Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara instan menjadi kaya, tenang bukan pesugihan

 


Setelah sampai di rumahnya maka Jaey lalu menurunkan gabah yang dibawanya dari sawah. Biarpun panennya dapat banyak karena cuacanya bagus tapi hatinya tidak terlalu gembira karena harga gabah lagi anjlok seperti biasanya kalo musim panen. Itu artinya ia hanya akan mendapatkan keuntungan sedikit, yang hanya cukup untuk makan.

Sore harinya akhirnya ia nongkrong di pos ronda di sebelah rumahnya sambil bermain hape, tentunya sambil ngopi plus makan cemilan yang disediakan istrinya. Sedang asyik bermain ponsel tiba-tiba temannya Herman nongol. 

"Lagi nyantai nih Jaey"

Yang ditanya tentu saja kaget karena lagi asyik memencet hape.

"Wah mas Herman, baru pulang dari pasar nih?" Katanya. Pasar tradisional di daerahnya memang buka sampai sore, bahkan beberapa pedagang kadang berjualan sampai malam.

Yang ditanya mengangguk. Jaey lalu menawari temannya minum kopi sambil melihat lihat gerobak dagangannya.

"Wah, sayurnya sudah habis nih mas."

"Alhamdulillah sih Jaey, Tadi banyak yang beli. Itu tinggal sedikit doang."

"Wah, banyak duitnya dong. Boleh dong pinjam?" 

"Aduh Jaey, ini kan punya bu Rey juragan sayurku. Bisa di marahi nanti kalo uangnya kurang." 

Jaey hanya nyengir saja karena permintaannya ditolak." Kadang aku bingung nih mas, kita sudah kerja keras dari pagi sampai sore bahkan malam, tapi kok rasanya duit segini-gini saja, tidak kaya."

Yang diajak ngobrol jadi ikutan merenung." Iya juga ya. Kapan kita kaya kalo begini terus." 

"Nah, itu kebetulan ada khanif baru pulang. Kita tanya dia yuk, pasti dia tahu." Katanya antusias ketika melihat temannya khanif baru pulang dari kerja kantornya. Maklum diantara mereka bertiga, khanif yang paling tinggi pendidikannya sehingga banyak ilmunya. Ia kuliah sampai S2, beda dengan mereka berdua yang hanya SMP saja.

Walaupun tidak mengerti apa yang hendak ditanyakan temannya pada khanif tapi Herman manut saja." Kang khanif, mampir sini dulu nih nongkrong."

Lelaki berusia dua puluh lima tahun itu menengok, ternyata dua temannya dari kecil yang memanggilnya. Sebenarnya ia capek baru pulang dari kantor tapi ia mampir juga.

"Wah lagi asyik nongkrong nih." Katanya sambil duduk di pojok pos ronda. Angin sore yang semilir membuat pikirannya rileks dari tugas kantor yang menumpuk.

"Iya kang. Iseng saja dari pada di rumah doang tidak ada pekerjaan." Jawab Jaey." Kalo kang khanif mah enak, udah kerja kantoran, bisa cepat kaya." 

Ia hanya senyum saja." Ya memang kerjanya sih ngga berat kayak kalian di sawah atau pasar, tapi otak puyeng tahu."

"Tapi kan gajinya gede, bisa cepat kaya."

Asem, ia hanya bisa memaki saja dalam hati karena gajinya ya hanya sedikit diatas UMR saja karena baru kerja setahun, tapi tidak ia bahas pada dua temannya karena secara penghasilan memang ia yang paling tinggi dari mereka.

"Kang, cuma iseng doang nih. Kira kira ada tidak, cara cepat jadi kaya. Bosan nih hidup gini pas pasan doang." Kata lelaki berusia sepantaran dengannya sambil makan pisang goreng hangat yang tadi dibelinya dari warung sebelah sebelum nongkrong di pos ronda.

Lelaki berusia 25 tahun ini duduk sambil ngemil gorengan juga." Ya ada dong, sekarang mah jamannya serba cepat atau instan. Sambel uleg sekarang sudah ada sachetan, mie ayam juga ada yang instan, begitu juga pengin jadi orang kaya atau sugih juga ada cara yang instan."

"Ah, paling disuruh ikut pesugihan atau miara tuyul Jaey." Herman langsung nimbrung.

Hahaha, khanif hanya tertawa saja karena belum bicara sudah di skak mat duluan.

Asem, tentu saja Jaey juga ikutan ngomel." Jangan pesugihan dong kang, gini-gini kita ini kan masih ingat agama, ngeri itu mah."

"Oke, tenang saja. Tentu saja ada cara cepat agar bisa kaya dan tentunya bukan pesugihan. Percuma dong aku sekolah tinggi kalo tidak bisa jawab pertanyaan seperti itu."

"Wah, memang di kuliah dulu ada pelajaran begitu ya kang." Sahutnya antusias, jika bisa kaya secara cepat kan enak, tidak harus ke sawah terus kepanasan, tidak cemas tiap panen kalo harga murah.

"Ya enggak sih Jaey. Ada tiga cara instan jadi kaya. Jika kalian bisa melakukan salah satu dari tiga cara ini maka kalian bisa kaya dengan cepat."

Tentu saja dua sahabat itu jadi antusias." Apa caranya kang?"

"Nah, cara pertama adalah dengan mengubah pemikiran atau mindset. "

"Maksudnya apa kang?" Tanya mereka tak mengerti.

"Jadi gini. Misalnya kalian punya duit satu juta, jangan kalian habiskan untuk makan atau beli kopi dan gorengan saja tiap hari supaya cukup sebulan. Itu tidak akan bikin kaya. Nah, yang harus kalian lakukan adalah membelanjakan uang sejuta itu mentraktir teman kalian yang merupakan orang kaya misalnya pejabat, syukur syukur menteri, siapa tahu kalian dapat proyek atau diangkat jadi komisaris BUMN." 

"Sueee, kita kan orang desa kang, mana ada disini yang jadi pejabat apalagi menteri." Protes Herman.

"Ya, sebenarnya tidak harus gitu juga Man. Bisa saja setelah kamu traktir orang kaya itu, kamu dapat inspirasi untuk jadi orang kaya juga."

"Wah, kayaknya kita tidak punya kenalan orang kaya kang. Paling teman ku yang orang kaya ya mas Herman ini, bukan kaya duit tapi kaya hutang di warung Bu Heni."

Khanif hanya tertawa sementara Herman ngomel-ngomel.

"Cara kedua apa kang?" Tanya dia sambil selonjoran, beberapa penduduk lewat menyapanya yang dibalasnya dengan anggukan kepala. Bu Heni yang punya warung datang membawakan kopi.

"Sabar dulu dong. Aku seruput dulu kopinya."

Setelah minum beberapa teguk, akhirnya ia menjawab.

"Cara kedua ini susah Jaey dan Herman, kalian tidak bisa."

"Wah, memang yang kedua apa caranya kang?" Kata mereka penasaran. Masa tak bisa, bukankah di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin.

"Cara kedua ini agar bisa banyak duit tapi tidak kerja keras ya ini. Kalian harus lahir di keluarga kaya seperti keluarga Bakrie atau Cendana, otomatis kalian ini akan ikutan kaya."

Sueee, mereka berdua langsung kompak menjawab. Ya jelas cara kedua mah tidak akan bisa.

"Kasih saran yang benar dong kang." Protes mereka.

"Oke deh, masih ada cara ketiga dan terakhir, aku jamin kalian bisa bahkan caranya enak."

Tentu saja mereka antusias." Caranya apa kang?"

"Cara yang ketiga agar bisa kaya dengan cepat ya tanpa perlu kerja keras ya punya pasangan yang kaya. Kalian otomatis ikut kaya juga. Ingat, punya istri kaya itu bukan perbuatan kriminal, yang kriminal itu kalo kamu culik istri orang kaya untuk minta tebusan."

Jaey hanya diam saja karena sudah punya istri, sedangkan Herman langsung cerah karena ia masih bujangan.

"Tapi, cari gadis yang kaya apalagi masih sendiri itu susah sekali kang."

"Kalo begitu, carilah mertua yang tajir Man. Punya mertua kaya itu bukan tindak kejahatan. Nikahi anaknya atas dasar suka sama suka, syukur syukur kalo dia lebih cinta, insya Allah kamu nanti disayang mertua."

Herman langsung sumringah sedangkan temannya protes." Cara ketiga ini mah tidak bisa buatku kang."

"Lha kata siapa, kamu bisa mencari bini muda yang kaya raya Jaey, kalo perlu dua atau tiga, kan kamu masih muda dan ganteng."

"Wah, benar juga ya kang." Muka nya ikutan cerah sehingga Herman dan khanif langsung tertawa. Tapi tawa mereka berdua hanya sebentar dan langsung berhenti. Tentu saja ia jadi heran.

"Oohhh, pantesan kalo sore suka nongkrong disini, ternyata sampean sedang cari bini muda yang kaya ya mas." Amanda Istrinya tahu-tahu sudah ada dibelakangnya sambil mendelik. Tentu saja Jaey gelagapan karena tidak menyangka.

"Enggak dek. Ini, ini cuma gurauan saja." Jaey mencoba tersenyum, tapi senyumnya langsung hilang ketika telinganya dijewer oleh Amanda.

TAMAT

Agus Warteg
Agus Warteg Hanya seorang blogger biasa

51 komentar untuk "Cara instan menjadi kaya, tenang bukan pesugihan"

  1. Hahahaha πŸ˜‚ udah lama ga mampir ke sini, langsng ngakak baca cerita Mas Agus. Cara kedua memang paling terjamin sih mas klo mau jd orang kaya, lahir dr kelurga kaya πŸ˜‚ Cara ketiga susah juga buat Jaey, ntr malah jadi cerita Layangan Putus versi lain.. hehehe

    BalasHapus
    Balasan

    1. Nggak mbak Thes...Jaey sudah bersumpah pada dirinya jika dalam hidupnya ia ingin punya istri lebih dari 10.🀣🀣🀣🀣

      Hapus
    2. Betul mbak, kalo ngga mau susah enaknya lahir di keluarga kaya seperti keluarga Cendana, Rafi Ahmad atau Satria.πŸ˜…

      Kabooorrrr πŸšΆπŸƒπŸ’¨

      Hapus
    3. Wah kang satria jangan mau kalah kang, punya bini selusin juga.🀣

      Hapus
  2. Hahahahaha emang tipe2 suami minta dijewer dan tidur di garasi kayaknya yaaa 🀣.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo Jaey sama Herman sepertinya tidak tidur di garasi karena tidak punya mobil, tapi tidurnya di pos ronda.🀣

      Hapus
  3. Kali ini artikelnya menyelipkan tips motivasi bisnis walau seperti biasa dibungkus cerpen yang kocak

    BalasHapus
  4. Cara nomor 1 itu kalau tdk salah cara dari Mr. Ali Baba, org terkaya di Hongkong.

    Cara no 3 caranya org Korea, ada sekolah khusus disana utk menggaet hati org kaya.

    Kalau cara org Indonesia ada slogannya: jgn bekerja utk uang tapi biarkan uang bekerja utk kita, kenapa komentarku jadi serius 🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. 🀣🀣🀣☝🏾☝🏾

      Hapus
    2. Kalo slogan orang Indonesia: uang itu bukan segalanya, tapi kalo ngga ada uang pusing ngga karuan.πŸ˜…

      Hapus
  5. bisa langsung dipraktekkan, apalagi soal mencari bini kaya.... pasti tujuan menjadi kaya akan tercapai....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali pak, cari istri yang kaya bahkan kalo bisa konglomerat.πŸ˜„

      Hapus
  6. oh ya, lupa, apakah selain kaya, bolehkah mencari bini yang kaya raya + cantik + baik hati??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh pak, boleh cari bini yang kaya, montok, plus juga baik hati.

      Kalo bisa jangan satu, tapi sekaligus empat.🀣

      Hapus
    2. ide cemerlang...
      πŸ˜πŸ‘πŸ˜

      Hapus
    3. Bagi jomblo jangankan empat dan kaya pak, ada cewek yang mau diajak kawin saja sudah sujud syukur pak.πŸ˜‚

      Hapus
  7. Memang seru Cerpen mas Agus. Bener mas, yang paling gampang biar cepet kaya ya nikah sma cewe yang kaya haha. Atau jadi affiliator kaya indra Kenz upss

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo mas Supri, cari bini yang kaya, kalo perlu dua atau tiga.😁

      Hapus
  8. wkwkwk kasian itu endingnya dijewer
    emang paling instan nikah sama keluarga kaya
    apalagi kalau keluarga konglomerat
    alemong bisa beli lisensi Miss Universe wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo mas Ikrom, cari bini kedua yang kaya raya biar bisa beli lisensi Miss world.πŸ˜…

      Hapus
  9. Sangat menginspirasi nih biar kaya secara instan. 🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo mas Rudi, cepetan cari cewek yang kaya, kalo perlu dua.🀣

      Hapus
  10. Bagus juga tipsnya hahaha :D Eh amit2 sih kalau bini mudah mah jangan atuh, Mas Agus wkwkwkwk. Udah takdir itu namanya kalau kaya dari sononya. Tapi tetuup kudu ikhtiar jangan bisanya ngabisin duwit yang udah ada, deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi kalo kayak keluarga Cendana, biarpun tidak kerja juga sepertinya duit ngga abis-abis mbak.πŸ˜…

      Hapus
  11. Tips yang bagus untuk didengarkan tapi tidak untuk dilaksanakan πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngga apa-apa dilaksanakan juga, asal resiko tidur di pos ronda.🀣

      Hapus
    2. Khai> asik kalau dilaksanakan ....
      😁

      Hapus
  12. obrolan di warung kopi ya kayak gituu

    tapi tipsnya gada yang manfaat semua nih, payah yg ngasih tios, siapa sik ? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah ini yang ngasih tips datang.πŸ˜„

      Hapus

    2. Yang ngasih tips ngomel nggak dapat peran utama..🀣🀣🀣🀣🀣🀣

      Hapus
    3. Giliran dapat peran utama malah peran apes 🀣

      Hapus
    4. Tul Huu..🀣🀣🀣🀣🀣

      Hapus
    5. Jangan Herman terus yang apes.🀣

      Hapus
  13. wkwkwkwk kebalik ya, yang traktir justru bukan orang kaya, biar terinspirasi.
    Terinspirasinya karena mikir, enak ya jadi orang kaya, sering ditraktir, wakakakakaka.

    Cara kaya paling instan adalah tidur Mas, dengan tidur, kita bisa bemimpi jadi anak yang hilang dari seorang miliyuner, wakakakakak

    BalasHapus
    Balasan

    1. Betul mak Rey...Dan dalam mimpi harta kekayaan kita habis terkuras...Jadi pas bangun tidur jadi orang kere lagi.🀣🀣🀣🀣🀣

      Hapus
    2. Tidur lagi kang, kalau pas bangun masih kere juga, tidur aja lagi 🀣

      Hapus
    3. Tidur terus dong ngga bangun-bangun kalo mau jadi orang kaya.πŸ˜‚

      Hapus
    4. Itu maksudku mas 🀣

      Hapus
  14. Baca cerpen ini jadi bercermin ke diri sendiri.... Kalo diingat-ingat, ape nak di kate, kata orang Melayu, Cara Kaya kedua totally gagal, karena tidak terlahir dari keluarga kaya. Harapan yang ketiga, gagal juga, karena yang ngelamar ga ada yang kaya...hahahaha....akhirnya, yaaa, coba deh cara cara pertama.... πŸ€”πŸ€”

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo begitu pakai cara keempat mbak, tidur lalu mimpi jadi orang kaya.πŸ˜…

      Hapus
  15. Hahaha... cara ketiga pun ngga bisa deh~! Nomer dua lotre kelahiran sih, lucky banget kalo dapet keluarga yang tajir mampus =))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin pakai cara keempat yaitu dengan tidur dan mimpi jadi orang kaya.🀣

      Hapus
  16. Kemampuan mengubah pikiran itu betapa penting yaa....

    BalasHapus
  17. Cara kedua mutlak mas, tapi sayangnya kita ga terlahir dari keluarga bakrie atau cendana wkwkwk.

    Banyak yg pakai cara ketigam tapi kayaknya ga semudah itu juga ya wkwkwk

    BalasHapus
  18. Suweee.. tips tipsnya manteep :)
    Tips yang ketiga bikin dijewer mbak amanda tuh

    BalasHapus