Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengantar hantu wanita


Sebagai tukang ojek, sudah banyak pengalaman yang dialami oleh Agus. Ia sudah bertemu dengan berbagai macam karakter penumpangnya. Ada yang menghargai profesinya dengan memanggilnya secara sopan, ada yang bawel, ada pula yang ngasih upah seadanya padahal barang belanjaannya harusnya pakai mobil pickup. Agus menjalani profesi itu dengan ikhlas karena mencari pekerjaan makin sulit di hari hari belakangan ini.

Seperti sore ini, Agus kembali ngetem di perempatan jalan dengan motor Honda Supra yang sudah setia menemaninya selama ini setelah mengantar seorang karyawan yang baru pulang. Di tempat mangkal tersebut sudah ada beberapa temannya yang juga berprofesi sama yaitu Herman dan Satria.

Mereka berdua tampak sedang asyik ngobrol.

"Ah, paling itu hanya cerita iseng." Kata Herman.

"Cerita iseng apanya. Si Rojak beneran mengalami kejadian itu. Aku yakin ia tidak bohong." Bantah Satria. Agus tertarik juga karena ia kenal dengan Rojak yang juga sering mangkal disini. Berebut penumpang bersama, tapi ia tidak melihatnya sekitar tiga hari ini.

"Memang kenapa dengan Rojak kang satria?" Tanyanya.

"Gini Gus, kan si Rojak sudah tiga hari ini tidak kelihatan. Walaupun orangnya agak rese suka merebut penumpang tapi sebagai sesama tukang ojek aku khawatir. Aku lalu ke rumahnya tadi siang, kebetulan ada tetangganya yang ngojek." Terang satria.

Agus dan Herman menyimak bersama.

"Kebetulan ia sedang ada diluar. Aku lalu ngobrol sama dia terus tanya. Kang, kok tumben ngga ngojek, apa dapat warisan banyak, candaku. Katanya, dia tidak ngojek karena habis ketemu hantu beberapa hari yang lalu?"

Hantu, tentu saja Agus kaget mendengarnya. Sementara Herman hanya menyimak saja sambil menghisap rokok.

"Iya Gus. Jadi ceritanya seperti biasanya ia mangkal disini nyari penumpang  Tiba-tiba ada seorang wanita minta diantarkan ke kampung gedong songo. Rojak sebenarnya ogah, selain tempatnya jauh melebihi kebun jati yang luas, juga karena sudah malam hari, takut digarong. Tapi karena wanita itu memohon kepadanya maka ia kabulkan juga.  Nah, sampai di gedong songo di sebuah rumah kosong ia menghilang. Rojak tentu saja shok dan ia jadi takut ngojek." Terang Satria panjang lebar. 

"Wah, beneran ngga tuh ceritanya?" Tanya Agus agak sangsi. Soalnya ia sering lihat di YouTube prank soal hantu untuk mengerjai orang.

"Kalo ngga percaya, sudah datangi saja Rojak."

Agus malas ke rumahnya. Selain jauh dari pangkalan ojek ini juga karena tidak terlalu akrab dengan Rojak yang suka main serobot kalo ada penumpang. Mau marah tapi tidak berani, selain Rojak badannya besar juga ia banyak temannya disini. Agus sendiri hanya seorang perantauan yang numpang cari rejeki disini.

* * *

Sebelum Maghrib Agus pulang dulu ke rumah. Selain untuk sholat juga untuk bercengkrama bersama anak dan istrinya. Ia sendiri pulang dengan agak lesu karena hanya membawa sedikit uang, padahal Rojak saingannya itu tidak ikut ngojek.

"Mas, besok Wulandari harus bayar iuran mas." Istrinya memberi tahu setelah mereka selesai makan malam. Anaknya sendiri sedang di kamar belajar.

Agus hanya mengangguk saja. Ia lalu memberikan tiga lembar uang 10 ribuan dan lima lembar uang 5 ribuan." Mas hanya dapat segini saja dek, itu juga belum untuk ngisi bensin."

Istrinya mengambil uang yang diberikan." Iuran anak kita 400 ribu, sedangkan uang yang ada didalam semuanya hanya 150 ribu, masih kurang 250 ribu. Apa sebaiknya aku jual saja kalung yang dulu buat mas kawin ini mas?"

Agus tentu saja terkesiap. Ia ingin marah tapi masih bisa menahan diri." Tak perlu dek, nanti aku bisa cari uang lagi."

Habis berkata demikian Agus menghabiskan sisa teh manis yang dibuat oleh istrinya lalu segera pergi. Istrinya hanya bisa menghela nafas saja, sambil berdoa semoga suaminya dapat uang banyak sehingga ia tidak perlu menjual mas kawin yang terakhir di lehernya.

* * *

"Kang satria, kamu punya uang tidak?" Kata Agus tanpa basa-basi pada temannya yang sedang nonton hape di pangkalan ojek.

"Berapa Gus?"

"Sekitar 250 ribu kang."

"Waduh tidak ada Gus. Uang ngojek tadi sudah aku berikan semua pada istriku. Lagi pula minggu lalu kamu utang 100 ribu belum bayar kan." Katanya menyeringai.

Asem, batin Agus. "Herman mana?"

"Udah pulang duluan, mungkin mau apel ke rumah Ningsih pacarnya, mungkin juga takut diutangin sama kamu hahaha." Satria tertawa lalu segera pergi sebelum temannya itu menaboknya. Agus cuma bisa ngelus dada karena kedua sobat karibnya tidak ada yang bisa menolongnya.

Sudah hampir jam 10 malam ketika Agus kembali ke pangkalan ojek sehabis membawa penumpang. Karena kedua temannya itu pergi maka hanya tinggal ia sendiri yang ngojek. Lumayan juga hasilnya, dari habis Maghrib sampai sekarang sudah dapat 50 ribu, 65 ribu sebenarnya tapi 10 ribunya sudah untuk beli bensin, dan 5 ribunya untuk gorengan yang sekarang penjualnya sudah pulang. Motor Supra nya buatan tahun 2004 memang irit bahan bakar, tapi karena sudah tua jadinya kalah bersaing dengan Herman yang memakai Honda beat atau Satria dengan Vario CBS nya.

Sudah jam 11 lewat tapi belum ada tambahan satu penumpang lagi. Agus berhitung, uang untuk bayar iuran anaknya masih kurang 250 ribu sedangkan hari ini ia total dapat 100 ribu, masih kurang 150 ribu. Tapi biaya sekolah anaknya bisa dibayar hari Senin nanti, adapun besok baru hari Jumat. Jadi masih ada sisa waktu tiga hari lagi, rasanya cukup untuk memenuhi target.

Dengan pikiran seperti itu maka ia memutuskan untuk pulang saja. Saat hendak pulang itulah sebuah suara memanggilnya.

"Bang, anterin aku ke gedong songo dong."

Agus menengok. Dilihatnya ada seorang wanita dengan baju putih berdiri tak jauh dari jalan raya. Mukanya tidak terlalu kelihatan karena tertutup rambutnya dan juga gelapnya malam.

"Wah, sudah malam neng. Abang harus pulang, lagi pula jauh tempatnya." Agus berlagak jual mahal.

"Tolongin aku dong bang." Katanya lagi.

"Boleh saja sih, tapi 30 ribu ya. Mau?"

Wanita itu hanya mengangguk. Agus girang karena akhirnya dapat tambahan juga. Sebenarnya kalo siang hari cukup 20 ribu saja, tapi berhubung ini sudah malam maka harga segitu adalah wajar.

Agus segera menyalakan motornya. Ditengah perjalanan Agus tidak terlalu berminat untuk mengajak ngobrol, wanita itu juga hanya diam membisu saja di belakang. Kampung gedong songo sendiri cukup jauh dari jalan raya, menembus kebon jati yang cukup lebat. Walaupun sudah beberapa kali ia pergi mengantar penumpang ke kampung tersebut tapi ntah mengapa malam ini agak beda. Mungkin karena sudah hampir tengah malam kali.

"Mbak, rumahnya sebelah mana sih? Apa dekat tugu masuk kampung?" Kata Agus setelah hampir dekat ke lokasi. Wanita dibelakangnya hanya mengangguk saja, sungguh wanita yang irit bicara, batinnya.

Setelah masuk ke kampung yang tentu saja sudah sunyi sepi, Agus lalu bertanya lagi." Mbak, ini sudah masuk kampung. Tempat tinggalnya dimana? Apakah sudah dekat."

"Di pertigaan depan nanti belok kanan mas. Rumahku Tidak jauh dari pertigaan itu." Akhirnya wanita itu bicara juga. Agus lega juga karena penumpangnya bicara dan juga karena pertigaan jalan paling hanya sekitar beberapa menit lagi. Setelah sampai pertigaan ia lalu belok kanan. Jalanan sudah sepi sekali, mana tidak ada lampu rumah sama sekali yang menyala. Agus mengendarai motornya pelan-pelan karena jalanan kampung yang jelek dan berbatu.

Entah mengapa Agus tiba-tiba ingat obrolannya dengan Satria sore tadi. Apa mungkin ia hantu wanita yang diantar oleh Rojak? Karena takut maka ia pun berhenti, mana suasananya makin mencekam.

"Mbak, rumahnya masih jauh ngga?" Kata Agus dengan suara bergetar.

Tak ada sahutan. Agus menengok dan wanita berbaju putih tadi hilang entah kemana. Ia tentu saja shok. Tapi karena ia merasa bertanggungjawab takut penumpangnya tadi jatuh karena jalan yang jelek ia lalu memanggil namanya lagi, walaupun dalam hati ia sebenarnya takut penumpangnya bukan jatuh tapi terbang.

"Mbak, mbak..." Teriaknya lagi. Teriakannya kali ini ada yang menyahuti.

"Ada apa mas?" Seorang laki-laki berusia sekitar 30 tahunan keluar dari sebuah rumah.

Syukurlah, ternyata ada orang juga. Agus lalu menjelaskan kronologisnya tentang hilangnya penumpang nya tadi.

"Wah, pasti itu hantunya si Anisa mas."

"Anisa?"

"Iya. Anisa itu aslinya warga kampung sini yang kerja di kota. Tiap hari ia bolak balik pulang kesini naik ojek. Suatu hari ia kena kecelakaan saat mau pulang kerja dan meninggal di tempat. Ia lalu menjelma menjadi hantu yang sering minta diantarkan pulang kesini oleh para tukang ojek. Tiga hari yang lalu juga ada tukang ojek yang dikerjainnya, ia minta diantar kesini lalu menghilang." Jelas lelaki itu. Agus tentu saja takut bukan main, buru buru ia pulang ke rumahnya. Ia pun langsung demam dan meringkuk di tempat tidur.

* * *

Sementara itu, tak lama setelah Agus pergi dan menghilang di pertigaan jalan, seorang perempuan berbaju putih keluar dari balik tembok. Ia menjinjing sepatunya dan mendekati laki-laki tadi.

"Ia sudah pergi mas?" Katanya tersenyum pada lelaki yang ngobrol dengan Agus.

"Sudah, ayo pulang sayang." Katanya lalu menggandeng tangannya masuk rumah.

TAMAT
Agus Warteg
Agus Warteg Hanya seorang blogger yang ingin berbagi pada dunia terutama tentang film dan serial tv, suka nonton film tapi lewat gadget terutama handphone

81 komentar untuk "Mengantar hantu wanita"

  1. Si Anissa cuma jadi hantu pura2 ya.

    Terus si Agus kpn sembuhnya, bagaimana dgn duit buat bayar anu yg masih kurang.

    Trs hutang sama Satrio udh lunas blm?

    Trs Si Hermini kmn sdh ketemu blm?

    Jg, Sepedanya udh dibalikin blm? ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, sepedanya diambil sama inspektur jaey ladusing buat ganti sepedanya Shiva.๐Ÿ˜‚

      Hermini udah digondol satria, jadi hutangnya dianggap lunas.๐Ÿคฃ

      Hapus
  2. Oohh itu bukan hantu Gus....Tapi Herman & Hermini sekongkol untuk mengerjai ente.....Mungkin atas perintah inspektur jaey juga kali...๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keterlaluan mereka bertiga ya, semoga Herman, hermini sama jaey kena karma ditakuti sundel bolong.๐Ÿ˜‚

      Hapus
    2. Tapi caranya menghilang dari motor gimana, loncat ya. Jgn2 memang hantu asli ๐Ÿ˜‚

      Hapus
    3. Waktu turun dari motor dia jingjit pelan pelan ngga pakai sepatu biar ngga ada suaranya.๐Ÿ˜‚

      Hapus
  3. Wuiih akalnya bisaan pura-pura jadi hantu biar ngga bayar ongkos ojek ๐Ÿ˜ƒ.
    Suatu saat ntar kalo ketahuan gimana cerita nasibnya ya itu cewek ๐Ÿค” ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo ketahuan enaknya diarak keliling pangkalan ojek kali ya mas.๐Ÿ˜‚

      Hapus
  4. Baca ginian enaknya pas tengah malam.. Eh tapi hantunya koq ilang muncul ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, baca siang hari begini memang kurang seru, enakan tengah malam bacanya sambil nyetel lagu Lingsir wengi, jangan lagu dangdut.๐Ÿ˜‚

      Hapus
  5. Tekor bensin bolak balik plus di-php-in dapet 30 rebu dong mas....hiks

    E bentar ku nyampe bacanya 2 kali, soale agak loading, jadi si anisa hantu boongan biar dapat nebeng gratiskah mpe gedong songo, trus laki2 tersebut yg digandeng tangannya berkepentingan sebagai apa dalam cerita?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyo yo mbak.. Si lakik itu ngapain dan jadi siapa yo... Aku jg mikir ๐Ÿ˜

      Hapus
    2. Siapa lelaki itu biarlah tetap jadi misteri, ngga semuanya harus jelas.๐Ÿ˜

      Hapus
    3. Wuih mantab sekarang endingnya mainnya pake unsur misteri xixixiix

      Hapus
    4. Mau tahu lelaki misterius itu....Siherman atau si Inspektur Jaey..๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

      Hapus
    5. Kirain lelaki misterius itu satria yang ngerjain Agus karena utangnya ngga bayar.๐Ÿ˜‚

      Hapus
  6. Itu berarti si Agus di kerjain sama si hantu Anisa, apa si Agus ga liat si Anisa kakinya napak apa enggak, masih kalah donk si Agus sm ilmu nipunya Anisa cs ๐Ÿ˜

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitulah, soalnya gurunya Anisa itu mbak Heni yang lebih pintar.๐Ÿ˜‚

      Hapus
    2. Ya oloo... Aku suhunya ๐Ÿ˜ฎ

      Hapus
    3. Becanda guru. Sungkem guru heni.๐Ÿ˜„

      Hapus
  7. Astagfirallah mas agus. Saya kaget waktu blognya kebuka yang muncul mbk kun... Tapi kepo juga mau baca. Makin kebawah bacanya makin serem dan udah kebayang kejadianya di kepala. Tapi alhamdulilah akhirnya bikin saya lega๐Ÿ˜
    Kalau sampai endingnya emang mbk kun mungkin saya bakal kepikan sampai besok.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gambarnya memang bikin serem ya mbak, untunglah endingnya bikin nganu ya, jadinya ngga kebayang-bayang terus.๐Ÿ˜„

      Hapus
    2. Ternyata saya terus terbayang-bayang, tiap kali mau ke kamar mandi di luar rumah keinget gambar ini terus. Ya pokoknya emak harus nganterin saya walaupun sambil ngomel๐Ÿ˜‚

      Hapus
  8. hadeuh, ternyata admin kalau jajan senengannya ngutang....:"emangnya "nganuku" milik negara, bang"....ujar doi sambil mlengos

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gali lobang tutup lobang bang, maklum rakyat kecil.๐Ÿ˜‚

      Hapus
  9. kayaknya laki-laki yang akhir cerita tu suaminya si mbak :D sekongkol biar gak bayar ojek. Kasian si Mas ojeknya padahal, hedeh ada-ada aja akal bulus warga negara ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang ada ada saja akal bulus nya ya mbak Rani biar ngga bayar ojek, padahal bulus aslinya cuma main air.๐Ÿ˜‚

      Hapus
  10. aku baca berkali-kali sampe ngerti.. wkwk.. lemot banget otakku.. :D :D jadi si anisa itu pura-pura jadi hantu ya mas biar bisa ngojek gratisan?
    boleh juga tuh idenya.. besok2 aku kalo gak ada uang buat ngojek, pake caranya si anisa ini aja lah.. haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan praktekkan kalo nanti ngga punya duit mbak, soal resiko ditanggung penumpang atau sendiri.๐Ÿ˜‚

      Hapus
  11. aku sampe baca berkali2 baru ngerti, sungguh otakku sekarang lemot sekali. haha.. jadi si anisa itu cuma pura2 jadi hantu ya biar bisa ngojek gratisan.. wkwk..

    boleh juga idenya.. kapan2 kalo lagi ga punya uang bisa dicoba cara ini.. haha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga nulisnya berkali kali mbak, kok sama ya.๐Ÿ˜„

      Hapus
  12. serem gambar kuntinya, kalo malem baca takut kebawa mimpi :D

    btw si agus penghasilan dari ngojek 250 per hari udah lumayan itulah, kalo kuli bangunan perhari cuma 100 ribu wkwkwk :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngojek sehari dapat 100 ribu sampai jam 10 malam, kalo sehari 250 berarti yang 150 ribunya dikasih mas khanif.๐Ÿ˜‚

      Hapus
    2. ngojek kalo rame pelanggan kan lumayan mas, bisa pulang siang kerjanya enak motor-motoran wkwkwk :D

      Hapus
    3. Kalo rame pelanggan sih memang enak, tapi rata rata disini sudah punya motor mas.๐Ÿ˜Š

      Sekarang juga agak was-was, ada kejadian garong ngincer motor lagi.

      Hapus
  13. Ini modus biar bisa naik ojek gratis, ya? Hihihi.. #Ati2BacaKetawaSaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitulah, tapi jangan dipraktekkan ya mbak. Takutnya nanti malah viral.๐Ÿ˜‚

      Hapus
  14. Sepertinya ending cerpennya mirip sama cerpen ojek online yang tokoh cerpennya Herman sama Ningsih? ๐Ÿค”

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah suhu kal El sudah datang, kemana saja suhu, kok baru datang.๐Ÿ˜„

      Hapus
  15. Lagi malas kelayapan makanya baru datang.. hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya nemu rongdo baru makanya betah, ngga kelayaban.๐Ÿคฃ

      Hapus
    2. Bukan nemu rongdo baru tapi nemu mainan baru yang bikin malas kelayapan.. hahaha

      Hapus
    3. Wah, mainan barunya Nokia 5.3 nih kayaknya.๐Ÿ˜„

      Hapus
    4. Kaya kenal.... ๐Ÿค”

      Hapus
  16. Wah udah bakat nih jadi penulis cerpennya

    Lanjutkeun ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lanjutkan kemana mbak arlina? ๐Ÿ˜„

      Hapus
  17. mengerikan kenapa ya saya kok pling takut hantu indonesia dari pada hantu hantu luar negeri, ketoke luar negeri kaya aneh aneh gur ngaget2 i saja, tetapi indonesia ki bener bener seerem

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin karena hantu Indonesia dekat dengan kehidupan sehari-hari ya mas, makanya serem.๐Ÿ˜„

      Hapus
  18. wahahha ada2 saja ya, pura2 jadi hantu biar terbebas bayar. wkwkwk
    aoakah cara ini bisa ditiru? wkk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya bisa bang, tapi kalo ketahuan resikonya bisa diarak keliling pangkalan ojek.๐Ÿ˜‚

      Hapus
  19. Whulandary, Jakartaaa, Indonesiaaaa
    halah malah opening number

    wkakakaka endingnya mesti anu ya
    agus dua kali kena prank dari hantunya

    eh cerpennya dibukukan mas lumayan jadi antologi cerpen
    idenya asik asik lo sungguhan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, jadi ingat kontes putri Indonesia ya mas.๐Ÿ˜„

      Belum pede bikin buku mas, caranya juga tidak tahu.๐Ÿ˜„

      Hapus
  20. Owalah, ternyata trik buat berhemat ya, Mas Agus? Pasti lagi seret banget itu mbaknya sampai-sampai ngga bisa bayar jasa ojek. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kasihan ya mbaknya sampai harus pakai trik begini biar lebih hemat.๐Ÿ˜‚

      Hapus
    2. Wahahahaha iya mbaknya kok keren sih, berhemat dengan cara gak biasa. Memang harus kreatif biar bisa gak keluar duit, semacam makan ke warung padang tapi cuman makan nasi sama kuah wkwk. Dan si anisa ini pasti sudah belajar ilmu ninja, lha dia bisa turun dari motor tanpa goncangan. Sungguh skill yang perlu saya pelajari juga, biar bisa bikin prank suami hahahaha.

      Hapus
    3. Baru tahu kalo makan warung Padang biar hemat itu makan nasi putih sama kuahnya saja. Makasih banyak tipsnya mbak, besok praktek ah ke warung Padang.๐Ÿ˜„

      Hapus
  21. Gambar teteh kuntinya bikin kaget, eh ternyata cerita hantunya koplak, kayaknya lagi bikin video prank yutub ini mah, selain biar hemat ongkos.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya mereka berdua itu YouTubers handal ya, soalnya bisa mengecoh Agus yang udah pengalaman ngojek.๐Ÿ˜‚

      Hapus
  22. yawlaaaa kasian itu sampe demaaam. Mana mesti cari uang buat bayaar tagihaaan kaan. Jahat kali itu yang ngerjain para tukang ojeek! huhuh

    Tapi ajib juga ya itu si mba bisa turun dari motor yang sedang melajuuuu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jalan motornya kan pelan pelan mbak makanya bisa turun, lagi pula ia sudah belajar ilmu meringankan tubuh pada Naruto.๐Ÿคฃ

      Hapus
    2. oh iya ya karena jalannya jelek, dia pelan-pelan..di situ si mbak menggunakan jurus Naruto!!! hahaha

      Hapus
    3. Betul sekali, selain belajar sama Naruto, mbaknya belajar sama Wiro sableng.๐Ÿคฃ

      Hapus
  23. Oh jadi itu pura-pura aowkowkwowkw :v.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biar ngga bayar ojek bang Mike.๐Ÿ˜‚

      Hapus
  24. hyaaaaaaa hahahaha begini caranya naik ojek gratisan ya, suami anisa mendukung sekali perbuatan anisa, suami macam apa ituh :D

    agus sampe sakit begitu plus shock :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu namanya suami teladan, selalu mendukung langkah istrinya mbak Ainun.๐Ÿคฃ

      Kasihan Agus ya, mana uangnya masih kurang 250 ribu.๐Ÿ˜‚

      Hapus
  25. Dih.... hantunya abal-abal, ya??? Hantu kok jinjing sepatu ๐Ÿ˜‘
    Mending kalau udah ada firasat gimana, gak usah aja deh daripada dikerjain gitu. Jahat banget. Nanti jadi hantu beneran baru tau rasa. Huh!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sabar mbak Rani. Mungkin nanti kena karma didatangi Suzanna.

      Hapus
  26. Hntu abal-abal, tapi boleh juga,, Besok tak nyobanya. Pke wig.. Kaget mesti mamang ojeknya. Pas naik cowo, eh pas turun jadi Cowe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk, tukang ojeknya bisa semaput kali ya.๐Ÿ˜‚

      Hapus
  27. terus cerita yang kekurangan uang 250ribu gimana mas he,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin mas Agoes bisa buat kelanjutan ceritanya.๐Ÿ˜„

      Hapus
  28. wah ternyata dikibulin :d , saya jadi kasian ma si agus uda punya utang belum lagi bayaran sekolah anak, waduh waduh waduh yang sabar ya gus

    BalasHapus

  29. Cerpennya semakin kesini semakin bagus mas Agus, tapi gambar mbak kuntinya itu lho yang bikin serem pa lagi kalau lagi baca sendirian .

    BalasHapus
  30. Kamprep nipu tenyata hantunya. Banyak juga yg kena tipu kalo gitu. Hehehe.
    Bisaan bikin ceritanyya g ketebak

    BalasHapus
  31. Nyebeeliiinnnnn!!! wakakakaka
    Udahlah saya merinding, dipaksain tetep baca, lah kok penipuan hahahaha.
    Harusnya memang saya baca komen dulu baru baca keseluruhan wakakakak.

    Etapi saya penasaran, bagaimana caranya si hantu boongan itu turun dari boncengan?
    Dan kok ya nggak takut apa ya kalau tiba-tiba ada kembarannya datang.
    "Halo Mbak, ikutan nebeng dong!" bisa-bisa dia yang pengsan hahahaha

    BalasHapus
  32. boleh pula ya berpura-pura jadi hantu? hhaahahaha macam2 laa

    BalasHapus
  33. Awal-awalnya ini cerpen kok serem gitu kan aku jadi takut. Lama-lama kok ternyata menarik juga. Apalah dayaku yang belum bisa menulis cerpen menarik seperti ini.

    BalasHapus
  34. Pengen ditampol cewenyaaa huahahahaha. Nyari gratisan terniat ini sih :D.

    Dan pasti skill turun dari motornya tanpa diketahui udh jago :D. Walo jalan motor agak diperlambat secara jalanan jelek, ttp aja ga gampang turun dari motor yg sdg jalan :D. Hahahah. Cewenya kerja jd stuntman di film2 laga kayaknya :p

    BalasHapus