Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Akibat terlalu banyak lembur


Cerita ini hanya untuk pembaca dewasa saja.

Setelah diperkenalkan oleh satria maka Herman akhirnya jadian juga dengan Hani. Walaupun sempat diganggu oleh penampakan kuntilanak di apel pertamanya tapi Herman pantang menyerah.

Setelah pacaran selama tiga bulan maka Herman memutuskan untuk melamar Hani. Dengan deg degan ia lalu melamar Hani sehabis nonton acara dangdutan. Alhamdulillah ternyata Hani menerima walau dengan malu malu.

Tiga bulan sesudah habis lebaran maka dengan mantap Herman minta kepada orangtuanya untuk menikahkannya dengan Hani. Tentu saja orang tuanya terkejut tapi senang juga karena Herman memang sudah waktunya menikah karena hampir berusia 30 tahun.

Dua bulan setelah menikah maka mereka lalu pindah ke Jakarta untuk mengadu nasib. Berbekal ijazah SMA nya ia melamar pekerjaan di sebuah pabrik plastik dan diterima sedangkan Hani berjualan kue di rumah kontrakan, kebetulan ia memiliki bakat membuat jajanan tradisional yang memang digemari masyarakat ibukota. Dagangannya laris manis karena Hani hanya mengambil untung tipis saja.

Tak terasa dua tahun sudah mereka berumahtangga. Herman sendiri tidak menyangka kalo kinerjanya sebagai karyawan di perusahaan itu dianggap baik dan ia dinaikkan jabatan sebagai kepala pengawas bagian pengepakan. Gajinya sendiri tentu saja ikut naik dan dengan uang yang selama ini ditabung mereka lalu membeli rumah di pinggir ibukota.

Herman dan Hani tentu saja gembira, tidak disangka ternyata pindah ke Jakarta membuat nasib mereka berdua menjadi baik. Rejeki lancar walaupun sampai saat itu ada satu yang mengganjal di hati yaitu mereka berdua belum punya momongan tapi mereka tidak terlalu bersedih.

Tapi roda kehidupan memang berputar, suatu saat diatas tapi kadang juga bisa kebawah. Hal ini pun mulai menimpa rumah tangga mereka.

Suatu hari ayah mertua Herman meninggal karena sakit, maklum sudah tua. Sebagai menantu dan anak yang baik tentu saja Herman dan Hani segera pulang kampung. Tapi sejak ketinggalan ayahnya nasib mereka mulai berubah.

Perusahaan tempat Herman bekerja suatu ketika terkena pailit karena kalah bersaing dengan perusahaan lainnya. Banyak karyawan yang kena PHK termasuk juga Herman. Tak sampai sebulan menyusul kios tempat berjualan kue istrinya juga kena gusur karena akan dijadikan mall.

Tentu saja mereka tidak putus asa. Berbekal uang pesangon yang diterima Herman dari pabrik ditambah dengan uang tabungannya, mereka lalu membuka usaha rumah makan, sebuah usaha yang sebenarnya agak ditentang oleh Hani karena ia ingin berjualan kue. Tapi Herman tidak mau karena untungnya cuma sedikit sedangkan tempat rumah makan yang mereka sewa harganya mahal.

Tapi nasib baik masih belum menghampiri mereka. Biarpun rumah makan itu berada di tempat strategis anehnya pembelinya sedikit, jumlah pendapatan lebih kecil daripada biaya sewanya. Jadi jangankan untung, balik modal juga tidak. Tak mau patah semangat, Herman tetap melanjutkan sewanya setahun lagi walaupun untuk itu ia harus berhutang. Siapa tahu nasib kita berubah, jangan cepat patah semangat, begitu katanya pada istrinya. Sebagai istri yang baik Hani hanya bisa menurut saja walaupun ia ketar ketir karena hutang mereka mulai menumpuk.

Malang tidak dapat ditolak untung tidak dapat diraih, ternyata rumah makan mereka masih sepi juga sementara hutang makin banyak. Akhirnya dengan terpaksa mereka menjual rumah yang ada di Jakarta untuk menutup hutang hutangnya.

Herman dan Hani terpaksa balik lagi ke kampung halaman dan tinggal di rumah ibu Hani.

Sebagai kepala rumah tangga maka begitu sampai di kampung Herman langsung mencari pekerjaan. Beruntung ada Satria yang memiliki toko plastik, kebetulan ia sedang mencari pekerja yang mau membantu usahanya. Jadilah ia bekerja di toko Satria.

Berkat pengalaman Herman di Jakarta sebagai staf di pabrik plastik maka usaha toko plastik satria berkembang. Ia lalu membuka cabang baru di sebuah tempat yang diserahkan sepenuhnya pada teman karibnya itu.

Tentu saja Herman senang dengan tanggung jawab itu. Ia lalu bekerja keras agar toko barunya itu maju. Jika di tempat satria sebelumnya tokonya hanya buka sampai jam 5 sore, maka disini ia kerja lembur sendiri sampai jam 9 malam bahkan lebih tergantung keadaan. Maklum, toko tersebut berada di perempatan jalan yang ramai terus.

Herman sendiri kerja keras karena ingin membuktikan pada mertuanya bahwa ia menantu yang sukses. Maklum ia menumpang hidup pada ibu mertua, sehingga malu kalo malas malasan.

Begitulah, keuangan mereka memang mulai membaik karena Satria membagi dua keuntungan dari toko tersebut. 

Tapi kesibukan Herman sering lembur membawa dampak lain yaitu kacaunya hubungan intim antara dirinya dengan istrinya. Maklum biarpun toko tutup jam 9 tapi ia harus beres beres dulu yang memakan waktu sekitar setengah jam, belum lagi pulang ke kampungnya. Alhasil ia sering pulang jam 11 malam atau lebih dimana istrinya sudah tidur, ia juga letih setelah bekerja keras seharian. Ia juga sadar hal itu tapi mau bagaimana lagi, mencari nafkah adalah hal yang utama. Harga dirinya terkoyak jika tidak bisa memberikan uang.

Sampai suatu ketika saat ia sedang menjaga toko, Bambang, tukang ojek yang mangkal dekat tokonya menonton film bokep bersama dirinya. Herman yang biasanya kalem kali ini jadi panas dingin macam bocah bau kencur baru melihat, baru ia sadar kalo selama ini ia jarang memberi nafkah batin pada Hani.

Jam 9 kurang ia langsung beres beres tokonya. Setelah itu ia langsung pulang dan ngebut. Karena ngebut hampir saja ia menyenggol sebuah truk, beruntung ia tidak apa-apa, hanya jantungnya saja yang berdebar-debar. 

Namum apa daya, malang tak dapat ditolak untung tak dapat diraih. Setelah sampai di tempat tinggal mertuanya ternyata lampu rumah sudah dimatikan, begitu juga lampu kamar tidurnya. Herman yang membuka pintu pakai kunci cadangan hanya menemukan Hani istrinya yang sudah tertidur pulas dalam kamar yang gelap.

Tapi karena hasrat seksual Herman sudah tinggi maka ia susah mengontrolnya. Tak perduli dengan Hani yang sudah tidur ia lalu membelai belai rambutnya, meraba raba bagian sensitif istrinya dengan harapan Hani bangun lalu merespon dan bergairah. Tapi jangankan bergairah, bangun pun tidak.

Melihat hal itu maka ia pun menyadari kesalahannya. Hani sepertinya sudah tidur pulas, aku tidak boleh memaksanya, batin Herman.

Akhirnya ia keluar kamar lalu ke ruang dapur yang ada dibelakang untuk membuat kopi.  Begitu sampai ke dapur Herman malah kaget dan berteriak keras sekali.

Betapa tidak, ternyata di dapur sudah ada Hani istrinya yang sedang memasak mie rebus.

"Jangan teriak keras-keras mas, ibu sedang tidur di kamar kita, nanti dia bangun."

TAMAT
Agus Warteg
Agus Warteg Hanya seorang blogger yang ingin berbagi pada dunia terutama tentang film dan serial tv, suka nonton film tapi lewat gadget terutama handphone

65 komentar untuk "Akibat terlalu banyak lembur"


  1. Haaahaaa!!!...Kenapa judulnya nggak ..Akibat Salah Grepe2....不不不不不不不不不


    Kirain masih doyan jajan..不不

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukannya kang satria yang doyan jajan.

      Hapus

    2. Suhu Hermannya mana nih....Apa lagi nyemplak kali yee..

      Hapus
    3. Kayaknya ngga ada kuota.

      Hapus
  2. Astagaaaaa, ngakaaakkkkk!

    Jadi gimana tuh? yang di grepe itu tidur lelap atau memang udah nggak bisa bangun? hahahaha.

    Bisaaaaa aja ye cari ending.
    Tadi kirain, istrinya lagi enaena ama orang lain, atau Herman yang selingkuh ama kuntilanak *eh :D

    Btw juga suka banget sih ceritanya, endingnya nggak bisa saya tebak, karena udah larut di cerita intinya.

    Bagaimana kehidupan ini berputar.

    Saya jadi berpikir dan ingat beberapa tulisan motivasi.

    Jangan pernah menyerah dengan keadaan, bisa jadi usia muda udah sukses, usia tua bisa kembali ke bawah.
    Atau baru bisa sukses di usia senja :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngga tahu tuh mas Herman bisa salah grepe, mungkin mertuanya udah tidur nyenyak sekali.

      Kalo soal kesuksesan sih pengin nya sukses terus dari muda sampai tua.

      Hapus
    2. Atau menikmati kali ya *kabooorrrrrr wakakakakak

      Pakai remote pause kehidupan aja kalau gitu, jadi pas sukses kita pause aja waktunya, jadi kan kita kaya terooosss :D

      Hapus
    3. Wkwkwk, bisa jadi baku hantam dong Hani dan Herman.不

      Iya di pause pas saat lagi sukses, banyak duit, punya rumah gedong, mobil banyak. Eh ternyata cuma di alam mimpi mbak.

      Hapus
  3. Beteweeee, cieeehhh templatenya baru nih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Inikan template bawaan pabrik eh blogger mbak.

      Hapus
    2. Nggak coba template gretongan lain Mas? etapi mending yang blogger aja sih, yang lain itu kadang suka error dan bikin nambah spam score

      Hapus
    3. Bagikan situs template nya dong mbak, aku tahunya bawaan blogger saja. Kalo spam score mah masa bodo, orang ngga buat seo ini blognya, buat hobi nulis saja.

      Hapus
    4. Coba btemplate mas, bagus2 tuh templatenya

      Hapus
    5. Gratis apa bayar mbak? Kalo bayar mah ogah.

      Hapus
    6. Tadi habis dari btemplates, banyak juga ya template nya ada ratusan. Banyak sekali yang gratis tapi ada beberapa yang bayar.

      Ntar lah aku cari yang pas, mungkin mbak mbul punya rekomendasi template yang mana? Biar aku ngga capek milih, maklum malesan orangnya.

      Hapus
  4. Wakakakkaka, massss kenapa sih ujung2nya selalu kayak adegan film semi
    Hahhaha,

    Ya kagak bergairah lah wong uda menepouse kali yang digrepe grepe hahahhahahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin akibat terlalu lama berguru sama suhu Satria jadinya ya begini mbul.

      Hapus
  5. Fiuuuh...! Syukurlah, untung awalnya aja yang dipasang link cerita horror, kalo sampe ke ending2nya horror, udah deh ambyar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mana bacanya tengah malam lagi ya mbak.

      Btw, kenapa emak emak kebanyakan blog walking tengah malam ya?

      Hapus
    2. Kalo bewe nya siang, ntar anak saya yang lebih sering komen disini, Mas Agus. Pake bahasa alien pula

      Hapus
    3. Wah, berarti anaknya mbak Rini berguru sama Piccolo dan bezita ya.

      Hapus
    4. Blom mas, masih sama klirin dulu, masih sabuk kuning

      Hapus
    5. Jangan jangan habis sama klirin terus berguru sama Nobita.

      Hapus
    6. Gak Mas Agus, langsung sama Giant aja, ilmu malaknya kan udah tingkat tinggi

      Hapus
    7. Wkwkwk takutnya emaknya nanti ikut dipalak minta dibelikan motor ninja.

      Hapus
  6. Hahahaa, hmm.. pemerannya kemana ini belum komen apa masih shock krn abis nganuin hantu

    BalasHapus
  7. Tapi kalau di film ninja atau spiderman itu bukan hal aneh, bisa jadi istrinya seperguruan dgn naruto, yg punya gerakan cepat xixixi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti istri mas Herman itu saudara sama Piccolo ya?

      Hapus
  8. hah takutttttttttttttttttttttttttttttttt bacanya gak sampai selesai maaf

    BalasHapus
  9. Wohoho hayoloh herman abis meraba2 siapa. Wqwqwq
    Untung baca pas siang hari. Kl mlm hari ngalamat ga bisa tidur nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenapa ngga bisa tidur mbak Ella, apa bayangin mas her.

      Kaboorrr

      Hapus
  10. Kayaknya si hani ngelmu yaak... Tadi di kamar tau" lagi bikin mie... ...atuut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, ini Hani nya datang dan ngelmu dadi Heni.

      Kaboorrr

      Hapus
    2. Hayaaa....lo olang main kabul kabul aja.. Takut ama owe yaa

      Hapus
    3. Ampun Cici, jangan cekik ane, ntar ane kasih sajen menyan tiap malam Jum'at.

      Hapus
  11. kayak cerita bagio sama kirun... bagio baru pulang kerja dari ngelawak, liat istrinya di dapur langsung di grepe2, taunya malah mertuanya wkwkw

    BalasHapus
  12. Kenapa gak ditulis 18+ kak, duh baru kali ini baca yang agak buka-bukaan karyanya kak Agus :3

    Tetep dibaca, walau ada skip skip. Ya gak bukaan banget sih, dasar saya aja yg udah pasang perisai duluann

    BalasHapus
  13. Saat pulang kerja itu apa di rumahnya lampu kamarnya mati? Jadi Herman nggak kelihatan nggak bisa nedain mertua atau Hani istrinya?

    Lah mertuanya juga itu kok tidur di kamarnya Hani ,& Herman. Ini yang ngawur mertuanya atau Herman ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, ceritanya lampu kamar tidurnya mati karena udah kebiasaan Hani, biar irit listrik katanya, jadinya Herman ngga tahu kalo mertuanya yang ada dikamar.

      Hapus
    2. Mertua nya Herman juga begitu kok nggak tidur di kamarnya sendiri? Ngapain tidur di kamar anak menantu nya? Menghermankan sekali.
      Herman pasti malu banget kalau sampai Hani istrinya tahu suaminya grepe2 merruanya..wkwkwk不

      Hapus
    3. Mungkin habis ini Herman pindah ke rumah kontrakan kali.

      Hapus
  14. Astaga, semoga aja ibunya nggak sadar ya. Mau ditaruh di mana mukanya herman. Ditaruh di panci, pancinya udah diisi mi rebus. Ckckck... Taruh kntong plastik aja kali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kan ngga sadar itu mbak, mungkin tidurnya pulas sekali.

      Kalo ditaroh di plastik takut dibuang. Mukanya Herman ditaroh di tas nya mbak Astri aja ya.

      Hapus
  15. Sepertinya sang mertua menikmati sekali makanya diam2 saja begitu..

    BalasHapus
  16. Hahaha... ya ampun... udah deg degan kirain istrinya selingkuh.. waduhh gaswat deh salah belai xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untung mertuanya ngga bangun ya mbak, kalo bangun bisa gawat.

      Hapus
  17. Aku udh kepikir itu hantu yg di kamar hahahaha. Kenapa pas grepe2 dia ga bisa bedain badan istrinya.. kalo mertua bukannya udh pada kempot ga sih hahahaha.

    Biasaaaa ae bikin ending nih mas Agus :D. Slalu ujungnya ga ketebak :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin karena Herman sudah panas jadinya ngga bisa bedakan mbak Fanny.

      Hapus
  18. Ya udah jadinya makan indomie aja deh Herman sama Hani wkwkwkwkw :) Jangan lupa pakai bakso, telur dan cabe rawit ya hahahaha :) Abis indomiean ga enak kan perut begah masa bercinta hahahaha :) Bobo aja deh besok lagi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak Nurul, mendingan makan mie saja ya, habis makan mie terus main catur.

      Hapus
  19. Ninggalin jejak aja aaaaaah. Lagi-lagi masih di bawah umur, gak berani baca.

    BalasHapus
  20. Astaga mas herman dah makan indomie yang banyak ya biar amnesia karena mikirin salah grepe

    BalasHapus
  21. Sukakkkk twist-nya hahaha nggak ketebak sama saya aduhhh selalu takjub sama yang jago menulis cerita seperti mas Agus. Sampai berpikir, "Kok bisa cari ending kayak gitu, yah?" Hahaha ~ untung juga ceritanya nggak seram jadi masih berani baca sampai kelarrr

    Lanjutkan, mas!

    BalasHapus
  22. Wakakak ... kirain yang di atas tempat tidur kuntilanak. Ternyata lebih seram lagi: Ibu Mertua!

    BalasHapus
  23. untung gak bangun.. kalau bangun, auto dipecat sebagai menantu haha..

    BalasHapus
  24. terus tidur tak bangun2? hahahahaha

    BalasHapus
  25. Hahahah si Herman ini kayak manusia ajaib ya :) Ga punya rasa apa ya masa ga ngeh raba2an wkwkwkwkwkw :) Gegara nonton film bokep dia baru nyadar kurang menafkahi batin si Hani haha ada2 aja nih lucu, Mas Agus :D

    BalasHapus
  26. Hahaha, kirain saya yang di kamar itu hantu atau selingkuhannya si istri. Ternyata ibu mertua. Untungnya ibu mertua tidur pules ya, hahaha.

    BalasHapus