Efek pandemi Corona terhadap makhluk halus


Heni sedang gundah karena ia baru saja kena PHK di sebuah pabrik karena perusahaan tempatnya bekerja mengurangi karyawan sebab omset penjualannya turun drastis karena Corona. Karena hanya karyawan harian maka ia pun tidak mendapatkan pesangon sama sekali.

Heni ingin mencari pekerjaan di pabrik lainnya. Begitu ia dengar ada lowongan kerja di sebuah perusahaan maka iapun kesana. Tapi sayangnya ia tidak diterima karena sudah penuh. Tidak putus asa iapun kembali mencari ditempat lain, hasilnya sampai sore lewat tidak dapat.

Karena sudah Maghrib maka ia pun terpaksa pulang, mana sendirian lagi karena temannya sudah pulang duluan. Pabrik terakhir yang ia datangi ada di pinggir kota, mungkin biar murah kali waktu beli tanahnya. Di pojoknya ada sebuah pohon waru doyong yang besar sekali. Saat sedang lewat itulah ia melihat seorang wanita berpakaian putih sedang nongkrong di atas pohon itu.

Karena tak ada pekerjaan, Heni yang merupakan anak yang memiliki kemampuan khusus akhirnya menyapanya.

"Mbak Kun, kamu ngapain diatas sana."

Kuntilanak itu tampak kaget karena tak menyangka kali ada manusia yang bisa melihat penampakannya, biasanya sih ia sendiri yang menampakkan diri.

"Lha, kamu bisa lihat saya?" Katanya sambil melayang turun.

"Ditanya malah balik bertanya." Heni pun cemberut.

Melihat ada seorang manusia yang mengajaknya berbicara maka mbak Kun itupun kesenangan." Iya deh maaf. Saya sebenarnya sedang nongkrong untuk menakut-nakuti orang lewat. Sebenarnya tadi aku tadi hendak nakutin kamu tapi kok malah ngobrol."

Heni mencibir." Lha, ngapain kamu nakut-nakutin orang, kayak ngga ada pekerjaan saja kayak saya."

Mbak Kun itu meringis." Sebenarnya ini rahasia ya, jangan dibocorkan ke siapa saja. Jadi aku dapat tempat di pohon waru doyong itu tidak gratis, itu aku ngontrak sama jin penunggu kawasan sini. Ia mau memberikan pohon itu dengan syarat aku harus bisa menakut-nakuti orang lewat, minimal 5 kali dalam sebulan."

"Lha, kan banyak orang lewat, tinggal takut-takuti saja."

Kuntilanak itu tambah meringis." Sejak ada Corona ini makin sepi yang lewat sini, apalagi kota ini katanya mau kena psbb, bakalan tambah sepi. Duh, mana bulan ini aku baru menakut-nakuti satu orang doang."

Ia hanya diam mendengarkan.

Mbak Kunti itu lalu bicara lagi." Mbak, tolong beri tahu teman teman kamu ya agar lewat sini agar bisa aku takut-takuti, tolong mbak biar aku jangan diusir dari kontrakan ini, plis ya, pliiss!" Katanya memohon.

"Aduh maaf mbak Kun, saya juga bukan orang sini. Jadi saya tidak ada kenalan yang bisa disuruh lewat sini." Heni buru buru kabur sebelum kuntilanak itu ngambek.

Karena sudah lewat Maghrib terpaksa ia pulang naik angkot, mana kampungnya juga cukup jauh dari kota lagi. Hampir setengah jam barulah ia sampai di jalan yang hendak menuju desanya, maklum ia memang tinggal cukup jauh dari jalan raya. Ia terpaksa jalan kaki karena tidak ada tukang ojek, tak terlalu jauh sih hanya sekitar 1 kilometer saja.

Melewati jalan yang sunyi itu ia heran kenapa jadi sepi sekali, padahal biasanya waktu ia masih kerja jalan ini tidak terlalu sepi amat.

Akhirnya ia sampai rumah. Ibunya ternyata sudah menyiapkan masakan untuknya. 

Sabar ya, jangan putus asa, begitu kata ibunya ketika ia bercerita kalo hari ini belum dapat pekerjaan. Ayahnya sendiri masih berdagang dan biasanya pulang jam 9 malam. Sebenarnya ia ingin bekerja untuk menggantikan ayahnya yang sudah mulai berumur tapi ternyata ia sendiri masih menganggur.

Sehabis isya ia duduk-duduk santai di teras rumah. Percakapan dengan mbak Kunti itu membuatnya berpikir, apakah makhluk halus juga kena efek Corona, apa saja yang mereka rasakan.

Ah, bagaimana kalo aku tanya-tanya saja pada mereka, pikirnya. Segera saja ia menuju rumah temannya Astri.

Astri yang juga sama sepertinya yaitu lagi nganggur tentu saja terkejut dengan ajakan sahabatnya itu.

"Waduh, ada ada saja kamu ini Eni. Bagaimana kalo nanti mereka marah."

"Ya tidaklah, kita kan cuma  tanya tanya saja tidak mengganggu mereka. Aku jamin tidak ada apa-apa."

Astri yang seumuran dengan Heni akhirnya setuju, daripada gabut pikirnya. Akhirnya mereka pun memulai aksinya dan yang akan diwawancarai pertama adalah Bang Poci yang sering melakukan penampakan di sebuah pohon pisang di sebelah rumahnya.

Pocong itu awalnya ogah diajak bicara, tapi Heni bisa merayu nya agar mau melakukan wawancara terkait dampak kena Corona.

"Yah, saya sih sebenarnya senang saja mbak. Gara gara saya kan viral tuh pocong penjaga Corona agar orang tidak kelayaban, kalo ngga salah beritanya bahkan sampai ke Korea sana. Cuma aku kurang sreg soalnya itukan pocong bohongan. "

"Wah berarti kamu senang dong." Tanya Heni, sementara Astri hanya melihat saja dibelakangnya.

"Senang apanya, gara gara berita viral itu manusia sekarang jadi ngga ada akhlaknya, ngga takut sama pocong sama sekali." Bang Poci itu memberengut.

"Ah masa sih?"

"Iya, kemarin tuh aku datangi seorang cewek yang lagi di pos ronda sendirian. Sepertinya tuh cewek lagi nungguin pacarnya kali. Saya lalu datang melompat-lompat dibelakangnya lalu menampakkan diri. Kukira cewek itu bakal lari terbirit-birit, eh dia malah marah-marah. Aku lagi kesal nunggu pacarku ngga datang datang tapi malah kamu gangguin, sana pergi, bentaknya kepadaku. Aku diam saja, eh dia malah copot sepatu lalu melempar padaku. Aku tentu saja langsung kabur. Nih bekasnya masih ada." Bang Poci itu lalu menunjukkan wajah sebelah kanannya yang tampak kemerahan.

Kami berdua tentu saja tertawa mendengar ceritanya.

Bang Poci itu tambah cemberut." Udahlah, kalian bukannya kasihan sama aku tapi malah tertawa."

Habis itu tanpa banyak cakap lagi bang Poci langsung melompat lompat dan menghilang kembali di pohon pisang.

Akhirnya mereka berdua pun melanjutkan perburuan berikutnya. Heni ingin ke pohon beringin yang ada di Utara desa yang ada penunggunya tapi Astri tidak mau, serem soalnya katanya. Bagaimana kalo tuyul saja tawar temannya.

Saat mereka berdua sedang berdiskusi itulah muncul seekor hewan dari arah sebuah rumah. Heni segera saja mengejarnya." Bang Pepet, tunggu sebentar bang."

Babi ngepet itu berhenti sejenak. Awalnya ia takut kalo mereka itu adalah warga kampung yang hendak mengejar dan menangkap dirinya. Tapi setelah Heni menjelaskan kalo mereka berdua itu cuma ingin melakukan wawancara maka ia mau diajak bicara juga.

"Benar nih kalian wartawan?" Tanyanya dengan pandangan mata menyelidik.

Heni mengangguk lalu ia menjelaskan kalo mereka berdua bekerja di sebuah koran di ibukota, tak lupa mereka berjanji akan merahasiakan identitas nara sumber.

"Bagaimana pendapat bang Pepet tentang Corona ini bang?"

"Duh, gara gara Corona ini pendapatan ku turun drastis mbak. Sekarang pada ngirit, belum lagi orang kebanyakan memakai transaksi nontunai, itukan ngga bisa diambil oleh makhluk seperti saya."

"Wah, susah juga ya bang."

Babi ngepet itu mengusap peluh yang ada diwajahnya." Bukan susah lagi mbak, biarpun dapat duit aku juga jaga jaga. Tiap dapat uang pasti aku semprot semuanya dengan hand sanitizer biar tidak ada virusnya. Ngga lucu kan kalo duit yang aku dapat dengan susah payah habis cuma buat berobat karena kena Corona."

"Ternyata ngga ada untungnya korona ini ya bang?"

"Ah ngga juga sih mbak. Sejak ada korona ini aku agak leluasa beroperasi. Kalo dulu kan aku selalu diuber-uber oleh warga setempat, kalo sekarang agak dibiarkan, mungkin mereka mengira aku ini hewan liar yang berkeliaran, soalnya kan banyak juga tuh berita di luar negeri tentang binatang liar yang berjalan-jalan di alam bebas. Sekarang masih ada sih satu dua warga yang ngejar tapi tidak seganas seperti dulu."

"Terus bang Pepet mintanya yang mana dong? Apakah terus ada Corona atau gimana?" Tanya Heni lagi.

"Ya jelas aku pilih Corona cepat hilang mbak. Sejak ada pandemi ini operasi jadi sulit, dapat duitnya sedikit, resikonya koit."

Astri yang sejak tadi diam saja tiba-tiba langsung nimbrung." Makanya bang, mendingan cari rejeki yang halal saja biar berkah. Jadinya kan aman."

Babi ngepet itu tiba-tiba memandangi wajah mereka berdua dengan penuh rasa curiga.

"Sebentar sebentar, kalian ini beneran wartawan atau agen MUI sih?"

TAMAT

Note: terima kasih banyak kepada pak Anton Ardyanto atas template premium nya ya pak. Semoga blog bapak makin jaya dan rejekinya makin banyak, amin ya rabbal alamin.πŸ™‚

Subscribe to receive free email updates:

126 Responses to "Efek pandemi Corona terhadap makhluk halus"

  1. mas kok aku bayangin bang pepetnya malah keingetan si oink oink ya hahhahahha, tapi kan bang pepet jantan deng 🀣🀣🀣

    ya ampun mas kok bisa ngene iki sih, aku ketawa ngebayangin ekspresinya mbak kun malah ngobrol dengan ekspresi lempeng pula sama si heni, trus bang poci yang cemberut karena digampar sepatu tingginya si cewek hahahhahaha, oiya manalah ada waru doyongnya disewakan, jinnya perhitungan juga ya mas, kan kesian mba kun musti cari prospekan orang buat ditakut takutin πŸ™„πŸ˜†πŸ€£

    smoga corona cepat berlalu, hiks lihat berita di tipi makin puyeng aja aku 😫😱

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya, oink oink mirip dengan bang pepet, coba kalo diajak kenalan barang kali mau mbak.😁

      Kurang tahu tuh kenapa jinnya perhitungan banget, mungkin biar para hantu ditakuti lagi kali karena katanya manusia ngga ada akhlaknya eh ngga ada takutnya sama hantu.πŸ˜‚

      Iya, makin serem kalo lihat jumlah Corona makin hari makin banyak.

      Delete
    2. Wakakkaka, nanti kalau oink oink dikenalkan sama bang pepet dompetnya oink oink bakal dikepet atau dia bakal digebet ya masπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜†

      E tapi kok malah dalam bayanganku bang pepet warnanya abu abu ya hahahhahahaha

      Delete
    3. Saya juga kurang tahu bang Pepet warnanya apa, coba sekali kali mbak mbul bikin gambarnya bang Pepet jangan oink oink terus.😁

      Takutnya kalo oink oink Deket terus sama bang Pepet nanti ikut ikutan mepet mbak.πŸ˜‚

      Delete
    4. hmmm.... jadi pengen gambar bang pepet πŸ˜†πŸ˜†

      Delete
    5. Sebenarnya saya kalo bikin cerpen pengin bisa bikin gambar sendiri seperti mbak mbul, apa daya otak ngga nyampe.

      #bilangsajamales.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
    6. Nengok lagi...wow udah ramai...

      #ibaratnya mbul ini penglaris, klo mbul uda komen di atas, tinggal yang lain yang nyusul

      😜 Saatnya balik badan lagi ah....

      Delete
    7. Kayaknya mbak mbul badannya bau menyan makanya bisa jadi penglaris.πŸ˜†

      Delete
    8. Kayak rokok lintingan dunk mas ��

      Delete
    9. Lho kok emotnya jadi kayak tauge mbak, pasti sebelum komentar disuruh pilih captcha dulu.πŸ˜†

      Delete
    10. Iya e mas tadi di tab aku ga kayak toge kok hiks hahahaa

      Delete
    11. Mungkin tabletnya tadi habis buat bakwan kali, makanya masih ada taugenya.πŸ˜†

      Delete
    12. Ho oh mas buat talenan bakwan yang isinya toge semua, soalnya kubisnya habis :D, emotnya berubah jadi tauge #krai hahahahahhahaha

      Betewe latar belakang tempaltenya uda diganti ya mas, lebih enak mas, ga terlampau merah menyala ^_^

      Delete
    13. Perasaan latar belakangnya masih tetap belum dirubah?

      Delete
    14. Caranya gimana mengubah latar suhu?

      Delete
    15. Kok submenu 123 pada headernya nda ada tautan link artikel mas #komen minta dijitak, kabooor ^____<

      Delete
    16. Dari kemarin coba utak atik tapi ngga bisa suhu, ajarin dong caranya buat link.πŸ˜ƒ

      Delete
  2. Dari judulnya aja udah bikin ngakak nih om Agus wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enaknya dibikin judul apa kalo begitu ya bang.😁

      Delete
    2. Ganti judulnya sama belum ada judul..hahaha

      Delete
    3. Lagunya Iwan fals tapi yang nyanyi mas Kal El duet sama bang Dodo.πŸ˜ƒ

      Delete
  3. wkakakaka mereka itu netizen nyinyir mas
    anak buahe bu Tejo wakkakaka

    ada ada aj
    tapi aku ya kepikiran ya
    kan PSBB jadi engga banyak yg bisa ditakuti
    dan bener se kayak tuyul dan pesugihan jadi apes juga


    ngomong2 ngomong itu kalau manggil Mbak Kun jadi inget Mas Joe
    Kal ngefens banget sama MBak Kun wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kena apes juga ternyata para hantu saat Corona, omset jadi turun ya mas.πŸ˜‚

      Delete
  4. Mas ini template yang dari mas Anton, kah? Keren lhooo :D

    By the way, maaf mas, saya pass dulu kalau cerpen soal makhluk halus hahahahaha. Takut nggak bisa tidur entar :)) tapi saya penasaran sama templatenya makanya komen. Suka designnya bagus dan warna warni seperti pelangi hihi :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali mbak Eno. Alhamdulillah dikasih template gratis dari beliau, padahal kalo beli harganya mahal.πŸ˜‚

      Terima kasih ya pak Anton.

      Delete
    2. Sama-sama, nak Agus ��

      Laah ..., kok aku yang jawab, hahaha ��

      Delete
    3. gmn cara dapet templat gratisnya mas, gw juga pengen :D

      Delete
    4. Caranya mas khanif harus rajin ibadah dan juga ngaji mas, soalnya template premium gratis ini khusus buat rejeki anak Soleh.😁

      Delete
    5. Mas Hino kalo komentar kok seringnya ada taugenya ya.πŸ˜‚

      Delete
    6. Itu bukan tauge tapi anak naga yang masih nyusu, mas.. wkwkwk

      Delete
    7. Kok bisa gitu ya, caranya biar ngga begitu gimana suhu?

      Delete
    8. Caranya, jangan komentar..hahaha

      Delete
    9. Lha, itu sudah komentar.πŸ™„πŸ€”

      Delete
    10. Itu bukan anak naga tapi topi sarjana πŸ˜†

      Delete
    11. itukan ikon tanda tanya, kok pada gak tau hahaha :D

      Delete
    12. Maklum masih anak kecil jadinya pada ngga tahu mas.πŸ˜‚

      Delete
    13. aku anak kecil tang kadang jadi anak besar, jadi kadang tau kadang ga
      >_< :D

      Delete
  5. Hahahha ternyata yg terdampak ga hanya manusia yaa, makluk halus juga yaa πŸ˜†
    Btw lama2 babi ngepet ladang usahanya bisa hilang klo orng banyakan transaksi non tunai yaa.. jd penasaran, dia bs ngambil uang di dalem atm ga ya.. πŸ˜…

    Eh, ini heni yg bu guru jae bukan? Kasihan dia jd pengangguran skrng yaa.. 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali, jadi kalo bisa pakai terus transaksi nontunai agar bang pepet insaf ya mbak.πŸ˜†

      Bukan, kalo ini Heni yang punya kemampuan indigo, kalo Bu Heni lain lagi.πŸ˜‚

      Delete
  6. lucu amat namanya pocong jadi bang poci

    hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya biar yang baca ngga terlalu takut kang.

      Delete
    2. kalau pocong takut terlalu serem kali ya,
      tapi saya malah keingetan teh poci

      Delete
    3. Betul kang, apalagi kalo orang Tegal pasti kenal dengan tugu Poci.πŸ™‚

      Delete
  7. Aku merindiiiing ..., kebayang gimana jadinya rupa babi ngepet kalau betulan terjadi resesi ekonomi terus ngga bisa ngelakuin oplas ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya kalo pada pakai transaksi nontunai babi ngepet nya nanti insaf karena ngga ada mangsa. Mungkin nanti kolaborasi sama tuyul mas.πŸ˜‚

      Delete
    2. Fifty-fifty alias bagi hasil kalo gitu ya .. hihihi ...

      mbak babi jejadian dapat 30%, terus si tuyul 70% nya, masih dipotong pajak penghasilan plus pph tax 10% sama mister genderuwo xixixii ..

      Delete
    3. Waduh, tuyulnya kemaruk amat minta 70%, boleh nawar ngga mas biar lebih adil? πŸ˜‚

      Wah, disana ada PPN plus PPh tax juga.😱

      Delete
    4. Dunia jin & koco-konconya di jaman now ini katanyaaaa .. juga jadi pade matre, mas.
      Mereka tau itung-itungan belajar dari layar kompi πŸ˜…

      Delete
  8. Ini berarti Astri juga bisa lihat makhluk tak kasat mata macam Heni ya, mas?🀭

    Ngomong-ngomong ternyata setan-setan juga terdampak Corona juga ya, mas. Ada yang gak bisa memenuhi target nakut-nakutin orang, ada yang penghasilannya nyolongnya berkurang, sampai ada yang sudah gak ditakuti dan dihargai sebagai setan pula 🀣. Tapi paling gak, para setan itu gak bakalan bisa ketularan Corona. Jadi mereka seharusnya bersyukur 🀣🀣🀣🀣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya sih begitu mbak, cuma itu sebelumnya Astri dijampi jampi dulu sama Heni biar bisa lihat hantu.😱

      Ngga juga mbak, itu buktinya bang Pepet juga pakai hand sanitizer karena takut ketularan Corona.πŸ˜‚

      Delete
    2. Iya juga ya, mas. Kan Bang Pepet aslinya juga manusia.πŸ™ˆ

      Tapi pas lagi operasi kira-kira masih pake hand sanitizer gak ya, mas. Kalo pake kyknya sayang hand sanitizer nya. Soalnya baru dipake, eh udah kotor kena tanah atau lantai.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
    3. Kayaknya sih kalo lagi operasi ngga pakai hand sanitizer mbak, cuma pakai masker saja bang Pepet nya.πŸ˜‚

      Delete
  9. Pantes saya ngerasa ada yang beda dengan template nya πŸ˜‚πŸ˜

    Saya komentar penulisannya yah Mas, cara punyampaiannya makin bagus, ide ceritanya kreatif, bikin saya keinget sama Pocong juga pocong, tapi cerita ini punya ciri khasnya sendiri

    (dua ribu dong? Kalo lecek tambahin jadi lima ribu Mas Agus, baru saya mau terima duitnya ) 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah kemarin dapat template premium gratis dari pak Anton mbak #rejekianaksoleh.πŸ˜‚

      Waduh ngga ada 5 ribu, adanya duit 100 ribu mbak, tapi sayangnya duit monopoli, mau ngga? πŸ˜‚

      Delete
  10. Gara-gara baca cerpennya Mas Agus di blog Mba Eno, saya memberanikan diri baca cerpen horor ini nih. Heni yang ngobrol sama Mbak Kunti, saya yang deg-degan sambil nahan pipis wkwkww

    Entah harus ikut berempati atau senang tentang makhluk halus yang gabut di masa pandemi ini. Kasian amaat Poci malah kena tabok cewek huahaha eh tapi saya nggak tau lho soal pocong viral, maksudnya gimana ya? Eh gak usah dibahas, Mas. Saya takut juga sih 🀭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nahan pipis karena ketawa apa karena takut mbak Jane.πŸ˜‚

      Sebenarnya poci yang viral itu disuruh jaga kampung agar orang tidak kelayaban kalo malam mbak, tahu sendiri orang kadang bandel makanya ditakut-takuti poci didepan gang, tentu saja itu poci bohongan.😁

      Tapi ngga nyangka berita viral dan bahkan sampai Korea, kata orang sana hantu Indonesia lucu juga.πŸ˜†

      Delete
  11. Wah.. Template baru dari pak anton yaπŸ˜ƒ
    Semoga makin semangat mas agus dan makin sukses untuk mas agus maupun pak anton😁
    Cerpen ini bikin makhluk halus jadi halus dan ramah bener ya, saya jadi merasa agak enggak takut...eh, tapi nanti kalau udah malem saya pasti takut lagiπŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak saya juga kaget ditawari padahal pak Anton beli tapi buat saya gratis. Mungkin rejeki orang ganteng.😁

      Sebenarnya bisa sih dibikin serem tapi takutnya nanti pada kabur yang baca, makanya dibikin humor saja.πŸ˜ƒ

      Delete
    2. Kata siapa yang baca bakalan kabur kalau beneran horror, Mas? Lha wong pembaca di sini orangnya pemberani-pemberani semua kok...








      Kecuali saya.🀣🀣🀣

      Delete
    3. Kata siapa yang baca bakalan kabur kalau beneran horror, Mas? Lha wong pembaca di sini orangnya pemberani-pemberani semua kok...








      Kecuali saya.🀣🀣🀣

      Delete
    4. Mbak Roem kalo takutkan bisa baca bareng suami nya.πŸ˜€

      Delete
  12. Wah template baru nih, cakep mas template-nya apalagi kalau link-nya bukan warna merah tapi biru tambah adem nih template dilihatnya.

    Si Heni nongol lagi kirain saya udah pensiun dia dan jadi sopir bis..hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh begitu ya, ntar aku ubah warna linknya jadi pink biar imut imut gitu kayak mas Kal El.😁

      Rencananya akan dibikin lanjutannya dengan mewawancarai tuyul, jin, genderuwo dan terakhir satria.πŸ˜†

      Delete
    2. Namanya bro satria yang mbak, ngga mau dipanggil bangSat ria.πŸ˜‚

      Delete
    3. Dibilang warna biru malah mau diganti jadi pink makin ngga cocok aja dah..

      Setuju banget kalau ada lanjutannya biar bro satria dapat peran lagi..hihihi

      Delete
    4. Aku tadi coba ubah tapi ngga bisa suhu. Ajarin caranya dong.πŸ˜‚

      Bro satria udah pensiun, lagi sibuk ngejar rongdo.πŸ˜…

      Delete
    5. Iyah yang terminalnya ada di lampung mas

      Delete
    6. Nah ini baru cakep, adem dilihatnya..

      Rondo again..hahaha

      Delete
    7. Soalnya ngga keliatan sih kang satria nya, atau jangan jangan diumpetin mas Kal El nih.πŸ˜†

      Delete
    8. Sebenarnya lebih cocok klo diganti warna merah mas 🀣✌

      Delete
    9. kalau widget popular post di samping itu tetep warna warni ya memang mas?kalau dari tab agak ramai ya karena warna warni >__<

      #emot lagi kena capcay jadi ga bisa pakai emot

      Delete
    10. Iyah, udah bawaannya itu memang warna warni, seperti perasaan di hati kalo nemu duit gambar pak Karno di jalan.πŸ˜‚

      Kasihan emotnya jadi tauge semua. Tapi aku kok enggak ya.πŸ˜‚

      Delete
    11. Taugenya udah kuborong, sekarang uda ga kena toge lagiii hahahahaπŸ˜‚

      Delete
    12. Wah caranya itu gimana suhu, ajarin dong biar ngga jadi juragan tauge.πŸ˜‚

      Delete
  13. Halo Mas Agus. Salam kenal, aku devina. Baru kali ini mampir ke sini nih 😁
    Tiap mau mampir kesini aga takut2 buat baca, karena tentang horor gitu.

    Tapi karena anaknya penasaran, jd coba baca. Walaupun di awal2 ngeri karena mbak kunti, lama2 tetap lanjutin sampe tamat. Ternyata lucuu juga kak bikin saya ketawa ketimbang takut.

    Next mau coba baca2 lagi semoga ga takut πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bacae cerpen horor di sini di jamin ngga bikin takut tapi bikin ketawa dan senyum sendiri soalnya bukan horor murni tapi horor berbalut humor, mbak..hihihi

      Delete
    2. Iyaa bener kaak. Aku jadi ketawa-tawa pas baca. Padahal tokoh dalam ceritanya horor semua πŸ˜‚

      Delete
    3. Nah itu uniknya cerpen di blog ini..

      Delete
    4. Salam kenal juga mbak Devina.πŸ™‚

      Alhamdulillah kalo mbak senang bacanya, sengaja memang bikin cerpen horor gaya humor karena jika serem takutnya blog ini malah sepi.πŸ˜…

      Banyak juga cerpen lainnya disini, kebanyakan sih komedi karena aku suka humor, tapi ada juga yang horor beneran sih.πŸ˜ƒ

      Delete
    5. Makasih banyak mas Kal El sudah mempromosikan, ini uang 50 ribu buat beli cilok, tapi uang monopoli. Ngga apa-apa kan? πŸ˜‚

      Delete
  14. ngobrol sama setan kaya ngobrol sama temen sendiri, hebat sekali mbak heni ;D, setanya juga di ajak ngobrol lucu-lucu, pantes aja gak ada yg takut wkwkwk :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya pengin memasukkan lainnya seperti tuyul, genderuwo dan sundel bolong yang nyamar jadi Asmirxxxxx tapi takut mas khanif ngambek karena yang terakhir jatahnya mas khanif.πŸ˜‚

      Delete
  15. Wahhh udah lama banget nggak mampir.. begitu mampir.. Ehh,, ada yg fresh.. hahaha
    Kasian yah para hantu kena efek corona.. wkwkwk Emnk corona tuh nggk tau diri.. Lama amat mampir dimari. Cepet balik kek.. wkwkwk
    Yang sabar yah poci,,
    Mba Kunti,,
    Bang Pepet... Besok curi hapenya aja, nggak usah uangnya.. hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya Corona nya perlu diwawancarai juga biar ngga lama nongkrong di Indonesia ya mas. Kalo lama kasihan tuh bang Poci, bang Pepet sama mbak Kun.πŸ˜‚

      Delete
  16. Wih, template baruuu. Bagus kak Agus, semoga jadi semakin semangat untuk membuat cerpennya ya πŸ‘πŸ»

    Ngomong-ngomong, corona ini selain berdampak besar untuk manusia ternyata juga ke para hantu ya. Aku sampai kaget, babi ngepetnya aja bisa mengusap peluh dan pakai hand sanitizer. Caranya gimana itu? Wkwkw
    Tapi lumayan lah, penjualan hand sanitizer jadi meningkat karena yang beli bukan cuma manusia 🀣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah dapat template premium gratis kak, lumayan ngga usah beli.πŸ˜€

      Saya juga bingung, mungkin pakai hand sanitizer nya setelah berubah lagi jadi manusia kali. Kalo soal ngusap keringat mungkin pakai tangan gaib kali.πŸ˜‚

      Pantesan awal pandemi hand sanitizer jadi barang langka, ternyata diborong juga oleh bang pepet.πŸ˜‚

      Delete
  17. Pantesan seger blog sarilahnya. Template baru rupanya. kapaan yaa misis dewi dikasih template premium gratisan . eh jangan jangan malah diriku tidak bisa pakai hehe..
    semoga dengan template baru, makin semangat menulis ceritanya. Bisa jadi hiburan emak ini saat lelah hayati didera badai PJJ yang belum kunjung usai.
    Emangnya mbak kunti dan mas pepet saja kena dampaknya :)
    baru tahu lho ternyata mbak kunti itu perlu bayar kontrakan. Tadi pas baca jadi sambil inguk inguk plataran rumah saya, kan depannya ada pohon mangga gede dan waru tetangga yang agak ndoyong ke plataran kami. Jadi merinding, jangaan jangaan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah dapat template premium gratis Bu guru.πŸ˜†

      Wah, ternyata Bu guru depan rumahnya ada pohon waru doyong nya, hati hati mbak kalo malam suka ada penampakan.πŸ˜‚

      Delete
    2. Owww.. Sereem. Sudah weekend kok belum muncul ceritanya.
      Ohya mungkin adminnya masih sibuk wawancara hantu lain

      Delete
    3. Oh Bu guru nungguin update blog saya?

      Hiks, jadi terharu karena ngga nyangka.😭

      Sebenarnya dari kemarin sudah menulis cerpen tapi belum selesai baru 3/4 soalnya anak minta jalan-jalan terus Bu.πŸ˜€

      Delete
  18. Ngakak
    Pola pikir makhluk halus jaman now canggih juga ya kwkwkww

    Favoritku si Pocong kwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tentu saja, biar ngga kalah sama manusia maka mereka juga berusaha ikut tren bang Aul.πŸ˜†

      Delete
    2. Pocong itu barang memabukkan πŸ˜†

      Delete
    3. Itu mah pocongnya bang Satrio.πŸ˜‚

      Delete
  19. Akhirnya mendapat pekerjaan mewawancarai mahluk2 astral hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, mbak Nita pernah mewawancarai mbak Kun sama bang Poci juga? 😱

      Delete
    2. Aku wawancara bang pepet saja ah, siapa tahu dikasih duit warna merah dan biru 😍

      Delete
    3. Tenang saja mbak ntar dikasih satu gepok duit yang gambarnya pak Karno, tapi malamnya nanti ada yang datang gimana? 😱

      *Dikampung ada lho kejadian seperti itu.πŸ˜‚

      Delete
  20. Halo Mas, maapkan nih baru sempat berkunjung.

    Ternyata efek corona nggak berdampak pada manusia aja ya, mbak K sama Babi Ngepet juga. Wkwkw aku ngakak nih baca ceritanya, adaaaa aja idenya bikin cerpen.

    Kalau inget bang Poci, saya jadi inget pohon pisang dekat rumah nih. Pernah dilihatin sekali sama tu permen sugus πŸ˜… asli sampe sekarang masih sedikit trauma lewat pohon pisang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kasihan bang Pepet ya, gara gara Corona ini pendapatannya langsung turun kayak lagi mau perosotan. Tapi mudah-mudahan jadi insaf sih.

      Wah, beneran ada bang Poci di pohon pisang ya mbak? 😱

      Delete
  21. hebat betul mbak heni hahahahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Begitulah, mbak Heni is the best kalo masalah alam gaib.πŸ˜†

      Delete
    2. boleh hired as a paranormal crew hahahaah

      Delete
  22. seru juga mengetahui efek corona terhadap para dedemit.. bikin part 2nya dong,, pgn tahu kelanjutan kabar si kunti, apakah dia msh kos di sana atau udh diusir dan jadi setan gentayangan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, apa perlu bikin part 2 nya ya bang, soalnya ada dua orang yang minta bikin lanjutannya.πŸ˜ƒ

      Delete
  23. Aku penasaran mas, ini kalo udh dimuat dikoran, trus narasumbernya mau ditulis apa wkwkwkwkwk.aku ngebayangin baca beritanya: " Menurut Kuntilanak yang menjadi narasumber kali ini, pandemi Corona sangat memberi imbas negatif terhadap keberlangsungan hidup makhluk ghaib "

    πŸ˜‚πŸ˜‚ Korannya lgs dibredel

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya sih ngga mbak, kalo ditulis sumbernya dari mbak Kun malah jadi viral dan korannya langsung laku keras bahkan mungkin cetak ulang.πŸ˜†

      Delete
  24. Wahhh'sepertinya yang wawancari itu punya tugas khusus untuk bisa tanya-tanya sama mba-mba yang nangkring dan omom di phon pisang yaa.. Yahhh tapi buat mba kunti dan teman-temannya semoga lancar kerjaannyaa hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kalo mas Andrie mau bisa ikut wawancara juga nanti di kuburan angker yang ada pohon beringin tuanya.πŸ˜ƒ

      Delete
  25. Hahahaa... ternyata imbas Corona sampai ke kehidupan alam lain ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Begitulah, kasihan sekali ya, mana belum tahu kapan korona reda.πŸ˜‚

      Delete
  26. Yang merasakan pandemi ini tidak hanya manusia saja
    Cari duit susah, eh justru kena PHK
    Dan makhluk halus pun juga kena imbasnya
    kapan wabah ini cepat berlalu ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kasihan ya mas, karena Corona makhluk halus juga kena imbasnya seperti mbak Kun dan bang Pepet ini.πŸ˜‚

      Delete
  27. Oalaaahhh, makanya kok kayak ada yang lain di sini, ternyata ini pake template premium toh, cieeehhh :D

    Btw keren abis sih, bisa-bisanya terpikirkan kalau bukan hanya manusia yang terkena efek pandemi ini, bahkan si Mba Kukun dan lainnya pun juga kena, hahahaha.

    Lagian, kenapa kudu nongkrong di pohon sih si kukun itu? apa nggak takut dia ketiduran trus nggelundung jatuh? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah dapat template premium gratis dari pak Anton mbak.😁

      Kurang tahu tuh kenapa mbak Kun sukanya nongkrong di pohon ya mbak, kenapa ngga pindah saja ke hotel gitu, kan aman dan nyaman asal bayar tiap malam.πŸ˜†

      Delete
  28. Wkwkwk ternyata efeknya corona ini sampe ke dunia makhluk halus ya? Bagus sekali kisahnya bikin ngakak.. tapi maaf saya ingin bertanya, babi ngepet atau bang Pepet itu makhluk apaan ya? Babi jadian ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bang Pepet atau Babi ngepet itu memang babi jadian mbak, jadi semacam pesugihan gitu, bersekutu dengan makhluk halus biar dapat kekayaan.

      Begitu yang aku dengar dari orang orang.

      Delete
    2. Ini sebenarnya kali pertama saya mengetahui namanya bang pepet. Kalau di Malaysia itu biasanya harimau jadian atau buaya jadian.

      Delete
  29. p/s saya tak boleh comment di entry baru. donno why..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh kok mbak Anies, mungkin sedang gangguan internet

      Delete
  30. hehehe .....oh, begitu toh....

    Keren imajinasinya.

    ReplyDelete
  31. duh corona telah berdampak pada semua elemen kehidupan :( semoga cepat kelar. Kasian poci sm mbak kunti kehilangan marwahnya sebagai hantu :(

    ReplyDelete