, soalnya ke proyek kan kudu butuh mobil yang kuat, (dan boros, teteeepp hahahaha)

    Etapi, btw Astrea itu juga bukannya boros ya? mending beat aja deh.
    Heran ya saya, dari dulu impiannya yang kecil-kecil aja.

    Punya mobil jenis Karimun aja udah cukup, yang penting anak-anak nggak kehujanan.
    Motor juga beat juga cukup, soalnya saya nggak berani naik motor dan orangnya letoy kalau naik motor suka jatuh, kalau motor besar entar bingung di cagangnya hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo khawatir boros ya enakan naik sepeda mbak, bensin seliter juga ngga bakal habis.😂

      Memang sih, kalo mau mobil yang ngga boros maka pilihannya Ayla atau Agya, soalnya cuma 1000 CC.

      Kalo untuk motor maka pilihannya memang beat, seliter aja bisa sampai 50 km mbak.😁

      Hapus
    2. haha yang penting balik lagi ke fungsi mobil mba, biar ga keujanan haha

      Hapus
    3. hahaha, capek dong naik sepeda, terus susah kalau naik sepeda sambil gembol 2 anak hahaha.

      Iya bener, kalaus aya pribadi memang mikirnya mobil itu adalah fungsinya, biar nggak kepanasan atau kehujanan, biar praktis :D

      Hapus

  26. Mas Agus warteg , maaf sudah kenal dokter healty Blitar sejak kapan ya? Tari mahu konsultasi kesehatan soalnya? Tolong di jawab om Agus?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo ngga salah, sekitar dua Minggu ini, dia komentar di blog saya, saya pun kunjungi blognya, emang ada apa sih mbak?

      Hapus
  27. reviewnya keren tidak membosankan, alami banget serta ada kulucuan, sepertinya bakat sekali, blogger yang berkarakter kuat ini mah,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih banyak kang, jadi terharu nih 😊

      Ini sebenarnya cerpen saja kang, kalo mobilnya saya belum pernah naik.😂

      Hapus
  28. saya teringat ex-boss saya. dia beli fortuner sebab isterinya mahu kelihatan bergaya ketika turun dari kenderaan (mobil), sama seperti rakan baiknya. mendengar alasan itu, saya dan rakan2 ketawa besar kerana alasan itu tak tercapai dek akal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi disini ada juga kok mbak yang minta suaminya beli mobil dengan alasan seperti itu.😊

      Hapus
  29. Dulu suka banget liat fortuner ini, tapi sekarang udah identik jadi mobil pengawal pejabat atau mobil pejabat, jadi suka males liat ini mobil apalagi yang pake strobo, terus tat-tot-tat-tot minta jalan, entah pejabat di dalamnya sedang buru-buru menuju tempat rapat atau dia lagi kebelet pengen boker karena makan ayam geprek yang sambalnya terlalu pedas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya ngga ada pejabat buru buru menuju tempat rapat, jadi yang bener kebelet biker.😁

      Hapus
  30. Cckckkkk .. keren abis cara review produknya 👌.
    Bikin ngga boring baca fitur2 mobilnya 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo ingin tahu fitur yang lebih lengkap mobil Fortuner, minta kang satria aja ya.😁

      Hapus
  31. mas satria ternyata selama ini membumi banget alias low profile, mobil ibarat baju ya, gonta ganti tergantung moodnya mas satria :D

    aku sendiri kalo liat fortuner masih kurang garang kayak pajero, liatnya waktu mobil bos baru hahaha

    BalasHapus