Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Misteri televisi yang hidup sendiri


Sore itu Heni sedang duduk santai di kamar kost ketika teman kuliahnya Astri datang. Ia tampak tergesa-gesa seakan ada sesuatu yang sangat penting. Dan ternyata memang benar, ia datang karena ada perlu yaitu minta tolong agar Heni bisa menyelesaikan masalah gaib yang menimpa rumah bibinya.

Jadi bibinya yang bernama Reyne sekitar tiga bulan lalu bisa membeli rumah. Sebuah rumah yang cukup besar dijual oleh pemiliknya dengan harga murah. Kebetulan bibi Astri yang bernama Reyne ingin memiliki rumah sendiri, agar tidak numpang di rumah mertuanya terus. Setelah melihat rumah tersebut, ia merasa cocok, apalagi harganya sangat murah dibawah harga pasaran. Walaupun beberapa tetangga di sebelah rumah tersebut agak mewanti-wanti agar ia berpikir karena itu rumah tusuk sate, tapi Reyne tetap memaksa suaminya untuk membelinya. Apa sih enaknya serumah terus dengan mertua.

Setelah mengumpulkan semua uang tabungannya, akhirnya Reyne jadi juga membelinya. Suaminya lantas mengadakan syukuran dengan mengundang kyai agar rumahnya aman. Bulan pertama sih aman-aman saja, bulan kedua mulai ada gangguan. Anak pertamanya yang kecil kadang ngomong sendiri kalo bermain di halaman belakang, tapi Reyne tidak terlalu menghiraukan. Wajar kan kalo anak kecil suka berkhayal, pikirnya.

Tapi ia mulai kena juga. Jadi ceritanya sore itu Reyne menutup jendela kamarnya. Tiba-tiba jendela yang sudah ditutupnya itu membuka kembali. Tentu saja ia terkejut. Ia menutupnya kembali, tapi sehabis dari dapur, dilihatnya jendelanya sudah membuka lagi.

"Serem pokoknya." Begitu Astri berkomentar dengan bergidik.

"Mungkin ada tetangga iseng kali." Sahut Heni.

"Ngga bakal, tetangga sekitar tanteku semuanya juga tahu kalo rumah itu kadang begitu, makanya jarang tetangga yang main. Aku bahkan ikut dikerjain." Seru Astri dengan wajah pucat.

"Oh ya, lihat ada pocong di rumahnya?"

"Ih bukan, kalo aku lihat pocong udah pasti pingsanlah." Sergahnya. " Jadi ceritanya aku main ke rumah bibi gitu, biasa kangen karena aku dan bibi agak dekat. Aku lalu nyetel tivi gitu mau lihat berita. Bibi sama anaknya lalu keluar beli kue buatku ke toko padahal sudah kucegah, ngga enak gitu. Nah, aku lalu kebelakang buat lihat-lihat rumah barunya itu, tapi sebelumnya aku matikan dulu televisinya. Saat aku masuk kembali, aku lihat tivi tersebut sudah menyala lagi, padahal aku yakin sudah matikan. Bibi juga ngga ada, seremkan."

"Lalu, apa hubungannya denganku?" Tanya Heni biarpun ia sudah tahu pasti apa maksud temannya itu.

"Ya, kamu kan anak indigo dan bisa melihat makhluk halus gitu. Siapa tahu kamu tahu solusinya, dijampe-jampe atau gimana gitu." Jawab Astri sambil tersenyum.

Asem batin Heni, ia disamakan dengan dukun.

Heni sebenarnya malas, pertama ia masih ada mata pelajaran kuliah yang harus ia kerjakan. Kedua, ia sungkan berurusan dengan kayak gitu. Tapi temannya memaksa juga. Nanti aku bantuin soal kuliah, sambungnya. Ia memohon karena bibi dan pamannya itu mulai bertengkar, pamannya agak marah karena bibinya itu tetap memaksa membeli rumah tersebut padahal sudah diberi tahu kalo rumahnya tidak beres.

Akhirnya hari itu juga ia dan Astri menuju rumah bibinya dan sampai sehabis Maghrib. Reyne menyambut hangat. Pamannya sendiri tidak kelihatan karena ada pekerjaan di luar kota. Begitu masuk kedalam rumah, Heni memang sudah merasa hawa dingin yang tidak enak. Setelah melihat-lihat sebentar, ia lalu berbisik pada Astri.

"Tri, tolong sediakan nasi putih, ayam goreng, telor rebus, dan air putih. Kalo ada sih minyak wangi juga."

"Oh, itu sajen yang diminta oleh penunggunya ya?"

"Bukan, aku lapar dari siang belum makan. Kebetulan pula minyak wangi di kost kan juga sudah habis." Jawabnya sambil nyengir.

Oalah, Astri langsung menepuk jidatnya sendiri.

Saat Heni sedang asyik makan itulah, tiba-tiba keluar sepeda roda tiga dari gudang. Sepeda itu berjalan sendiri tanpa ada penunggangnya mengitari mereka bertiga yang membuat Astri dan bibinya ketakutan. Seakan itu belum cukup, televisi di ruang tamu tiba-tiba ikut menyala. Heni hanya geleng-geleng kepala karena ia melihat pocong dan beberapa makhluk halus berkulit hitam legam tampak berjoget mengikuti lagu lagi syantik yang tayang di tivi tersebut. Setan ternyata gaul juga. Belum cukup heboh, jendela kamar ikut terbuka sendiri sehingga angin malam yang dingin menerobos masuk.

"Bagaimana ini hen?" Tanya Astri ketakutan sambil memegang tangan Heni.

"Iya, bagaimana ini Mbah?" Tuan rumah ikut berbicara. Heni hampir keselek makannya, masa ia masih syantik begini dibilang Mbah, baru 19 tahun ye.

"Itu kalo sepedanya di taruh lagi digudang, maka sering keluar sendiri ya mbak Rey?"

"Iya betul." Sahut Reyne." Kalo ditaruh di gudang pasti keluar sendiri."

Heni langsung berdiri lalu memegang sepeda tersebut. Ia lalu membawanya kembali ke gudang. Astri dan Reyne melihat mulutnya tampak komat kamit entah membaca apa. Agak lama kemudian ia baru keluar.

"Ini cuma iseng saja kok mbak Rey. Mbak mau tahu tidak?"

Reyne mengangguk.

"Ia cuma anak lelaki kecil." Heni menjelaskan sambil duduk." Dulu anak itu aku lihat korban kecelakaan di depan rumah ini, tapi ia tidak sadar kalo ia sudah meninggal. Jadi ia masih bermain saja di rumah ini, main sepeda, nonton tv dan kadang gelantungan di jendela. Mungkin dulu waktu masih hidup anaknya aktif."

"Terus bagaimana ini Mbah?"

Heni hampir menangis karena lagi-lagi ia dipanggil Mbah, tapi ia tahan juga." Sudah tidak apa-apa. Tadi aku beritahu dia, dan dia berjanji ini katanya hari terakhir ia bermain disini."

Syukurlah, tuan rumah bernafas lega. Heni sendiri lalu mengusir pocong dan genderuwo yang tadi joget-joget ngga jelas, cuma ia tidak memberi tahu Astri ataupun Reyne, takut mereka merinding.

Heni sendiri menolak ketika tuan rumah hendak memberinya uang. Ia lebih memilih minyak wangi yang ada dikamar tuan rumah. Reyne hanya tersenyum saja padahal dalam hati ia cemberut karena harga minyak wangi itu lebih mahal daripada uang di amplop yang hendak ia beri.

Heni dan Astri lalu pamit pulang. Saat ia hendak meminta Astri untuk membantu tugas kuliahnya tiba-tiba hapenya berbunyi. Ternyata ibu Astri menelpon dan meminta agar ia pulang sebentar, kangen katanya.

Maaf ya, nanti kalo aku pulang dari rumahku pasti aku bantuin kamu, begitu Astri berkata. Heni hanya mengangguk saja. Astri lalu naik angkutan kota tanpa ia sadari kalo sesuatu mengikutinya.

Dua hari kemudian Astri menelpon.

"Aduh gawat Heni."

"Ada apa, memang apa yang gawat."

"Sekarang tivi dirumah ibuku sering menyala sendiri."

Oalah.


TAMAT
Agus Warteg
Agus Warteg Hanya seorang blogger yang ingin berbagi pada dunia terutama tentang film dan serial tv, suka nonton film tapi lewat gadget terutama handphone

135 komentar untuk "Misteri televisi yang hidup sendiri"

  1. Langsung ngakak baca dialog ini,

    Tri, tolong sediakan nasi putih, ayam goreng, telor rebus, dan air putih. Kalo ada sih minyak wangi juga."

    "Oh, itu sajen yang diminta oleh penunggunya ya?"

    "Bukan, aku lapar dari siang belum makan. Kebetulan pula minyak wangi di kost kan juga sudah habis." Jawabnya sambil nyengir.

    Wkwkwkk.. jadi ngga konsen baca lanjutannya.. sorry ya.. wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh, mas Kal El pernah ngalamin kayak gitu juga ya, laper gitu.😱

      Hapus
    2. Belum pernah sih tapi ngakak aja baca itu.. wkwkwk..

      Si Heni cocok banget jadi peran itu orangnya memang gokil.. wkwkwk..moga orangnya ngga ke mari.. wkwkwk

      Hapus
    3. Mudah-mudahan dia ngga datang ya, kalo Mbah Heni datang bisa kesurupan ngga ya? 😱

      Hapus
    4. Ngga kesurupan paling-paling cuma komen "aya aya wae".. wkwkwk

      Hapus
    5. Wow tahu aja nih komentarnya, apa pakai telepati ya mas.😱

      Hapus
    6. Hayoooo ngomongin saya yaaakkk...πŸ˜† geer nih... Kuping panas diomongin.

      Kali ini cerita misteri berbalut komedi nih mas Agus, hebat kali si heni bisa usir pocong dan gondoruwo, apalagi gondo dan si poci lagi joget syantiik, ada Sibad juga ga ya?sy juga mau donk, disediain nasi putih, telur dan ayam goyeng, sedap nyeee, betul betul betul, kali ini agak beda dikit komennya, yg biasanya itu pan operator πŸ˜‚.

      Hapus
    7. Oh kalo buat mbak Heni itu bukan nasi putih, ayam sama telor, tapi menyan sama kopi item aja mbak, mau kan.😱

      Hapus
    8. @mas Agus: emang Mbak Heni setan, kok dikasih makan menyan, mas.πŸ˜‚

      Hapus
    9. Bukan setan mbak, cuma 11 12 13 sama yang komen.πŸ˜‚

      Hapus
    10. Aku juga ngakak baca bagian itu 🀣🀣

      Hapus
    11. Asikk, ada temennya..hihihi

      Hapus
    12. @Thessa, Mungkin Heni lapernya ngga ketulungan kali.πŸ˜…

      Hapus
  2. Ceritanya kok bikin ngakak, yah πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lha, cerita horor kok bikin ngakak.😱

      Hapus
    2. Berarti ngga sukses cerita horornya, saya aja baca sambil ngakak.. cerita horor berbalut komedi, dialognya bikin ngakak.. wkwkwk

      Hapus
    3. Emang sengaja bikin cerpen horor komedi mas, biar orang yang baca seperti mbak Rey ngga terlalu takut.😁

      Hapus
    4. Oh gitu toh, tapi bagus juga bikin cerita kayak gini ngebacanya bisa sedikit ngilangin stress..hihihi.. kayak film scary movie..hihihi

      Hapus
    5. Jadi bayangin pocong goyang lagi syantik ya, Mbak?πŸ˜‚

      Hapus
    6. @Herman, emang scary movie itu film hantu yang lucu ya? Sering dengar filmnya tapi belum pernah nonton.πŸ˜‚

      @Roem, sepertinya dia bayangkan mbak Heni minta makan makanya ketawa.πŸ˜‚

      Hapus
    7. Bukan film hantu yang lucu tapi film parodi dari film horor seperti film Scream, Saw entah film apa lagi, lupa-lupa ingat pokoknya bikin ngakak plus tegang kalau nonton filmnya apalagi kalau nonton film aslinya dulu baru nonton scary movie-nya bisa ngakak ngga kelar-kelar

      Hapus
    8. Oh, suhu ternyata banyak juga pengalaman nya hu, sungkem.πŸ™

      Hapus
    9. Tak pikir gara-gara bayangin pocong goyang lagi syantik. Kalau goyangnya terlalu heboh takutnya nanti jatuh terus susah bangunnya.πŸ˜‚

      Hapus
    10. Kalo jatuh, ya mbak Roem bantuin bangun dong, kasihan kan.πŸ˜‚

      Hapus
    11. Mas Agus ajalah yang bantu. Saya sih ogah bantuin setan ntar diajak ke neraka lagi 😱

      Hapus
    12. Ke neraka sih ngga mbak, biasanya itu kealam gaib aja, nanti disana dijadikan ratu lho.

      Ratu bangsa pochi.😁

      Hapus
  3. resiko beli rumah second, murah lagi, ternyata rumahnya angker, di ilangin setannya malah pindah kerumah ortu. setiap rumah pasti ada penunggunya, di rumah saya juga ada kok, tapi ngga iseng.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wow betulan ada yang kang?

      Padahal ini cuma cerpen saja sih, iseng-iseng nulis dari pada nganggur.πŸ˜‚

      Hapus
    2. Tapi memang beneran ada lho, Mas. Bulikku ada yang beli rumah second ternyata ada penunggunya. Hampir tiap hari orang-orang di rumah itu diganggui pocong. Pernah panggil dukun buat ngusir pocongnya juga. Akhirnya pocongnya udah gak bisa ganggu orang rumah, tapi malah keluyuran di jalanan sekitar kampungnya bulikku buat gangguin orang lewat. Itu setan kyknya iseng banget, kalau gak ganggu orang gak asyik kali ya.πŸ˜‚

      Hapus
    3. Wah, kurang kerjaan kali ya, terus mbak Roem ikut digoda ngga tuh sama mas pochi.😱

      Hapus
    4. Aku semenjak tau cerita rumahnya ada pocongnya, aku jadi gak pernah main ke sana, mas. Takut πŸ˜‚

      Hapus
    5. Harusnya main sambil bawa kamera mbak lalu direkam kalo ada. Tinggal upload ke YouTube kan nanti jadi viral, lumayan mbak Roem jadi artis.😁

      Hapus
  4. Hantunya butuh hiburan tuh Mas, mending sumbangin tv tuh, biar nggak ganggu tv orang lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul bang, kalo perlu selain tv, kasih juga layanan Indihome ya buat hantunya.😱

      Hapus

  5. Wah? Mas Agus makin kreatif nih, bisa - bisanya bikin cerpen horor + humoris . Bikin gini berapa hari? Btw? Udha kok tumben sekarang tak pernah BW ke sohibnya Baik itu mas Hino, om Agus, dan lainnya kecuali saya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bikin cerpen biasanya tergantung, aslinya kalo ada waktu sebenarnya buat cerpen paling tiga jam juga selesai, tapi sering nya aku dua hari, jadi berhenti lalu nyambung lagi gitu.

      Kurang tahu juga kenapa kang satria jarang komen, mungkin sibuk kali. Kan dia juragan plastik.😊

      Hapus
  6. Aku ngakak kebayang adegan sepeda muter-muterin mereka ...
    Kalo aku ada disitu, ban sepedanya langsung kulemparin permen karet biar brenti πŸ˜…

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lha kalo dia ngambek, ntar bannya melayang ke mas him gimana dong.😱

      Hapus
    2. Aku tangkep dong bannyaaa ...
      Terus, buat mainan holahop πŸ•Ί...,wwkkk πŸ˜…

      Hapus
    3. Lha, kalo dia maunya main terus sampai pagi itu gimana mas.πŸ˜…

      Hapus
    4. Oh iyaaaa ..
      Kayak jaelangkung gitu, yaaa 😱

      Kalo dah ngambek ngga mau pulang-pulang 😫

      Serem juga ...

      Hapus
    5. Nah lho, kayak tukang ngamen aja ya jelangkung, datang tak dijemput pulang tak diantar.😱

      Hapus
  7. Ini kalau film masuk ke genre horor dan komedi...
    Komedinya...ya itu lagi tegang-tegang temannya minta tolong malah si Mbah muda itu minta makan enak...kirain buat penunggu, oalah si Mbah muda laper rupanya...

    Tivi nyala sendiri? Hiiii....

    Mas Agus makin jago nih meramu kalimatnya...

    Salam,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam juga pak Asa.😊

      Masih perlu belajar banyak buat menulis cerpen pak, alur cerita juga masih perlu ditingkatkan. Makasih banyak ya pak atas supportnya.😊

      Hapus
  8. Kalau rumah dijual harga murah banget sih memang patut dicurigai. Jangan-jangan ada itunya. Hiiiiiiii, sereeeeem.😱😱😱

    Mbah *eh* Mbak Heni ini indigo ya. Kok bisa lihat makhluk-makhluk tak terlihat. Sepertinya bakat nih, jadi dukun. Lumayan, bisa menghasilkan uang. Tapi kalau dibayar pakai parfum mahal oke juga tuh. Ah, bisa aja tokoh Mbak Heni ini, bisa-bisanya tau mana parfum mahal, mana parfum ecek-ecek. Apa dikasih tau hantunya mungkin. Hehehe.🀭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya dikasih tahu mbak Roem, kan mbak tahu mana parfum ecek-ecek dan mana parfum branded.😱

      Iya ya, siapa tahu rumah itu ada penunggunya kalo dijual rumah, rumahnya cuma dijual 100 ribu, sementara gucinya 500 juta.πŸ˜‚

      Hapus
    2. Mbah heni gitu loooh, dia tau ngebedain mana parfum yg murahan dr baunya, kayak bau walang sangit ato kembang melati,pan dia indigo

      Hapus
    3. Bau walang sangit itu seperti apa sih mbak, apa kayak peyek walang gitu ya?

      Hati-hati lho, ntar bisa lihat beneran gimana.😱

      Hapus
    4. Apa perlu buat cerpen saja mas?

      Hapus
    5. Aku pan emang bisa melihat dan memantau dr kejauhan pake kacamata riben 😎

      Hapus
    6. Kacamata riben itu yang sering dipakai Ruben ya mbak?

      Atau kacamata yang sering dipakai orang buat mangkal di lampu merah? πŸ˜‚

      Hapus
    7. Perlu banget tuh dibuatkan cerpen dan jangan lupa saya dikasih peran juga biarin dah cuma dapat peran nangkring di atas genteng..hihihi

      Hapus
    8. Oh lupa hu.

      Sebenarnya saya ngga berani pakai nama suhu soalnya honor cerpen kemarin belum dibayar, niatnya sih mau ngirim tapi diambil bang satria, katanya buat dana mangkal.πŸ˜‚

      Hapus
    9. Ya ngga apa apa honornya belum dibayar, hitung- hitung nabung..hihihi

      Asikk dapat peran baru lagi nih.. wkwkwk

      Hapus
  9. Saya baca ini sampai 2x. Yang pertama langsung skop karena nggak berani. Terus buka lagi, baca komennya. Ternyata lucu, hahaha.

    Mbah eh Mbak Heni pinter. Mintanya parfum yang lebih mahal daripada amplop. Ada2 aja ceritanya Mas. Saya sampai nggak kepikiran ama jalan ceritanya lho, hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kadang terjebak sama judulnya ya mbak Pipit, seperti kemarin percakapan dengan anak indigo.πŸ˜…

      Hapus
  10. Dari awal udah lumayan kebawa suasana nih, sayanya. Horror-horror gimana gitu kan. Eee, seketika ngakak pas baca paragraf suruh nyiapin sajen, lha ternyata malah buat dimakan "mbah dukunnya" sendiri.

    Ini si Mbak Rey, kaya ibu-ibu yang kurang ndengerin pendapat suami sepertinya. Udah dibilangin jangan dibeli, nekad dibeli aja itu rumah. *geleng-geleng kepala*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Horor komedi namanya, biarpun ada setannya tapi bisa bikin ketawa.

      Mungkin mbak Rey pusing karena udah lama nikah tapi ikut mertua saja, jadinya khilaf.πŸ˜…

      Hapus
  11. Duh serem amatttt ceritanya :))

    Saya jadi ingat, bulan Februari lalu, salah satu tamu saya ada yang kesurupan di salah satu villa saya huhu pas kebetulan dia adalah tamu-tamu terakhir sebelum villanya saya tutup karena mau dijual. Itu pertama kalinya ada tamu kesurupan di villa mas, sampai saya nggak berani buka video-video yang dikirimkan oleh staff yang urus villa :\ usut punya usut ternyata karena penunggu-nya marah, entah marah karena apa saya juga nggak paham. Dan tamu saya baru bisa sembuh setelah memanggil semacam ahli yang bisa urus begituan (pak mangku dan ibu Bali).

    Kalau ingat itu saya jadi bergidik, ini mengetiknya juga merinding hahaha. Soalnya kejadian pagi-pagi sekitar jam 6, dan saya baru bangun waktu dikasih kabar. Jadi kebayang dong shock-nya saya sampai loncat dari kasur, mas :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh serem banget ya mbak.😱😱😱

      Wah, berarti beneran kesurupan ada ya mbak, aku kalo lihat langsung sih belum pernah, cuma kalo nonton really show sih sering gitu, seperti Uya Kuya.πŸ˜…

      Semoga saja tidak ada lagi yang kesurupan ya mbak, terus villanya jadi dijual mbak?

      Hapus
    2. Pura-pura nggak baca ah, kok semua pada komen serem sih, huhuhu

      Hapus
    3. Iya mbak serem banget lho, ada yang kesurupan pula.😱

      Hapus
    4. Sudah dijual mas bulan Februari kemarin hehehe ~

      Saya juga belum lihat langsung, hanya staff di villa yang lihat dan rekam. Tapi saya nggak mau lihat karena takut kepikiran :))) kata Bu Mangku, sampai ketempelan begitu karena malam sebelumnya sempat pergi ke pantai katanya. Entahlah, saya nggak mau menduga-duga :"D

      Hapus
    5. Oh, mungkin dia di pantai melanggar aturan lokal kali ya mbak makanya dia ketempelan.πŸ€”

      Hapus
    6. Rumornya begitu mas, karena dia ke pantai sama keluarga dia lainnya tapi yang ketempelan hanya dia saja sedangkan keluarga lainnya nggak. Jadi kemungkinan besar dia melakukan sesuatu yang dilarang :\

      Hapus
    7. Jangan jangan buang air kecil sembarangan. Kalo kata simbah ku sih, kita boleh tidak percaya tempat itu angker, tapi jangan kurang ajar gitu, misalnya kencing sembarangan.πŸ˜‚

      Hapus
  12. Haha Mbah Heni..

    Kalo tv nya masih hidup nyala lagi coba2 telpon kang Erbete beliau ahli servis πŸ˜†πŸ˜†

    BalasHapus
  13. Kacau nih bikin ngakaknya, emang sih mas agus piawai banget bikin karakter mbak heni jadi polos polos gemesin gitu hahhahahahhaha, tapi lucu sebabnya pas bagian dialog sama bibi reyne, asli aku bacanya sambil ikut ngebayangin kayak horror komedi emang hahahhaha

    Pokoknya yang kocak tuh karakternya mbak heni dan bibi reyne, udah deh mules bacane akutuh, kebayang pas senyum kecutnya juga tu parfum diembat heni. Pinter amat batinku ngarah yang branded branded....

    Eh, ini jadi kayak semacam sekuel gitu klo dibikin film, yang tokohnya heni itu berarti kebagiannya yang khusus horror hahahhaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tenangggg!!! nanti kukasih parfum oriplem yang harganya lebih dari setengah juta.










































      kalau lagi diskon 90% sih bahahahahahahahahaha.
      Diri saya kepo nih, itu akhirnya gimana? nggak berani baca tapi keo bin penasaran hahahaha

      Hapus
    2. Memang rencananya khusus mbak Heni itu cerpennya buat yang punya kemampuan indigo gitu, biar rame.

      Tapi indigo juga ngga harus selalu horor ya, nanti mbak Rey ngga mau baca.😁

      Hapus
    3. Wih, mbak Rey punya koleksi parfum oriplem gitu,pasti lumayan tuh harganya.

      Mau dong kalo diskonnya 90%, tapi biasanya kalo diskon 90% maka parfumnya cuma 10, yang beli ribuan, akhirnya ngga kebagian.πŸ˜‚

      Hapus
    4. Nah iya juga ya, Mas. Karakter Mbak Heni ini setia banget jadi tokoh indigo. Apakah doi benar-benar indigo?πŸ€”

      Hapus
    5. Kurang tahu juga, mungkin dia memang indigo (ingin digoda Go Soo Jung) πŸ˜‚

      Hapus
    6. Siapa lagi tuh go soo jung?πŸ€”

      Hapus
    7. Ngga tahu mbak, itu asal nulis saja.πŸ˜‚

      Hapus
    8. hahahaha, iya betooll, parfum diskonan itu cuman 5 biji, yang beli ribuan hahaha.
      Tapi kalau kebagian itu senangnyaaaa minta ampun :D

      Iya ih, kalau siang sih kadang berani bacanya, kalau malam sumpah saya nggak mau cari masalah sendiri, terus takut ke kamar mandi, mau minta tolong temenin siapa coba? hahahaha

      Hapus
  14. Kalo aku jd Henny nya, aku ga jd bantuin, tersinggung dipanggil Mbah hahahahah. Mba reyne harusnya ikhlas ngelepasin parfumnya, yg ptg kan hantu2nya kluar :p.

    Tp punya rumah berhantu gini memang serem sih. Untungnya rumah2 yg prnh aku tinggalin g ada yg aneh2. Pernah diganggu Ama makhluk halus justru di kantor :p. Tiap pagi kan aku hrs cek server kantor utk memastikan cctv selalu aktif. Pernah wkt itu kayak ada yg bisik di telinga, lgs merinding trus kabur :p.

    Pernah jg pas LG meriksa, trus dr kamar mndinya, ada suara keran air LG nyala. Padahal lantai itu udh kosong, Krn cm ada server. Kaget aja bak mandi di toiletnya tetiba penuh :p. Banyak pokoknya kejadian aneh2 kalo kantor .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duhhhh kenapa jugaaaa baca komen horornya Mba Fanny, kan jadi merinding sendiri huhuhu.

      Btw ini kenapa jadi nyambung sama parfum ya, padahal kan banyak yang bsa diminta, jajanan kek apa kek, kok jadi parfum :D

      Hapus
    2. Wow, hantu sekarang sudah migrasi sepertinya, dulu di rumah rumah kosong, sekarang pindah ke gedung ya mbak.😱

      Bisa buat ide cerita selanjutnya dengan tokoh mbak Rey lagi nih.😁

      Hapus
    3. Ayo baca mbak Rey, nanti tahu apa hubungannya sama parfum.😊

      Hapus
    4. Jangan yang serem-serem yak, duh kutakutttt hahahaha.

      Hapus
  15. Mas Agus, saya keselek pas makan martabak telor pas baca dialog Heni minta makan. :D Pas dia hampir menangis karena dipanggil Mbah itu juga lucu banget.

    Lha, itu yang di sepeda roda tiga Shinchan, bukan, Mas Agus? :D

    Btw, Mas Agus saya tag buat blog award di blog saya, Mas. Tadi pagi ditag award itu sama kawan, terus pas diminta menominasikan penerima berikutnya, blog sarilahmwb langsung kepikiran. Buat senang-senang saja, sih, Mas Agus. Juga sebagai ungkapan terima kasih sudah sering mampir ke blog jejaka petualang. :D Tapi santai saja, lho, Mas Agus. Nggak perlu dikerjain juga. Hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh, kok bisa keselek, sepertinya nyonya ngga dikasih martabak telornya nih.πŸ˜‚

      Makasih banyak kang, terharu saya karena teman blogger banyak yang mengapresiasi.😊

      Hapus
  16. Sebaaaalllll, udahlah pakai nama saya, pakai dikasih rumah berhantu, pluuussss saya kok ya baca di pukul 3 pagi, sendirian pula, hujan-hujan pula, huhuhu.

    Akhirnya yang akhir-akhirnya nggak berani saya baca, tapi kepo juga dong, ceritain di sini dong *loh :D

    Btw, sejujurnya saya itu amat sangat menolak percaya hal-hal yang nggak masuk akal, kayak tusuk sate itu.
    Tapi, kakak saya punya rumah yang lokasinya tusuk sate juga, itu nggak sengaja terbentuk tusuk sate, karena dia beli rumah itu pas awal banget, nggak tahunya di depan rumahnya jadi jalan memanjang gitu.

    Dan entah kenapa, dia jadi sering berantem sama suaminya, suami dan dia juga sering banget sakit, sakitnya pun aneh-aneh, yang dokterpun nggak bisa jelasin diagnosanya, dulu malah kami pikir lupus, tapi kayaknya bukan.

    Akhirnya saya kan liat rumah orang China selalu dikasih kaca, saya suruh dia pasang kaca, sejak saat itu semua yang lewat di depan rumahnya kesal.
    SOALNYA SILAU BOOOKK hahahahahahahahahahah.

    Etapi serius, entah karena sekarang pintu rumahnya diubah menyamping, jadinya lebih sehat deh, udah jarang sakit :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sengaja bikin biar mbak Rey baca malam hari kok, kan jadinya keren maksimal gitu.😱

      Disini juga ada mbak, jadi ceritanya itu mau bikin pabrik cuma pintu masuknya itu pas tusuk sate, akhirnya pintu masuk yang lama ditutup lalu ganti di tempat lain, padahal biayanya mahal lho buat bikin pintu pabrik, ngerjainnya saja sampai sebulan.

      Hapus
    2. hahaha kerennya ketakutannya maksudnya? :D

      Btw kayaknya saya pernah dengar tuh cerita pabrik dengan tusuk sate gitu.
      Tapi kalau saya liat beberapa orang China yang pake fengsui kalau bangun rumah, jika memang harus di tusuk sate boleh kok, asal pintunya jangan berhadapan langsung dengan jalanan.

      Secara logika sih masuk akal, kalau pintunya langsung gitu, yang ada debu-debu pada langsung masuk rumah hehehehe

      Hapus
  17. hahaha..
    btw, itu pocong sama genduruwo jaman sekarang suka nya joget-joget yaa? gak tik tokan sekalian? wekekek..

    Duh, mas agus mah paling jag deh kalo bikin cerita horor..
    besok kalo mampir kesini kudu sambil nyemilin popcorn ah.. biar terasa di bioskop.. wekekek

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekalian bawa tiker mbak, jadi bisa sambil lesehan gitu baca cerpennya.πŸ˜‚

      Hapus
    2. hahahaha, hantunya gaul, saya aja masih malu joget di tiktok :D

      Hapus
  18. Saya tidak suka hororr T_T

    Jadi, maap kak saya langsung scroll ke bawah baca komenan. Eh emang horor ternyata ceritanya. Tadi saya skip duluan pas baca 'pocong'. Pas baca judul aja udah saya tebak "Jangan-jangan ini cerita horor", eh emang iya yahh. Duh ini saya bacanya malam hari, maaf ya mas nggak berani. Ciyuss nihπŸ™ˆ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hati hati lho, kalo ngga baca malah nanti malam akan datang dalam kamar.😱

      Hapus
    2. emang apa yang datang mas :D

      Hapus
    3. Yang datang mas khanif 😁

      Hapus
    4. gw dikira setan nanti :D

      Hapus
  19. Ini kalau rumah jatuh ke tangan yutuber jadi nggak kehabisan bahan buat bikin konten ya. Hehe ...
    Eh, mbak Rey umurnya 19 jalan berapa tahun? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kurang tahu juga, coba tanya mbak Rey saja nanti kalo datang ya mbak Lasmi.😁

      Hapus

  20. Oalah tv yg nyala sendirinya benda tempat sekalinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benda tempat sekalinya?
      Bingung saya mang.πŸ˜…

      Hapus
  21. seperti biasa cerita horror tapi nuansa komedi wkwkwk.. gw sih ketawa dalam hati aja :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ketawa dalam hati dan dalam komentar juga ya mas.πŸ˜…

      Hapus
  22. Judulnya sih serem yaaa... Tapi, kok ya bikin ngakak so hard. Apalagi soal pesenan, kirain buat sajen, eh ternyata buat yang lapar.
    Hahaha...

    Tapi, ini menarik sih. Pasti lucu kalau dijadikan film pendek dengan visualisasi yang pas.

    Aduh, moga2 ada anak perfilman mampir sini deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pesen sajen nya buat yang lapar ya mbak, kalo lapar nanti ngga bisa ngusir pochi nya.πŸ˜‚

      Semoga saja ada yang bikin sehingga aku bisa ikut kecipratan rejeki.😁

      Hapus
  23. hehehe adu mas Agus mas Agus, ampun deh, mas Agus ini imajinasinya luar biasa, tinggi bangat...komediahoror dicampur komedi jadi sajian aksara yang membuat sakit perut...

    Mas saya serius baca dari atas, jujur saya penasaran... tetapi sampai di bagian ini,

    "Tri, tolong sediakan nasi putih, ayam goreng, telor rebus, dan air putih. Kalo ada sih minyak wangi juga."

    "Oh, itu sajen yang diminta oleh penunggunya ya?"

    "Bukan, aku lapar dari siang belum makan. Kebetulan pula minyak wangi di kost kan juga sudah habis." Jawabnya sambil nyengir.

    Oalah, Astri langsung menepuk jidatnya sendiri.

    selanjutnya saya uda baca siksak... mas mau naya, gaya tulisan seperti ini terinspirasi dari mana?

    Menurut saya orang yang menulis dengan gaya ini adalah mereka yang imajinasinya tinggi bangat?

    Boleh dong dishere tipsnya...heheh kepo dikit ya kwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tipsnya sering baca cerpen komedi atau nonton film komedi pak guru kalo ada waktu, lalu mencoba menulis.

      Tidak perlu daya imajinasi tinggi sih, yang penting mencoba dulu menurutku.😊

      Hapus
  24. Bisa nyala sendiri
    Berarti astralpun kenal teknologi

    :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan salah mbak, dunia astral malah teknologi nya lebih canggih, pocong aja bisa masuk rumah tanpa lewat pintu.😁

      Hapus
  25. Ya ampun tdnya udh was2 ah horor nih ati2 bacanya jgn smpe membayangkan. Eh atuo ngakak pas mnta nasi putih sm ayam goreng. Jebul buat makan bukan buat sajen. Wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Heni nya ngga mesen dulu ya, harusnya minta dulu nanti disiapkan nasi telornya.πŸ˜‚

      Hapus
  26. nyala sendiri enak dong sedang dimanjakan, tinggal duduk saja, tvnya dah ada yang nyalain he,,,he..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tv sekarang pakai smart tv, jadi bisa menyala pakai pikiran saja bang.😁

      Hapus
  27. heheh senyum senyum baca ini, awalnya dari judulnya aja tanganku udah kayak lemes mau terusin nggak ya hahaha
    emang kalo baca blognya mas agus ini jangan malem deh hahaha
    kayaknya hampir di tiap rumah ada ''penunggunya', dibawa positif thingking dan berdoa aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin juga mbak, rumah aku juga rasanya ada yang nungguin, kalo malam nulis cerpen rasanya ada yang lihatin padahal sendirian.😱

      Hapus
  28. Ceritanya pendek.. tapi bagus gan.. pengin baca seriesnya nek ada loh..

    Bagian poci sama genderewo ngga diceritain kisah meninggalnya.. mungkin mereka meninggal gara2 terlalu asoy berjoget .. hahaha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo soal pochi pernah aku tulis dalam cerpen sebelumnya sih

      Hapus
    2. Owhhh.. coba ku cari yaa...

      Hapus
    3. Judulnya pengalaman mengasuh sepupu sendirian di rumah mbak.😊

      Hapus

  29. Belum ada artikel baru ini? Ya dah, balik dulu dah? Tar kalau sudah ada artikel baru aku.baluk lagi. πŸ‘Œ

    BalasHapus
  30. Perasaan nama tokoh2nya teman-teman blogger semua yang sepertinya idola penulis ya hehe... Antara sesajen dengan kelaperan memang ga kepikiran. Lalu liat komen dunia astral punya teknologi canggih di luar kemampuan manusia kalau dipikir-pikir ada benarnya juga itu, jadi masuknya bukan mistis itu ya tapi teknologi & sains hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pakai nama teman blogger biar akrab pak Vicky.πŸ˜…

      Jangan jangan sajen yang sering habis di tempat angker itu bukan dimakan jin tapi orang yang lapar kali ya pak.πŸ˜‚

      Hapus
  31. Wkwk.. Kirain horor nggak tahunya komedi bangetπŸ˜‚,
    Saya ngakak pas baca heni minta makan, kirain buat demitnya ternyata dimakan sendiri. Dipanggil mbah lagi, trus minta bayarannya parfum yang harganya mahalπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚bisa ae mas agus bikin ngakak anak orang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cerita horror campur komedi kayaknya mbak Astari πŸ˜€

      Rumah kok horror banget sich? Ada sepeda nyelonong jalan sendiri?
      Sang ponakan Heni dipanggil mbah ? Wkwkwkwk..

      Harusnya ada tokoh mas Agus di cerita ini.
      Peran nya ya mengusir mahluk ghaib pasti bakal lari ngacir buyar semuanya.πŸ˜€

      Hapus
    2. Mas Agus cukup jadi penulisnya saja, kalo ada nanti tambah kacau jalan ceritanya.πŸ˜‚

      Hapus