Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengalaman mengasuh sepupu sendirian di rumah


Sepupu adalah anak saudara dari ibu atau ayah. Tentu semua orang memiliki sepupu, baik sedikit ataupun banyak. Ada yang menyenangkan tapi banyak juga yang menyebalkan. Nah, berikut ini pengalaman seseorang mengasuh sepupunya yang masih kecil saat ditinggal orang tuanya pergi.

"Ibu tinggal dulu ya Reyna. Kami harus ke kota sebelah menjenguk pamanmu. Besok juga pasti balik." Kata ibuku sambil tangannya bekerja memasukkan pakaian kedalam koper. Paman kena kecelakaan dan harus di rawat di rumah sakit. Ayah dan ibu serta bibiku yang terakhir tentu saja segera kesana begitu dikasih kabar oleh istrinya paman.

"Rey, aku titip Heni dulu ya. Disana anak kecil tidak boleh masuk rumah sakit." Kata bibiku sambil menyerahkan anaknya yang bernama Heni, sambil tidak lupa memberikan selembar uang berwarna merah yang aku terima dengan sungkan walaupun dalam hati senang. Ia anak kecil berusia tujuh tahun. Heni adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Kakak pertama sudah menikah dan ikut istrinya, sedangkan yang kedua sedang kuliah di ibukota.

Aku hanya mengangguk. Ibu sendiri berpesan agar aku menjaga dengan baik, tak lupa juga untuk menyuruhku belajar karena sudah dekat skripsi. Setelah melambai pada mobil ayah yang melaju pergi, aku putuskan untuk masuk saja. Maklum hari sudah sore menjelang magrib.

"Heni, main sama kakak yuk." Kataku padanya. Ia tersenyum senang lalu kami bermain boneka di kamarku. Ibuku memang suka membelikan boneka setelah ayah gajian biarpun aku sudah kuliah. Tentu saja teman-temanku tak ada yang tahu.

"Kak Rey, itu yang diluar jendela minta ikut bermain juga." Heni tiba-tiba bicara sambil menunjuk jendela kamarku.

Reflek aku menoleh. Kulihat jendela tapi tidak kulihat seseorang disana.

"Mana, tidak ada kok."

Heni diam saja. Aku segera menutup jendela dengan korden sambil diam-diam menyesal. Dia memang anak yang lucu, tapi memiliki kemampuan lebih yaitu bisa melihat makhluk halus. Kemampuan itu kata bibiku mungkin diwarisi dari kakek.

Reyna sendiri pernah ke rumah kakek di desa. Ternyata Heni juga sedang liburan disana. Aku senang juga dengan sepupunya itu karena lucu, namanya anak kecil ya.

Suatu hari aku dan Heni belanja ke toko. Seperti biasa ia lalu minta jajan. Saat pulang ketika tiba di pertigaan jalan ia tiba-tiba memelukku dengan wajah ketakutan. Tentu saja aku kaget tapi memeluknya juga sambil mengelus-elus punggungnya. Setelah lewat pertigaan barulah ia cerita kalo ia tadi takut karena di pertigaan tadi ada orang yang kepalanya berlumuran darah dengan badan remuk.

Aku tentu saja kaget tapi biasa saja. Paling hanya khayalan anak kecil pikirku. Setelah sampai rumah aku iseng-iseng mengatakan pada kakekku. Kakek lalu berkata bahwa seminggu yang lalu di pertigaan jalan itu ada orang meninggal karena kecelakaan, di tabrak mobil oleh supir yang mabuk. Aku tentu saja merinding mendengarnya.

Teringat peristiwa itu membuat Reyna merinding sendiri, apalagi tadi ia bilang kalo di jendela ada yang mengintip dan ingin ikut bermain. Kalo maling rasanya tidak mungkin kan ingin permainan.

"Kak, kakak, Heni pengin pipis nih." Katanya sambil menarik-narik bajuku. Aku terpaksa mengantarnya ke kamar mandi sambil berdoa agar ia tidak mengoceh ada penampakan disana.

Aman, ternyata sampai selesai Heni diam saja. Aku lalu mengajaknya ke kamar tapi saat tiba di kamar ibuku mendadak saja ia berhenti.

"Kak, siapa sih dia. Dia kan tadi diluar kok sudah masuk rumah tidak permisi."

Mampus dah batinku.

* * *

Setelah sholat Maghrib aku lalu memberikan ia mainan agar tidak mengoceh saja, mana hanya kami berdua saja yang ada di rumah. Ia senang lalu tertawa-tawa sendiri. Aku sendiri masa bodoh, yang penting ia tidak mengoceh tentang sesuatu yang tidak bisa kulihat. Anak indigo memang sebaiknya dialihkan perhatiannya.

Tapi tidak lama kemudian ia ternyata bosan. Tiba-tiba aku ingat dan segera memberikan hape android milikku, ada beberapa game disana. Betul juga, ia senang sekali dan langsung bermain. Aku lega lalu segera ke meja untuk belajar, maklum skripsi sudah dekat.

Tidak terasa sudah jam 9 malam. Kulihat ia sudah mulai mengantuk biarpun masih memegang hape.

"Tidur yuk." Ajakku. Heni mengiyakan lalu kami berdua menuju kamar. Kami berbaring di kasur, ia minta dipinggir saja, padahal tadinya aku hendak menidurkan di dekat tembok saja karena takut ia jatuh. Tapi Heni minta dipinggir saja, akhirnya aku mengalah dan memberikan ia bantal guling dipinggir agar dia tidak jatuh.

"Gulingnya mirip yang tadi." Ocehnya lagi.

Duh, dasar ini anak batinku." Yang tadi yang mana."

"Itu yang diluar jendela lalu tadi di depan kamar bibi."

Asem, keluhku dalam hati. Jangan bilang kalo dari tadi Heni melihat pocong.

"Ya sudahlah. Yang penting sekarang kita bobo dulu. Orangnya juga tidak ada kan." Bujuk ku.

"Ada kok, dia masih ada."

Reyna agak takut tapi menjawab juga." Iya ada, tapi kan dia diluar, tidak ada dikamar ini."

"Tidak kak Rey, dia tidak diluar, tapi sekarang ada di kamar, tepat di belakang kakak saat ini."

Entah kenapa, malam hari itu terasa sangat panjang bagi Reyna.

TAMAT
Agus Warteg
Agus Warteg Hanya seorang blogger yang ingin berbagi pada dunia terutama tentang film dan serial tv, suka nonton film tapi lewat gadget terutama handphone

105 komentar untuk "Pengalaman mengasuh sepupu sendirian di rumah"

  1. Endingnya ketebak pasti seram..������


    Semakin panjang, Apaan yang panjang..������

    Kan setannya didalam kamar dibelakang Reyne..

    Kenapa jadi panjang apa setannya nganu..������

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kok emotnya jadi gitu sih, jadinya cuma tanda tanya semua, apa kebanyakan mangkal di kuburan ya.😱😱😱

      Hapus
    2. Nah loooooh ...😱

      Emotnya ngga mau nongol, tuuuh ...

      Mereka lagi pada ngumpul. Reunian dan ngrecanain ...,ntar malam mau begadang di rumah mas maman [ kalo cewek mimin 🀭 ] blog Sarilah ...
      Yuhuuuuu πŸ˜‚

      Hapus
    3. Mau apa mereka ngumpul di mas Maman nanti malam mas, apa mau main gaple apa ronda? 😱

      Hapus
    4. Astaganaga, sundel bolong ngekek gw,
      Gw udah mbatin pasti kalau akun yang namanya aneh2 ini pas dibuka pasti satriasalju atau jingga satria wakkakakak

      Hapus
    5. Betul mbak, kalo dia tidak mangkal ya pasti begitu suka aneh aneh. Makanya sebaiknya dia mangkal saja sih di lampu merah.😁

      Hapus
  2. Creepy -________-

    Aduh aku mah ogahd eh ngasuh anak indigo
    Ponakanku ada dong satu yang begitu

    Lagi di mall jalan sama-sama, tiba tiba dia minggir sendiri

    "Kenapa de?"
    "Tuh ada tante serem lewat"

    Lalu semua orang cuma bisa terdiam kwkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wow beneran ada ya kang Aul, padahal ini cuma karangan saja kang.😱

      Hapus
  3. Sebuah pengalaman yang menegangkan yaa. Tapi syukurlah ternyata Reyna cukup tenang menghadapi semua. Kalau saya sih, udah gemetaran dan nangis, huhu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Alhamdulillah Reyna cukup tenang karena selain kuliah dia juga kerja part time jadi pengasuh anak.😊

      Hapus
  4. Merinding disko saya membacanyaaaaa .. , ternyata guling itu ..., pocong 😱!

    Aneh ..., kenapa juga yaaak .. kalau aku membaca cerita2 tentang perhantuan muncul merindingnya.
    Tapi pas lihat hantu betulan rasanya biasa aja, loh .. ya cuma merinding dan kaget bentaran doang gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh bukan mas, guling itu ya guling, kalo pocong itu kang satria kalo lagi mangkal.😱

      Iya, saya juga kalo ada hantu betulan ngga terlalu takut, soalnya hantunya suka datang kalo telat bayar cicilan.πŸ˜‚

      Hapus
    2. AstagaNagaaa 😱
      Mangkal kostumnya pakai pocong ?? ..
      Diih, apa ya ada yang mau naksir ? ... Hahaha 🀣

      Hapus
    3. Kurang tahu juga, mungkin Wewe gombel yang naksir, kita tunggu saja jawaban dari kang satria nanti kalo datang.😁

      Hapus

  5. Woooww menarik ceritanya kak sampai merinding bulu anuku bacanya.����

    Lam kenal yaa mas.����

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kebanyakan baca Enny Arrow nih makanya anu melulu ngomongnya.πŸ™„

      Hapus
    2. Bulu anu itu apa, mas? Bulu hidung atau bulu ketiak?πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Hapus
    3. Bulu rah sepertinya mbak.πŸ˜‚

      Hapus
  6. Lumayan Serem mas Agus...apalagi pocong... Duuh itumah keinget kalo liat mayat di kafanin..😱. Btw sepupunya si Heni cantik yaaa 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itukan mbak Heni waktu kecil, masa lupa sih.🀭

      Lebih serem lagi kalo lihat debt kolektor mau nagih duit yang telat bayar mbak.πŸ˜‚

      Hapus
    2. Kalo debt kolektor mah saya ga takut, wong ga da angsuran 😁

      Hapus
    3. Kalo ngga bayar nanti motor saya ditarik mbak, mana tampang debt kolektor nya serem serem kayak Shah Rukh Khan atau Siwon Choi.πŸ˜‚

      Hapus
    4. Mau doonk kalo debt kolektornya ngganteng kayak gitu πŸ™€πŸ™Š

      Hapus
    5. What mau.😱😱😱

      Kalo mbak Heni yang ngutang maka yang datang kayak Buto ijo.πŸ˜‚

      Hapus
    6. What? Bubur kacang ijo... πŸ™€

      Hapus
    7. Lepas dulu kacamatanya mbak, itu bukan bubur kacang ijo tapi kue lemper atau pocong.😁

      Hapus
  7. Sepertinya si Reyna gak bisa tidur sampe pagi itu y ? ngaca sama diri sendiri πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenapa mbak, punya anak dengan kelebihan seperti itu ya? 😱

      Sepertinya sih bisa tidur, dengan lampu semuanya nyala.πŸ˜‚

      Hapus
  8. Ceritanya bikin penasaran kak...Tapi terkadang aku takut juga kak sampai bulu2 Anuku berdiri.

    Aku juga punya keponakan yang Indigo. ( Ingin Digoyang )

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tuh kan, udah mangkal sana kang. Lu rese kalo ngga mangkal.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Hapus
  9. Wah horror storynya came back lagi #pecinta horror datang huehehe
    Tapi kali ini kurang twist mas, agak bisa ketebak endingnya, tapi kepleset dikit sih, kupikir hantu yang remuk karena kecelakaan di jalan yang ngikut ke kamar, e ga taunya malah kue lemper...alias poconk hohoho, tapi ngomongin hantu lokal paling takut emang pocong sih aku, ga tau kenapa rasanya serem walaupun modelnya cuma dibungkus kain, dulu kalau di kampung lewat pohon pisang yang sampingnya rimbun selalu suujon takut ketemu pocong hahhahahah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Katanya pohon pisang juga ada lho hantu penunggu nya.

      Oh ya, baca komentar mbak mbul jadi ingat masa kecil. Waktu itu dikampung ada orang meninggal dan dia diisukan Muja atau ikut pesugihan gitu, lalu dia meninggal dan orang pada geger kalo dia jadi pocong.

      Nah, bapak saya iseng bikin pocong-pocongan pakai batang pisang, lalu atasnya diikat tali di kebun, kalo ada orang lewat tinggal tarik talinya maka bunyi berisik. Orang otomatis nengok dan kampung pada geger karena ada pocong.😁

      Hapus
    2. Wah berarti pas masa itu desa terasa mencekam ya hoho, uda kayak di film horror

      Emang klo liwat pohon yang rimbun kek pisang atau papringan/ rumpun bambu aku ngerasa agak pengen buru buru hahah, padahal pas ngaji tiap magrib kalau mau ke mushola ya kudu liwat pekarangan baik depan, belakang, maupun samping soale rumahku dikelilingi pekarangan tetangga

      Wah itu maksudnya pocong pocongan buat iseng apa bagaimana?

      Hapus
    3. Ya begitulah, kalo habis maghrib maka desa sepi, hampir semua orang takut, namanya juga orang desa.😱

      Iseng-iseng aja mbak, buat nakut-nakutin orang gitu.πŸ˜‚

      Hapus
  10. aduh, horor banget sih..
    untung aku bukan reyna yg harus menjaga heni.. wkwk.. kalo aku mungkin langsung auto ngungsi ke tetangga sebelah.. dari pada horor.. hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagaimana kalo ke tetangga sebelah juga masih ada penampakan mbak thya πŸ˜…

      Hapus
  11. Ampun saya baca cerita ini dengan teliti, lama-lama takut juga ya, apalagi dideskripsikan dengan sangat jelas, setiap peristiwa dalam rumah. Mau bilang berdoa, iman dan lain sebagainya, kalau uda gini, campur aduk dah pokoknya,

    oh ya, bangun paginya peristiwa apa yang terjadi mas?

    Mungkinkah ada penampakan lagi gitu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin bangun paginya nanti ada yang suara di dapur pak guru, padahal Reyna dan Heni masih dikamar, begitu Reyna nengok, sudah ada telor dadar, tempe goreng dan nasi putih di meja dapur.πŸ˜…

      Hapus
    2. Idh mas Agus hehe, jangan sampela mas, πŸ˜πŸ™

      Hapus
    3. banyak yang takut ya setelah baca cerita ini

      Hapus
    4. Ya tidaklah pak guru, itu ibunya Reyna sudah pulang ke rumah.😁

      @berbagi info, kalo mbak Gusnita malah senang, soalnya dia pecinta horor.πŸ˜…

      Hapus
    5. Ado ketahuan de, berapa nilai literasi saya hehe

      Tapi ga kebawah mimpikan mas, hehe πŸ˜„ maksudnya laskar pelangi mas, ...πŸ™πŸ™πŸ€¦

      Hapus
    6. Nilai literasi saya juga jelek pak guru, soalnya dulu waktu pelajaran bahasa Indonesia sukanya ketiduran di kelas, murid sableng.πŸ˜‚

      Ngga pak, sudah biasa menulis horor jadinya biasa, apalagi belakang rumah juga kuburan umum.😊

      Hapus
  12. Waduh ngeri juga ngurus anak indigo, jangan2 bisa melihat wujud virus korona hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul juga kang Vicky, jangan jangan dia juga bisa lihat duit di dompet, jadi mau ngibulin anak indigo lagi ngga ada duit buat jajan tidak bisa.πŸ˜…

      Hapus
  13. Duh... Nggak berani berbalik badan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenapa ngga berani balik badan kang, apa ada penampakan.😱

      Hapus
  14. Eh bener juga ya.. Bantal guling klo diperhatikan bisa mirip pocong

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitulah, makanya sampai sekarang saya malas kalo pakai bantal guling kang.πŸ˜‚

      Hapus
    2. Masih enak peluk istri ya, mas? *Ups 🀭

      Hapus
    3. Waduh, atas saya ngajarin ngg bener nih.πŸ˜…

      Hapus

  15. Duh? Ngeri nih bacanya , ku pikir tak buat cerpen horor lah malah buat lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin suka bikin cerita honor... eh maaf.. horor

      Hapus
    2. Hehehe kan tidak ada gambar seremnya mbak tari.πŸ˜‚

      Hapus
  16. ceritanya serem ya gan... salam kenal....

    BalasHapus
  17. Yaa ampun aku deg2 kan lho mas pas Rey itu hendak menidurkan ponakan dikamar dan ternyata hantu itu ada dibelakang nya...Hiiii taaakuuttt!!..

    Sampai merinding bulu anuku mas...Hiihiii Taakuuttt!!...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aduh, linknya salah tuh, makanya kalo nulis itu yang benar dong.πŸ€ͺ

      Hapus
    2. Ciyeee novelis itali ganti nama.. biar ga dimintai tanda tangan πŸ˜†

      Hapus
  18. Waduh kok ceritanya jadi mistis...baru baca sedikit yang atas langsung scroll....

    BalasHapus
  19. Dibuat video upload youtube diperankan oleh admin biar ga nanggung he.he..

    BalasHapus
  20. Aku berharap bukan cerita horror, eh taunya mampus aku nanya terus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kan asyik cerita horor, bikin deg deg ser gitu.😁

      Hapus
  21. Kawan pernah cerita pengalamannya waktu anaknya baru lahir, Mas. Waktu gendung-gendong dia di kamar, anaknya suka ngelihat ke atas lemari.... Akhirnya dia bergidik sendiri setiap kali liat lemari itu... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo itu mungkin bawaan anak kecil kang, soalnya anak kecil kan digendong lihatnya keatas.😁

      Hapus
  22. Kemarin pas komen sinyal inet mendadak mati, serem euy πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh, bisa sampai begitunya ya.πŸ˜…

      Hapus


  23. Tadinya aku pikir kisah lucu tentang keponakannya. Ternyata kisah horror anak indigo yang punya indra ke7.

    Untung bacanya siang. Kalau malam Hiii seraamm..

    Ok lam kenal saja yaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ok, salam kenal juga novelis ganteng.🀣

      Hapus
  24. Aduh, untung bacanya siang hari, kalau malam ih. Heni tolong ya diam saja kamu hei Heni kakak takut dong ini. hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harusnya bacanya jam 10 malam sambil nyetel lagu Lingsir Wengi ya mbak.πŸ˜…

      Hapus
  25. haha meski hanya cerpen saya merinding juga baca om... kebayang lagi sendiri tau2 ada yang nyolek dari belakang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terus giliran nengok ke belakang tahu tahu ada Miss K yang ketawa hihihi.πŸ˜‚

      Hapus
  26. Balik lagi deh nih cerpen horornya :)))))

    Saya baca beberapa paragraf atas doang, maaf ya mas Agus ahahaha soalnya kalau sudah feeling bakal horror pasti saya scroll ke bawah karena saya suka kepikiran orangnya :""""D by the way bicara soal indigo, dulu itu anak indigo related ke anak-anak pintar yang punya kelebihan di atas rata-rata, tapi sekarang, kebanyakan indigo lebih related ke anak-anak yang bisa lihat sesuatu yang tak terlihat mata :"D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya gpp mbak, feeling mbak Eno memang betul.πŸ˜…

      Kalo di negara barat memang anak indigo identik dengan anak anak pintar diatas rata rata, tapi kalo di Indonesia yang suka mistis maka anak indigo identik dengan penampakan.πŸ˜‚

      Hapus
  27. Tuh kan bener. Kalau judulnya biasa-biasa aja pasti akhir-akhirnya serem. Mana bacanya hampir magrib gini. Untung gak ada gambarnya. Hehehe.πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wadaw, lupa kasih gambar seremnya, nanti kalo aku kasih baca lagi ya mbak.πŸ˜‚

      Hapus
    2. Gak mau *kabuuuur* πŸƒπŸƒπŸƒπŸ˜‚

      Hapus
  28. Baca gini malem-malem disrumah sakit sendirian... horror asli...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wow, malah asyik kalo baca sendirian di rumah sakit, tahu tahu nanti dibelakangnya ada....😱

      Satpam.πŸ˜…

      Hapus
  29. hahahahaha, selamaaattttt ...
    Untung saya bacanya pagi hari, meski sempat merinding juga awalnya.
    Dan untung juga saya nggak punya keponakan indigo, kalau punya, kayaknya saya mau koleksi alquran di mana-mana hahahaha, mau mengaji sepanjang hari, mau baca ayat kursi sepanjang waktu hahaha.

    Etdaahh, kenapa pula ini tokohnya bernama Rey, kan jadi merasa berada di dalam ceritanya hahaha.

    Pokoknya enggak banget dah yang namanya hantu-hantuan, saya penakut kelas kakap soalnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rugi deh saya nulis cerpen, biasanya bacanya jam 3 atau 4 pagi kok ini jam 9 pagi sih.πŸ˜‚

      Sebenarnya indigo bukan hanya anak yang bisa lihat penampakan mbak, tapi juga anak yang bisa mengerti perasaan orang lain atau juga anak yang masih SD tapi kepintarannya seperti anak SMA itu juga bisa disebut indigo.

      Yei, nanti ada dua lagi cerpen tentang mbak Rey lho.😱

      Hapus
    2. Yang bisa tau nomer togel yang keluar besok hari itu juga indigo bukan, mas? Hehehe.

      Wah, jadi penasaran nih pengen baca cerpen dengan tokoh utama Mbak Rey lagi.πŸ˜†

      Hapus
    3. Saya juga mau dong indigo tahu nomor togel, etapi jangan togel deh, tapi undian yang di Las vegas gitu saja deh, yang hadiahnya bikin jadi konglomerat mendadak hahahaha

      Hapus
    4. Btw, cerpennya yang lucu ya, yang menarik kayak tokoh Kang Satria gitu loh, masa dia bisa ke Italy? saya juga dong, ke Turki, *lah hahahahahaha

      Hapus
    5. Untuk cerpen mbak Rey, khusudzon masalah gaib aja ya.πŸ˜‚

      Hapus
  30. waduh ternyata cerita horor...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak choeri, biar ada perbedaan.😊

      Hapus
  31. Weleh2 syerem deh :) Anak kecil emang bisa melihat setan2, pocong dll ya. Ada temenku pernah pas lagi bobo eh katanya guling di sampingnya itu pocong. Ngeriiiii ah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masa sih mbak Nurul, terus itu guling beneran apa pocong.😱

      Hapus
  32. Serem banget sih ponakannya. Tapi anak seperti itu bener ada lho.
    Anak teman saya, belum lama ini sampai sepedaan jauuh bgt, padahal baru tk. Katanya di ajak 'teman teman' sepedaan ke tikungan wingit di batas kota kami.
    Memang sehari hari anak itu kalau cerita ya seperti itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kok serem ya mbak Dewi. Kalo ini sih cuma cerpen saja aslinya.πŸ˜‚

      Hapus
  33. merindiiiiiing. Saya sebenenrya cukup dekat sama anak-anak karena punya keponakan kecil-kecil. Harus sabar memang kalo momong anak kecil.. kalo jadi saya ga tahu tuh, mungkin sy yang bakal minta balikin ke emaknya haha.


    ahahah nice story mas! saya juga lagi ingin lho bisa nulis cerpen karena suka baca fiksi..

    Sering wira wiri blog ini sebenanrnya tp baru sempat komentar.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih sudah komentar mas Rifan, kirain aku ngga ada yang suka, Alhamdulillah ada yang baca.

      Kalo mengasuh anak seperti itu katanya sih harus cuek saja, lha gimana mau cuek, kalo kita tiba-tiba merinding ya.😱

      Hapus
  34. Saya baca ini sampai dua kali. Yang pertama pas tengah malam. Feeling bakal horor langsung saya tutup, hehe.

    Ngeri ya kalau momong anak indigo, hehe. Teman saya ada yang begitu anaknya. Tapi katanya sekarang udah hilang dan nggak pernah ngomong aneh2 lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenapa emak emak suka BlogWalking tengah malam ya, mbak Rey juga katanya kalo blog walking subuh.😁

      Hapus
  35. Harusnya saya baca ini siang hari aja. Biar nggak deg-degan gini. Horor deh kalau cerita anak indigo.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya indigo bukan hanya bisa lihat penampakan sih, tapi memiliki kecerdasan diatas rata rata juga bisa dikategorikan sebagai anak indigo mbak.😊

      Hapus
  36. Sama sepupu ku juga gtu waktu dia kecil sering bilang ada orang lambai-lambai serem mukamya cuman klo ini dikaca dapur. Bikin parno seisi rumah.

    BalasHapus
  37. Hahahahahah, kalo aku ada ponakan yg indigo gini, sumpah aku ga mau ngejagain. Drpd ga bisa tidur di rumah sendiri setelah dia balik. Kan jd kebayang bayang :p. Suruh dijaga Ama yg lain deh :p. Aseeem, lumayan serem, Krn aku bacanya malam :D.ga kebayang sih kalo sampe bisa ngeliat begitu. Kemana2 jd takut :D

    BalasHapus
  38. Wuiiih ..!😱😱kalau saya jadi Reyna nggak mau lagi dititipin lagi anak indigo kayak begitu. Bisa bikin sport jantung terus😰.

    BalasHapus
  39. Mungkin menjadi pengalaman yang tak terlupakan ya...hehehe

    BalasHapus