Dihukum guru karena membawa kaset VCD


Kenalkan, nama saya Jaenudin, biasa dipanggil Jaey. Kali ini mau ceritakan kembali kisah saya waktu sekolah di SMP bersama dua teman karib saya yaitu Ahmad dan Herman setelah sebelumnya kisah saat SD, Agus sendiri tidak ada karena ikut orang tua nya merantau ke Jakarta. Kami bertiga akrab soalnya selain satu sekolah juga masih satu desa, cuma beda rumah saja.

Seperti kebanyakan sekolah lain. SMP kami juga kadang mengadakan razia untuk mengecek barang apa saja yang ada di tas sekolah. Jika ada barang yang terlarang seperti hape dan rokok hampir pasti akan ditegur keras bahkan kadang diberi sanksi.

Seperti pagi ini, jam 8 tahu-tahu sekolah mengadakan razia. Aku tenang-tenang saja karena merasa tak membawa barang yang dilarang. Begitu juga Ahmad, teman sebangku ku, ia juga kalem saja.

Saat razia dilakukan, ada beberapa teman kelasku yang kedapatan membawa rokok. Ia tentu saja ditegur keras. Saat aku SMP awal 2010 hape masih sedikit mahal, sehingga sedikit saja yang punya, seperti Herman. Wajar saja, orang tuanya salah satu pemilik toko terbesar di desa.

Karena tak terdapat barang didalam tasku yang dilarang maka aku aman. Kini giliran Ahmad diperiksa, ia tenang saja. Aku percaya dong, ngga mungkin ia bawa barang terlarang apalagi ia anaknya lugu.

"Ahmad, apa-apaan ini. Mengapa kamu bawa barang seperti ini ke sekolah." Kata pak guru sambil mengacungkan sebuah barang. Ya Allah, aku hampir tak percaya, ia membawa kaset VCD bokep, kelihatan dari sampulnya.

Ahmad tentu saja segera dibawa ke ruang guru BP. Aku sendiri tidak berani membantunya karena barang bukti ada. Ia segera di interogasi.

"Ahmad, mengapa kamu bawa barang terlarang seperti ini ke sekolah?"

"Barang terlarang apa pak guru?" Kata Ahmad. ia tak mengerti mengapa ia disidang.

"Ini." Kata pak guru BP menunjuk kaset VCD bokep yang ada di mejanya.

"Oh itu, ini saya bawa biar teman-teman di kelas semangat belajar pak guru."

"Semangat, apa maksudnya Mad."

"Aku kadang lihat ayah saya bawa kaset ini sambil berkata. Bu, kita nonton ini yuk biar semangat." Jawab Ahmad polos.

Tentu saja guru BP dan wali kelas tergagap tak bisa menjawab.

* * *

Usai pulang sekolah aku langsung menaruh tas. Aku memang langsung berniat pergi karena kami bertiga sudah berjanji akan memancing. Iya, memancing ikan memang salah satu hobi kami bertiga selain mencari durian jatuh. Tadinya waktu Ahmad dibawa ke ruang BP aku sempat khawatir, ternyata tidak terjadi apa-apa, buktinya ia tidak dihukum keliling lapangan seperti Eko yang ketahuan bawa rokok.

"Jaey, mana hasil ulangan tadi." Sebuah suara menghentikan langkahku. Aku terkejut karena ibu sudah menghadang di depan pintu. Aku hanya bisa pasrah, lantas mengambil tas dan memberikan bukunya.

"Apa ini, mengapa nilai kamu cuma 40." Ibu tentu saja langsung marah begitu melihat nilai bahasa Indonesia ku. Ibu terus nyap-nyap sementara aku diam saja, nanti kalo sudah bosan juga berhenti sendiri.

Benar saja, tak lama kemudian ia berhenti ngomel. Aku tentu saja lega tapi kaget ketika ibu bilang akan lapor bapakku Satria. Aku memang paling takut pada bapak, soalnya ia suka menjewer telinga sampai merah kalo marah, sakitnya duh.

Karena takut aku lantas sembunyi di gudang. Tak lama kemudian aku mendengar suara bapak pulang dan ibu ngomel tentang nilai ulangan ku.

"Mana dia!!!" Teriak bapak menggelegar, membuat makin ciut nyaliku.

"Entahlah pak." Jawab ibuku Rohaya.

Tak lama kemudian terdengar suara Herman dan Ahmad memanggil manggil namaku. Ibu tentu saja mengomel, gara-gara kalian berdua mengajak main saja, nilai Jaey jadi jelek dan berbagai omelan lain. Mereka berdua tentu saja langsung kabur.

Sudah dua jam aku di dalam gudang. Akhirnya aku menyerah karena lapar. Saat hendak keluar itulah, kakiku secara tak sengaja menyenggol sebuah buku lama karena sudah berdebu.

Aku mengendap-endap ke lemari untuk mengambil makanan. Tapi ternyata bapak sudah menunggu, lengkap dengan wajah angkernya.

"Mana buku ulangan kamu." Bentak Satria bapakku.

Aku hanya bisa pasrah lantas memberikan buku sambil menunduk.

"Apa ini, mengapa nilai kamu cuma 30. Dasar kamu banyak main saja. Pokoknya mulai sekarang kamu tidak boleh bermain sampai nilainya bagus, mengerti." Teriak bapak keras-keras.

"Maaf pak, coba bapak lihat nama siapa di buku itu."

Bapak yang sedang marah-marah langsung berhenti. Ia melihat nama di buku itu dan tiba-tiba mukanya merah. Ternyata itu adalah buku ulangan nya sendiri dulu.

"Eheemm, ya sudah. Kegagalan memang bisa terjadi pada siapa saja. Mulai sekarang kamu harus rajin belajar."

" Baik pak. Aku boleh bermain kan."

Bapak hanya mengangguk. Horeee, Aku segera keluar menuju tempat biasa kami bertiga bertemu yaitu warung Bu Ijah.

* * *

Sampai di warung Bu Ijah, aku lihat mereka berdua. Ahmad sedang minum es sedangkan Herman sedang menelpon. Ternyata ia sedang menelpon Rina pacarnya. Mereka berdua sedang renggang karena Herman ketahuan jalan berdua dengan Linda, teman sekelasnya. Herman menelponnya untuk minta maaf.

"Rina sayang, Bang Herman minta maaf nih. Kita balikan lagi yuk sayang."

" Apa balikan. Abang pikir semudah itu."

"Ayolah sayang, itu cuma salah paham. Bambang tuh suka ngompori." Kata Herman menyebutkan nama temannya yang suka mengadu.

" Ngga semudah itu. Coba Abang ambil satu gelas."

Walaupun tak mengerti, tapi Herman menurut juga mengambil gelas.

" Setelah itu coba Abang jatuhkan tuh gelas."

PRAAKK, Herman menurut saja menjatuhkan gelas tersebut.

"Coba Abang lihat, gelas itu pecah berkeping-keping bukan. Begitu juga hati Rina bang. Tak akan bisa kembali utuh."

" Tapi Rina, masalahnya gelas ini tidak pecah."

" Eh benarkah?"

" Iyo, soalnya gelas yang Abang jatuhkan adalah gelas plastik."

" Eh, dasar kadal buntung."

Herman terus melancarkan rayuan gombalnya. Akhirnya Rina pun terbujuk dan mau balik lagi. Aku dan Ahmad pun senang, karena itu artinya kami akan banyak ditraktir oleh Herman nanti.

Tamat

Post a Comment

97 Comments

  1. Ya ampoon pinter tenan akal Herman ..., lah kok ya punya ide jatuhin gelas plastik segala πŸ˜….

    Besok-besok kalau ada acara ngambekan lagi, jatuhinnya rantang ya .. terus sambil direkam suaranya hiar bisa dijadiin ringtone xixixi ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Begitulah, Herman benar benar menghermankan ya.πŸ˜‚

      Delete
    2. Ho'oh, menghermankan skaligus menggemaskan wwkkk πŸ˜…

      Delete
    3. Tapi bagus juga ide mas Hino, rantang ditabuh lalu dijadikan ringtone.πŸ˜„

      Delete
    4. Saya baca komennya Mas Himawan ketawa ngikik. Mana di rumah sendirian karena paksu dan si kecil lagi sepedaan. Boleh juga idenya Mas Him.:))

      Delete
  2. Ternyata Herman itu anak yang pinter yah, pinter membuat malu bapaknya, hehehe..

    ReplyDelete

  3. Yaa2...Memang menghermankan.....Kalau gw jadi Rina gw timpuk si Hetmannya pake gelas...🀣🀣🀣🀣🀣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo kata mas Hino sih ditimpuknya pakai rantang kang.πŸ˜‚

      Delete

    2. Jangan ntar jdi pengen makan..πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Kalau pake Ratang. πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
    3. Herman makan rantang, luar biasa sekali ya.πŸ˜‚

      Delete
  4. wahahaha gagal ngasih analog gelas pecah mirip hati yg pecah nih.. xixixi
    dasar si abang herman.. jangan mau balikan lagi Rina, nnti diselingkuhi lho, kabuurrrr

    ReplyDelete
    Replies
    1. Abang Herman nya sukanya selingkuh ya mbak, harus dilempar gelas.πŸ˜‚

      Delete
    2. Lemparnya pake gelas plastik ya, mas?🀭

      Delete
    3. Boleh saja pakai gelas plastik, tapi gelasnya satu truk mbak.πŸ˜‚

      Delete
  5. Wakakakkakakak, kovlak pas bagian ditunjukin nilai, ternyata yang nilainya 30 nilainya ayah satria sendiri, sue juga tuh bocah ya, si jaey, gitu mereun kata bokapnya yang ternyata buah jatuh tak jauh dari pohonnya, kecuali pohonnya digondol kalong wkwkwk...

    Lalu gimana tu kelanjutannya si ahmad pas disidang bp, guru bpnya istigfar apa malah ikutan nonton karena terisnpirasi semangat bapak ibunya ahmad pas nobar vcd hahah

    Si agus pindah sekolah ya, ga bisa duet maut lagi dong, atau ntar ada part selanjutnya yang gedenya ketemu si agus lagi ahhah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan pohonnya kali yang digondol kalong tapi buahnya.πŸ˜„

      Kayaknya sih vcd nya dibuat koleksi oleh gurunya.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Nanti Agus akan muncul di cerpen ke depan tapi cuma jadi cameo.πŸ˜‚

      Delete

    2. Iyaa Agus jdi Cameo peran Guru...Guru pengoleksi film bokep..πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
    3. Buhahahaha...🀣🀣🀣

      Delete
    4. Ealah mas kok bola bali ganti template wkakaka, kenapa dengan templatenya? Galau ?
      Bhuahahha, kabur

      Eh kemana nih suhu herman, biasanya langsung ngumpul mas agus, kang satria, suhu herman, n suhu jaey πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
    5. Kemarin agak nganu mbak template nya jadinya ganti lagi yang lebih cling. Kalo masih ngga sreg besok juga ganti lagi.🀣

      Suhu Herman katanya lagi kehabisan kuota, makanya libur dulu sementara ini kecuali ada yang baik hati kasih kuota.πŸ˜‚

      Delete
    6. Untung cuma gonta-ganti template ya, mas. Bukan gonta-ganti nganu..🀭

      Delete
    7. Nganu apa sih mbak, apa nganu yang bikin nganu ya? πŸ˜‚

      Delete
  6. Sungguh Jaey...luar biasa. Kiranya aku bisa menemuinya dan belajar darinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kirain Herman yang luar biasa pak dokter.πŸ˜„

      Delete
    2. Ah...kalau Herman sih luar angkasa...wkwkwkwkw

      Delete
    3. Kebetulan Jaey ada di bawah pak dokter. Tapi dia agak takut dokter, takut disuntik katanya.πŸ˜‚

      Delete
  7. Persahabatan mereka benar-benar klop. Padahal kemarin saya bilang murid faforit saya si ahmad. Nggak tahunya ahmad terlalu polos ya, kesian bangetπŸ˜‚
    Si jaenudin... Emang turunan bapaknya ternyata. Nilainya aja nggak jauh beda.
    Itu juga si herman, kecil-kecil udah jadi kadal buntung ajaπŸ˜‚ udah punya rina masih jalan sama linda.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya ngga apa-apa mbak polos, dari pada kayak Herman jadi kadal buntung πŸ˜‚

      Delete
    2. Nah itu dia. Si Herman itu kok bisa-bisanya masih SMP udah kepikiran pacaran. Padahal waktu seumuran mereka aku masih sibuk nonton dora the Explorer tuh.🀭

      Delete
    3. Berarti mbak Roem kalah sama Herman, sungguh menghermankan. πŸ˜‚

      Delete
    4. Kyknya si Herman yang karakternya dibikin dewasa sebelum waktunya, mas. Sungguh menghermankan.🀭

      Delete
    5. Ngga aneh, soalnya gurunya Herman itu atas saya.😁

      Delete
  8. Syukurlah ga jadi dimarahin bapak, bapak ngeri mas kalo marah, pernah aku diikat dipohon pisang dibelakang rumah terus dikasi semut, hiks2 πŸ˜‚ πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali. Habis diikat di pohon pisang belakang rumah masih dipecut pula. Untung ada kakak jaey yang ngelepasin. Akhirnya jaey berkelana tak tentu arah. Untunglah ada Clara yang ngasih tumpangan rumah ya.πŸ˜„

      Delete

    2. Sial dangkalan luh... Suuueeee..πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
    3. πŸƒ‍♂️πŸƒ‍♂️πŸƒ‍♂️πŸ˜‚

      Delete
  9. Pantesan Jaey nilainya segitu, bapaknya juga lebih parah.🀣

    ReplyDelete
  10. bahasanya aku suka gan,,
    pendek tapi menarik...

    gimana kalau dijadikan buku saja :P

    ReplyDelete
  11. Iih si Ahmad polos amat yaak πŸ˜‚, ni bertiga trio macan loreng apa trio macan burik... Emang persahabatan itu indah banget, pa lagi jaman smp dulu, lagi lucu"nya kelakuan.... Btw.. Bapaknya si jaey sok berwibawa padahal mah sama aja kayak anaknya 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan trio macan tapi trio wekwek mbak. Kalo macan mah bapaknya Jaey.πŸ˜‚

      Emang masa sekolah itu sepertinya masa paling indah ya mbak.πŸ˜„

      Delete
  12. Ahmad itu perhatian banget ya, mas, sama teman-teman sekelasnya. Sampai niat membangun semangat teman-temannya buat belajar lho, mas. Kyknya si Ahmad punya bakat jadi motivator nih, mas. Buat bikin seluruh masyarakat Indonesia semangat semua.🀣🀣🀣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin besarnya Ahmad nanti jadi the next Mario teguh ya mbak, suka ngasih semangat.πŸ˜„

      Delete
    2. Iya nih kyknya mas. Semoga cita-citanya sebagai motivator terwujud. Biar seluruh Indonesia termotivasi semua.🀣🀣🀣

      Delete
    3. Nanti mbak Roem jadi penggemarnya ya.🀭

      Delete
  13. huiiiii anak siapa ini? hehehehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anak orang mbak Anies, bukan anak kucing.πŸ˜„

      Delete
  14. wah g pernah jaman sekolah masih CUPU hehehe, uang jajan aja pas pasan ... terus bawa VCD mau di stel dimana ? gak ada listrik waktu itu ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini ceritanya tahun 2010 kang, jadinya sudah ada listrik. Kalo tahun 1980an listrik memang masih jarang.😊

      Delete
    2. ow begitu .... apakah 2010 masih jaman VCD juga ... kyaknya HP udah berkembang pula

      Delete
    3. Ceritanya ini di pelosok kang, dimana VCD masih lumayan banyak dijual. Hape masih lumayan mahal bagi sebagian orang.πŸ˜‚

      Delete
    4. o0o mungkin kampungku sekarangpun masih ya :D hehehe udah 6 bulan tak mudik nih

      Delete
    5. Mungkin masih kang, soalnya waktu pulang ke Tegal aku lihat masih ada yang jual VCD.

      Delete
  15. hahahah kalau saya dulu ada buku khusus nulis web isinya bokep
    tapi ini gara gara temen si jalan SMP, awal-awal booming warnet dan MIRC

    hahahah gelas plastik aku ngakak bagian itu
    kok ya bisa bisanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, mas Ikrom memang keren suka koleksi situs gituan.πŸ˜‚

      Delete
    2. etapi beneran ya, dulu saya pas kuliah booming vcd ginian, kebetulan teman saya ada yang punya penyewaan VCD, di antaranya juga ada VCD ituitu hahaha

      Delete
    3. Kayaknya mungkin biar pada semangat belajar jadinya nonton VCD gituan, kata si Ahmad itu.πŸ˜‚

      Delete
  16. Dulu memang VCD yang booming ya itum blue
    Tapi memang benark kok, bisa menjadi penambah semangat :D
    Dah yang kedua dan ketiga, saya tak perlu koment. Takut petut kram.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kenapa yang booming malah VCD gituan ya kang Djangkaru? 🀣

      Delete
    2. Kenapa nggak VCD red aja ya? atau green? hahahaha

      Delete
    3. Tapi kalo di daerah saya perasaan ngga ada yang jual gituan mbak, entah diumpetin atau akunya saja yang oon kali ya, soalnya ngga tanya, takut sama ustadz Satria.πŸ˜„

      Delete
  17. Bisa nih si Herman jadi Komika XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nanti mungkin bisa gantikan Raditya Dika ya kang.😊

      Delete
  18. Jadi kapan nih mau ditraktir Herman? :D
    Saya mau ikutan juga ah :D

    Btw jadi ingat bapak saya deh, beliau galak banget kalau nyuruh saya kudu juara mulu.
    bakalan menghukum kalau ada nilai jelek, apalagi nilai merah.

    Sementara, raportnya sendiri kebakaran, merah semua hahaha.
    Tapi bapak pinter cari alasan, katanya justru karena itu dia nggak ingin anak-anaknya ikut kisahnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul juga sih, bapaknya nilainya merah, masa mbak Rey ikut ikutan, buah jatuh tak jauh dari pohonnya dong.πŸ˜‚

      Delete
    2. Nah kan, bisa jadi alasan ortu nih kalau didebat sama anak-anak.
      bapak saya dulu, paling pinter deh cari alasan kayak gitu :D

      Delete
    3. Terus mbak Rey nilainya ngga merah kan?

      Berarti buahnya di makan kalong lalu jatuh ntah dimana.πŸ˜‚

      Delete
  19. Ya Allah jaey kok pinter amat ya caranya biar ga kena omel bapaknya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
    Harusnya sy kenal dari dulu biar bisa berguru.. Wkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu kang jaey ada di atas mbak, silahkan kenalan dulu ya biar bisa berguru.πŸ˜„

      Delete
  20. Hehehe. Asik juga ceritanya nih.

    ReplyDelete
  21. saya juga punya cerita digledah guru dan ketahuan bawa buku terlarang, tapi malu ceritanya hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah bawa buku apa itu? Apa buku Eny Arrow mas? πŸ˜‚

      Delete
  22. Jaey dan Herman sama-sama beruntung :)
    Herman mah bsa aja, syukurlah udah baikan lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Herman gitu lho, akalnya banyak sekali seperti gurunya yaitu pak Dahlan.πŸ˜„

      Delete
  23. Mantap Jaeyyyy... besok-besok kalau dimarahin lagi, sering-sering nyari barang punya orang tua biar gelagapan.. hahah
    Bapaknya Ahmad lagi, udah tau punya blue-blue film, malah naruh sembarangan...
    Kocak emnk mereka bertiga tuh. Punya tabiat masing-masing yg unik2.. wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, nanti Satria nya ngamuk lalu jaey diikat di pohon pisang belakang rumah gimana? πŸ˜‚

      Kalo bapaknya Ahmad mungkin lupa narohnya, jadinya ketahuan si Ahmad.πŸ˜‚

      Delete
  24. Mas, aku nguakak lho wkwkw.
    Ngelesnya boleh juga nih, apalagi si Herman ~XD

    Ahmad juga nih, pakai bawa-bawa Bapaknya segala waktu bawa VCD blue film mbhahahaah ~XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah kalo terhibur mbak, semoga sering sering mampir.πŸ˜„

      Kalo soal Ahmad, itu beneran polos atau gimana ya? πŸ˜…

      Delete
  25. si ahmad gak tau vcd apa main asal bawa aja, heran gak di cek dulu apa memang masih polos ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lho, kok mas khanif ngga tahu? πŸ˜…

      Delete
    2. enggaklah, gw kan masih polosan anakanya :D

      Delete
    3. Syukurlah kalo masih polos.😁

      Delete
  26. Plot twist banget. Hahaha. Dari VCD bajakan, nilai yang dipersalahkan, dan gelas plastik. Hhmmm, endingnya berhasil bikin saya ketawa. Menghermankan.:))))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lagi pengin bikin cerpen yang singkat singkat tapi disambung mbak, biar beda dengan biasanya, biar ngga bosan.πŸ˜„

      Delete
  27. Herman biasanya jadi tokoh yang polos dan baik sekarang jadi tokoh buaya eh kadal buntung? Banting gelas plastik bisa aja modusnya .. Rina aja kok mau dikadalin Herman. Sangat menghermankan.. oh ya kemana ya si Herman kok nggak pernah muncul sekarang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kurang tahu juga mengapa akhir akhir ini mas Herman ngga keliatan, mungkin lagi ada pekerjaan penting atau mungkin lagi ngga ada kuota kali ya.πŸ˜‚

      Delete
  28. Bapaknya bisa aja ngeles ya wkwkwkwkwkwk :D NIlai hasil ulangan 30 zaman doeloe ketauan anak hahahah :) Btw, emang gitu ya biar semangat? #NgakakdiPojokan #TanyaMasAgus hihihihi

    ReplyDelete
  29. Langsung dapat jawaban di sini, ternyata Agus pindah sekolah ikut bapaknya hahahahaha πŸ˜‚ by the way si Jaey ini betul-betul 100% cetakan bapaknya yah, sampai nilai jelek pun ternyata keturunan bapaknya hahahahaha 🀣

    Terus itu si Herman masih SMP kan dicerita atas? πŸ™ˆ kok bisa-bisa sudah jadi 'kadal' hahahaha jadi penasaran bapaknya siapa 🀭 thank you mas untuk ceritanya, suka banget sama yang pendek-pendek begini, twist-nya ada banyak πŸ˜‚

    ReplyDelete
  30. Tadinya waktu baca judul mikir, "Kaset VCD? Emangnya tahun kapan?" Oo .. ternyata tahun 2010. Sekarang udah jamannya naruh file di Google Drive dan download di hape.

    ReplyDelete
  31. Mungkin yang kasih ide menjatuhkan gelas plastik tuh Si Jey, itu modus aja biar Herman tetap senang dan tetap nraktir mereka berdua. Coba kalau Herman kalah dari pacarnya trus Herman sedih, pasti nasib Jey jadi nggak menentu dan sering kelaparan, hehe.

    ReplyDelete
  32. Karakter2nya pinter-pinterr
    Plot twistnya selalu bikin ngakak wkwk..
    Makasihh mas Agus hiburannya ahaha..

    Ah, jadi orang tua selalu benar ya :D

    ah jadi kangen masa mbeling2an masa sekkolah dulu.

    ReplyDelete
  33. Jadi bersyukur dulu saya nggak pernah diteror soal nilai ulangan. Paling nilai rapor doang yang dibahas, Mas. :D

    ReplyDelete
  34. yaampun ahmad hahahaha, pinter banget sih lah wong yang dicontoh bapaknya hahaha
    memang ya istilah buah jatuh nggak jauh dari pohonnya nurun aja, sebelas dua belas sama jey

    ReplyDelete