Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Santai saja, tidak apa-apa

 

Gambar dari travel kompas

Karena waktu liburan masih lama maka aku, satria, Herman yang sedang berlibur di rumah Himawan di Magelang memanfaatkan waktu yang ada untuk kembali jalan-jalan setelah sebelumnya ke candi Borobudur dan gunung andong.

"Mas, enakan habis ini jalan-jalan kemana ya?" Kataku sambil menyantap hidangan. Kami sedang makan Sop empal di sebuah warung makan dekat klenteng Hok An Kiong. Himawan merekomendasikan kesini ketika kami bertanya mengenai kuliner dan ternyata memang nauzubillah setan enaknya. Daging sapinya dimasak dengan rempah pilihan dan digodok semalaman.

"Bagaimana kalo ke Pantai Ngrumput saja." 

"Pantai, memang ada pantai di Magelang?" Tanyaku kaget. Bukannya Magelang ada di dataran tinggi.

"Ya enggak mas. Pantai ngrumput adanya di daerah gunung kidul. Nanti lewat Bantul terus ke selatan ketemu pantainya. Pantai itu ada di laut selatan."

"Ada yang pakai bikini tidak mas Iwan?" Tanya Herman yang dari tadi diam saja karena kekenyangan makan sop empal. Mungkin kalo tiap hari makan begini perutnya cepat buncit.

Aku tentu saja kaget, kirain mau tanya Nyi Roro kidul malahan bikini.

"Oh ada mas. Ada yang pakai bikini." Jawabnya dengan tertawa.

"Wah, benarkah?" Tanyanya dengan mata terbelalak, mungkin tidak menyangka selain di Bali juga ada pengunjung pantai yang boleh pakai baju minim.

"Iya, ada di bikini bottom, yang pakai bikini Sandy si tupai temannya Spongebob." Katanya sambil tertawa. Kami yang mendengarnya pun ikutan tertawa.

Baca juga cerita liburan kami berempat sebelumnya:

Kami pun langsung otw menuju kesana. Seperti biasa, aku naik motor Vario karbu nya Satria sedangkan mereka berdua naik motor masing-masing. Berangkat jam 10 sampai pantai ngrumput jam 12 lewat karena terkendala macet sedikit di Bantul.

Ternyata benar pantainya bagus, cuma sayangnya agak sepi karena tidak terlalu kelihatan dari jalan raya. Tapi enak tidak terlalu berdesakan, jadi seperti pantai pribadi.

Jam 5 sore kami memutuskan cabut. Kalo berangkat satria yang bawa motor kini gantian aku yang nyetir.

"Gus, bisa cepat dikit tidak?" Kata Satria ketika melihat Herman dan Himawan sudah agak jauh. Maklum hari sudah sore dan keadaan mulai gelap walaupun baru jam 5, maklum mendung. Berbeda dengan saat berangkat yang santai, kini pulang nya kami kebut-kebutan seakan menjadi pembalap dadakan.

"Waduh, gimana kalo motor mu nanti amsiong kang."

"Eh ngece kamu ya. Ini motor sudah uji nyali dari Jakarta sampai Surabaya dulu ke rumah tanteku. Kalo cuma gunung kidul Magelang mah kecil." Ujarnya sewot. Aku hanya nyengir saja lalu segera tarik gas.

Tapi karena merasa aku kurang cepat karena masih tetap tertinggal oleh mereka berdua maka Satria lalu yang gantian nyetir. Segera saja ia menggeber motornya sekencang-kencangnya. Becak, sepeda, Dokar, sampai angkot yang sedang ngetem semua disalip nya, tak kalah dengan Valentino Rossi lah.

Sial, karena agak buru buru maka kami mengalami kecelakaan. Cerita lewat daerah dewandaru gunung kidul tiba-tiba temanku itu memperlambat laju motornya. Tentu saja aku heran.

"Kenapa kang, apa bannya bocor?" Tanyaku. Tapi kuda besi tunggangannya ini jalannya masih biasa saja, tidak goyang dangdut seperti jika ban kempes.

Ia tidak menjawab tapi malah bersiul. Aku melihat ke kiri dan melihat dua orang cewek montok naik motor. Pakaian dan celananya yang mini melambai-lambai ke arah kami berdua.

Tiba-tiba ada sebuah emak emak yang menggeber motor Honda Beat nya dengan kencang dan tanpa ba-bi-bu kasih sein langsung belok kiri hendak masuk gang secara brutal. Satria yang sedang asyik menikmati pemandangan indah tentu saja kaget. Reflek ia menarik rem dan tentu saja kami langsung jatuh karena bannya selip.

Emak emak itu hanya menatap sekilas pada kami berdua seperti kasihan karena sudah besar tapi naik motor masih jatuh lalu ngacir masuk gang tanpa rasa bersalah.

Beruntung keadaan agak sepi sehingga tidak ada yang menyaksikan nasib sial kami berdua. Sementara dua cewek yang menjadi penyebab keapesan kami entah sudah kemana. Untung kami berdua tidak mengalami luka serius, hanya lecet sedikit.

"Bagaimana kang Satria?" Tanyaku sambil melihat motornya. Kuda besi yang sebelumnya gagah perkasa ini tampak loyo menyedihkan, ada sebagian bodi yang pecah sebab menghantam aspal.

Dia tidak menjawab tapi menstarter motornya tapi tidak mau menyala. Ternyata mogok ngambek tidak mau jalan, mungkin mesinnya ada yang rusak karena jatuh cukup keras tadi.

Capek karena tidak menyala maka ia membiarkan motornya lalu duduk di sebuah batu besar pinggir jalan, sementara beberapa pengendara yang lewat hanya melihat sekilas lalu menjauh.

"Udahlah, santai saja Gus." Katanya lalu mengeluarkan sebatang rokok dan mulai membakarnya. Ia tampak menikmatinya, tidak ada kegalauan sama sekali.

Aku tentu saja geleng-geleng kepala saja melihatnya.

Tak lama kemudian dua motor menghampiri kami berdua. Oh pantesan dia nyantai. Siapa lagi yang datang kalo bukan Herman dan Himawan. Entah kenapa duo H ini baru datang, mungkin karena kami tidak nongol.

Tentu saja mereka berdua terkejut sekali melihat keadaan kami.

"Wah, bagaimana ini mas Himawan?" Tanya Herman padanya, sementara yang ditanya sedang sibuk mengengkol motor yang mogok itu tapi sampai peluhnya keluar tetap saja tidak jalan.

"Sudahlah, santai saja Herman." Jawab satria sambil menghembuskan asap rokok. Ia masih duduk saja diatas batu.

Tentu saja aku dongkol tapi juga geli. Lha, waktu sudah hampir Maghrib tapi ia masih selow saja.

Himawan memutuskan untuk membonceng kami dan menitipkan motor tersebut pada penduduk setempat tapi ditolak olehnya. Satria malah menyuruh mereka berdua untuk pulang dulu ketika aku juga menolak untuk pergi. Tak mungkin meninggalkan nya sendirian bukan.

Udah, santuy saja, begitu katanya. Tentu saja Herman dan Himawan hanya geleng-geleng kepala saja dan akhirnya pulang. Aku sebenarnya agak terkejut ketika mereka benar-benar pergi tapi apa boleh buat, toh satria sendiri yang menyuruh.

"Apa rencananya sekarang kang?" 

"Ngga ada rencana Gus." Jawabnya santai.

Hah, tentu saja aku terkejut. Kukira ia punya rencana lain yang jitu sehingga menolak boncengan eh ternyata zonk.

"Santai saja Gus, tidak apa-apa, aku habiskan sebatang lagi ya, baru setelah ini kita jalan." Katanya sambil kembali duduk di batu itu. Kulihat bensin mengucur dari selang bahan bakar yang putus, pantesan ia menjauh.

Tak lama kemudian kami berdua pun jalan. Iya, benar benar jalan kaki sambil mendorong motornya sementara bensin masih mengucur setia mengikuti kami, untung dia sudah tidak merokok. Kanan kiri kami hanya kebon yang berisi pepohonan saja.

Akhirnya kami sampai juga di sebuah warung makan pinggir jalan. Setelah mengisi perut dan bertanya pada pemilik warung akhirnya kamipun mendapatkan sebuah mobil pickup untuk membawa motornya.

"Berapa mas ongkos ke Magelang?" Tanya satria pada sopirnya. Seorang lelaki paruh baya yang tampangnya mirip Broery Marantika, nyetil dan rapi dengan pakaian putihnya. Sepatunya mengkilap dalam keremangan dan hitamnya paten seperti sepatu ketua OSIS di hari senin sesaat sebelum upacara bendera. Saya yakin, sepatunya itu sudah punya kemistri yang sangat erat dengan semir Kiwi. 

"500 ribu." Jawabnya.

Tentu saja aku agak terkejut. Kok mahal amat, kan paling hanya sejam perjalanan doang. Kukira satria akan menawar tapi ia setuju saja.

"Mas, aku mau manggil kawanku dulu untuk menemani ya." Ujar sang sopir lalu pergi setelah motor temanku itu diangkut ke atas mobilnya. Mobilnya sendiri sudah agak tua dengan bodi yang sudah di dempul di sana sini. Beberapa karat tampak di pojok, mungkin kadang membawa ikan laut.

"Memang kau punya uang segitu kang?" Tanyaku padanya.

"Enggak. Uangku sudah habis buat makan tadi."

Hah, tentu saja aku terkejut." Terus dengan apa membayarnya, dengan daun pisang ya."

"Santai saja Gus, nanti sampai di rumah pasti nenekku yang bayar." Katanya sambil tertawa.

Oalah, kampret tenan, pantesan santuy.

Tak lama kemudian sopir dan temannya itu datang. Temannya seorang lelaki yang berambut gondrong, memakai kaos oblong warna coklat yang sudah pudar.

Mobil langsung melaju setelah kami berdua naik di bagian belakangnya. Broery Marantika kw yang nyetir sedangkan temannya duduk santai di sebelah kiri. Kami berdua sendiri di bak bagian belakang. Beruntung bak tersebut sudah di modifikasi  ada tutupnya disamping sehingga angin tidak terlalu kencang menerpa kami biarpun terpalnya banyak juga yang bolong.

Berbeda dengan pakaiannya yang rapi, sopir itu membawa kendaraan roda empat seperti kesetanan, salip kiri kanan dengan cepat sehingga kami berdua jadi terasa seperti terbang. Seorang supir truk sampai mengacungkan tinjunya sambil memaki karena mobil yang kami tumpangi hampir menyenggolnya.

Melihat kami berdua mukanya pucat karena hampir tabrakan, bapak yang berambut gondrong itu tertawa.

"Santai saja mas, ora powpow." Katanya dari depan. Suaranya terdengar jelas karena Kaca bagian tengah mobil hilang, entah rusak atau dicopot.

Kami hanya diam saja, selain tegang juga karena bau bensin yang mengucur, lantai jadi agak basah. Bahan bakar di motornya memang masih banyak karena sebelum pulang dari pantai kami isi full biar tidak usah mengisi lagi.

Sopir makin lama makin edan nyetirnya.

Titt, tiittt, bunyi klakson menjerit-jerit. Dua orang pengendara motor terpaksa minggir karena belum mau masuk rumah sakit akibat diseruduk kerbau besi yang kami tunggangi. Aku dan Satria nyengir karena ternyata kedua pengendara motor itu adalah Herman dan Himawan, duet maut penumpas kejombloan.

Memasuki daerah Wonosari-Yogyakarta horor makin terasa jalanan mulai rusak. Kami seperti jadi Rodeo dadakan karena mobil yang kami tumpangi kadang meloncat-loncat kegirangan melihat kesengsaraan kami berdua, udah gitu bau bensin makin menusuk sehingga aku terpaksa menutup hidung karena tidak tahan baunya. Ternyata lantai sudah basah kuyup dengan bahan bakar cair itu, pantesan.

Glodak, mobil oleng sedikit, sepertinya menghajar lobang di jalan sehingga aku terlontar dan kepalaku membentur tiang besi di samping. 

"Santai aja mas, ora powpow..." Kata bapak berambut gondrong itu ketika melihat aku mengelus-elus kepalaku yang benjut.

Santai santai gundul mu.

Aku tentu saja ingin memaki sementara satria tertawa. Tapi tertawanya lenyap ketika ia mendengar suatu bunyi.

"Cesssskretekkretekkk.” Sumber suara itu dari bangku depan sebelah kiri. 

Kami berdua berpandangan karena ternyata bapak berambut gondrong itu santai saja menyulut rokok nya. Ia bahkan malah menawari kami." Rokok mas, santai saja, ora powpow."

Kami berdua tentu saja menggeleng. Bapak itu hanya tertawa saja.

Dengan santainya pula, ia melemparkan sisa rokoknya yang masih menyala ke belakang. Tentu saja kami langsung berpandangan, mau loncat mobil sedang kencang, diam saja berarti...

TAMAT

Pesan moral dari cerita ini adalah, jangan tergoda cewek seksi saat berkendara dan hindarilah emak emak yang mengendarai motornya seperti kecoa terbang karena anda tidak tahu apa yang akan terjadi setelahnya.

Agus Warteg
Agus Warteg Hanya seorang blogger yang ingin berbagi pada dunia terutama tentang film dan serial tv, suka nonton film tapi lewat gadget terutama handphone

126 komentar untuk "Santai saja, tidak apa-apa"

  1. Kok bisaa tanggalnya 31 Desember 2021 -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin om agus datang dari masa depan wkwkwk

      Hapus
    2. Berarti Agus pakai mesin waktu nya Doraemon dong.πŸ™„

      Hapus
    3. Tambahi lagi jadi 2022 🀣

      Hapus
  2. Haduuww ..., Wwwkkk ikut mules ngebayangin gimana Broery Marantika kw nyetir truk ugal-ugalan ngepot naik turun meliuk di jalur Wonosari - Bukit Bintang yang memang wow ....
    Kebayang lincahnya si sopir sampai aku kebelet pengin pipis , hahaa , Ooops !.

    ┌(★o☆)┘

    Wuiih, kalau kisah ini jadi true story one day ... Seru ya rame-rame naik motoran ke Gunkid!

    BalasHapus
    Balasan

    1. Iyaa-yaa mas terus sambil meresmikan status DUO-H yee .🀣🀣🀣

      Hapus
    2. Bukan nyetir truk tapi mobil pickup mas. Berarti jalan di Wonosari bukit bintang itu meliuk-liuk ya, baru tahu soalnya ngga pernah kesana.πŸ˜‚

      Kapan ya kira kira kita bisa kopdar beneran.πŸ˜ƒ

      Hapus
    3. Cie, kang Satria ngambek nih.🀣

      Hapus
    4. @ Satria :

      Meresmikan status duo-H jadi status apa tuh, mas πŸ˜ƒ ?.

      Status DuRen duda keren atau .. DDJN alias Dua Dua Jadian Nikah ... Wwwkkk ... (Pppssst, biar jadi gosip. Makin digosok dan disodok makin siiip 🀣]

      Hapus
    5. @ Agus :

      Oh, mangap.
      Eh*, salah .. maaf maksudku.
      Udah salah nulis truk.
      Harusnya pick-up πŸ˜ŠπŸ™.

      Hayoook ...kapan kita kopdar terus beneran deh konvoi nglewatin jalur meliuk-liuk ke pantai GunKid.

      Eits, tapi .. ngga pakai acara ngebut kayak mas Broery Kw yaa.
      Syereem soalnya ...., udah banyak kejadian kecelakaan di jalur sana.
      Terakhir kira-kira setahun lalu saat bus rombongan tur rem blong nyemplung jurang.

      Hapus
    6. Oh daerah gunung kidul itu banyak jalan meliuk-liuk, serem juga mas kalo sampai ke bawah masuk jurang.😱

      Hapus
    7. Ikuuuuuut donk kalau kalian ketemuan! Hahaha :) Aku kayaknya belom pernah ke Wonosari-Bukit Bintang deh. Eh seru kali ya ngebayangin rame2 ada Mas Agus, Mas Hino alias Himawan n Satria. Kayak apa sih orang sesungguhnya? Wkwkwkwkwkwk :D

      Hapus
  3. ngilu aku mas Agus baca cerita akhirnyaaaa >.< seperti buah simalakama yaak, maju salah, mundur salaah huhuhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaa tengah2 saja kalau begitu mbak Friss..🀣🀣🀣

      Hapus
    2. Benar mbak, seperti judul film warkop DKI ya mbak, maju kena mundur kena.🀣

      Hapus
    3. Apanya yang ditengah-tengah kang? πŸ™„

      Hapus
    4. Hayo apanya yg ditengah2 🀣

      Hapus
    5. hihihi ga bisa di tengah-tengah mas Satria! Musti pilih antara loncat atau diam di tempat... Tapi chance hidupnya rendah dua-duanya πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

      Hapus
  4. Wkwkwk memang kalau kecoak terbang biasanya menyebabkan apa, Kak? 🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Naah bingungkan....Sama Lie...gw juga bingung..🀣🀣🀣

      Hapus
    2. Kurang tahu bisa menyebabkan apa, mungkin bisa tanya pada rumput yang bergoyang.🀣

      Hapus
    3. Ikutan bingung semoga aja ngga disuruh tanya pada rumput yang bergoyang..hihihi

      Hapus
    4. Udah terlanjur disuruh bertanya pada rumput yang bergoyang, Kak 🀣
      Besok coba aku tanya ya~ semoga rumput yang bergoyang bisa memberi wahyu atas hal ini 🀣

      Hapus
    5. Tapi saya udah pura-pura ngga ngga tau..hihihi

      Hapus
    6. Udah tanya belum, kan udah besok nih.

      Hapus
    7. jadi jawabannya apa Lia? πŸ˜†

      Hapus
  5. Hangus dong kalian berdua kena bom puntung rokok 🀣 santai aja ora powpow 🀣

    Jadi gajadi ya kepantai ngerumput, berarti gajadi juga Herman lihat bikini bottom dan gakjadi ketemu spongebob 🀣 santuy aja 🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa tapi herman masih bisa tetap mangkal sama mas Hino...Kan DUO-H.🀣🀣🀣🀣

      Hapus
    2. Paling gosong dikit ya kang jaey.πŸ˜‚

      Tenang, ntar ada petualangan lainnya empat sekawan ini di bikini bottom.🀣

      Hapus
    3. Santuy saja mas, cuma becanda.🀣

      Hapus
    4. Cuuuz dibikin story bikini botoom-nya ..., udah kebayang nih gimana cerita hot vanaz-nya ♨️.

      Penasaran nih, ntar tokoh siapa dari empat sekawan yang bakalan diceritakan paling sekseeh πŸ˜†

      Hapus
    5. Paling mas Himawan nanti yang paling sekseh, pasangan sama kang satria.πŸ˜±πŸ˜‚πŸ€£

      Hapus
    6. Pasangannya duo-H lg pacaran, trs kang satrio yg jadi tukang ngintip nya 🀣

      Hapus
    7. Sungguh mengherman-kan kalau aku jadi tokoh paling sekseh, ckckkck πŸ€”

      Bukankah mas Agus yang paling punya body montok kinyis-kinyis kayak body anak bayik ...

      Hapus
    8. Kalo yang masih bayik mah satria karena hobi mangkal terus mas.πŸ˜‚

      Hapus
    9. yang masih bayik embul mereun hahahhahaahaa

      mulai halu deh gue

      Hapus
  6. santai saja, paling paling rokoknya udah mati...

    dan duarrrrrr


    oh aku baru tau lo ada istilah kerbau besi
    kukira istilah mobil itu sapi besi soalnya sapi kan biasanya buat pedati wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya istilah kerbau besi cuma ngasal saja pak guru.🀣

      Benar santuy saja, paling gosong doang ya pak.πŸ˜‚

      Hapus
  7. Aahhh suueee terus motor gw gimana nih meleduk doonggg! ...Nggak bisa pokoknya gw minta ganti sama sih breruly marantika abal2 dan bapak gondrong...😬😬😬

    Kalau nggak mau ganti yaa terpaksa tukar I-Phone 12 yang terbaru atau si brelury dan si kribo gondrong harus mau mangkal sama si DUO-H selama 2 tahun agar bisa nebus motor gw yang meledak..🀣🀣🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tenang kang, motornya ngga meleduk kok, cuma gosong doang, tinggal di cuci steam.🀣

      Gimana kalo gantinya Redmi 9 saja kang, ngga kalah sama iPhone 12 kok, sama sama bisa buat telepon.🀣

      Hapus
    2. Kalau dua tahun masih kurang, minimal satu periode.. wkwkwk

      Hapus
    3. Satu periode planet mars mengelilingi matahari, lama dong mas.πŸ™„

      Hapus
  8. Gegara baca cerita ini saya jadi penasaran ama Sop Empal ? πŸ˜…

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya aku juga belum pernah ngerasain SOP empal mbak.πŸ˜‚

      Hapus
    2. Sama, mas. Saya juga belum pernah makan sop empal tapi kalau empal gentong sering.

      Hapus
    3. Kalo saya belum pernah makan empal gentong tapi kalo lihat mah sering.🀣

      Hapus
    4. Tenang aja mas kalau belum pernah makan empal gentong sebab rasa empal gentong itu sama saja dengan rasa empal gentong.. hihihi

      Hapus
    5. Oh kirain aku sama dengan rawon mas

      Hapus
  9. Lah endingnya kok....?

    Emak-emak kok sebuah kayak benda aja..hihihi

    Jadi ngebayangin mobil yang meloncat-loncat kegirangan.. wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Endingnya kenapa hu? πŸ€”

      Bukan benda sih tapi barang mas.πŸ˜‚

      Ngebayangin mobilnya tayo ya.😁

      Hapus
    2. Endingnya sama kayak film-film horor Hollywood, mas..hihihi

      Kacau... wkwkwk

      Kurang lebih kayak gitu dah..hihihi

      Hapus
    3. Oh, emang kalo film horor Hollywood gitu ya mas, maklum sudah lama ngga nonton film horor, takut soalnya.πŸ˜‚

      Hapus
  10. Sumpah, ngakak banget aku mas, gara-gara kelakuan si mas-mas gondrong. Ora pow-pow katanya 🀣. Santai banget dia. Wkwkwk. Tidak tau dia kalau yang dilakukannya itu mengakibatkan... hadeeeeh πŸ™ˆ

    Walaupun akhirnya sungguh-sungguh ngenes, miris, dan memilukan, tapi aku terhibur banget, mas. Lagi-lagi karena ulah mas-mas gondrong dan supir Broery Marantika.😜

    Ngomong-ngomong ini sih cerita azab para lelaki yang suka zina mata. Makanya, kan pak ustadz sering bilang: tundukkan pandangan. Nah, kan kalau jelalatan terus ya akhirnya bisa kyk gini.πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo lagi naik motor lalu menundukkan pandangan gimana mau lihat depannya mbak, ntar tahu tahu nabrak trotoar dan mental. Paling gawat kalo nabrak polisi lagi jaga.πŸ˜‚

      Hapus
    2. Jawaban yang cerdas.. wkwkwk

      Hapus
    3. Siapa dulu dong gurunya.😁

      Hapus
    4. setahu aku memang kalau lagi ngendarai kendaraan itu mata harus awas segala arah bwahahhahaha...karena ada banyak kendaraan liwat baik di kanan kiri dwoab belakang...jadi mungkin kalau pas kebetulan lihatnya cewe liwat ya mungkin anggap aja bonus yang ga disengaja kali ya, bukan karena ga mau nundukin pandangan atau apa bwahahahhaha...kabooorrr

      Hapus
    5. Nah betul sekali suhu mbul, orang yang matanya lihat dan jelalatan saja masih apes, gimana kalo yang matanya merem, bisa-bisa nyelonong ke sungai gimana.πŸ˜‚

      Ayok kita demo.😬😬😬

      Hapus
    6. Oh nooooo, aku didemooo. Atuuuut 😱😱😱

      Hapus
    7. Ayo demo, kalo perlu sampai berjilid-jilid 😬

      Hapus
    8. hayoooo diapkan nasi bungkusnya

      pieceeee

      δΈ‰δΈ‰α••( ᐛ )α•—

      Hapus
  11. Santuy kang ora powpow.. hahaha, Sontak pesan moral yang masuk ke otak saya yah kata-kata itu Mas Agus... "Santai,, Ora Powpow.. hahahaha
    Motor amsiong karena kecelakaan, bensin beleberan, bayar 500k buat derek motor masih tenang.. Patut dicontoh itu..

    Apapun yg terjadi pada hidup.. "Tenang aja, Ora powpow.." Hahahaha
    mantul kang...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mas, apapun yang terjadi tetap santuy ya.🀣

      Hapus
  12. Tanya dulu, ini kisah nyata apa fiksi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh tanya yang ga boleh ditanya ga? boleh ya?

      Hapus
    2. Kalo tanya yang ngga boleh ditanya, silahkan tanya pada rumput yang bergoyang kang.🀣

      Hapus
    3. wkwkwk rumputnya asik dong bisa ditanya sambil goyang goyang

      Hapus
  13. waduhh kalo ke pantai otak kalian langsung ke bikini aja yah,

    bikini bottom kali wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngga juga, kalo ke pantai ya paling nyarinya Baywatch kw.πŸ˜‚

      Hapus
    2. bikini bottom...dulu kata kata sakti ini sering kupakai di cerita random aku wakakkakakka

      Hapus
    3. Oh gitu ya mbak, itu tahun berapa ya, sepertinya aku belum baca mbak mbul pakai bikini.πŸ˜‚

      Hapus
    4. klo yang pake bikininya ya tida dipublish di blog ahhahahhahahah

      sueee 🏊‍♀️

      Hapus
  14. "Santai saja, ora powpow"
    Okefix, sudah tersimpan di otak, menjadi kalimat penyemangat untuk tetap santuy menghadapi problematika kehidupan haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha malah pada ingatnya santai aja ora powpow.πŸ˜‚

      Hapus
  15. itu santai amat temennya si sopir :D
    nyantui banget ngerokok sak'enake yo hehehe

    lahh kalau rokok dibuang kebelakang trus kena bensin kan berabe, ckckck

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngga berabe mbak, paling kebakaran terus gosong dikit πŸ˜‚

      Hapus
    2. Tapi gak sampai meledak kan, mas? 😬

      Hapus
    3. Ngga lah, kan ini bukan film action mbak.πŸ˜‚

      Hapus
  16. Pesan mu tepat
    Santai lebih selamat
    Dari inginnya cepat
    Tapi mata jangan jelalat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenapa ngga boleh jelalat
      Karena nanti bisa telat
      Gara gara emak emak lewat
      Naik motor seperti naik roda empat

      Hapus
  17. titip sendal dulu mas...aku lagi ngedraft lanjutan cerbungku πŸ˜„☺

    wah setelah kubaca..agak beda nih...kosa katanya mas nambah kaya...bagus mas πŸ˜‰☺

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh, udah dua hari masa nitip melulu, ayo bayar mbak.😱

      Wah ini karena habis berguru sama suhu mbul kemarin.πŸ˜„

      Hapus
    2. bayar 2000 saja ya mas, kayak pas numpang pipis di toilet umum πŸ˜†

      iya muridku...mana teh sama gulanya buat mbul #abis itu mbul ditabok sama mas agus yang lebih dewasa dari mbul hahhaha

      Hapus
    3. Masa suhu bayar sih, ngga enak. Bayaran nya...

      Cukup jadi tokoh utama di cerbung cerbung mbak mbul saja.🀣

      Hapus
    4. bole bole aja kalau di cerbung mbul mah jadi pemeran utama πŸ˜†πŸ˜ƒπŸ˜„

      Hapus
  18. Wakakakakaka, santai aja ya Mas, ora powpow, palingan kalau kebakar juga apinya santai wae, bahahahaha.

    Tapi pesan moralnya dapet banget, awalnya mau kesal ama mak-mak nggak merasa berdosa itu, tapi mengingat salah sendiri matanya nggak dijaga, ya akhirnya biarlah santai wae :D

    Tapi saya penasaran, sebenarnya yang salah di posisi itu siapa ya?
    Yang pake baju mini? yang matanya nggak bisa dijaga, atau mamak-mamak ga tahu diri itu hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, yang salah jelas emak emak sama cewek seksi itu mbak, kalo saya dan satria ngga salah, kami malah korbannya.🀣

      Hapus
    2. Tapi lumayan lho, mas. Bisa lihat paha mulus 🀭. Eh, tapi beneran mulus kan? Gak bulukan?🀣

      Hapus
    3. Kurang tahu juga mbak, saya lihatnya cuma sekilas saja, tapi sepertinya sih mulus seperti paha ayam.πŸ˜‚

      Hapus
  19. Nauzubillah setan enaknya ituuu Jd pengen cobain soto empal rekomendasi ko Himawan.

    Emak2 kayak kecoa terbang ternyata adanya ga hanya di acara cctv aja ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku malah belum pernah nyobain sop empal mbak, ini mah biar keliatan menarik saja ceritanya.πŸ˜‚

      Entahlah, tapi aku belum pernah lihat emak emak bisa terbang kayak Superman sih.πŸ˜„

      Hapus

  20. Huwaaa??? Dasar bapak - bapak , kalau lihat yang bening - bening pakai pakaian super terbuka pasti tak kedep - kedep . Soto empal ???? Piye rasane, aoto ngiler .



    Dan ??? Selamat tahun baru ya mas Agus berkah untuk mas Agus dan keluarga baik rezeki, kesehatan, dan lain sebagainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga tidak tahu rasanya sop empal seperti apa mbak tari, ini mah hanya cerpen saja.πŸ˜„

      Selamat tahun baru buat mbak tari sekeluarga, semoga saja semuanya.πŸ˜ƒ

      Hapus
  21. santai sis.. semongkoo :D.. sama kek gw sih, kalo naik motor yang di lihat pemandangan sekitar, lihat rumah-rumah, toko, macem-macem kalo di pinggir jalan itu, tau-tau motor udah di tengah jalan aja gitu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masa sih cuma lihat rumah rumah, toko ruko, sama pohon. Memang ngga ada cewek lewat ya mas disana? πŸ€”

      Hapus
    2. ada sih beberala, cuma gw pura-pura gak liat hihihi :D

      Hapus
  22. Aku baru baca itu istilah 'Nauzubillah setan enaknya' biasanya kan anak jaman now paling bilangnya 'enak banget kaya mau meninggal..' saking lebaynya.. Eh iya lupa, klo mas agus kan bukan anak jaman now yaa.. Hahaha.. (ampun mas, plis jangan blok aku πŸ˜‚)

    Btw, sampe ada pesan moralnya gt ya mas di bawah cerita. Sama tambahin satu lagi, dilarang buat puntung rokok sembarangan πŸ˜†

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha anggap saja aku anak jaman now mbak.🀣

      Wah bener banget, dilarang buang puntung rokok sembarangan ya, sebab bahaya bisa meledak.πŸ˜‚

      Hapus
  23. Kok baca sop empal, aku langsung keinget sop empal mas Pur di Jogja yaaaa :p.

    Ini sereem sih. Mnding ketemu hantu drpd kebakar idup2 :p. Satria ga kapok2 niiih, masih aja hobi liatin cewe bening hihihihi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin yang di Magelang itu cabang sop empal mas Pur kali mbak πŸ˜„

      Ngga apa-apa mbak, cuma ngelirik cewek seksi doang, ngga nyolek.πŸ˜‚

      Hapus
  24. Ah terlalu santai nih ya Mas, liatin cewe, jatuh, kena biaya 500rb buat bawa motornya, ikut mobil yang supirnya ugal-ugalan. Terus endingnya, kalau kebakar gara-gara puntung rokok udah nggak bisa santai lagi ya ... hihihi...

    seru nih cerita-ceritanya Mas Agus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih bisa tetap santai kok mbak biarpun kebakar gara gara puntung rokok, santai di rumah sakit.πŸ˜‚

      Hapus
  25. Perasaan ketua OSIS saya dulu sepatu nya butut mas Agus, 🀣🀣🀣

    Broery Marantika saya belum tau persis wajah nya seperti apa. πŸ€”πŸ€”πŸ€”
    Ntar searching dulu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh mas Andy dulu ketua OSIS ya, berarti harus minta sepatu baru sama kepsek mas πŸ˜‚

      Hapus
    2. Hahaha bukan bukan mas,saya siswa biasa, wkwkwkwk

      Hapus
    3. Oh masa sih, jangan jangan malah para siswanya yang sepatunya item kinclong.🀭

      Hapus
  26. bused blon pada dibalesin euy, sepertinya mas adminnya lagi tepar abis tiup terompet tahun baru

    α••( ՞ α—œ ՞ )α•—

    kemaren itu sebenernya mau komen kosa katanya jadi makin cihuy mas agus, bagus banyak padanan kata yang baru dan lucu lucu pas aja gitu...palagi pas bagian baca merek semir kiwi iyalah dia kan mastah cerpen mbul :D

    suhu mbul akan berguru pada suhu mastah agus πŸ˜πŸ˜‰

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anu, nunggu cerbung part 5 mbak mbul dulu baru dibalas. Nah, setelah terbit semuanya pada dibalas kan.🀣

      Waduh, itu karena aku dibisikkan sama suhu satria mbak, kalo saya mikir sendiri ya ngga nyampai.πŸ˜‚

      Ayok, kita berdua berguru sama suhu satria, biar suhunya makin anget. (Raba kening.)🀣

      Hapus
    2. ow ahhahahaha...

      suhu anget? πŸ™„πŸ™„πŸ™„, mang abis ngapain itu hahhaha


      ah suhu satria sekarang nulisnya review mulu mas...mbul belajarnya sama suhu mas agus aja lah ahhahahhaha

      Hapus
    3. gw juga ikut belajar ah :D

      Hapus
    4. Ya udah, yuk kita semua sama sama belajar.πŸ˜ƒ

      Hapus
  27. Halaaaah yaa ampyuuun, pesan moralnyaaaaaa bhahahha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang pesan moralnya kenapa mbak, ada yang salah ya.πŸ˜‚

      Hapus
  28. Cerita yang inspiratif. Sarat pesan positif. Selamat sore. Salam kenal, Mas Agus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga kak. Mohon maaf tidak ngasih minuman saat tamu datang

      Hapus
  29. ada imaginatifnya....mantap.

    happy healthy new year

    BalasHapus
  30. Untung aku bukan tipe emak yang nyetir motor kayak kecoa terbang hahaha :D Yang ada aku teriakin model begitu mah, Mas Agus :) Makanya deh dari awal udah curiga sama si bapak. Ngomong santai aja gitu pasti ada udang dibalik bakwan hahahaha :D Met tahun baru mas. Semoga sehat dan makin sukses ya aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku percaya sih, mbak Nurul mah ngga mungkin dong.πŸ˜ƒ

      Amin, makasih doanya mbak.

      Hapus
  31. Ha..ha.. Mana bisa santuy kalau begitu, nyawa taruhannyaπŸ˜‚
    Itu juga si supir apa hidungnya kesumpelan upil, masak nggak nyium bau bensin.

    Jadi inget dulu pernah naik mobil bak terbuka gitu sama temen-temen. Mobilnya udah tua dan karetan, eh karatan. Kebetulan jalan di daerah saya tuh nggak santuy, naik turun terus. Dan tiap lewat jalan naik pasti mobilnya nggak kuat, bukannya jalan maju malah mundurπŸ˜‚. Pada akhirnya kami semua turun karena nggak mau celaka.

    BalasHapus
  32. Santai saja mas, ora powpow. Pasti sampai kok, ke akhirat. Haha

    Bisa cocok bgt sopir gondrong sama mas satria ya. Santai aja, ora powpow pokoknya.
    Haha.. ngakak banget 🀣

    Fokus utama pesan moralnya untuk para pria ini ya mas kayaknya. Wkwk

    BalasHapus
  33. Hahahaha...
    gemes banget sama Pak Broery yang selalu "santai saja mas, ora powpow :)))

    emak-emak ga ada lawan emang :))))

    BalasHapus