Cinta sampai mati episode 4
Aauuunggg, suara anjing di kejauhan menyadarkan Herman dari lamunan. Setelah mengusap wajahnya ia lalu menuju makam yang dicarinya. Beruntung baginya karena kuburan itu tidak dijaga, selain itu juga bulan purnama sehingga suasana tidak terlalu gelap. Heran juga karena biasanya jika ada anak yang mati hari Jumat ada yang menjaga. Ah, tentu karena keluarga bi Saniah orang tidak mampu sehingga tidak bisa mengupah seseorang. Pak Karto suaminya juga sepertinya acuh tak acuh, maklum ia punya anak lainnya berjumlah delapan orang yang juga harus diberi makan, kehilangan seorang anak tidak terlalu berpengaruh apalagi ia hanya tukang becak.
Dengan tergesa-gesa akhirnya ia berhasil juga mencuri mayat bayi itu. Segera saja ia membawanya setelah merapikan kuburannya kembali. Keluar dari pemakaman tiba-tiba ia merasa ada seseorang yang membuntutinya. (Baca cerita sebelumnya Cinta sampai mati episode 3)
Ia menengok ke belakang, tak ada apapun di belakangnya. Hatinya lega, ternyata itu cuma perasaannya belaka.
Dengan langkah cepat ia segera ke belakang rumah pak lurah Agus. Disana kepala desa itu sudah menunggu, lengkap dengan beberapa ramuan tradisional yang ada di sebuah wadah. Ada akar bahar, kembang melati, kayu Cendana, dan bahan lainnya yang tidak dikenal Herman. Selain itu ada juga cairan berwarna hitam pekat.
Ia segera membuka kain kafan yang melilit mayat bayi berumur dua minggu itu lalu meletakkan tubuhnya di sebuah wadah yang sudah disiapkan. Lurah Agus memasukkan semua bahan itu kedalam wadah berisi bayi, lalu terakhir ia menuangkan cairan berwarna hitam itu, bau anyir langsung menusuk hidung. Jika baru pertama kali mencium bau tersebut pasti muntah, beruntung Herman sudah beberapa kali sehingga biasa saja.
Semenjak mengabdi pada pak lurah, Herman sudah beberapa kali melakukan ritual seperti ini agar majikannya itu memiliki ilmu kebal. Biasanya kalo tidak ada aral melintang 5-7 tahun sekali baru dibuat mayat bayi ini, tapi kalo ada halangan secepatnya harus membuat yang baru, seperti yang dilakukan kali ini.
* * *
"Jadi pak lurah memiliki jimat berupa mayat bayi agar membuatnya kebal?" Tanya Pratiwi seakan tak percaya. Saat ini ia bicara dengan pasiennya itu di sebuah taman di rumah sakit
Satria mengangguk." Aku melihatnya dengan kepala sendiri."
Saat itu Satria baru menikah hanya dengan modal nekad. Cintanya pada Nita tidak di restui oleh calon mertuanya karena ia anak yatim-piatu plus miskin lagi.
Pemuda itu bekerja sebagai salah satu buruh di sawah milik pak Burhan. Saat sedang bekerja bersama pak Burhan itulah kadang Nita, anak gadisnya yang berusia 17 tahun datang mengantarkan makanan untuk bapaknya. Satria yang melihatnya langsung jatuh cinta.
Sebenarnya sejak kecil ia dan Nita satu sekolah dasar tapi begitu tamat SD, gadis itu disekolahkan orang tuanya di kota untuk melanjutkan SMP dan SMA. Ia dititipkan pada bibinya yang kebetulan hanya memiliki satu anak.
Satria sendiri setelah lulus SD tidak sekolah lagi karena kedua orang tuanya meninggal. Bapaknya tidak sengaja tergigit ular beracun saat di kebun dan meninggal keesokan harinya. Ibunya yang shock depan kematian suaminya yang tidak disangkanya menyusul dua bulan kemudian. Tinggallah ia sebatang kara diasuh oleh pamannya.
Setelah tamat SMA maka Nita pulang kampung karena bapaknya tidak punya biaya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Di sawah itulah ia bertemu dengan satria dan sama sama jatuh cinta.
Pak Burhan sendiri tentu saja marah ketika anaknya jatuh cinta dengan pemuda itu. Aku ingin kamu punya masa depan yang baik dan menikah dengan orang kaya agar punya kehidupan yang baik, bukan kawin dengan pemuda itu, nanti malah susah.
Ia memberikan nasehat karena ia tidak ingin anaknya jadi petani seperti dirinya. Jika harga jual hasil panennya bagus memang hasilnya lumayan punya uang banyak. Tapi jika anjlok, boro-boro untung, balik modal juga tidak, yang ada rugi besar karena harga padi atau cabe terlalu murah. Akibatnya hutang menumpuk dan harus menunggu hasil panen bagus untuk melunasinya.
Ibunya juga memberikan nasehat, bapaknya itu tidak ingin anaknya seperti dirinya. Ia sebenarnya seorang sarjana tapi sayangnya ilmunya tidak terpakai.
"Bapak sarjana emak?" Tanya Nita seakan tak percaya.
Ibunya mengangguk." Bukan sarjana sebenarnya karena ia tidak lulus kuliah. Ia dulu banyak kekasihnya sehingga tidak fokus kuliah, jadinya terbengkalai."
"Wah, bapak kok bisa sama emak?"
"Itu rahasia emak." Jawab ibunya sambil tersenyum. Sebenarnya ibunya sendiri mendengar kabar kalo dulu suaminya itu punya banyak pacar bahkan ada yang sampai hamil.
Satria sendiri hanya geram mendengar penuturan kekasihnya itu ketika ia mengadu bapaknya tidak merestui hubungan mereka. Aku pasti akan berusaha, kamu tidak usah khawatir, begitu ujarnya menenangkan pacarnya itu.
Beruntung ia dikenalkan dengan pak lurah Agus oleh Jaey yang bekerja di sana. Kau pasti kaya, tapi kamu harus bisa menjaga rahasia ini atau lehermu akan dipatahkan oleh Herman, tangan kanan pak lurah, begitu pesannya. Pemuda itu hanya mengangguk, ia pasti akan menjaga rahasia itu, yang penting ia bisa kaya dan menikahi kekasihnya itu.
Pak lurah Agus sendiri tidak langsung mempercayai pemuda kerempeng itu ketika pertama kali bekerja di rumahnya. Tapi setelah beberapa bulan dan atas dorongan dari jaey akhirnya ia pun dibawa ke kamar khusus di belakang rumah pak lurah dimana itu adalah kamar terlarang.
Kepala desa itu membawanya untuk menjalankan sebuah operasi. Untuk itu ia akan diberikan sebuah bekal. Setelah masuk ke dalam kamar khusus itu maka pak lurah Agus memperlihatkan sebuah kotak kayu berwarna hitam. Didalamnya terdapat sebuah kain berwarna hitam juga yang membungkus sesuatu.
"Lihat ini Satria, jangan berkedip." Perintah pak lurah sambil pelan pelan membuka bungkusnya.
Pemuda itu mengangguk dan betapa terkejutnya ia ketika tahu benda apa yang ada. Sebuah bayi tapi dengan ukuran sangat kecil sebesar telapak tangannya yang sudah diawetkan, seperti jenglot cuma ini berasal dari bayi.
Pemuda itu shock dan hampir jatuh pingsan sebelum sebuah tamparan menyadarkannya." Pegang tanganku dan tatap mata bayi itu."
Ia akhirnya menurut karena tidak ingin dihajar lagi oleh kepala desa itu. Biarpun bergidik akhirnya ia bisa melihat mata bayi itu yang seperti memandang marah kepadanya, sementara pak lurah tampak komat kamit membaca mantra.
Ajaib, tiba tiba tubuhnya terasa enteng, pandangan matanya juga terasa menjadi lebih tajam.
"Aneh, kenapa tubuhku jadi ringan begini pak lurah." Katanya takjub.
Pak lurah menepuk-nepuk pundaknya." Sekarang kamu sudah punya kesaktian satria, kamu kini bisa melompati pagar dan juga lari dengan cepat. Selain itu kamu juga punya kelebihan lain. Coba kamu berkaca di lemari itu dan gigit bibirmu sebelah bawah."
Pemuda itu segera berdiri dan bercermin di kaca besar yang ada di lemari, setelah itu ia menggigit bibirnya sebelah bawah. Ajaib, bayangan tubuhnya tiba-tiba tidak terlihat di cermin itu.
Tentu saja ia kaget dan tanpa sadar gigitannya lepas, bayangan tubuhnya pun muncul kembali.
"Apa artinya ini pak lurah."
"Kamu sudah memiliki ilmu halimun satria, tapi semua ilmu itu hanya bertahan malam ini saja, begitu matahari terbit langsung sirna. Kamu sekarang harus melakukan pekerjaan mu. Kamu tentu kenal dengan toko emas di pasar besar itu bukan. Sekarang berangkatlah engkau kesana dan ambil emasnya untukku. Ingat, kamu harus kembali kesini sebelum subuh atau kamu akan tertangkap dan mati."
Satria yang masih takjub karena tak percaya masih bengong saja.
"Sekarang bodoh." Sentak pak lurah. Sentakan itu membuatnya sadar dan iapun langsung melaksanakan perintahnya.
Tugas pertama bisa ia lakukan dengan mudah. Dengan tangkas ia lalu melompat ke atap dan membobol toko emas tersebut lewat plafon. Ia sendiri benci dengan toko emas ini karena dulu sewaktu ibunya masih hidup pernah beli emas disini dicurangi. Surat emas itu hilang, jadi ketika dijual dihargai sangat rendah sekali. Satria kecil yang waktu itu ikut jadinya ingat karena ibunya pulang dengan menangis karena gagal membelikan dirinya baju baru.
Tak sampai sejam ia sudah kembali lagi. Tentu saja kepala desa itu senang sekali karena anak buahnya yang baru itu melaksanakan tugasnya dengan cepat.
Sebulan kemudian ia mendapat upah yang lumayan banyak atas pekerjaannya itu. Tentu saja ia senang sekali, uangnya ia simpan untuk bekal melamar kekasihnya kelak.
"Kapan aku akan kerja lagi pak lurah." Tanya Satria yang tak sabar ingin punya uang banyak agar bisa melamar Nita.
"Bodoh, apa kau pikir gampang mencuri apa. Aku harus cari hari baik dulu agar lancar mengerti. Tidak semua hari bisa untuk melakukan pegawean." Bentaknya. Pemuda itu hanya mengangguk saja.
Begitulah Satria lalu menjadi anak buah lurah Agus, setiap mau beraksi maka ia akan diisi dulu badannya oleh kepala desa tersebut. Setelah hasilnya cukup banyak maka ia meminta pamannya untuk melamar Nita. Apes, pak Burhan tetap menolak lamarannya karena ia bersikukuh anaknya harus kawin dengan orang kota.
Satria yang geram akhirnya bertekad memberikan pelajaran. Suatu malam setelah pulang beroperasi ia lalu nekad mencuri di rumah pak Burhan, kebetulan dirinya baru dapat banyak uang, hasil panen cabenya yang harganya mahal.
Pak Burhan yang kebetulan sedang ngopi sambil menghitung duit di meja terkejut bukan main ketika tas miliknya tiba tiba melayang tanpa ada tangan yang memegangnya.
"Tolong, ada setan!!!" Teriaknya, tentu saja istri dan anaknya kaget lalu keluar kamar. Pak Burhan sendiri sudah pingsan saking kagetnya, sementara tas miliknya sudah menghilang.
Keesokan harinya ketika siang Satria lalu datang kerumahnya sambil membawa tas berisi uang. Tentu saja istri pak Burhan senang sekali, begitu pula Nita. Aku menemukan tas ini di kuburan, sepertinya ini milik bapakmu, kata pemuda itu sambil tersenyum.
Istri pak Burhan tentu saja berterima kasih sekali, sayangnya suaminya sendiri masih di tempat tidur karena sakit sebab shock karena kejadian semalam.
Pak Burhan tentu saja ikut senang duitnya kembali, tapi sayangnya sakit jantungnya merenggut nyawanya seminggu kemudian karena setelah peristiwa itu kalo malam ia kadang bermimpi di datangi setan.
Satria sendiri sebenarnya ikut senang karena rintangan untuk menikahi kekasihnya itu sudah hilang walaupun mukanya sedih. Setelah 100 hari kematian pak Burhan, ia lalu melamar Nita yang diterima dengan senang hati oleh ibunya Nita, apalagi yang ikut datang adalah pak lurah Agus sambil membawa emas yang cukup banyak.
Pak lurah Agus sendiri ikut melamar setelah pemuda itu menceritakan kisah kasihnya karena kasihan. Tak lama kemudian pesta pernikahan keduanya pun digelar dengan meriah.
* * *
"Wah, ternyata kau jahat juga ya." Ujar Pratiwi.
Satria buru buru membela diri." Sebenarnya aku hanya berniat mengambil uangnya saja lalu aku kembalikan biar dianggap berjasa. Eh tak sangka malah bapaknya Nita meninggal karena shock."
"Terus bagaimana kamu bisa masuk penjara, bukannya ilmu pak lurah itu membuatmu sakti." Pratiwi memang sudah tahu kisahnya karena pasiennya itu menceritakan sendiri.
"Aku waktu itu khilaf." Ujar satria lalu pikirannya membayangkan kisah setahun silam.
Setelah menikah maka Satria masih merahasiakan dari mana ia dapat uang. Nita sendiri percaya kalo suaminya itu dapat uang banyak karena kerja di pak lurah, entah kerja apa ia sendiri tidak tahu karena dirinya tidak cerita.
Suatu malam seperti biasa setelah beberapa bulan menganggur pak lurah memanggilnya karena ia disuruh beroperasi. Ada sebuah rumah mewah milik seorang istri muda yang hidup berfoya-foya di sebuah desa dengan suaminya dari hasil uang korupsi, sementara istri tuanya sengsara dengan anaknya. Memang sasaran operasinya selama ini adalah orang-orang yang culas.
Setelah tubuhnya diisi dengan kesaktian oleh pak lurah maka tengah malam ia lalu beraksi. Tidak sulit mencari karena sebelumnya siang harinya ia melihat dulu. Kebetulan suaminya itu sedang gilir di istri tua sehingga hanya tinggal istri mudanya di rumah tersebut. Mudah saja ia masuk lewat jendela karena sudah biasa bertindak.
Setelah memasukkan uang dan juga perhiasan yang digasak dalam lemari maka ia berniat pergi. Saat hendak keluar kamar itulah dilihatnya istri muda itu sedang tidur dengan posisi menantang, mana bajunya tipis lagi, seakan mengundang dirinya.
Satria jadi panas dingin melihatnya. Biarpun sudah punya istri tapi sebagai anak muda yang masih memiliki darah panas dirinya terangsang juga oleh wanita didepannya.
Wanita muda itu sendiri kaget bukan main ketika merasa sesuatu menindih tubuhnya. Ia langsung pingsan menyangka ada makhluk halus yang memperkosanya.
"Kau benar benar memperkosanya? " Tanya suster Pratiwi tak percaya.
Pemuda itu menunduk." Aku waktu itu sedang khilaf. Kini kau tahu orang seperti apa aku ini. Silahkan kalau kamu ingin meninggalkan aku."
Gadis itu menenangkan pikirannya lebih dulu. Walaupun hatinya agak terguncang tapi ia tetap tidak pergi juga. Toh di rumah sakit ini banyak satpam yang berjaga.
"Tak apa, aku malah suka karena kamu berterus terang. Jadi kamu tertangkap karena perempuan itu."
Satria mengangguk." Salah satu pantangan ilmu halimun itu tidak boleh berhubungan intim dengan wanita selain istri sendiri. Begitu khilaf maka aku langsung kabur melarikan diri, tapi sayangnya penjaga rumah itu melihat ku. Aku berusaha lari tapi sayangnya terkejar karena badanku juga terasa berat apalagi sambil membawa bungkusan berupa uang dan perhiasan. Hampir aku mati dihajar warga, untung ada polisi desa yang mengamankan ku."
"Aku lalu dipenjara. Ketika Nita tahu tentu saja aku malu bukan main kepadanya. Beruntung istriku itu adalah orang yang pengertian. Ia hanya tahu aku mencuri untuk memenuhi kebutuhan hidup. Yang membuatku tersentuh, ia berjanji akan tetap menungguku sampai keluar penjara. Ia tetap mencintai ku sampai mati."
"Istrimu memang luar biasa, pantas kau sangat mencintainya." Ujar Pratiwi tulus.
"Terimakasih, tapi sayangnya sekarang dia sudah mati. Ini pasti karena lurah keparat itu. Suatu saat aku pasti akan membalas kan dendamnya." Pemuda berusia 25 tahun itu mengepalkan tangannya.
"Bagaimana caranya kamu membalas dendam, apa kamu tahu kelemahan ilmu kebalnya?"
Satria menggelengkan kepalanya." Saat ini aku belum tahu, tapi begitu keluar dari rumah sakit ini aku akan langsung mencari tahu. Aku pernah dengar dari seseorang di penjara kalo setiap ilmu kebal pasti ada kelemahannya. Pasti akan ketemu dan aku bisa membalas dendam."
Pratiwi jadi senang." Bagus, jadi kamu nanti bisa membalaskan kematian saudaraku."
Tentu saja pemuda itu kaget bukan main." Saudaramu..?"
Suster itu tahu sudah kelepasan omong, mau membantah juga sepertinya percuma karena orang dihadapannya itu sudah dengar.
Pratiwi menghela nafas dulu." Tadi pagi ayahku bercerita kalo aku sebenarnya bukan anak kandungnya. Tentu saja aku kaget bukan main."
"Hah!!, Jadi kau bukan anaknya." Satria juga ikut kaget biarpun belum pernah bertemu dengan bapaknya.
Gadis itu jadi sedih." Sampai kapanpun ia akan tetap kuanggap bapakku."
"Oh maafkan aku." Ujar pemuda itu cepat-cepat." Tapi bagaimana ceritanya istriku itu adalah saudara mu?"
Pratiwi lalu menceritakan kalo tadi pagi bapaknya baru datang dari kampung halaman pemuda itu untuk mencari tahu informasi tentang Nita, siapa ibu bapaknya dan bagaimana kehidupannya, dan apa hubungannya dengan dirinya.
"Jangan-jangan, nama bapak kandungmu itu adalah...?"
"Benar, namanya Burhan, bapak mertuamu itu."
Satria terkejut." Ah ternyata kau masih saudara istriku, pantas mukamu agak mirip Nita."
Tiwi tersenyum." Sekarang kita harus membalaskan kematian adikku itu. Apa kamu ada saran?"
"Aku akan mencari kelemahan ilmunya lalu membunuhnya nanti kalo sudah ketemu."
"Jangan."
Tentu saja pemuda itu kaget gadis di depannya itu melarangnya membunuh pak lurah Agus." Kenapa begitu?"
"Kata bapakku, pembunuhan tidak akan menyelesaikan perselisihan tapi malah akan memperhebatnya. Kepala desa itu punya saudara yang takutnya nanti akan membalas dendam kepada mu." Jelas gadis muda itu.
"Aku tidak takut."
"Kau mungkin tidak takut mati, tapi bagaimana dengan keluarga ku. Ayah ibuku tidak boleh jadi korban kalo nanti saudara saudara pak lurah membalas dendam. Aku takut kalo mereka nanti balas dendam pada mereka. Lagipula aku seorang suster, tugasku adalah menyelamatkan manusia, termasuk terhadap para penjahat sekalipun, karena mereka tetap manusia."
Satria jadi bingung, memang rasanya egois kalo dirinya menyeret keluarga gadis itu dalam dendamnya.
"Terus bagaimana baiknya?"
"Ayahku menyarankan agar diserahkan saja kepada polisi."
Satria berpikir, memang adil juga rasanya jika pak lurah dipenjara dari pada ia bebas berkeliaran, mana dihormati warga lagi karena ia sering membagikan harta rampokan untuk warga miskin tanpa masyarakat tahu belangnya.
"Baiklah, aku akan ke kantor polisi untuk bersaksi bahwa pencurian yang aku lakukan itu atas perintah lurah keparat itu."
Suster Tiwi menggeleng." Kata bapakku, kurasa itu sulit. Lurah itu bisa saja berkelit dengan mengatakan tidak tahu, apalagi kamu ini, maaf bekas narapidana, yang mana hakim mungkin tidak mempercayai perkataanmu."
Tentu saja pemuda itu jadi dongkol." Jadi baiknya bagaimana?"
Pratiwi tersenyum." Tidak usah khawatir, bapakku sudah berunding dengan kapten Himawan cara terbaik untuk menangkap lurah tersebut. Tak usah khawatir, kapten Himawan sudah berpengalaman dalam hal ini."
"Bagaimana caranya?" Tanyanya ingin tahu.
"Nanti mas Satria juga tahu."
Bersambung
¯\_ʘ‿ʘ_/¯
Pengin baca dan harus kubaca kelanjutan ceritanya, kira - kira di skenario pak kapten itu bakalan ngapain saja ... mungkinkah pak kapten juga berani seperti diriku berfoto buka-bukaan ...
Buka payung, buka tenda, buka lemari gitu maksudnyaaa ..., Hahaha
ngeri ngerii...
Makin menarik, semua misteri terkuak satu persatu, akankah Jendral Himawan berhasil menangkap pak lurah ataukah bakal kalah sama pak lurah. Atau Himawan malah jadi pengikut pak lurah dan membawanya jalan2 ke destinasi wisata 😆😆
Itu anjing apa srigala kebelet kawin huhuhuhu
XD
Btw ini mending ganti tag mas e, bukan cerpen ini mah.
Cerbungbang (Cerita bersambung banget)
Kelakuan satria ternyata parah juga hampir 11 12 sama lurah Agus dan jadi sebab bapaknya Nita meninggal.
Dan ternyata di part 4 ini masih bersambung juga entah di part berapa tamatnya karena ceritanya masih bisa berkembang terus.
Akhirnya benar juga dugaanku kalau Pratiwi adalah saudara Nita hahaha.
Semoga Pak Lurah bisa tertangkap! Sambil disiksa sedikit saat ditangkap biar greget #psikopat
Di cerita part 1,satria mantan narapidana yang baru saja bebas dan menghirup udara segar karena kasus pencurian, eh pencurian barang suci eh kesucian wkwkwkwk hadehh. Jadi inget hantu yang suka menindih itu ternyata kerjaan kang satria toh 🤣🤣🤣
Itu pak Burhan meninggal karna shock tas yang di curi satria kan mas?
Semoga Kapten Himawan bisa menyelesaikan misteri ini. Selamat mas Him, jadi aktor figure, kalo udah selesai cerbung nya mas Agus kita minta bayaran nya, kalo nggak kita demo ramai-ramai 😁😁😁
Buat kak mbul pantau terus cerbung mas Agus 🤭 misteri belum terungkap
Oohh ternyata Nita sama Pratiwi saudara....Lalu si Gustya apanya Pratiwi...Atau mungkin Gustya punya hubungan saudara juga sama Nita ....Beeeehhhhhaaaaa!!..🤣🤣🤣
Apa Kapten Himawant.....Dia mah tahunya jalan2 doang sama photo2 diatas Museum atau Candi... Beeehhhaaaa..🤣🤣🤣🤣
Paling banter selfie2 sama Rongdo..🤣🤣🤣
Ntar dah gw tanya langsung sama Kapten Himawant cara ngilangin ilmu kebal si Agus...Mungkin diajak mangkal dilampu merah kali baru ilmu kebalnya hilang..🤣🤣🤣🤣
Kayaknya ini tema horor ya, sampai ada cerita soal mencuri mayat bayi 🙈 Wk. Seram ~ next time saya berkunjung lagi saat ceritanya nggak seram ya, mas 😂
Ku ingin bilang Next aja rasanya, kayak di KBM hahaha.
Pennasaran, jadinya balas dendamnya gimana?
Dan btw kenapa bisa Nita dan Tiwi terpisah?
Kapan nih bisa baca kelanjutannya? :D
Tapi gimana kira-kira cara satria balas dendam ke Lurah Agus?? Ngomong-ngomong kesel juga sama si Lurah. Susah banget ngalahinnya.😤
Ayo mas, beri pelajaran paling paiit buat pak lurah.
Jadi tak sabar menunggu episode selanjutnya. Ada pak himawan, nanti pakai topi yang coklat apa yang item yaa
Lapor Kapten, ada penjahat punya kekuatan superhero, sekarang dia memakai topeng sebagai Lurah. 🤣
Suka nih Ama caramu menulis ceritanya. Jd ga lgs dihajar , bikin penasaran ,dan hal2 yg dirasa ngebingungin, lama2 jd jelas kenapa begitu :o. Baguuus mas
yang langsung muncul dikepala ketika baca kapten himawan,jadi inget kalau dulu nonton film india pasti ada inspectur polisi.
ohhh jadi si pratiwi ini punya sodara kembar ehmmm, lanjuttt
akhirnya terkuak ternyata pratiwi masih sodaraan sama nita, pantesan mirip yaa.. 😁
oke lanjut episode lanjutnya deh. Aku ketinggalan soalnya haha