Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Telepon dari alam gaib


 Sudah beberapa hari ini aku tidak memegang hape, padahal benda tersebut sebelumnya selalu dekat denganku. Beberapa temanku yang masih satu pabrik denganku pada bertanya.

"Nit, memang hapemu dijual ya. Kok aku telepon tidak diangkat. Padahal kemarin aku mau ajak kamu jalan jalan ke mall." Ujar temanku Lia.

"Nita, kok kemarin aku WA kamu ngga dijawab. Aku ada perlu, bagian produksi kena tegur karena hasilnya menurun. Kita perlu diskusi jika nanti dipanggil atasan jadi bisa saling support." Begitu kata Dewi, temanku yang merupakan kepala bagian produksi.

Terpaksa aku lalu berterus terang padanya, teman sekaligus atasanku. Terserah ia mau menganggap aku kolot dan percaya takhayul atau tidak. Tapi aku rasa ia tidak akan mengolok-olok karena ia adalah sahabat karibku yang baik, berkat dia aku bisa mendapatkan pekerjaan di pabrik tempatnya bekerja dan sebagai gantinya aku kadang mentraktir nya kalo gajian dan hal itu membuat kami akrab.

Selesai sholat maghrib aku lalu menuju rumahnya, sambil membawa smartphone milikku. Setelah mengucapkan salam yang dijawab oleh tuan rumah aku pun memberi tahu alasannya kenapa aku sekarang jarang bisa dihubungi.

"Maafkan aku mbak Dewi, aku akhir akhir ini susah dihubungi karena jarang bawa hape, aku lagi trauma pegang ponsel."

Tentu saja Dewi terkejut. Ia lalu bertanya mengapa aku trauma. Akhirnya aku jelaskan kronologinya.

Aku memiliki teman dekat yang namanya Sisca. Ia adalah teman dari kecil saat SD sampai SMA. Waktu kuliah memang mereka pisah karena Sisca melanjutkan pendidikan di Jakarta sedangkan ia tetap di kota ini tapi tak mengurangi persahabatan mereka karena saling berhubungan lewat hape, baik telepon langsung ataupun chatting. Kalo sudah menelepon bisa berjam-jam karena saling curhat.

Bukan cuma lewat telepon tapi aku juga kadang main ke tempatnya di Jakarta karena kangen dan juga ingin melihat seperti apa kota Jakarta itu. Suatu hari Sisca memberi kabar kalo ia diterima bekerja di sebuah perusahaan yang terkenal dan karena ia kreatif dan royal pada perusahaannya maka cepat naik pangkat dan sering dapat bonus. Aku tentu saja senang mendengarnya, karena ia kadang mengirimkan hadiah untuk ku.

"Wah, enak dong kamu sering dikasih hadiah." Ujar Dewi.

Aku agak malu juga." Namanya juga teman baik mbak. Aku juga kadang mengirim ia hadiah juga kok."

"Terus apa hubungannya dengan kamu takut telepon?"

"Ya sabar mbak, ini aku mau lanjutkan." Ujarku agak dongkol juga.

Hingga suatu hari ia menelpon kalo ia merasa ada seseorang yang mengawasi tapi anehnya tidak kelihatan. Ia cerita saat telepon denganku merasa diawasi dan merasa merinding. Mungkin hanya perasaan mu saja, begitu hiburku.

Seminggu kemudian ia menelpon kalo ia sakit di bagian dada. Anehnya saat ia periksa ke dokter spesialis katanya baik-baik saja tidak ada sesuatu yang berbahaya. Aku sendiri hanya bisa mendoakan semoga ia cepat sembuh. Tapi sayangnya harapan tinggal harapan, ia tetap sakit dan karena sakitnya itu akhirnya ia keluar dari perusahaan tempatnya bekerja. Ia menelpon ku dengan menangis, aku hanya bisa menghiburnya saja lewat telepon. Aku lalu mencoba menyarankan bagaimana kalo berobat ke orang pintar, ustad atau kyai begitu tapi ia diam saja, mungkin kurang percaya hal gaib.

Hingga kemudian datang sebuah kabar yang mengejutkan, Melly adiknya memberi tahu kalo Sisca kakaknya sudah meninggal di Jakarta dan akan dikebumikan di kampung halamannya tapi sayangnya karena terkendala biaya ambulans yang mahal akhirnya ia dikuburkan disana. Aku tentu saja menangis mendengar kabar tersebut. Aku hanya bisa mengirimkan doa saja dari jauh.

"Turut prihatin juga Nit." Ujar dewi bijak.

"Makasih mbak." Nita lalu menghapus air mata yang jatuh tanpa terasa.

"Terus, apa hubungannya dengan telepon?"

Sejak ia meninggal dunia, tepat hari ketiga sehabis isya tiba-tiba ada telepon masuk dari nomornya. Aku yang waktu itu sedang kalut hanya mengangkat saja tanpa melihat siapa yang menelepon. Baru ketika menerimanya aku syok karena itu adalah suara Sisca.

"Nita, tolong aku Nit, aku ingin pulang." Begitu bunyi nya.

Tentu saja aku histeris karena takut. Ketika aku lihat ternyata itu memang nomornya. Aku tentu saja merinding.

Esok paginya aku lalu pergi ke keluarga nya dan menceritakan hal tersebut, tapi mereka bilang mungkin hanya orang iseng. Aku lalu menceritakan kalo itu memang suaranya tapi mereka seperti tidak percaya. Akhirnya aku hanya bisa pasrah dan berangkat bekerja.

Tapi malam harinya ia telepon lagi dengan masih perkataan yang sama, meminta tolong ingin pulang. Aku yang takut langsung saja mematikan hapenya, tapi anehnya tiba-tiba hapenya menyala sendiri dan ada panggilan masuk lagi darinya.

Mendengar hal itu Dewi pun ikut merinding." Kamu jangan menakuti ah, aku paling penakut hal ini."

"Sumpah mbak, demi Allah aku tidak bohong." 

"Aduh bagaimana ya, kamu sudah coba cek lagi, siapa tahu memang orang iseng yang pakai hapenya lalu menyamar sebagai dia."

"Aku coba tanya pada adiknya, dia juga tidak tahu dimana hape kakaknya. Akhirnya aku minta ia menelpon nomor itu tapi anehnya tidak tersambung." Jawabku.

"Kamu menelponnya kapan?"

"Tadi pagi, mbak mau menelpon Sisca pakai nomor mbak?" 

"Ogah." Ia menjawab cepat-cepat.

"Tadi pagi aku coba untuk setting agar bisa rekam suaranya kalo menelpon lagi, barang kali bisa buat bukti biar keluarga percaya. Siapa tahu..."

Belum sempat aku menyelesaikan perkataan ku tiba-tiba sebuah telepon masuk. Aku langsung saja histeris, begitu juga Dewi dan ponselku tanpa sadar jatuh. Karena berdua dengan temanku maka aku tidak terlalu takut, kucoba melihat siapa yang menelepon dengan hati deg degan. Begitu melihat namanya aku segera mengangkatnya.

"Selamat malam pak." Ucapku pada penelpon yang ternyata adalah Eko, atasanku dan juga Dewi yang merupakan orang kantor.

"Nita, kamu nanti sore habis pulang kerja ada waktu tidak?" Tanyanya dengan suara ramah.

"Maafkan aku pak, aku lagi tidak enak badan." Jawabku singkat lalu pura-pura tidak dengar ketika ia sedikit marah. Ku letakkan ponselku agar suaranya tidak terdengar, Dewi sendiri hanya tertawa kecil melihat hal itu, tak lama kemudian ia memutuskan teleponnya.

Pak Eko memang ulet mengejar ku, orangnya ganteng dan penampilannya selalu berwibawa di depan anak buahnya tapi sayangnya ia punya satu kelemahan yaitu sudah punya istri dan dua orang anak.

Aku sendiri tidak mungkin dengannya karena sudah punya kekasih yaitu Doni, teman kuliahku dulu. Walaupun ia tidak sekaya pak tapi setidaknya ia mengerti sifat ku dan aku nyaman dengannya. 

Cuma namanya manusia ada saja kekurangannya yaitu ia tidak terlalu percaya hal gaib. Ketika aku curhat tentang telepon misterius itu, ia hanya mendengarkan saja. Katanya zaman sudah canggih dan ilmu pengetahuan sudah maju, masa masih percaya hantu, begitu katanya. Aku pun ngambek dan melihat aku marah maka iapun memberikan solusi, bagaimana kalo aku merekam suara panggilan dari Sisca nanti, biar keluarganya percaya, walaupun menurutnya itu hanyalah pekerjaan orang iseng. Pacarku itu sebenarnya juga sudah beberapa kali bertemu dengan Sisca terutama saat lebaran dan ia pulang kampung, jadi teman akrabku itu bukan orang asing baginya.

Telepon kembali berdering. Dengan agak kesal aku mengangkatnya, mungkin dengan sedikit agak kasar kali ya biar orang kantor itu tahu aku tidak tertarik dengannya dan kapok.

"Dengar pak, aku..."

Suaraku langsung terputus, diseberang sana bukan suara orang kantor itu tapi suara seorang perempuan yang kukenal.

"Nita, tolong aku nit, aku ingin pulang..."

Ponselku tanpa sadar langsung terjatuh tanpa aku sempat memencet tombol untuk merekamnya. Jangankan merekam, mendengar suaranya saja sudah membuatku takut bukan main. Dewi yang ada di sampingku juga tidak kalah ketakutan karena suara itu membuatnya ikut merinding.

"Nita, tolong aku nit. Aku ingin pulang...pulang...pulang!!!" Katanya berulang-ulang membuatku hampir semaput tak sadarkan diri.

Brak, pintu rumah tiba-tiba terbuka lebar dan sesosok tubuh berdiri di depan pintu membuat aku dan Dewi berteriak histeris sambil berpelukan. Aku sendiri langsung memejamkan mata takut membayangkan arwah Sisca ada di depanku.

"Apa-apaan kamu Doni, kenapa tidak ketok pintu dulu tapi malah langsung main dobrak saja." Dewi berteriak keras pada tamu tak diundang itu yang ternyata adalah pacarku sendiri.

Doni berdiri di depan pintu dengan nafas memburu." Maaf mbak Dewi."

Melihat keadaannya aku merasa ada yang tak beres. Aku pun lalu langsung memegang tangannya." Kamu kenapa mas?" Tanyaku cemas.

"Aku tadi mau mampir ke rumahmu sayang untuk mengajak jalan-jalan agar kamu tidak pusing mikirin telepon hantu itu. Aku ke rumahmu tapi kata ibumu kamu kesini. Akhirnya aku pun menyusul kesini. Di tengah jalan saat melewati rumah Sisca aku melihat seorang perempuan sedang berdiri di depan rumahnya, karena mengira itu kamu maka aku pun menghampirinya. Tak kusangka ternyata itu adalah.." Pemuda itu menghentikan dulu ceritanya.

"Siapa dia mas?" Kami berdua kompak bertanya.

"Dia Sisca. Ia melihatku dengan mata merah seperti melotot. Tentu saja aku langsung kabur ketakutan." Doni menjawab dengan nafas masih ngos-ngosan.

Tentu saja aku dan Dewi terkejut dibuatnya.

Akhirnya kami bertiga memutuskan untuk langsung ke rumah orang tua Sisca malam itu juga. Ketika kami sampai rumah tersebut tampak ramai padahal sudah lewat tujuh hari.

Ketika masuk akhirnya kami pun akhirnya tahu mengapa rumah tersebut ramai. Malam itu Melly, adiknya Sisca baru pulang dari temannya ketika melihat seseorang di depan rumahnya. Ia tadinya mengira kalau itu adalah temannya tapi ketika mendekat, ia langsung teriak histeris dan jatuh pingsan. Orang tuanya tentu saja kaget dan keluar. 

Setelah sadar barulah Melly bercerita kalo tadi kakaknya itu ada di depan rumahnya. Tentu saja kami bertiga yang mendengar ceritanya jadi terkejut. Akhirnya Doni pun berbicara dengan kedua orangtuanya bahwa bukan cuma Melly, tapi kami bertiga pun diganggu olehnya.

Akhirnya setelah berkonsultasi pada seorang kyai diputuskan bahwa jenazah Sisca yang ada di Jakarta akan dibawa pulang ke kampung halaman, mungkin karena keluarganya ada disini sehingga ia ingin dimakamkan di kampungnya. Aku, pacarku, dan Dewi juga ikut menyumbang karena tahu keluarga mereka tidak bisa membawa pulang almarhumah Sisca karena terkendala biaya. Tak lupa kami pun mencoba menggalang dana di pabrik kepada teman-teman, Alhamdulillah terkumpul uang yang sudah lebih dari cukup untuk membawanya pulang dengan ambulans.

Setelah tiga hari kemudian sebuah mobil ambulans akhirnya tiba di rumahnya. Ketika keluarganya membuka peti mati untuk mengurus jenazah mereka kaget karena ponsel kesayangan anaknya itu ada didalamnya. Ponsel itu sendiri sudah mati karena kehabisan baterai, entah bagaimana caranya benda itu bisa ada disana. Aku dan pacarku hanya bisa saling pandang saja.

Syukurlah sejak ia dimakamkan di kampung sendiri tidak ada lagi gangguan telepon gaib. Ponselnya sendiri akhirnya ikut dikuburkan, bukan di dalam kuburannya tapi di konter atau dijual untuk menambah biaya selamatan untuknya. Salah satu kekurangan Sisca adalah ia agak pelit pada orang tuanya padahal gajinya lumayan di Jakarta tapi kalo mengirim uang untuk bapak ibunya hanya seadanya. Aku sendiri tentu saja tak enak jika ingin menasehatinya karena itu bukan urusanku.

Suatu siang seminggu setelah itu Doni pacarku iseng mengajakku untuk mencari tahu dimana ponsel temanku itu. Tentu saja aku ogah tapi ia bisa membujukku dengan alasan hanya sekedar tahu saja, tidak akan dibeli. Amit-amit kalo sampai membelinya.

"Wah, sudah laku hape kemarin yang dulu dijual oleh temanmu mbak. Sudah dibeli oleh seorang bapak." Begitu kata tukang konter. Kami mengucapkan terima kasih lalu pergi jalan-jalan.

Setelah puas jalan jalan akhirnya sehabis isya kami berdua memutuskan untuk pulang tapi ia minta aku untuk makan kupat glabed dulu untuk makan malam. Aku pun setuju lalu kami pun mencari tukang kupat di alun-alun.

Saat kami sedang asyik makan tiba-tiba sebuah panggilan masuk ke hapeku. Aku kaget karena itu adalah telepon dari hapenya dia. Aku mencolek pacarku.

"Biar aku yang angkat, siapa tahu bapak-bapak itu menemukan nomor kamu di kontak tersebut dan iseng nelpon." Jawabnya. Aku langsung memberikan hapeku dan terdengar sebuah suara seorang bapak-bapak seperti dari kejauhan.

"Tolong aku... Tolong aku... Tolong aku!!!"

TAMAT

Agus Warteg
Agus Warteg Hanya seorang blogger yang ingin berbagi pada dunia terutama tentang film dan serial tv, suka nonton film tapi lewat gadget terutama handphone

60 comments for "Telepon dari alam gaib"

  1. hpnya apa ya mas?? jaga-jaga supaya saya ngga beli hp bekas dg merk dan tipe tsb, takutnya nanti giliran saya yang diteror hp sisca :D

    ReplyDelete
  2. Waduh, semakin canggih zamannya, hantu juga ikutan canggih, bisa main hp sekarang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hantu sekarang juga upgrade kemampuan bisa menelpon dari alam gaib bang.🀣

      Delete
  3. boleh daaya dapatkan nombor telefon hantu tu? mau berkenalan eratkan silaturahimπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan hubungi Nita mbak Anies kalo mau tahu nomor telepon nya Sisca.πŸ˜‚

      Delete
  4. #celingak celinguk...

    kok??...tak kudapati nama dahlan dan satria ya seperti di draft yang diperlihatkan kemaren wakakkaka, oh ganti nama ya ternyata mas πŸ™„πŸ€­

    jadilah muncul kandidat nama pak eko dan juga doni haha

    ow ow, mengapa ya arwah qorinnya sisca masih nyangkut di bumi? berulang kali minta tolong dipulangin pula, adakah suatu urusan yang belum selesai di dunia ini hingga menghambatnya sampai ke atas sana? oiya, pas di Jakarta itu ceritanya Siscanya sudah dikubur apa masih disemayamkan di kamar jenazah RS mas? #abis itu aku langsung kepo berapa sih sewa ambulance dari jakarta ke kampung halaman hmmm πŸ™„πŸ€”

    endingnya itu.... si bapak pembeli hape sisca apakah dia akhirnya mati juga seperti sisca, ataukah sisca menyatroni bapak tersebut dan akhirnya ikutan ngecalling nita dan minta tolong?

    prediksiku sih si bapaknya tewas juga kali ya mas πŸ˜ŒπŸ˜£πŸ˜–, kasihan, hape pembawa kutukan dan petaka πŸ₯ΊπŸ˜±

    #tapi aku jadi ingat film horror thailand 4phia mas yang mana seorang cewe diteror jenazah cowo dengan hape yang tertinggal di peti matinya πŸ˜†

    #endingnya ku jadi lapar nih
    #penasaran ama kupat glebet, gimana ya rasanya πŸ€”πŸ€€πŸ€€



    ReplyDelete
    Replies
    1. Anu mbak, karena habis dikasih kuota makanya aku ganti namanya biar nanti ngga komentar sueee.πŸ˜‚

      Diceritakan kalo di Jakarta udah dikubur tapi tidak ada yang ngurus kuburannya mbak soalnya, jadinya kangen pengin dikubur kan di kampung saja biar bisa dekat sama Nita.πŸ˜‚

      Emang berapa sih mbak harga sewa ambulans dari Jakarta ke kampung halaman? Pengin tahu juga.

      Sepertinya bapaknya didatengin Sisca lalu kena kecelakaan dan mati. Terus kenapa minta tolong juga kurang tahu, mungkin Nita bisa kasih tahu.πŸ˜‚

      Wah saya malah belum pernah nonton film Thailand itu, rame ya?

      Delete
    2. assalamualaikum tok tok....eh kok tetiba gelap yah πŸ˜±πŸ™„πŸ€”

      o

      o

      ow...

      ternyata lampunya belom dinyalain, "ctet !" ooh ada mode dark dan tidak nya sekarang, pas juga sih buat bacaan pengantar bubuk yaitu teror hape arwah sisca xixixiixix, kalau mode darknya dinyalain hahha πŸ˜‚πŸ€£

      etapi jujur aku agak kagok ama template yang ini ya, rasanya masih blom muvon dari template merah kemaren wakkakak, ntar juga lama lama terbiasa mbulll

      oooemmjiii, knapa sisca masih mengejarku? hahhahasemb ih, kita udah beda alam sisca..πŸ˜«πŸ˜–πŸ₯΅, merinding bulu roma ku dikangenin sisca yang telah menjadi arwah ohooho

      oiya aku nda tau sih berapaan sewa ambulance ckckck, tapi penasaran juga

      kayaknya sih iya tuh bapak ada aja apes kena tulah sisca yang masih belum tenang jiwanya

      film 4bhia ding mas, ralat tapi aku nulis 4phia, iya itu horror lama thailand, ceritanya mini horror 4 babak beda beda tema, nah cerita pertama itu cewek abis kecelakaan dari taxi karena nabrak seseorang lalu kakinya digips...dan dia jomlo, karena kesepian dia dapet kenalan dari nomor ga dikenal e taunya nomor tersebut adalah nomor jenazah pria yang tiwas ditabrak taxi tu cewek mas...hapena masih hape nokia zadoel ketinggalan di peti mati lalu medinya ngedatengin rusunnya si cewek hiiiy sereeem πŸ˜†πŸ˜†

      Delete
    3. Waalaikumsalam mbak...

      Mungkin gelap karena kacamata hitamnya belum dilepas mbak.πŸ˜‚

      Template yang kemarin itu kadang tombol share menutupi judul artikel mbak, jadinya diganti yang ini.πŸ˜€

      Mungkin hapenya belum lunas kali makanya masih minta tolong mbak Nita terus.😁

      4phia sepertinya pernah baca sinopsisnya tapi belum pernah nonton filmnya. Coba mbak review filmnya.πŸ˜€

      Delete
    4. ooo ternyata seperti itu ya...hmmm

      ok

      Delete
    5. Iya mbak seperti itu, memang seperti itu πŸ™‚ (walaupun bingung yang seperti itu yang mana.πŸ˜‚)

      Delete

    6. wow sudah ramai ya

      ya sudah saatnya mbul pulang lagi...biar yang lain saja yang meramaikan

      biar nda isinya mbul semua hehe

      permisi dulu

      hohoho.....

      πŸ₯Ί









      Delete
    7. Oke mbak, hati hati dijalan ya, soalnya tuh di belakang ada yang ngintili.😱

      Delete
    8. waaaaaaaakkk siapa yang ngintilin akooohhh 😱😱, ga mauk balik cepet ah aku mau nongkrong di blig ini agak lamaan hhhahahahhahahhahahahah

      Delete
    9. Kayaknya yang ngintili mbak mbul itu yang biasa dipanggil...

      Datang tak dijemput
      Pulang tak diantar

      😱😱😱

      Delete
    10. woooooottts...diintilin jelangkung jelangsep? iiiiiii tatuuud...#jadi pengen pelukan ama orang, eh adanya pohon yadah pelukan ame pohon hhahahhahahahha πŸ˜‚πŸ€£πŸ˜±πŸ˜±

      Delete
    11. Bukan jaelangkung mbak.

      Datang tak dijemput
      Pulang tak diantar

      Itu adalah....

      Pengamen.πŸ˜‚

      Delete
  5. Waahh Smartphone pembawa maut...Kira2 apa Merk Smartphone si Sisca jangan2 Samsung M51 kali...😳😳😳😳

    Bisa jadi belum lunas kali tuh jadi sisca Gentayangan minta dilunasi baru arwahnya tenang.πŸ€£πŸ€£πŸƒπŸƒπŸƒπŸ’¨

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah jawaban yang jenius kang, baru kepikiran jangan-jangan memang itu hapenya belum lunas.πŸ˜‚

      Delete
  6. nit nit .... nit nit .... nit nit .... kaya nada dering

    ReplyDelete
  7. Tumben ya, baca ini nggak merinding kayak biasanya, apa karena saya nebaknya sisca belum mati ya, alias salah kabar :D

    Eh ternyata mati beneran.
    Ternyata kuncinya di situ, nebaknya ke arah hal-hal yang sebaliknya, yang ga serem hahahaa.

    Btw, ngomongin orang meninggal, saya pernah hampir pingsan, waktu itu 40 malam apa 7 hari nenek saya ya?
    kakaknya mama yang mirip banget nenek saya datang, pas magrib-magrib gitu, dia nongolin wajahnya di jendela, agak pucat nggak pake bedak karena abis mandi, astagaaaaa.. kami pikir dia nenek yang meninggal, jantung rasanya mau lompat, untung saya telan kembali hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya mbak Rey lagi dapat job banyak jadinya hati senang, baca cerpen horor jadinya biasa saja.πŸ˜†

      Wah serem amat ya, pasti dikira nenek balik lagi ke rumah karena kangen sama mbak Rey.πŸ˜‚

      Delete
    2. Mbaa reeey aku ngakaakkk πŸ˜‚πŸ˜‚ ga kebayang kagetnya karena ngiranya nenek dateng lagi, eh tau2..

      Delete
    3. Kalo aku bisa langsung semaput mbak.πŸ˜‚

      Delete
    4. Aamiin ya Allah, abis ini si Rey ketimpukan banyak job dengan nominal fee yang membahagiakan, aamiin ya Allah :D

      wakakakaka, nah iyaaa...
      Sumpah kalau bukan kami hormat ama tante saya itu, rasanya pengen lemparin pirin gitu, bikin jantungan banget :D

      Mana nenek saya itu memang semasa hidupnya ya gitu, suka nongol tiba-tiba tanpa suara.
      Eh bentar, jangan-jangan waktu itu memang nenek saya yang datang, tapi menyamar pakai wajah tante saya.

      Nah loh, sekarang saya merinding dah wakakakaka

      Delete
  8. Eh, nama aku jadi pemeran figuran di sini. Nggak nyangka euy!! Hahaha. Suatu kehormatan bisa menjadi pemeran figuran di cerpen Kak Agus. Terima kasih atas kesempatannya ya :D

    Btw, aku kira kali ini akan ada plot twist, siapa tahu beneran Sisca masih hidup dan mayatnya itu orang lain, tapi ternyata bukan >.<
    Ending ceritanya malah bikin penasaran, ada apa dengan sang bapak sampai juga meminta tolong wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo kak Lia senang nanti aku jadikan pemeran utama cerpen. Pemeran utama sebagai Miss K yang suka nangkring di pohon waru doyong.🀣

      Endingnya saya juga penasaran, kenapa bapak bapak itu minta tolong sama Nita ya? πŸ€”

      Delete
    2. WKWKWKW tega nian Kak Agus!! Jangan dong ah~ kalau seperti itu, aku ndak mau. Aku takut 🀣

      Eee, coba dipanggil lagi itu Nita-nya, nanti kita interogasi bareng kenapa bapak-bapak itu nelfon dan akhirannya gimana 🀣

      Delete
    3. Nitanya belum datang juga nih kak, apa perlu bakar menyan dulu ya agar mau datang.πŸ˜‚

      Delete
  9. ha sae samsung galaxy bang
    etapi ini serem lo emang
    kemarin aku liat acara TV di Filipina ada arwah anak kecil yg suka ganggu suara telepon bisnis di kantor
    dan ternyata anak itu mati sambil bawa ponsel
    kok ya pas

    eh iya itu siapa yang minta tolong pas terakhir heuheu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti aku hapus saja ya mas, takutnya nanti malah jadi jelek imejnya, yang penting tulis hapenya saja gitu ya, makasih sarannya mas Ikrom, eh pak guru.

      Delete
  10. penasaran gue sama provider yang dipake sama si hantu apa? kalo murah-murah paketnya gue mau beli wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Barangkali saja ada paket internet murah via alam gaib ya kang.πŸ˜†

      Delete
  11. Mengerikan pas penampakan di depan rumah itu dengan mata merah, gak kebayang mas saya baca artikel cerita ini pada posisi lampu kamar mati, huhhh...

    Kirain hapenya dikubur juga tadi, tenyata dikubur dalam konter whakaka☺☺☺

    Tapi kayaknya itu sebuah azab mas, azab pelit sama orang tua sendiri. Mungkin ya.

    Oh iya salam buat pak Eko yang ganteng dan berwibawa ya mas hehe

    Seru... πŸ‘

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enaknya baca cerpen horor itu sambil mati lampu mas Andi. Biar lebih terasa Horornya.πŸ˜‚

      Nanti kira kira tayang di Indosiar tidak ya cerpen azab ini.πŸ˜†

      Eh, baru nyadar kalo namanya ada Eko juga.πŸ˜‚

      Delete
    2. loh ini...pak ekonya ada ahahhaha πŸ˜„πŸ˜„

      Delete
    3. Ingatnya cuma nama depan Andy saja mbak, susah nyari nama yang tidak dipakai blogger lain.πŸ˜‚

      Delete
  12. Jangan2 itu hp nya sebenarnya ada kutukannyaa πŸ˜† Sampai sisca dan bapak2 di sana hobi banget minta tolong. Hehehe..
    Eh aku penasaran hp nya sisca pake operator apa ya Mas Agus? Sampai sinyalnya masih kuat gt dr dalem peti.. πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah tumben mbak Ica baca horor tapi ngga takut.πŸ˜€

      Kurang tahu juga, tapi kirain aku hapenya Sisca belum lunas makanya minta tolong Nita untuk lunasin.πŸ˜‚

      Mungkin operator yang warna hijau itu kali ya yang sinyalnya kuat.😁

      Delete
    2. Karena sama kaya Mba Rey, aku kira plot twist sisca itu ga mati. Krna kan Nita ga dateng lngsng ke pemakamannya di luar kota. πŸ˜‚ Eh baru nyesel baca pas nyampe bagian pacarnya Nita ketemu hantu sisca πŸ˜†πŸ˜†

      Delete
    3. Oh pantesan berani baca malam hari. Tapi bagus sih jadinya ngga takut.πŸ˜€

      Delete
  13. Berarti kabar bagus tuh mas di alam sana ada provider dan juga jaringan.

    Perkembangan jaman kali yah jadi kalau yang disana kangen bisa langsung call saja..

    Kemajuan zaman yah..

    Tolong tanyain mas disana ada tipi kabel ga mas..😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo tivi kabel sepertinya belum ada pak, adanya layanan go food, kan sering tuh berita tukang gojek dapat pesanan makanan, giliran didatangi alamatnya ternyata kuburan.πŸ˜‚

      Delete
  14. Wah ini yang horror hape nya Sisca nih. Jangan-jangan jadi hape keramat 😱😱😱😱.

    Ngomong-ngomong setan jaman sekarang melek teknologi ya, Mas. Cara nakut-nakutinnya pake teknologi terkini. Tapi itu masih untung cuma telepon biasa, gak video call.πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya kalo mbak Roem yang ditelepon pakai video call mbak, biar lebih terasa horornya.😱

      Delete
    2. Yah, jangan lah mas. Ngeri banget. Biar Mas Agus aja deh yang divideo call makhluk halus. Soalnya kan Mas Agus lebih pemberani. Sekalian biar bisa dibuat konten, mas. Hehehehe.πŸ™ˆπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
  15. Provider nya hrs dicari itu mas. Kereeeeen, dr dlm tanah bisa nyala ekwkwkwkwkwk. kalo hpnya biarin aja :p. Mau hp canggih tp provider ubur2, ttp aja lemot pasti :p.

    Kamu bisa ajaaaa kalo bikin cerita horor hihihihi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lagi iseng saja mbak, kemarin baca berita katanya ada tukang gojek dapat pesanan makanan giliran didatangi alamatnya ternyata kuburan, jadinya iseng bikin kayak gini.🀣

      Delete
  16. Horror juga kalau dapat telepon dari dalam kubur. Jaringannya bagus, ada layanan telepon dari dalam kubur 🀣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hantu sekarang juga melek teknologi kang, biar ngga kalah sama manusia.πŸ˜ƒ

      Delete
  17. Eh, ternyata hantunya bisa telponan ya. Mungkin pengen menjaga silaturahmi mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak, biar hubungan ngga putus biarpun sudah beda alam ya mbak.πŸ˜‚

      Delete
  18. Hallo mas warteg...sy wahid penghuni blog MM. Kunjungan pertama di blog sampeyan. Kebetulan sy suka baca cerita horor. Hihihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo juga pak guru.πŸ˜ƒ

      Alhamdulillah kalo senang baca cerita horor pak. Maaf kalo cerpennya agak ngawur jalan ceritanya.πŸ™‚

      Delete
  19. Bahahaha,, tegang sekali yah saya bacanya.. Pagi2 buta masih dalam posisi rebahan lagi asik baca cerpen karya Mas Agus Warteg.. Seperti biasa. 1 kata buat cerpen ini bagus, meskipun tokoh dalam cerita agak banyak. Jadi, saya yg emnk otaknya udh lola. harus scroll atas biar ngerti ini siapanya siapa... wkwkwk

    ReplyDelete
  20. Sekarang penelpon gaib yang sering mampir ke nomerku ada saingannya, tapi bedanya sisca minta dipulangin lah ini ceritanya mau ngasih uang tapi kudu kita yang transfer (au ah gaib 🀣)

    ReplyDelete
  21. Itu jaringannya canggih banget, Mas Agus. Cocok buat dipakai di tempat-tempat yang jauh dari kota. Kalau ke alam gaib aja bisa lancar gitu, apalagi cuma buat dipakai nelpon di dunia fana. :D

    ReplyDelete