Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penampakan kuntilanak di kuburan


Banyak penampakan makhluk halus di mana saja terutama pada tempat yang sudah terkenal angker. Salah satunya adalah kuburan tua yang ada di sebuah desa. 

Herman hanya bisa menyesali dirinya yang terlalu asyik tadi. Gara gara nya ia kenalan dengan seorang cewek di sebuah acara hiburan sehingga ditinggal pulang oleh teman-temannya. Beruntung ada satria yang mau menemani.

Jadi ceritanya Satria, teman Herman pagi ini membawa kabar bahwa di desa sebelah ada hiburan layar tancap. Mungkin hiburan ini jelas tidak dilirik oleh orang kota yang sudah punya televisi atau bioskop, tapi bagi orang desa terpencil seperti Herman jelas ini kesempatan yang tidak dilewatkan.

Ia lalu langsung ke tempat Agus yang punya sepeda motor untuk meminta boncengan. Beruntung, Agus juga kebetulan pengin nonton film sehingga mereka berdua sepakat untuk berangkat habis Maghrib bersama satria, berangkat berlima, selain Herman ada Agus, satria, Budi, dan juga jaey. 

Sebenarnya ia nonton layar tancap bukan karena ingin menonton filmnya tapi karena ingin mencari pacar. Agus, Budi, dan Jaey sudah punya pacar, malah Satria sudah punya anak istri, hanya dirinya yang jomblo.

Beruntung ternyata di layar tancap itu sendiri cukup banyak cewek yang datang. Berbekal kacang rebus yang ia beli, Herman lalu mendekati seorang cewek berusia sekitar 20 tahun yang sedang asyik menonton.

"Sendirian nih neng?" Herman membuka percakapan.

Cewek berbaju hijau itu tampak terkejut, tapi ia membalas juga dengan ramah." Iya mas."

Pucuk dicinta ulam pun tiba, pikir Herman. "Boleh aku temani neng?"

"Boleh saja." Katanya sambil tertawa." Tapi ijin dulu sama pacarku ya."

Pacar, tentu saja ia terkejut. Belum reda keterkejutannya dibelakangnya muncul sesosok tubuh tinggi besar yang badannya penuh tato. Ia menatap tajam pada Herman yang langsung mundur diiringi tawa cekikikan sang cewek.

"Gimana Man, sudah dapat cewek belum?" Tanya Satria, sedangkan Agus tampak di kejauhan sedang makan kacang rebus dengan pacarnya sambil bergandengan tangan, Budi dan Jaey tidak kelihatan batang hidungnya. Herman menggelengkan kepalanya.

Satria tampak prihatin. Ia lalu mengeluarkan hape dari sakunya lalu menelpon.

Perlu diketahui bahwa desa tempat tinggal mereka berada di daerah terpencil yang hanya terjangkau sinyal 2G saja, belum ada 3G apalagi 4G sehingga tidak bisa untuk download video.

"Man, aku tadi telpon sepupu istriku, namanya Hani. Ia juga sama jomblo sepertimu. Usianya sudah 27 tahun. Jadi tolong kalo kamu cocok dengannya kamu jangan bikin dia kecewa ya."

Herman tentu saja terkejut tapi juga girang. Tak lama kemudian Vina, istri Satria datang dengan seorang wanita. Ia tampak malu malu. Herman tentu saja senang, apalagi biarpun kelihatannya lugu, sebenarnya sepupunya satria itu cantik juga.

Begitulah akhirnya Herman dan Hani jadi resmi berkenalan berkat Satria. Ternyata biarpun baru berkenalan mereka langsung akrab. Satria dan Vina sendiri hanya mengawasi dari jauh.

Tak terasa waktu pun berlalu. Sudah lewat tengah malam dan Hani pun minta diantar pulang. Herman lalu meminta tolong agar ia boleh meminjam motornya satria. Besok akan aku isi full bensinnya, rayu Herman.

Ternyata rumah Hani jauh juga. Satria sendiri ikut mengantar dengan motor Vina setelah menitipkan Vina pada kenalannya karena takut Herman kesasar karena sudah malam, maklum rumah Hani ada di perkampungan yang cukup pelosok, jauh dari tempat bioskop keliling gratis itu. Setelah satu jam barulah mereka sampai juga di rumahnya.

"Man, kita pulangnya jangan lewat jalan yang tadi ya?" Kata Satria saat pulang.

"Wah, kalo ngga lewat tadi terus jalan yang mana dong?"

"Nanti di pertigaan itu kita lewat kiri saja, terus ikuti jalan itu nanti sampai ke sebuah jembatan baru belok kanan kalo ada pertigaan jalan, pokoknya ikuti jalan yang sudah diaspal saja. Nanti sampai di kampung kita, itu lebih cepat dari pada memutar lagi ke tempat layar tancap. Tenang saja, Vina tadi sudah aku titipkan pada saudaranya jadi kita langsung pulang ke rumah saja." Terang satria. Herman akhirnya menurut saja karena ia memang jarang main daerah Hani karena terkendala tak punya motor.

Waktu sudah lewat tengah malam ketika mereka berdua berdua akhirnya sampai juga di jembatan itu. Ternyata jalan setelah jembatan itu jeleknya minta ampun karena sudah lama tidak diaspal lagi, mana kiri kanan jalan itu cuma ada perkebunan saja. Kalo seperti ini terpaksa Herman jalannya pelan-pelan saja, takut motornya satria rusak, malah berabe nanti. Herman jalan di depan sementara satria di belakangnya, mana jalannya sempit lagi.

Setelah lewat perkebunan Herman malah terkesiap karena ia melihat area perkuburan yang luas dengan beberapa pohon besar. Saat ia kaget itu, tiba tiba satria membunyikan klakson motornya. Herman agak aneh juga kenapa kok terus menerus membunyikan klakson sih, bukannya biasanya cukup tiga kali saja kalo minta ijin lewat tempat angker, lha ini sudah lebih dari 10 kali.

Satria sendiri jengkel bukan main karena Herman tidak mengerti maksudnya. Ia mengklakson karena kaget waktu lewat kuburan itu ia melihat ada sesosok wanita berpakaian putih sedang nangkring di pohon waru yang ada di pinggir jalan dekat kuburan. Ia sendiri ingin segera ngebut tak perduli dengan jalan yang jelek tapi tidak mungkin karena jalannya sempit sehingga terhalang oleh motor Herman di depan.

Karena satria masih terus membunyikan klakson, maka Herman dengan kesal menengok ke belakang untuk melihat satria.

Dan bedebah...

Ia melihat satria sedang membonceng seorang wanita berbaju putih yang pakaiannya berkibar-kibar tertiup angin. Wanita itu wajahnya sangat mengerikan dengan mata yang tak kalah seram. Kuntilanak itu menatap Herman dengan wajah yang menyeramkan dan satria sepertinya tidak sadar kalo ia sudah membawa penumpang gelap.

Melihat pemandangan itu, Herman tentu saja takut setengah mati.

Segera saja ia memacu motor sekencang-kencangnya. Ia tidak perduli lagi jika motornya satria ini nanti rusak karena ngebut di jalanan yang hancur. Ia juga tidak perduli lagi dengan satria, masa bodoh lah pikirnya. Peduli setan dengan teman karena satria sedang membawa setan.

Setelah beberapa waktu, akhirnya Herman sampai juga di kampungnya. Ia merasa lega karena setidaknya ada di tempat sendiri. Nafasnya masih ngos-ngosan biarpun ia naik motor bukan jalan kaki.

Sepuluh menit kemudian satria juga sampai. Alhamdulillah ia datang sendirian, tidak membawa penumpang gelap.

Setelah turun lalu duduk, barulah satria berkata kalo ia mengklakson terus terusan karena melihat penampakan kuntilanak di pohon samping kuburan.

Setelah satria selesai bercerita, barulah Herman menimpali bahwa ia tadi ngebut karena melihat satria sedang berboncengan mesra dengan mbak Kunti tersebut. Tentu saja satria langsung shock dengan penjelasan temannya itu tapi ia percaya juga karena Herman tanpa ada apa-apa kok tiba-tiba ngebut.

"Kenapa ngga bilang dari tadi Man, kalo tahu mah sudah aku minta duit buat ongkos ojeknya hehehe." Seloroh satria untuk mencairkan suasana. Herman sebenarnya hendak menjawab, tapi keburu dipotong oleh sebuah suara dari atas.

"Hihihi..., Memangnya tadi berapa ongkosnya bang?"

Herman dan satria langsung mendongakkan kepala dan melihat seorang wanita berbaju putih sedang nangkring di pohon beringin di samping tempat mereka berhenti.

Tamat


Agus Warteg
Agus Warteg Hanya seorang blogger yang ingin berbagi pada dunia terutama tentang film dan serial tv, suka nonton film tapi lewat gadget terutama handphone

129 komentar untuk "Penampakan kuntilanak di kuburan"

  1. Saking kagetnya Herman pun semaput disusul pelan-pelan oleh satria...hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitu bangun, lho kok satria sama Herman masih di kuburan.😱

      Hapus
    2. Iya lah kan lagi ziarah..hihihi

      Ceritanya mengingat cerita yang pernah di terbitkan tentang layar tancap dan nyari jodoh.. (ingat-ingat lupa..hihihi)

      Hapus
    3. Hahaha ingat saja, dulu di mywapblog memang pernah aku bikin cerpen seperti ini cuma beda sedikit alurnya.πŸ˜‚

      Hapus
    4. Mungkin karena habis makan jadi rada-rada ingat..hihihi

      Diterbitkan saja semua cerita yang waktu di mwb, cerita horornya bagus-bagus kok.

      Hapus
    5. Lha ngga ingat semua ceritanya, yang mana saja sih yang mas Kal El ingat, nanti aku tulis lagi kalo masih diingat hihihi..πŸ˜‚

      Hapus
    6. Kalau ngga salah ingat ada cerita tentang penunggu sumur keramat atau kah itu cerita Abdullah Harahap? (bingung)

      Hapus
    7. Perasaan belum pernah bikin cerpen sumur keramat deh, kalo misteri gadis bergaun putih pernah.😁

      Hapus
    8. Nah itu gadis bergaun putih yang nongkrong di sumur..hihihi

      Hapus
    9. Bukannya kang satria yang suka nongkrong di sumur? πŸ€”

      Hapus
    10. Bukan, itu si Jaey..hihihi

      Hapus
    11. Kirain mas Budi. Eh gimana kabar Budi sekarang ya?

      Hapus
    12. Lah memangnya si Budi kecil udah ngga aktif juga di FB atau mas Agus yang udah ngga aktif di FB?

      Hapus
    13. Ngga mas, FB masih aktif tapi sudah jarang buka FB. Ngirit kuota.πŸ˜‚

      Hapus
    14. Pantesan..hihihi

      Buka FB sama buka blog sama aja kan ngga begitu nguras kuota?

      Hapus
    15. Kuota mgkn cuma alasan, mungkin takut sama mantannya, si Clara πŸ˜‚πŸƒ‍♂️πŸƒ‍♂️

      Hapus
    16. Oh ternyata itu penyebab utama, ngerti saya

      Hapus
  2. Abis lebaran bener-bener, membaca judulnya di dashboard saya pun adalah sebuah uji nyali 😰 🀣

    Kok lucu banget ceritanya mas πŸ˜…πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, makanya kalo baca siang saja mbak biar ngga kebayang ntar malam.πŸ˜‚

      Yang lucu bagian mana ya? Apa satria minta ongkos ojek? πŸ˜…

      Hapus
  3. kuntilanak , ngeri juga mas

    BalasHapus
  4. Antara lucu dan serem dikitlaah, mayan buat hiburan setelah lama ga update krna hari lebaran, itung: pemanasan, gak kayak blog sy yg msh sepi 😱

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau blognya mau ramai panggil suling tunggal aja, mbak atau layar tancap..hihihi

      Hapus
    2. Ngga sekalian orkes dangdut mas, biasanya lebih rame dangdutan dari pada layar tancap.πŸ˜‚

      Hapus
    3. Usul yang bagus, boleh juga tuh.. wkwkwk

      Hapus
    4. Terus mas Herman yang nyanyi, pasti tambah rame.πŸ˜‚

      Hapus
    5. Mantap, bakalan banyak yang nyawer nih kalau si Herman yang nyanyi..hahaha

      Hapus
  5. Xixiixii ..
    Merinding disko aku bacanya πŸ˜„.
    Coba bayangin seandainya kejadian ini betulan terjadi, apa ngga bikin ngompol di celana πŸ˜…

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya sih ngga bakal ngompol di celana karena mas her pakai Pampers.πŸ˜‚

      Hapus
    2. Wwwkkk ....
      Tebel dong tonjolan di celana πŸ˜‚

      Hapus
    3. Tebel berlapis lapis kayak kue lapis mas.πŸ˜‚

      Hapus
  6. Wkwkwkwk....πŸ˜‚Ternyata mbak Kunti nya ngintilin terus nggak mau ngelepasin Kang Satrua dan Herman. Mbak kunti nya bersedia bayar ongkosnya tuch? πŸ˜‚πŸ€£
    Kuntilanaknya nggak diantar pulang sekalian? Wkwkwk...🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya mbak Kunti nya kesengsem sama kang satria makanya ngintili terus.🀣

      Hapus
    2. Wkwkwkwk .. terus kang Satria nya bersedia nggak ngantarin mbak Kunti pulang kembali ke asalnya?πŸ˜…
      Oh ya terakhir pas mbak Kunti ikut ngomong dari atas pohon itu..
      bagaimana reaksi kang Satria dan Herman pas dongak ke atas pohon ?
      Apa mereka berdua ada yang langsung pucat dan pingsan ?πŸ˜‚

      Hapus
    3. Kayaknya sih mau nganterin, soalnya takut mbak Kunti nya kesasar ntar repot. Coba kalo jelangkung, datang ngga dijemput pulang ngga diantar.

      Sepertinya sih paling pucat saja ngga ada yang pingsan. Adanya cuma ngompol saja, beruntung mereka berdua sudah pakai Pampers.πŸ˜‚

      Hapus
    4. Lah itukah di atas udah saya tulis "Saking kagetnya Herman pun semaput disusul pelan-pelan oleh satria" itu lanjutan endingnya...hihihi

      Hapus
    5. Endingnya kurang seru kalo begitu, gimana kalo mas Herman diajak mbak Kunti ke alam sana, terus besoknya ada di bawah pohon.πŸ˜‚

      Hapus
    6. @Kal El =
      Jadi Herman dan kang Satria Semaput ? WkwkwkwkπŸ˜‚
      Tapi Herman cuma semaput sebentar terus siuman sadar lagi... masih ada mbak Kunti nungguin diantar pulang tuch..wkwkwkwkπŸ˜‚πŸ€£

      @Agus Warteg =
      Oh iya.. setuju.. endingnya setelah Herman sadar dari pingsan mau nggak mau harus nganterin mbak Kunti pulang.. dan sama mbak Kunti minta di bawa ke alam ghaib.. besoknya pas kang Satria sadar lihat ke atas ada Herman nangkring di atas pohon... wkwkwkwk...πŸ˜‚πŸ€£

      Maaf ya Herman jangan sewot πŸ™πŸ™πŸ™
      Wong cuma becanda.. mas Agus yang duluan ngomong begitu..aku cuma nerusin..πŸ˜‚

      Hapus
    7. Kayaknya harus dibikin cerpen satu lagi ya yaitu bagian mas Herman nganterin mbak Kun nya kealam gaib.πŸ˜‚

      Hapus
    8. Wkwkwkwk... iya kayaknya harus bikin cerpen baru lagi episode Herman ngantarin kunti pulang..πŸ˜‚

      Hapus
    9. @Agus Warteg =
      Lagi sibuk bikin cerpen baru ya? Yang seru lho ya ceritanya.wkwkwk..πŸ˜„

      @ Herman =
      Lagi nunggu kelanjutan cerpen baru juga?πŸ€”

      Hapus
    10. Iya lagi garap cerpen baru, yang kemarin bahannya dikasih mbak Fida tapi belum kelar kelar karena masih bingung nulisnya, πŸ˜‚

      Hapus
    11. Bukan, tapi lagi nunggu komentarnya, mbak

      Mbak Fida itu siapa, mas? Blogger juga kah?

      Hapus
    12. Blogger juga mas, dia sering update artikelnya, barusan update postingan buah kelengkeng Papua.πŸ˜„

      Hapus
    13. Nulisnya sih fidy, tapi kok nongolnya Fida ya? πŸ€”

      Hapus
    14. Jauh amat Fidy jadi Fida atau Fidy-nya hanya dalam hati? πŸ€”

      Kirain benar Fida, saya dulu sering berkunjung ke blog yang namanya Fida cuma lupa Fida apa panjangnya tapi pas blognya nggak update-update jadi nggak pernah main lagi ke blognya.

      Hapus
    15. Oh banyak juga channel mas Herman, kalo saya sepertinya belum pernah ketemu blogger namanya Fida, kalo Kal El pernah.πŸ˜ƒ

      Hapus
    16. Ada, mas. Blognya blog diary kadang ada puisi juga. Saya dapat link blognya dari blog puisi si Intan yang tadi saya pikir mantan user mwb ternyata bukan.
      Kalau si Kal El emang hobinya kelayapan.

      Hapus
    17. @Agus Warteg
      Ssssttt...Sssttt... lagi ngerumpi apaan ya?
      Mas Agus Warteg jeneng kulo meniko Fidy nggih? sanes Fida hehehe..
      Kok bisa nyebut nama Fida itu dari mana ya ? Wkwkwk..πŸ˜„


      @Herman =
      Iya saya Fidy baru saja jadi blogger masih pemula.
      Oh ada to blogger namanya Fida? Bawa sini aja orangnya biar kita semua kenalan sama blogger Fida

      Hapus
    18. Wwkkkk ..
      Fida en Fidy itu kembar tauuuu ... πŸ˜‚

      Hapus
    19. @Enjoycherry, iya mbak Fidy, kadang pakai google keyboard itu suka eror, mungkin efek kurang makan.πŸ˜‚

      @Himawant, wow, berarti ada saudara kembarnya juga nih mas Himawan? 😱

      Hapus
  7. Hahahaaha. Mbak kuntinya tiba2 denger percakapannya Herman sm Satria, berapa ongkos ojeknya bang? Lgsg deh ngompol di celana :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huusss!! Belum anukan masa sudah ngompol..🀣🀣🀣🀣

      Hapus
    2. Kang satria maunya nganu dulu baru ngompol.πŸ˜‚

      Hapus
  8. Kirain pacar pertamanya Herman itu yg jadi kuntinya, hahahaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tadinya sih mau menulis seperti itu tapi ngga jadi bang. Dulu di mywapblog pernah buat cerita yang seperti itu, pacarnya yang jadi mbak Kun.πŸ˜‚

      Hapus
  9. Keinget deh sewaktu dulu pernah nonton layar tancap. Bannyak pemuda yang berjejer di pinggir jalan. Aroma minyak nyong-nyong pun duhh khas sekali. Parfum yang menyengat maksudnya hehe

    Seakan layar tancap itu merupakan waktu yang pas mencari pacar, banyak juga gadis-gadis yang berjalan lenggak-lenggok. Bernostalgia pas jaman dulu, duh maklum tinggal di kampung wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti jaman dulu banyak juga yang nanggap layar tancap ya mbak di kampung?

      Hapus
    2. Iya dulu hits layar tancap. Orang kampung gak pernah nonton ke bioskop. Adanya layar tancap, serasa nonton di bioskopπŸ˜…

      Hapus
    3. Tapi sayangnya kalo di layar tancap filmnya suka yang lama lama, ngga ada yang baru seperti fast furious 9.πŸ˜‚

      Hapus
  10. Waduh? Mas satria diajak pacaran ma mbak Kunti , untung mas satria tak pingsan di jalan kalau pingsan di jalan kan repot jadinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo pingsan tinggal siram air seember nanti juga bangun lagi. Eh begitu bangun ada mbak Kun malah pingsan lagi, disiram air lagi sama mbak Kun terus siuman lalu lihat ada mbak Kun nya klenger lagi, begitu seterusnya.🀣

      Hapus

  11. Suuueeee .... 🀣🀣🀣 Sakin takutnya gw malah ditinggalin..😬😬

    Bukan setan itu yang dipohon beringin tapi Rondo gatel lagi mau godain herman.🀣🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nasib si Herman asal ngga digodain setan ya digodain rondo.. wkwkwk

      Hapus
    2. Berarti Herman maunya digodain kang satria ya.πŸ˜…

      Ok deh, nanti aku bikin cerpennya.πŸ˜‚

      Hapus
    3. Kang Satria ngegodain Herman, ditunggu cerpennya, yay...

      Hapus
    4. Ayo mas Herman bikin cerpen tuh, ada yang nunggu.πŸ˜€

      Hapus
    5. Langsung dibuat aja, mas. Judulnya "Penggoda Di Lampu Merah"... wkwkwk

      Hapus
    6. Paling nanti ada yang bilang sueeee...🀣

      Hapus
    7. Pastinya itu...hahaha

      Hapus
  12. Itu kunti nanya gitu kayak dia mau bayar aja, hahaha..

    Eh, bakal bayar sih, cuma beberapa menit kemudian uangnya jadi daun xD


    Anyway, Masnya dapat Liebster awards dari sayah, cek di blog yaa,, salam!

    Sebelumnya minal aidzin wal faidzin yaa,, mohon maaf lahir batin, maaf2 kalau ada salah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Minal aidzin wal Faidzin juga mas Anggie, mohon maaf kalo ada salah selama ini.πŸ™

      Kalo di film Suzanna memang seringnya dapat duit malah jadi daun ya.πŸ˜‚

      Hapus
  13. makanya kalo lagi di perjalanan, banyak2 baca do'a :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, biar ngga digoda makhluk halus ya mbak.πŸ˜€

      Hapus
  14. Masa ngga terasa kalau ada yg bonceng dibelakang, harusnya kan ada berasa kenyal2, hihi, atau mgkn bangsa kunti itu ringan2 ya badannya makanya bisa terbang, hihi..

    Aku pernah nonton acara2 paranormal, katanya membunyikan klakson itu justru memanggil si mahluk halus itu πŸ˜†

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau kata saya membunyikan klakson itu bukan memanggil makhluk halus tapi berisik, kang..hihihi

      Hapus
    2. Kalo yang kenyal kenyal itu bukan mbak Kun tapi rongdo yang sering dibawa satria.πŸ˜‚

      Wah acaranya itu kalo ngga salah namanya 4mrana infotainment ya.πŸ˜…

      Hapus
  15. hahahahaha siapa yang di bonceng stria tuh....penumpang gelap bajunya berkibar ditiup angin...ngeriii dong tapi lucu...auto ngebut di jalan rusak si herman hahahhhaa ancurrrrr

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngga perduli jalan rusak, kalo ada penumpang gelap harus kabur secepatnya.πŸ˜‚

      Hapus
  16. Hahaha, dua orang ini benar-benar favoritnya si Kunti.
    Si Kunti diboncengan Satria ternyata duduk manis aja ya sebagai penumpang gelap.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya demen sama kang satria tuh mbak Kun nya.πŸ˜…

      Hapus
  17. aku pernah punya pengalaman denger suara kuntilanak. melengking suaranya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wow beneran dengar suaranya mbak Kun.😱😱😱

      Hapus
  18. habis puasa kunti pada keluar
    ngeri juga klo ketemu di kuburan wkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tinggal baca doa saja kalo mau lewat kuburan kang.πŸ˜€

      Hapus
  19. Hahaha, kuntilanak numpang mau ditagih ongkos juga xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngga ada yang gratis sekarang mbak, apalagi ngojek.πŸ˜‚

      Hapus
  20. Baca ttg cerita kunti koq jadi kebayang wajah suzana ya pas melotot nyeremin gitu wajahnya hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya mbak Yanie habis nonton film malam satu suro nih di ANTV.😱

      Hapus
  21. "Ia melihat satria sedang membonceng seorang wanita berbaju putih yang pakaiannya berkibar-kibar tertiup angin."

    HIYA AUTO MERINDING PEMIRSAH :).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kok bisa merinding bang David.😱

      Hapus
  22. Hihi

    Belum baca udah ngeri

    Merinding ke hati

    :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apalagi bacanya pas jam 9 malam ya mbak anisayu.😱

      Hapus
  23. yaampun, kok gue malah ngakak yaa pas baca ceritanya..
    bayangin aja gitu, boncengan sama kunti tapi ga nyadar dan pas nyampai, eh terdengar tawa menyeramkan itu ahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak kuntinya baik hati, coba kalo pas bonceng ketawa, bisa klenger kang satria.πŸ˜‚

      Hapus
  24. jadi membayangkan pas saya sama kondisi kyak satria.. wkwk jalan naik motor taunya bonceng kunti

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin seperti di film film Suzanna ya kang.πŸ˜„

      Hapus
  25. Ini apa ini? Cerita horor ya, mas? >,< hahahaha salah jam blogwalking sepertinya sayah, sekarang hampir tengah malam, eh buka blog mas Agus justru ada judul Kunti pakai foto hutan gelap. Seram amattttt :""")))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malah cocoknya baca cerita horor tengah malam.πŸ˜‚

      Iya ini memang cerpen horor mbak, karena dari kemarin cerpen cinta saja, jadi takut bosan aku ganti horor. Maaf ya.πŸ™

      Hapus
  26. ceritanya muter2 pada Herman, satria dan vina aja, tapi selalu asik di baca.
    Gak kebayang deh ada yang nyapa dari atas pohon gitu malam2 wkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin hantunya mau kasih ongkos beneran bang, nanti jadi penglaris.🀣

      Hapus
  27. wah saya malah belom pernah ketemu hantu wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba bertapa malam hari di alas Roban kang.😱

      Hapus
  28. Selamat Idul Fitri mohon maaf lahir dan batin mas Agus.

    Kenapa sih kuntilanak cuma punya daster putih nggak pernah ganti warna πŸ˜€

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat idul Fitri juga mas Aris.πŸ™

      Betul, harusnya bajunya diganti jangan putih aja ya, misalnya belang belang biar disangka zebra.πŸ˜…

      Hapus
  29. Issshhhh kurasa kalo aku yg melihat penampakan begini, pingsan sih yang ada :p. Amit2 jgn sampe kejadian ....

    Makanya ya mas, kalo sdg lwt pekuburan jeruk purut, tanah kusir di JKT, aku males tuuuh liat kaca di depan mobil.takut tau2 kliatan ada muka penumpang gelap di kursi belakang hahahahaha. Kebawa film horor

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha berarti daerah Jakarta yang sudah modern saja ada penampakan kayak gitu ya mbak.😱

      Hapus
  30. Waktu baca judul ini aku sempet deg-degan, mas. Takut kalau jadi takut beneran. Mana hari masih gelap, lagi.

    Gak taunya baca ini malah ngakak sendiri gara-gara polah mas Herman dan mas satria. Ada-ada aja sih. Sudah bener tadi lewat jalan awal, ngapain juga cari jalan yang gak jelas.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kan ceritanya motong jalan biar lebih cepat mbak, maksudnya lebih cepat ketemu mbak Kunti nya.😱

      Hapus
  31. ceritanya selalu mantul mas,, selalu diakhiri dengan punchline yang mantap .. ini di pertengahan serem tapi endingnya malah kocak sih asli wkwk..

    -traveler paruh waktu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah kalo suka dengan cerpennya kang.πŸ˜ƒ

      Sengaja bikin cerita horor tapi dicampur komedi biar ngga tegang.πŸ˜…

      Hapus
  32. hahahhahahaa, nggak nyesal saya baca semuanya, soalnya udah kerasa aura seramnya.
    Biasanya kalau judulnya udah seram tuh, mental kita udah disiapin sejak awal, jadinya nggak shock :D

    Beda kalau judulnya biasa, ujungnya ada hantu, dijamin saya takut ke kamar mandi.
    Untung aja ya hantunya dari makam, bukan dari rumah kosong :D

    Etapi, cerita kayak gini banyak beredar loh, entah beneran atau boongan.

    Saya jadi ingat, waktu kecil pas SD kelas 6 deh.
    Nenek saya meninggal.

    Terus, di sana itu ada semacam adat, di mana makan orang baru meninggal itu ditutup tikar.
    Dan selepas 7 harinya, tikar itu harus diambil dan di bawa pulang buat dicuci di sungai atau air mengalir.

    Pas udah 7 harinya, bapak saya ngajak saya ambil tikar itu.
    Pas magrib-magrib dan pas malam Jumat pula, nyebelin banget deh.
    Pas juga bulan purnama naik.

    Sempurna banget kayak di novel-novel horor penampakan hantu di kuburan.

    Tapi Alhamdulillahnya, para hantu di makam itu tahu kali ya kalau saya takut, atau nenek saya udah kasih tahu hantu-hantu itu biar nggak nakut-nakutin saya, jadinya nggak ada yang muncul.

    Lagiaaann, sebel banget bapak saya ngajak ambil tikar Magrib-Magrib :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak rey makan orang baru meninggal apa makam orang baru meninggal?
      Makam kali yak, hihihi

      Hapus
    2. @Reyne, kadang sengaja bikin judul yang menjebak memang biar yang baca shock.

      Btw, aku memang pernah dengar tradisi seperti itu sih bahkan katanya di tanah Toraja ada juga mayat yang berjalan. Jadi kalo sudah seminggu mayatnya dibangkitkan lalu disuruh pulang kerumahnya sendiri gitu. Entah benar atau ngga soalnya aku juga baca di internet.

      Lain kali kalo bisa sih pagi atau siang, jangan Maghrib ke kuburannya ya mbak, atau mungkin bapaknya sengaja pergi Maghrib sama mbak Rey agar mbak jadi pemberani.πŸ˜„

      @Gustyanita, mungkin mbak Rey belum makan kali.πŸ˜…

      Hapus
    3. Makam woii Mbul, serem amat makan orang meninggal bahahahaha

      @Agus : itu dah, milih waktu kok ya yang serem-serem hahaha

      Hapus
  33. Kuntinya ada 2 pa 3 ini jadinya, wakakaaak

    Eh aku baca cerita horror nggak malam ga siang tetep berani loh #pengumuman..
    Asal jangan dinampakin aja sosok mba kun benerannya haha

    Btw td kupikir hani adalah kuntinya, ternyata bukan...
    Daaaaan...
    Kuntinya malah keroyokan syuting buat nampang di cerpen ini, menclok di berbagai pohon lagi

    Ohya ngomongin mbak kun, aku jadi ingat kemaren baru aja nonton channelnya sara wijayanto yg bahas tante kun dan pernah trending, ceritanya sedih soalnya ngadopsi hantu anak kecil gitu, eh mampir ke sini malah ketemu kunti lagi, wekekek...

    Klo layar tancap sih uda jarang tapi klo wayangan di kampungku masih sering, biasanya banyak tukang kacang rebus atau gembus klo ada wayangan...#jadi laper

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo buat mbak mbul mah ngga ada cerita horor, soalnya udah biasa lihat film horor jadi baca cerpen horor biasa saja.πŸ˜…

      Sebenarnya di Tegal juga sepertinya layar tancap sudah ngga ada mbak, kalo wayangan malah masih ada terutama tiap bulan Sura biasanya ada beberapa yang manggung.

      Tapi di daerah Serang layar tancap malah masih ada biarpun yang nonton cuma beberapa orang saja, paling 10 orang atau kurang, pedagangnya juga ngga ada.πŸ˜‚

      Hapus
  34. Baca cerita beginian mestinya tengah malam aja hahahaha :) ANtara konyol, lucu, nyeremin jadi satu wkwkwkwk :) Kayaknya kunti itu suka ada di balik hutan jati deh :) Herman demen dikuntit si kunti...padahal mendingan si Satria aja :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berasa cerpen nano nano dong mbak, ada serem dan kocaknya.

      Hantunya sepertinya suka sama satria, tuh minta bonceng.πŸ˜„

      Hapus
  35. lahhh mbak kuntinya ternyata masih betah ngikut sampe titik terakhir hahaha, cuman langsung cusss pindah tangkringan aja ke pohon
    kejadian kayak gini sepertinya masih cukup sering dialami sama beberapa orang juga, dan entah kenapa kayaknya tradisi ngebunyiin klakson ketika lewat kuburan masih ada , meskipun nggak banyak. biasanya baca doa dlu, saking takutnya itu pallingan hehehe

    BalasHapus
  36. Untung bacanya nggak pas malem.... Jadinya enggak takut😁. Saya jadi inget kalau pulang kerja malam-malam dan lewat kuburan, hawanya juga pengen ngebut aja, padahal jalanya belok belok terus, mana bisa buat ngebut. Lebih sebel lagi karena klakonnya rusak jadinya nggak bisa nge klakson.

    BalasHapus
  37. Itu mbak Kunti masih penasaran sama kang Herman dan Satria jadi masih ikut sampai rumah πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
  38. Peduli setan dengan teman karena satria sedang membawa setan πŸ˜‚ kukira serem wkwk apa aku yang salah tangkep isi cerita ya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
  39. Tengah malam begini bacanya jadi serem.😱

    BalasHapus